LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI KOGNITIF (Tip Of The Tongue)
LABORATORIUM PSIKOLOGI LANJUT
DISUSUN OLEH:
Nama : Mochammad Ilhan Sas
NPM : 10522875
Kelas : 3PA07
Tutor : Dina Afina Firasyan
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA
2025
A. MATERI DAN TUJUAN PRAKTIKUM 1. Tip Of The Tongue
Automatic Processing merupakan pemrosesan kognitif yang berlangsung tanpa melibatkan kesadaran sebagai hasil dari struktur kognitif yang sudah terbentuk atau akibat latihan berulang. Automatic Processing terjadi ketika seseorang melatih suatu aktivitas hingga menjadi otomatis, yang berkembang secara perlahan dan membutuhkan latihan berulang lebih dari ratusan kali.
Automatic Processing memiliki beberapa ciri, di antaranya berlangsung di luar kesadaran, hanya memerlukan sedikit sumber daya kesadaran, dan terjadi tanpa adanya intensi sadar. Selain ciri-ciri tersebut, Automatic Processing juga memiliki dua aspek yaitu interferensi (interference) dan fasilitasi (facilitation). Aspek interference menjelaskan bahwa seseorang lupa karena adanya informasi lain yang menghalangi hal yang ingin diingat. Aspek interference terbagi menjadi dua, yaitu proactive interference dan retroactive interference.
Proactive interference terjadi ketika informasi yang diperoleh sebelumnya mengganggu proses mengingat. Sementara itu retroactive interference terjadi ketika informasi baru mengganggu proses mengingat.
Aspek facilitation merujuk pada tingkat di mana suatu hal dapat membantu kinerja orang lain. Aspek facilitation juga merupakan proses di mana kemungkinan atau intensitas respons ditingkatkan.
2. Tujuan Praktikum
Praktikum ini memiliki dua tujuan utama. Tujuan pertama adalah untuk mendemonstrasikan kesulitan yang dialami seseorang ketika secara sadar berusaha mengabaikan atau mengendalikan proses yang sudah berjalan secara otomatis. Tujuan kedua adalah untuk melatih kemampuan otak dalam berkonsentrasi pada satu atau beberapa aktivitas yang memerlukan sifat otomatis dalam pelaksanaannya.
B. TINJAUAN TEORI AUTOMATIC PROCESSING 1. Definisi Automatic Processing
Menurut Wilson dan Keil (2001), Automatic Processing berkembang lewat latihan, di mana target yang konsisten lebih cepat menarik perhatian dan mendorong respons. Target yang sudah diproses secara otomatis dapat dengan mudah dikenali di antara banyak objek. Proses ini bekerja secara paralel di banyak jalur persepsi, jalur memori, dan jalur pemrosesan lainnya, membutuhkan sedikit usaha, sehingga memungkinkan seseorang untuk melakukan beberapa tugas sekaligus. Dibandingkan dengan proses terkontrol, proses otomatis lebih tahan terhadap kelelahan, keletihan, bahkan pengaruh alkohol. Namun, untuk mencapai keterampilan ini secara tepat, latihan berulang dalam jumlah besar sangat diperlukan.
Denes dan Pizzamiglio (1999) menambahkan bahwa Automatic Processing memerlukan lebih sedikit perhatian, berlangsung lebih cepat, dan lebih sulit dihentikan dibandingkan proses terkontrol. Mereka menekankan bahwa otomatisasi dapat diperoleh melalui latihan, di mana dengan berlatih, beberapa proses kognitif menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan dapat berjalan bersamaan dengan tugas lain.
Schneider dan Chein (2003) mendefinisikan Automatic Processing sebagai aktivasi serangkaian simpul yang secara hampir konsisten aktif saat menerima pola input tertentu, tanpa memerlukan kontrol aktif atau perhatian dari individu. Ciri utama dari proses otomatis adalah kemampuannya untuk berjalan tanpa campur tangan sadar, dan ini terbentuk melalui hubungan asosiatif yang stabil yang diperoleh melalui latihan yang cukup intensif.
Ketiga definisi tersebut sepakat bahwa automatic processing adalah proses kognitif yang berkembang melalui latihan intensif, di mana respon terhadap stimulus tertentu menjadi cepat, konsisten, dan tidak lagi membutuhkan perhatian sadar atau kontrol aktif. Proses ini memungkinkan multitasking, lebih tahan terhadap faktor yang biasanya mengganggu performa (seperti kelelahan atau alkohol), dan berjalan
secara paralel di berbagai jalur pemrosesan otak. Ciri utama automatic processing adalah efisiensi, kecepatan, kemandirian dari perhatian sadar, dan ketergantungan pada hubungan asosiatif yang kuat yang dibentuk melalui latihan berulang.
2. Karakteristik Automatic Processing
Menurut Anderson (2011) terdapat tiga belas karakteristik dari Automatic Processing, diantaranya adalah:
a. Kapasitas
Kapasitas pemrosesan umum digunakan sebagai dasar utama untuk membedakan antara proses otomatis dan proses yang dikendalikan.
b. Kontrol
Kemampuan untuk mengendalikan suatu proses menjadi kunci untuk mendefinisikan otomatisasi; beberapa proses otomatis tetap membutuhkan perhatian, tetapi tetap berjalan secara wajib setiap kali stimulus tertentu muncul.
c. Kelanjutan
Proses otomatis biasanya berlanjut hingga selesai, kecuali ada upaya untuk menghentikannya atau proses otomatis lain mengintervensi.
d. Ketidakterpisahan
Proses otomatis berjalan dalam satu rangkaian yang sulit dipisahkan atau dimulai dari tengah, berbeda dengan proses terkontrol yang fleksibel dimulai atau dihentikan sesuai keinginan.
e. Latihan
Semakin sering sebuah tugas dilakukan, semakin otomatis proses tersebut. Proses otomatis biasanya berkembang lewat latihan berulang.
f. Modifikasi
Proses terkontrol mudah disesuaikan, sedangkan proses otomatis sulit diubah dan lebih kaku, bahkan bisa lebih sulit untuk dilatih ulang jika sudah terbentuk.
g. Pemrosesan Serial vs Paralel
Proses terkontrol biasanya berjalan satu per satu (serial), sedangkan proses otomatis bisa berjalan bersamaan (paralel) jika tidak ada tumpang tindih sumber daya.
h. Pembelajaran dan Penyimpanan
Belajar jangka panjang lebih banyak melibatkan proses terkontrol dibandingkan otomatis, walaupun pembelajaran melalui proses otomatis tetap mungkin terjadi meski dalam jumlah kecil.
i. Tingkat Kinerja
Setelah proses menjadi otomatis, tugas kompleks bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih akurat, meski ini kurang relevan untuk tugas-tugas sederhana.
j. Kejelasan Stimulasi Awal
Agar proses otomatis berjalan efektif, stimulasi awal harus jelas dan tidak ambigu, karena ketidakjelasan bisa memicu kesalahan dan respons keliru.
k. Kesederhanaan
Meskipun beberapa berpendapat bahwa otomatisasi hanya terjadi pada tugas sederhana, sebenarnya proses yang kompleks pun bisa diotomatisasi.
l. Kesadaran
Proses terkontrol biasanya melibatkan kesadaran, karena butuh perhatian untuk mengambil keputusan dan menerapkan strategi tertentu.
m. Perhatian dan Niat
Proses otomatis mengizinkan perhatian untuk tersebar ke banyak hal sekaligus, namun terkadang mengganggu fokus karena adanya stimulus asing yang menarik perhatian berdasarkan pelatihan sebelumnya.
Dari ketiga belas karakteristik Automatic Processing diatas dapat disimpulkan bahwa proses otomatisasi ditandai dengan penggunaan kapasitas pemrosesan yang minimal, berjalannya proses hingga selesai,
kesulitan dalam modifikasi, kecenderungan untuk berjalan paralel, keterbatasan dalam mendukung pembelajaran jangka panjang, kebutuhan akan stimulasi awal yang jelas, dan ketidaktergantungannya pada kesadaran penuh. Sebaliknya, proses terkontrol membutuhkan perhatian aktif, lebih fleksibel dalam modifikasi, berlangsung secara serial, lebih efektif dalam mendukung pembelajaran jangka panjang, dan cenderung disertai dengan kesadaran dan niat. Secara umum, otomatisasi membuat kinerja lebih cepat dan akurat untuk tugas-tugas yang telah dikuasai, meskipun bisa membatasi fleksibilitas dalam situasi baru.
C. PERCOBAAN PRAKTIKUM 1. Langkah-langkah Percobaan
a. Pertama klik experiments lalu pilih choose experiments kemudian pilih automatic processing.
b. Selanjutnya klik experiments lagi dan pilih start experiment set up.
c. Selanjutnya pastikan part 1,2, dan 3 harus dalam keadaan off, ditandai dengan tanda berwarna merah.
d. Lalu pastikan juga part 4,5, dan 6 harus dalam keadaan on ditandai dengan tanda berwarna merah, lalu pada bagian presentation open yang bertuliskan give this number of item ubah menjadi 15.
e. Kemudian klik file, kemudian start, dan pilih without auto logging.
f. Pada subject ID tuliskan nama masing-masing, kemudian klik start.
g. Sebelum mengerjakan praktikan harus memahami instruksi yang ada yaitu klik R jika kata yang muncul berwarna merah, klik G jika kata yang muncul berwarna hijau, dan klik B jika kata yang muncul berwarna biru.
h. Selanjutnya praktikan mengerjakan tes yang diberikan sampai terdapat keterangan “thank you, the experiment is over”.
i. Jika sudah selesai klik ok.
j. Simpan file di folder meng-klik folder C, Progra 1, CP3, dan terakhir Bin.
k. Ubah nama file dengan format “AP_Nama lengkap.XLS”.
l. Selanjutnya klik file dan pilih exit.
m. Kemudian klik file lagi, pilih open data file, dan klik spreadsheet.
n. Klik file, cari file yang telah dikerjakan dengan masuk ke folder C, Progra 1, CP3, dan Bin.
o. Catat hasil dari tes yang telah dikerjakan.
p. Terakhir klik file lalu exit.
D. JURNAL (Targeting automatic processes to reduce unhealthy behaviours: a process framework)
1. Judul Artikel : Targeting automatic processes to reduce unhealthy behaviours: a process framework
2. Nama Jurnal, Volume dan Tahun : Health Psychology Review, Volume 16 dan Tahun 2021 3. Penulis : Junilla K. Larsen dan Gareth J.
Hollands
4. Tujuan dan Metode Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah process framework (kerangka proses) yang dapat membantu dalam memilih strategi intervensi untuk menargetkan proses otomatis yang menyebabkan perilaku tidak sehat. Framework ini bertujuan mengurangi ketidakteraturan dalam pemilihan strategi intervensi yang sebelumnya cenderung sewenang-wenang dan tidak berbasis teori.
Metode penelitian ini bersifat konseptual dan berbentuk pengembangan model teoretis.
Dengan membangun framework baru berdasarkan adaptasi dari process model of emotion regulation oleh Gross. Peneliti mengkategorikan strategi intervensi ke dalam tiga tipe:
strategi antecedent langsung, antecedent tidak langsung, dan respons-focused, lalu mengajukan tiga hipotesis utama untuk diuji dalam penelitian mendatang.
5. Subjek Penelitian : Karena ini merupakan
penelitian konseptual dan pengembangan framework, tidak ada subjek penelitian dalam bentuk eksperimen. Namun, sasaran pengguna dari framework ini adalah peneliti dan praktisi kesehatan yang ingin mengurangi perilaku tidak sehat melalui intervensi berbasis proses otomatis.
6. Review : Jurnal ini, yang ditulis oleh Junilla K. Larsen dan Gareth J.
Hollands, memperkenalkan kerangka kerja baru untuk membantu memilih strategi yang tepat dalam mengubah kebiasaan
tidak sehat. Selama ini, banyak keputusan tentang cara intervensi yang diambil tanpa dasar teori yang jelas. Untuk memperbaiki hal itu, kerangka ini membagi strategi intervensi menjadi tiga jenis berdasarkan waktu terjadinya respons otomatis:
strategi sebelum respons muncul secara langsung, strategi tidak langsung, dan strategi yang fokus pada respons itu sendiri. Selain itu, penulis juga menawarkan tiga ide utama sebagai panduan praktis, walaupun ide-ide ini masih perlu diuji lewat penelitian.
Dengan mengikuti prinsip
"precision public health", kerangka ini bertujuan membantu peneliti dan praktisi memilih intervensi yang cocok sesuai karakter orang yang akan dibantu, terutama untuk mengurangi kebiasaan buruk seperti makan berlebihan atau kecanduan.
Artikel ini memberi kontribusi penting dalam pengembangan cara baru untuk memperbaiki perilaku kesehatan.
E. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum pada hari Rabu, 23 April 2025, berikut hasil yang didapatkan pada saat praktikum berlangsung:
1. Hasil
Dalam praktikum mengenai Automatic Processing, berikut hasil dari tes yang telah dikerjakan oleh praktikan. Pada part 4 praktikan mengerjakan tes dengan total waktu 13,51 detik dengan akurasi 100%, yaitu 15 jawaban benar dan 0 jawaban salah. Kemudian pada part 5, praktikan mengerjakan tes dengan total waktu 10,81 detik dengan akurasi 100%, yaitu 15 jawaban benar dan 0 jawaban salah. Terakhir pada part 6, praktikan mengerjakan tes dengan total waktu 10,77 detik dengan akurasi 100%, yaitu 15 jawaban benar dan 0 jawaban salah. Secara keseluruhan, hasil ini memperlihatkan bahwa praktikan dapat menyelesaikan tugas dengan tingkat konsistensi yang tinggi, baik dalam hal akurasi maupun kecepatan, menunjukkan bahwa kemampuan automatic processing praktikan sudah berkembang dengan baik.
2. Pembahasan
Hasil praktikum Automatic Processing menunjukkan bahwa praktikan mampu menyelesaikan tugas dengan tingkat akurasi sempurna (100%) di semua bagian tes (part 4, 5, dan 6), serta dengan waktu penyelesaian yang cepat dan terus membaik dari satu bagian ke bagian berikutnya (13,51 detik, 10,81 detik, dan 10,77 detik). Temuan ini dapat dianalisis berdasarkan teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
Mengacu pada definisi Automatic Processing dari Schneider dan Chein (2003), hasil ini menunjukkan bahwa praktikan dapat mengaktifkan pola respons yang stabil terhadap stimulus tertentu tanpa memerlukan perhatian sadar atau kontrol aktif. Dalam tugas ini, praktikan diminta untuk menekan tombol R, G, atau B sesuai warna kata yang ditampilkan. Akurasi 100%
menunjukkan terbentuknya hubungan asosiatif yang kuat antara stimulus (warna) dan respons yang tepat.
Selanjutnya, mengacu pada teori Wilson dan Keil (2001), kecepatan respons praktikan yang meningkat dari part 4 ke part 5 dan part 6
menunjukkan perkembangan proses otomatis seiring latihan berulang. Hal ini mendukung gagasan bahwa Automatic Processing berkembang melalui latihan, memungkinkan target konsisten lebih cepat dikenali dan direspons.
F. KESIMPULAN
Praktikum Automatic Processing menunjukkan bahwa proses kognitif otomatis dapat berkembang dengan baik melalui latihan berulang. Hasil tes praktikan menunjukkan peningkatan kecepatan respons dari part 4 (13,51 detik) ke part 5 (10,81 detik) dan part 6 (10,77 detik), dengan tetap mempertahankan akurasi sempurna 100%. Ini membuktikan karakteristik utama Automatic Processing yaitu efisiensi tinggi, penggunaan minimal sumber daya kognitif, dan peningkatan performa seiring pengulangan.
Praktikum berhasil mencapai tujuannya dalam mendemonstrasikan proses otomatis dan melatih kemampuan otak untuk melakukan aktivitas yang memerlukan otomatisasi. Dengan demikian, terbukti bahwa proses otomatis terbentuk melalui hubungan asosiatif kuat antara stimulus dan respons yang diperoleh melalui latihan konsisten.
Daftar Pustaka
Wilson, R. A., & Keil, F. C. (2001). The MIT Encyclopedia of the Cognitive Sciences (MITECS). Bradford Book.
Denes, G., & Pizzamiglio, L. (1999). Handbook of Clinical and Experimental Neuropsychology. United Kingdom: Psychology Press.
Schneider, W., & Chein, J. M. (2003). Controller & automatic processing:
behaviour, theory, and biological mechanisms. Cogn. Sci. 27, 525-559.
Anderson, J. R. (2011). Cognitive Skills and Their Acquisition. New York:
Routledge.
Larsen, J.K., & Hollands, G.J. (2022). Targeting automatic processes to reduce unhealthy behaviours: a process framework. Health Psychology Review, 16:2, 204-219, DOI: 10.1080/17437199.2021.1876572