Cybercrime menurut Josua Sitompulo (2012: p. 15) adalah kejahatan yang terjadi di dunia maya (cyberworld) dan dilakukan oleh manusia atau mesin berdasarkan perintah manusia. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai aktivitas doxing di media sosial Instagram dengan akun undip.cantik. Akun Instagram undip.cantik merupakan akun yang menampilkan foto-foto mahasiswa Universitas Diponegoro yang umumnya dikategorikan cantik.
Akun Undip.cantik mencoba menampilkan sosok mahasiswi Undip yang tergolong cantik, sehingga otomatis para pengikut akun tersebut mengetahui bahwa mahasiswi yang menjadi subjeknya adalah mahasiswi cantik. Ditambah lagi dengan banyaknya follower akun undip.cantik yang meluangkan waktu untuk mengabadikan kecantikan wanita, hal ini justru menyebabkan akun undip.cantik mengarah pada aktivitas eksploitasi perempuan. Akun Instagram undip.cantik ini mengambil foto atau repost foto mahasiswa UNDIP tanpa izin terlebih dahulu. Tak lupa dalam postingan tersebut akun undip.cantik mengungkap nama lengkap foto tersebut dan mahasiswanya.
Kasus doxing yang dilakukan undip.cantik ini mengakibatkan perempuan/korban dilecehkan secara verbal/nonverbal dan diobjektifikasi. Terkait doxing yang dilakukan akun Instagram undip.cantik, peneliti ingin melihat lebih dalam dampak yang ditimbulkan akun tersebut sebagai penonton. Hal ini bertujuan untuk melihat kenyataan sebenarnya, apa yang disampaikan oleh akun undip.cantik akan merugikan.
Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran teoretis tentang bagaimana proses doxing yang dilakukan khalayak di media sosial, khususnya Instagram, menghasilkan proses objektifikasi.
Signifikansi Sosial
Kerangka Pemikiran
- State Of The Art (Penelitian Terdahulu)
- Paradigma
- Encoding – Decoding
- Feminisme Radikal Kultural
- Cyber Ethics
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan membandingkan tindakan pengguna di halaman SN Reddit melalui analisis diskusi seputar kontroversi dan analisis Violentacrez terhadap struktur yang mengatur platform. Biasanya selebriti Instagram adalah orang dewasa, namun dalam penelitian ini selebriti Instagram adalah anak-anak di bawah 10 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap privasi anak yang dipopulerkan oleh keluarganya, terutama orang tuanya.
Penelitian ini mengambil tema putri yang merupakan salah satu agen sosialisasi peran dan sifat. Subyek dalam penelitian ini adalah anak perempuan berusia 5 – 8 tahun yang menggunakan film Disney Princess. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana anak-anak dari latar belakang budaya yang berbeda dengan yang ditampilkan dalam film menciptakan rangkaian fantasi dari kode perempuan yang dominan dalam film tersebut.
Kesimpulan dalam penelitian ini memunculkan rantai fantasi dengan penonton melalui kode feminin yang direpresentasikan dalam film. Dalam penelitian ini ingin mengetahui pemaknaan khalayak perempuan mengenai konstruksi kecantikan pada akun Instagram Undip Cantik. Penelitian ini juga menggunakan teori mitos kecantikan Naomi Wolf untuk melihat permasalahan kecantikan yang ada pada cantik Undip.
Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan audiens, ditemukan adanya keberagaman pemaknaan audiens terhadap wacana kecantikan pada akun Kecantikan Undip. Penelitian ini menjelaskan penerimaan khalayak perempuan Indonesia Timur terhadap konsep kecantikan yang ditampilkan dalam iklan Pond's dan Pantene. Penelitian ini menarik karena masyarakat Indonesia Timur jarang sekali ditampilkan dalam iklan produk kecantikan.
Dengan penafsiran yang berbeda-beda tersebut, kemudian dijadikan topik penelitian untuk analisis resepsi, dan remaja menjadi subjek penelitian ini. Pemaparan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi resepsi dan pemaknaan para informan dalam penelitian ini sangat beragam. Lima informan yang digunakan dalam penelitian ini semuanya perempuan dengan latar belakang yang sama yaitu dari Indonesia Timur.
Sifat transaksional penelitian ini memerlukan adanya dialog antara peneliti dan subjek yang diteliti. Dalam penelitian ini pemikiran feminis sangat diperlukan karena adanya dominasi laki-laki yang menindas perempuan.
Asmusi penelitian
Kasus undip.betic juga memunculkan adanya ideologi patriarki yang dominan, yang merujuk pada contoh pemuasan hasrat seksual dan objektifikasi.
Operasionalisasi Konsep
Privasi atau tidak merupakan sesuatu yang kontroversial untuk menentukan apakah privasi harus dipraktikkan di internet atau tidak. Sunarto menjelaskan, gagasan yang terkait dengan objektifikasi adalah tatapan, stereotip, komodifikasi, tontonan, dan pembelajaran gender.
Metode penelitian .1 Tipe Penelitian
- Sumber Data
- Data Skunder
- Subjek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Unit Analisis Data
- Teknik Analisis Data
- Semiotika Roland Barthes
- Wawancara
Penonton sangat aktif di sini dan berperan sebagai penghasil makna yang aktif, yang belum tentu dipengaruhi oleh medium itu sendiri ketika menafsirkan isi media. Khalayak dipandang sebagai bagian dari komunitas interpretatif yang selalu aktif mempersepsikan pesan dan menciptakan makna, bukan sekadar individu pasif yang hanya menerima makna yang dihasilkan media massa. Data primer kedua diperoleh melalui serangkaian wawancara mendalam terhadap informan korban doxing di akun Instagram @undip.cantik.
Wawancara mendalam ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara, namun dapat berkembang tergantung situasi dan kebutuhan penelitian. Undip.cantik dipilih karena akun ini merupakan akun yang mempunyai follower terbanyak di kota semarang dan memposting foto terbanyak, bersaing dengan rivalnya seperti akun polineshits_semarang, usmcantik, untag.cantik, udinus.cantik, unika.cantik. . Subyek penelitian dari populasi sasaran penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive, karena tidak adanya kerangka sampling untuk seluruh elemen dalam populasi.
Dari sini, subjek akan dipilih secara sengaja berdasarkan kebutuhan, karena penelitian ini lebih mengeksplorasi kedalaman informasi daripada kuantitas responden. Peneliti hanya memilih beberapa postingan foto dari akun Instagram undip.cantik yang memenuhi kebutuhan penelitian dan mengelompokkannya ke dalam tema tertentu. Kemudian, langkah kedua adalah melihat wacana dari sudut pandang audiens mengenai teks perilaku doxing yang dilakukan akun undip.cantik.
Refleksi ini didasari oleh perbedaan karakteristik informan dalam menafsirkan kasus doxing di akun Instagram undip.cantik. Pembacaan dominan adalah khalayak yang menyesuaikan diri dengan kode program (yang mencakup nilai, sikap, keyakinan, dan asumsi) serta menerima sepenuhnya makna yang diajukan dan diinginkan oleh pembuat program. Pembacaan yang disepakati mempunyai batas-batas tertentu sesuai dengan kode-kode pemrograman dan pada dasarnya menerima makna yang ditawarkan oleh pembuat program namun memodifikasinya untuk mencerminkan sudut pandang dan kepentingan pribadinya.
Sedangkan Oposisi adalah penonton yang tidak sejalan dengan kode program dan menolak makna yang disampaikan, dan. Untuk mengetahui pengelompokan makna informan dalam kategori makna tersebut, peneliti melakukan perbandingan antara bacaan yang disukai dengan makna yang dikemukakan informan penelitian. Makna denotasi adalah makna sebenarnya yang disepakati secara sosial dan mengacu pada realitas sosial.
Pengertian wawancara mendalam adalah proses memperoleh informasi untuk keperluan penelitian melalui tanya jawab pribadi antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan orang yang diwawancarai terlibat dalam suatu hal. kehidupan sosial dalam jangka waktu yang relatif lama (Kriyantono, 2006). Dalam wawancara mendalam, Anda mendalami lebih dalam topik yang telah ditentukan (berdasarkan maksud dan tujuan wawancara) dengan pertanyaan terbuka.
Kriteria Kualitas Penelitian
Responden dapat dengan leluasa menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa ada tekanan dari orang lain atau tanpa rasa malu dalam mengemukakan pendapatnya. Jika menggunakan panduan, alur soal yang dibuat tidak baku tergantung kebutuhan di lapangan.
Keterbatasan Penelitian