• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN DENGAN STROKE HEMORAGIK DI RUANGAN INSTALASI GAWAT DARURAT RS KUSUMA SURAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN DENGAN STROKE HEMORAGIK DI RUANGAN INSTALASI GAWAT DARURAT RS KUSUMA SURAKARTA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Tahun 2020

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN DENGAN STROKE HEMORAGIK DI RUANGAN INSTALASI

GAWAT DARURAT RS KUSUMA SURAKARTA

Aldyla Syahro Ramadhana1

1Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta (Aldyla Syahro Ramadhana)

2Dosen Program Studi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta (Maria Wisnu Kanita, S.Kep., Ns. M.Kep)

3Dosen Program Studi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta (Fakhrudin Nasrul Sani, S.Kep., Ns. M.Kep)

[email protected]

Abstrak

Stroke atau Cerebro Vaskuler Ascident adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah keotak. Tujuan karya tulis ilmiah ini mengetahui dan mampu menerapkan teori kedalam praktek asuhan keperawatan pada klien dengan stroke hemoragik.

Dengan demikian perlu kiranya difikirkan tentang pola asuhan keperawatan yang tepat dan cepat agar pasien terhindar dari stroke permanen maupun stroke berulang. Tujuan umum dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien Ny M.S dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Kesimpulan dari karya tulis ilmiah ini adalah adalah pada Ny M.S dengan stroke hemoragik terjadi permasalahan pada perubahan presepsi sensori, gangguan perfusi, gangguan mobilitas fisik, dan defisit perawatan diri yang memerlukan perhatian dan penanganan yang cepat dan tepat dari perawat.

Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Stroke Hemoragik

(2)

Diploma 3 Nursing Study Program Health science academy Universitty Kusuma Husada Surakarta 2020

NURSING CARE ON HEMORRHAGIC STROKE PATIENTS IN EMERGENCY DEPARTEMENS ROOM

RS KUSUMA SURAKARTA

Abstract

Ascident is a loss of brain function caused by the cessation of blood supply to the brain. The purpose of this scientific paper is to know and be able to apply theory into the practice of nursing care for clients with hemorrhagic strokes. Thus it is necessary to think about appropriate and fast nursing care patterns so that patients avoid permanent or recurrent strokes. The general objective of writing this scientific paper is to be able to apply nursing care to Mrs. M.S. patients with medical diagnosis of hemorrhagic stroke. The method used is by interview, physical examination and documentation study. The conclusion of this scientific paper is that in Mrs.

M.S. with hemorrhagic stroke problems occur in changes in sensory perception, impaired perfusion, impaired physical mobility, and self-care deficits that require prompt and proper attention and treatment from nurses.

Keyword:Hemorhagic Stroke, Nursing Care

(3)

PENDAHULUAN

Stroke atau Cerebro Vaskuler Ascident adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah keotak. Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi sarafserebral yang munculnya mendadak, progresif, dan cepat. Gangguan fungsi saraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan saraf tersebut menimbulkan gejala antara lainkelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas, bisa menimbulkan perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain.(Sylvia, 2012).

Stroke merupakan masalah neurologik primer di Amerika Serikat dan dunia, meskipun upaya pencegahan telah menimbulkan penurunan pada insiden dalam beberapa tahun terakhir. Stroke merupakan peringkat ketiga penyebab kematian, dengan laju mortalitas 18%

sampai 37% untuk stroke pertama dan sebesar 62% untuk stroke selanjutnya. Dua juta orang bertahan hidup dari stroke yang mempunyai beberapa kecacatan(Arif, 2014). Stroke merupakan salah satu masalah gangguan neurologi yang ditemukan pada data Riskesda Kemenkes RI tahun 2018 menunjukan propinsi Nusa Tenggara Timur berada pada posisi ke 12 dengan angka 12,1% per 1000 penduduk

(Kemenkes, 2018).

Keadaan pasien dengan Stroke hemoragik yang berada dalam kondisi gawat darurat, peran perawat sangatlah penting. Perawat Intalasi Gawat Darurat dituntut untuk selalu menjalankan perannya diberbagai situasi dan kondisi yang meliputi tindakan penyelamatan pasien secara professional khususnya penanganan pada pasien dengan gawat darurat. sebagai pelaku atau pemberi asuhan keperawatan perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan pada pasien stroke hemoragik secara langsung atau tidak langsung kepada pasien dengan mengunakan pendekatan proses keperawatan. Penanganan di Instalasi Gawat Darurat mengunakan suatu ketrampilan yang disebut triase yang merupakan salah satu ketrampilan perawat yang harus dimiliki oleh perawat unit gawat darurat.(Elisabeth, 2011).

Sistem triase ini berdasarkan level kegawatan berfungsi lebih dari sekedar alat untuk mengukur level kegawatan pasien akan tetapi sistem ini berfungsi sebagai bahasa, standar komunikasi untuk menginformasikan level kegawatan pasien di Instalasi Gawat Darurat. Pada stroke hemoragik triase dikategorikan pasien yang prioritas ditangani. (Sylvia, 2012) dan (Elisabeh, 2011).

(4)

METODE

Rancangan studi kasus adalah rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif, misalnya satu klien, keluarga,kelompok atau instansi (Nursalam, 2009). Karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada pasien Stroke Hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan mobilitas fisik.

Subjek penelitian adalah subjek atau sasaran yang dituju untuk diteliti oleh peneliti yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Pada studi kasus ini, subjek penelitian yang diteliti sebanyak 1 subjek dengan kriteria pasien dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik

Fokus studi identik dengan variable penelitian yaitu perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (Nursalam, 2011). Subjek studi kasus ini adalah pasien Stroke Hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik.

Tempat dan Waktu

Tempat pengambilan studi kasus ini dilakuakan di RS Kusuma Surakarta dengan waktu pengambilan kasus dimulai pada tangga 10 Juni sampai 25 Junit 2019.

Pengumpulan data merupakan

suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diberlakukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2013). Menurut Hidayat (2010), metode pengumpulan data yang digunakan dibagi menjadi dua metode wawancara, observasi pemeriksaan fisik dan studi dokuementasi

HASIL

Hasil studi kasus melaporkan hasil data Pengkajian yang didapatkan pasien Pada kasus nyata anggota badan pasien bagian kiri dan kanan mengalami mati rasa dan sulit untuk berbicara, riwayat hipertensi 1 bulan lalu. Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus yaitu: hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan saraf pusat dan ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Intervensi keperawatan pada ketiga diagnosa keperawatan yang diambil adalah imobilisasi bagian tubuh yang terganggu, bantu pasien dalam melakukan aktivitas, monitor kecepatan bicara, tekanan dan kecepatan, posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi, lakukan fisioterapi dada, dan instruksikan bagaimana melakukan batuk efektif.

Implementasi keperawatan dilakukan sesuai dengan aktifitas-aktiftas yang berada pada intervensi keperawatan yang

(5)

disusun. mulai dari pengaturan posisi, monitor neurologi, peningkatan komunikasi sampai pada manajemen jalan nafas.Evaluasi keperawatan yang dilakukan pada pasien Ny.M.S menunjukan ketiga masalah keperawatan belum teratasi, hal ini disebabkan perlu perawatan lebih lanjut dan rawat nginap sampai pemulihan perfusi serebral normal.

Tabel 1. Gambaran Subjek Studi Kasus

Karakteristik N Persentase(%) Aaaaa

Aaaaaa Aaaaaaaa

PEMBAHASAN

Berdasarkan diagnosis yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode Subject Object Assesment Planing.

Diagnosis 1: Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, Subjektif: keluarga pasien mengatakan kaki dan tangan kanan serta kiri masih terasa lemah, mati rasadan sulit bergerak, Objektif: pasien hanya terbaring,belum dapat bergerak dengan aktif, kekuatan otot yang didapatkan tangan: dekstra 2 sinistra 1, kaki: dekstra 1, sinistra 1,Assesment: masalah belum teratasi, Planing: semua intervensi dilanjutkan. Diagnosis 2: Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan

perubahan pada sistem saraf pusat, Subjektif: keluarga pasien mengatakan pasien masih sulit berbicara, Objektif:

pasien tampak berbicara tidak jelas, ekspresi pasien nampak cemas, kecepatan bicara pasien lambat, lidah tidak simetris, Assesment: masalah belum teratasi,

Planing: semua intervensi dilanjutkan. Diagnosis 3: Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan mukus berlebihan, Subjektif:

keluargapasien mengatakan pasien sesak, Objektif: pasien tampak sesak tanpa aktivitas, pernapasan:23 kali per menit, batuk non produktif, sptum tidak keluar, pada paru-paru pasien terdengar bunyi nafas ronchi pada lobus kanan atas paru, Assesment: masalah belum teratasi, Planing : semua intervensi dilanjutkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan teori di atas dan hasil evaluasi keperawatanpada kasus nyata didapatkan tidak adanya kesenjangan antara teori dan kasus, ini dikarenakan perubahan keadaan pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan masih dalam keadaan belum optimal, sehingga pencapaian tujuan dan kriteria hasil dari kedua diagnosis keperawatan tersebut belum tercapai.

(6)

SARAN

Dalam hal ini penulis memberikan beberapa saran setelah secara langsung mengamati lebih dekat perkembangan status kesehatan pasien:

Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan dengan adanya studi kasus ini, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa/i di kampus Universitas Kusuma Husada Surakarta Prodi D-III Keperawatan khususnya pada keperawatan gawat darurat terutama pada pembelajaran tentang asuhan keperawatan gawat darurat.

Bagi Rumah sakit :Diharapkan rumah sakit dapat memberikan penangan gawat darurat yang lebih cepat dan tepat kepada pasien-pasien yang mengalami kegawat daruratan.

Bagi Perawat: Diharapkan bagi perawat- perawat yang berada di Instalasi Gawat Darurat yang melakukan tindakan keperawatan darurat bisa lebih memperhatikan dan menekankan perawatan secara tepat dan cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Andra W & Yessie P.

(2013).Keperawatan Medikal Bedah.

Yogyakarta:Nuha Medika.

Arif M. (2014). Kapita Selekta

Kedokteran. Jakarta: Media Aescuapalius.

Elisabeth C. (2011). Patofisiologi.Jakarta:

Penerbit Buku Kedokteran: EGC

Gloria B, Howard B,

Joanne D & Cheryl W.Nursing Interventions Singapore: Elsevier: Moco Media.

Gloria B, Howard B, Joanne D &

Cheryl Nursing Outcome (2016).

Singapore: Elsevier: Moco Media.

Kemenkes RI. (2013).

RisetKesehatanDasar.Jakarta: Kemenkes RI.

Mahar M. & Priguna S (2013).

Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat.

Sylvia P & Lorraine W. (2012).

Patofisiologi Konsep klinis Proses-proses penyakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC.

Taufan N. (2011). Asuhan Keperawatan Maternitas, Bedah, dan Penyakit Dalam. Yogyakarta:Nuha Medika.

T.H.Herdman (2015).Diagnosis KeperawatanDefinisidanKlasifikasi. 2015- 2017.Edisi10.Jakarta:EGC.

Redaksi Vital Health. (2013).

Stroke. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

1 Prodi D3 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta Tahun 2019 ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI Lusiana Fransiska Oktaviani

Hasil studi menunjukan bahwa pengelolahan asuhan keperawatan pasien stroke non hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan latihan dengan masalah keperawatan gangguan mobilisasi

KESIMPULAN Berdasarkan hasil studi kasus dan pembahasan mengenai terapi genggam bola karet terhadap pasien stroke non hemoragik yang menjalani perawatan di RSUD ungaran, maka dapat

Hasil studi kasus menunjukan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dalam pemenuhan kebutuhan aman dan kenyamanan dengan masalah keperawatan nyeri akut yang

Hasil studi kasus menunjukan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan latihan dengan masalah keperawatan gangguan

i Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta 2021 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN

Keperawatan gawat darurat adalah asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan kondisi gawat

Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Tahun 2020 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA LANSIA Atika