• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF "

Copied!
234
0
0

Teks penuh

Laporan tugas akhir ini telah disetujui, dikaji dan dipertahankan di hadapan Kelompok Penguji Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur. Ernani Setyawati, M.Keb selaku dosen pembimbing Saya telah memberikan bimbingan dan petunjuk sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan
  • Ruang lingkup

Melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil Ny A dengan pendekatan manajerial dan terdokumentasi dalam format SOAP. Melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu kandung Ny. A dengan pendekatan manajerial dan didokumentasikan dalam format SOAP.

TINJAUAN PUSTAKA

Asuhan Kehamilan

Denyut jantung janin yang normal adalah 130-160 kali per menit. f) Taksiran berat badan janin (TBJ) untuk mengetahui interpretasi berat badan janin pada kehamilan trimester III. Pada kehamilan trimester ketiga, sebaiknya dilakukan tes protein urin untuk mengetahui apakah ibu memiliki tanda-tanda preeklampsia.

Pertambahan berat badan total pada kehamilan normal adalah 11,5-16 kg, sedangkan TBC menentukan tinggi panggul ibu, ukuran normal yang baik untuk ibu hamil adalah <145 cm. Zat besi pada ibu hamil bertujuan untuk mencegah kekurangan zat besi pada ibu hamil, bukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin.

Tabel 2.7  Skor Poedji Rochjati
Tabel 2.7 Skor Poedji Rochjati

Anemia Pada Kehamilan

Anemia yang disebabkan oleh rusaknya sel darah merah berlangsung lebih cepat, yaitu penyakit malaria (Wiknjosastro, 2005). Pada masa kehamilan, penurunan kadar hemoglobin yang terjadi pada masa kehamilan disebabkan oleh peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan perubahan pada darah: peningkatan volume plasma relatif lebih besar dibandingkan dengan peningkatan massa hemoglobin dan volume sel darah merah. Ibu hamil dengan keluhan lemas, pucat, mudah pingsan, tekanan darah dalam batas normal, patut dicurigai menderita anemia defisiensi besi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar Hb < 11. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian suplementasi Fe dosis rendah sebesar 30 mg pada trimester ketiga pada ibu hamil yang tidak anemia. dengan Hb ≥ 11 gr/dl, sedangkan ibu hamil dengan anemia defisiensi besi dapat diberikan suplemen sulfat 325 mg 1-2 kali sehari. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur, susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tahu, oncom, kedelai, buncis, sayur mayur, sayur hijau tua (kangkung, bayam) dan buah-buahan). (jeruk, jambu biji dan pisang).

Persalinan

  • Konsep Dasar Teori Persalinan 1) Pengertian persalinan
  • Asuhan Persalinan
  • Asuhan Persalinan Kala I

Hal yang perlu diperhatikan mengenai janin adalah ukuran, presentasi, letak, kedudukan dan letak kepala janin, sedangkan yang perlu diperhatikan mengenai plasenta adalah letak, ukuran dan luasnya. Inpartum ditandai dengan keluarnya lendir darah, karena mulut rahim mulai membuka (dilatasi) dan menjadi rata (effacement) bila mulai dari dilatasi nol sampai dilatasi sempurna (10 cm). Durasi kala I primigravida berlangsung ± 12 jam, sedangkan untuk multigravida sekitar ±8 jam. Masa pembukaan dibagi menjadi dua fase yaitu fase laten berupa terbukanya leher rahim berukuran 3 cm yang berlangsung selama 7-8 jam dan fase aktif yang berlangsung ± 6 jam yang terbagi dalam 3 subfase yaitu masa percepatan yang berlangsung 2 jam dan bukaan sampai 4 cm, masa pemuaian maksimal 2 jam.

Perawatan dan pemantauan tahap IV, yaitu melakukan rangsangan taktil (pijatan) pada rahim untuk mendorong kontraksi yang baik dan kuat, penilaian tinggi fundus dengan meletakkan jari di tengah sebagai tolok ukur, penilaian total kehilangan darah, memeriksa adanya perdarahan akibat air mata (robek atau episiotomi). ), menilai kondisi umum ibu, mendokumentasikan semua perawatan selama kala empat persalinan di bagian belakang partograf, segera setelah perawatan dan penilaian selesai (Saifuddin, 2010). Mengarahkan ibu untuk rileks dalam keadaan tertekan, meminta ibu menarik nafas dalam-dalam, menahan nafas sejenak kemudian mengeluarkannya dengan cara meniup tanpa sepengetahuan dan izin pasien/ibu d. Menjaga kebersihan diri, memperbolehkan ibu untuk mandi, menganjurkan ibu untuk membasuh kemaluan sehabis BAK/BAB, mengatasi rasa panas dengan menggunakan kipas angin atau AC dalam kamar, menggunakan kipas angin biasa, menganjurkan ibu untuk mandi.

Bayi Baru Lahir

Namun bila bayi baik-baik saja, lakukan perawatan bayi baru lahir secara normal dan penilaian awal dilakukan dengan cepat dan akurat (0-30 detik). Jika bayi tidak bernapas, megap-megap atau lemah, segera lakukan resusitasi pada bayi baru lahir (JNPK-KR, 2008). Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal adalah menjaga bayi tetap hangat, membersihkan jalan napas (bila perlu), mengeringkan dan menghangatkan, memotong dan mengikat tali pusat tanpa mengikatnya, kurang lebih 2 menit setelah lahir, melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dengan cara melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). menyentuhkan kulit bayi ke kulit ibu, memberikan salep mata antibiotik tetrasiklin 1% pada kedua mata, memberikan suntikan vitamin K 1 mg secara intramuskular, pada paha anterolateral setelah inisiasi menyusui dini (IMD), dengan melakukan imunisasi Hepatitis B 0,5 ml secara intramuskular , pada paha anterolateral kanan, diberikan kurang lebih 1-2 jam setelah pemberian vitamin K (JNPK-KR Departemen Kesehatan RI, 2008).

Tabel 2.9  Apgar Skor
Tabel 2.9 Apgar Skor

Masa Nifas

  • Konsep Dasar Nifas a. Pengertian Masa Nifas
  • Asuhan Nifas a. Tujuan

Kebijakan program pemerintah dalam pelayanan nifas: Melaksanakan kunjungan nifas minimal 4 kali untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, untuk mencegah, mendeteksi dan mengobati masalah yang timbul. Lochea merupakan keluarnya cairan rahim pada masa nifas dan mempunyai reaksi basa/basa yang memungkinkan organisme berkembang lebih cepat dibandingkan keadaan asam yang ada pada vagina normal.Lochea mengalami perubahan akibat proses involusi. Pada masa nifas perlu diperhatikan pemilihan alat kontrasepsi, jika ingin menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus menggunakan obat-obatan yang tidak mengganggu pembentukan ASI dan hubungan suami istri pada masa nifas. tidak terganggu.

Pelayanan kebidanan pada masa nifas menurut (Saleha, 2013) adalah sebagai berikut: Memelihara kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikis, deteksi masalah, pengobatan dan rujukan jika terjadi komplikasi pada ibu atau bayi, pemberian layanan kesehatan. pendidikan tentang pelayanan kesehatan diri, gizi, Keluarga Berencana, cara dan manfaat ASI, vaksinasi, perawatan bayi sehari-hari dan pemberian pelayanan keluarga berencana. Melakukan kunjungan minimal 4 kali selama masa nifas, dengan tujuan untuk menilai kondisi ibu dan bayi, mencegah kemungkinan gangguan kesehatan ibu dan bayi nifas, mendeteksi komplikasi atau permasalahan yang terjadi pada masa nifas dan komplikasi atau penanganan permasalahan. yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas dan bayinya (Walyani, 2015). Setelah bidan memberikan pertolongan persalinan, maka bidan harus merawat ibu dan bayinya selama 2 jam pertama setelah kelahiran.

Neonatus

  • Konsep Dasar Neonatus

Selama proses kehamilan hingga persalinan, berat badan bayi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan ibu. Ketika berat badan bayi tiba-tiba menurun, meskipun ibu memulai IMD (Inisiasi Menyusui Dini) segera setelah melahirkan. Penurunan berat badan bayi di awal kelahiran, sekitar minggu pertama, merupakan kondisi yang wajar.

Kemudian setelah usia 1 bulan, pertambahan berat badan bayi akan bertambah 140-200 gram setiap minggunya (dari berat badan pada minggu kedua). Bayi yang terlalu sering menyusu atau tidak mempunyai cukup waktu sebelum menyusui berikutnya dapat mengalami kelebihan berat badan. Setelah Anda memahami penyebab fluktuasi berat badan, Anda juga harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat lahir bayi Anda.

Keluarga Berencana

  • Konsep Dasar Keluarga Berencana 1) Pengertian KB
  • Fisiologis Keluarga Berencana
  • Panduan Pemilihan Kontrasepsi
  • Asuhan Keluarga Berencana

Program keluarga berencana merupakan bagian yang terpadu (integral) dari program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia sehingga dapat tercapai keseimbangan dengan kapasitas produktif nasional (Setiyayanrum Keluarga Berencana Fisiologis) Tujuan spesifiknya adalah meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi dan kesehatan keluarga berencana dengan jarak kehamilan (Purwoastuti, 2015).Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan.Kontrasepsi nifas adalah permulaan penggunaan metode kontrasepsi dalam waktu 6 minggu pertama setelah melahirkan. untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan terutama pada 1 – 2 tahun pertama setelah melahirkan.

Metode KB tradisional, dimana laki-laki mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum laki-laki mencapai ejakulasi. Berikan penjelasan lengkap mengenai metode kontrasepsi yang dipilih ibu setelah ibu memilih metode yang cocok untuknya, jelaskan. Jika jawaban atas satu atau lebih pertanyaan di atas adalah 'Ya', maka metode kontrasepsi dapat dimulai.

Nomenklatur Diagnosa Kebidanan

SUBJEKTIF DAN KERANGKA KERJA PELAKSANAAN STUDI KASUS

Etika Penelitian

Partisipasi ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela. Para ibu bebas untuk menolak berpartisipasi dalam studi kasus ini atau dapat mengundurkan diri kapan saja. S mendapat penjelasan sebelum memberikan persetujuan dan bersedia ikut serta dalam perkara ini secara sadar dan tanpa paksaan serta telah menandatangani formulir persetujuan. S sebagai peserta kegiatan pelayanan obstetrik komprehensif ini akan memperoleh manfaat berupa pengawasan oleh tenaga kesehatan sejak ibu hamil hingga melahirkan/nifas.

Dalam melakukan asesmen dan investigasi, penulis juga meminimalisir bahaya yang terjadi yaitu mencuci tangan sebelum melakukan tindakan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan. Risiko fisik dan ketidaknyamanan akan menyita waktu ibu selama memberikan perawatan, mulai dari pengkajian yang dilakukan di rumah klien hingga pelaksanaan perawatan dengan perkiraan waktu 60-120 menit (atau sesuai kebutuhan) pada saat kunjungan rumah atau kunjungan ke fasilitas kesehatan. .

Hasil Pengkajian dan Perencanaan Asuhan Komprehensif

  • Langkah II Interprestasi Data Dasar Tabel 3.2
  • Langkah III Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial Diagnosa Potensial : Tidak ada
  • Langkah IV Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera
  • Langkah V Menyusun Rencana Asuhan Yang Menyeluruh a. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga
  • Langkah VI Pelaksanaan Langsung Asuhan / Implementasi a. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada Ibu dan keluarga
  • Langkah VII Evaluasi

Kata ibu, dia tidak minum minuman beralkohol baik sebelum hamil maupun selama hamil... kata ibu, dia makan dalam porsi kecil, tapi sering. Antisipasi: Misalnya memberikan tablet satu kali sehari dan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati ayam, telur, sayur dan buah, serta mengatur pola tidur agar ibu memerlukan istirahat yang cukup. Jelaskan kepada ibu bahwa kadar Hb ibu adalah 10,3 g% yang termasuk dalam kategori anemia ringan, dan anjurkan ibu untuk rutin minum tablet Fe sehari sekali.

Anjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, telur, sayur mayur, dan buah-buahan. Anjurkan ibu untuk menjaga pola istirahatnya agar cukup sekitar 8 jam pada malam hari dan sekitar 2 jam pada siang hari. Ibu mengatakan kepalanya sedikit pusing karena kurang tidur pada malam hari. Cara pemberian : Berikan tablet fe sehari sekali dan. anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, telur, sayur mayur dan buah-buahan serta menjaga pola tidur agar ibu perlu istirahat. cukup dan sarankan untuk memeriksa ponsel Anda lagi.

TINJAUAN KASUS

Keterbatasan Pelaksanaan Asuhan

Apakah Anda menemui kendala dan keterbatasan yang menyebabkan pelaksanaan studi kasus tidak berjalan maksimal? Beberapa pasien tidak bersedia menjadi subjek penelitian dalam studi kasus ini karena berbagai alasan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif yang bersamaan dengan kegiatan CPP I, II dan III terkadang menimbulkan kesulitan bagi peneliti dalam mengatur waktu.

Waktu yang tersedia untuk melaksanakan pelayanan terkadang sangat terbatas sehingga pelayanan yang diberikan kurang optimal. Kesulitan yang dialami saat proses persalinan adalah tidak mendampingi pasien karena belum adanya MoU antara Politeknik Kemenkes Kaltim dengan Rs.

Gambar

Tabel 2.7  Skor Poedji Rochjati
Tabel 2.9  Apgar Skor
Tabel 4.6  Pola Fungsional
Tabel 4.8  Pola Fungsional
+5

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah Produksi Mentimun di Kecamatan Leuwisari Tahun 2017-2021 .... Penelitian