• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah

N/A
N/A
Uswatun Hasanah

Academic year: 2024

Membagikan "Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Qur’an Program Studi Dirasah Islamiyah Konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab

UIN Alauddin Makassar

Oleh:

NURMIANTI FADLI NIM : 80100224100 Dosen Pengampu:

Dr. Muh. Daming K, M.Ag.

Dr. H. Muhammad Amin Shaib, Lc., M.Ag.

PASCASARJANA UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Segala puja hanya bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Berkat limpahan karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul; Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW.

Penulis menyadari masih banyak kekeliruan dan kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa, maupun isi. Olehnya itu penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Gowa, 12 Oktober 2024 Penulis

(3)

iii

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penulisan ... 2

BAB II AYAT-AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH ... 3

A. Perbedaan Makkiyah dan Madaniyah ... 3

B. Urgensi Makkiyah dan Madaniyah ... 14

BAB III PENUTUP ... 16

A. Kesimpulan ... 16 Daftar Pustaka ... I

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, merupakan mukjizat monumental yang kekal dan terjaga keasliannya. Berbeda dari mukjizat nabi sebelumnya, Al-Qur'an tidak ada yang dapat menyaingi keindahan bahasanya, membuktikan bahwa ia benar- benar wahyu dari Allah.sebagaimana yang Allah swt. Berfirman;

َو ٖه ِل ْ ث ِمِب َ

ن ْو ُ ت ْ

أ َي َ لْ ِن ٓ

ا ْر ُ ق ْ

لا ا َ ذ ٰ

ه ِل ْ ث ِمِب ا ْوُت ْ

أ َّي ْ ن َ

ا ىٓ

لٰ َ ع ُّن ِج ْ

لا َو ُس ْ ن ِ ْ

لْا ِت َع َم َ ت ْجا ِن ِ ىٕ َّ

ل ْل ُ ق ْو َ

ل

ا ً ْْي ِه َ

ظ ٍض ْعَبِل ْم ُه ُض ْعَب َنا َ ك

Terjemah:

“Katakanlah, “Sungguh, jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun mereka membantu satu sama lainnya.”

Bagi Syaikh Nawawi Banten, dalam Tafsir Munir, ayat ini maksudnya seandainya manusia, jin, dan malaikat berembuk untuk membuat yang serupa dengan al-Qur’an dari sisi balaghah, susunan, dan kesempurnaan maknanya, dapat dipastikan mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengan al-Qur’an, sehingga dikatan al-Qur’an ini adalah mukjizat Rasulullah SAW.

Al-Qur'an diterima Rasulullah SAW selama 23 tahun, dengan penurunan di Makkah dan Madinah. Di Makkah, saat umat Islam masih sedikit, Al-Qur'an berfungsi untuk membela dan melindungi mereka dari

(5)

2

ancaman kaum musyrikin. Setelah hijrah ke Madinah, Al-Qur'an meluaskan hukum-hukum agama bagi komunitas Muslim yang berkembang di sana.1

Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup umat Islam, memerlukan kajian yang serius karena sifatnya yang universal dan kompleks. Para ulama berupaya merumuskan teori, pendekatan, serta kaidah untuk memahaminya secara tepat, yang kemudian membentuk cabang-cabang ilmu al-Qur’an.

Salah satu cabang ilmu ini adalah pemahaman tentang Makkiyah dan Madaniyah. Seiring dengan perkembangan zaman, teori dan pendekatan untuk menentukan Makkiyah dan Madaniyah dituntut lebih fleksibel. Salah satu ulama, Fazlur Rahman, menawarkan pendekatan historis-sosiologis, yang menghubungkan teks al-Qur’an, konteks sejarah, dan kondisi terkini.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa wahyu al-Qur'an tetap tidak berubah, yang berubah hanyalah cara memahami teksnya. Konsep Makkiyah dan Madaniyah mengacu pada ayat-ayat yang diturunkan sebelum dan setelah hijrah Nabi Muhammad. Dalam makalah ini, akan dibahas lebih lanjut bagaimana teori dan pendekatan terkait Makkiyah dan Madaniyah.

B. Rumusan Masalah

1. Apa perbedaan antara ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah?

2. Apa urgensi mempelajari perbedaan ini dalam konteks pemahaman Al-Qur'an?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengidentifikasii bagaimana karakteristik perbedaan, dan metode dalam mengidentifikasi ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah.

2. Untuk mengetahui penting mempelajari perbedaan ini dalam konteks pemahaman Al-Qur'an.

1 Nurkholidah, Pengantar Studi Qur’an (Cirebon: CV. Pangger, 2012), Hal.43.

(6)

3

BAB II

AYAT-AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH A. Perbedaan Makkiyah dan Madaniyah

a. Definisi Makkiyah dan Madaniyah

Istilah "Makkiyah" dan "Madaniyah" adalah dua kata sifat yang berasal dari nama tempat, yaitu Makkah dan Madinah. Para ulama membagi berdasarkan dari salah satu dari tiga aspek yaitu:2

1. Aspek dari masa turunya (‘I’tibar zamān an-nuzµl). dikatakan Makkiyah saat diturunkan sebelum Nabi Hijrah dari Makkah ke Madinah meskipun turunnya bukan di Makkah dan sekitarnya, sedangkan kata Madaniyah saat diturunkan sesudah Hijrah meskipun turunnya bukan di Madinah dan sekitanya. Adapun contohnya , Surat An-Nisâ’ ayat 58 tetap masuk kategori Madaniyah, sekalipun ayat itu turun di Makkah, persisnya dalam Ka’bah waktu Fathu Makkah pada tahun ke-8 setelah Hijrah. Begitu juga Surat AlMâidah ayat 3, tetap masuk kategori Madaniyah, sekali pun turun pada waktu haji Wada’ tahun ke-10 setelah Hijrah.

2. Aspek berdasarkan tempat turunnya (‘I’tibar makān an-nuzµl). Yang diturunkan di Makkah dan sekitarnya (seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah) disebut Makkiyah dan yang diturunkan di Madinah dan sekitarnya (seperti Uhud, Qubâ dan Sal’) dinamai Madaniyah.

3. Aspek berdasarkan sasaran pembicaraan (‘I’tibar al-mukhāthāb). Yang ditujukan untuk penduduk Makkah dinamai Makkiyah dan yang ditujukan kepada penduduk Madinah disebut Madaniyah. Begitu juga yang ditujukan untuk semua manusia (dengan lafazh yā ayyuhannās) dinamai Makkiyah dan yang ditujukan untuk orang-orang yang beriman saja (dengan lafazh yā ayyuha al-ladzîna āmanµ) disebut Madaniyah.

2 Hisam Ahyani Abduloh Agus Yosep, Ulumul Qur’an (Bandung: WIDINA MEDIA UTAMA, 2023), Hal. 19.

(7)

Penyebutan istilah Makkiyah dan Madaniyah baru muncul setelah wafatnya Rasulullah SAW. Beliau sendiri tidak pernah menetapkan surat- surat mana yang termasuk dalam kategori Makkiyah atau Madaniyah. Hal ini menyebabkan tidak ada kesepakatan di kalangan para ulama mengenai definisi dan jumlah surat yang termasuk dalam masing-masing kategori tersebut. 3

Kesimpulan dari penjelasan tersebut adalah bahwa istilah "Makkiyah"

dan "Madaniyah" digunakan oleh para ulama untuk mengklasifikasikan ayat- ayat Al-Qur'an berdasarkan tiga aspek: waktu turunnya, tempat turunnya, dan sasaran pembicaraannya. Ayat-ayat yang turun sebelum hijrah disebut Makkiyah, dan yang turun setelah hijrah disebut Madaniyah, meskipun tempat turunnya tidak selalu di Makkah atau Madinah. Pengelompokan ini membantu memahami konteks turunnya ayat, meskipun penyebutan istilah Makkiyah dan Madaniyah baru berkembang setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, sehingga ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai definisi dan jumlah ayat yang masuk ke dalam masing-masing kategori.

b. Metode Penentuan Makkiyah Dan Madaniyah

Untuk menentukan Makkiyah dan Madaniyah, para ulama menggunakan dua metode utama: sima'i naqli (pendengaran dari riwayat yang sahih) dan qiyasi ijtihadi (penalaran ijtihad). Metode sima'i didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat dan tabi'in yang menyaksikan atau mendengar langsung kejadian turunnya wahyu. Sebagian besar penentuan Makkiyah dan Madaniyah bersandar pada metode ini, sebagaimana dijelaskan dalam kitab tafsir, asbab an-nuzul, dan studi Al-Qur'an. Namun, tidak ada keterangan langsung dari Rasulullah terkait hal ini, karena beliau tidak diperintahkan untuk menjelaskannya secara khusus, kecuali untuk membedakan nasikh dan mansukh.

3 Ade Jamaruddin Muhammad Yasir, Studi Al-Qur’an (Riau: Asa Riau (CV. Asa Riau), 2016), hal.156.

(8)

5

Metode qiyasi ijtihadi menggunakan analisis karakteristik ayat atau surat. Jika sebuah surat atau ayat memiliki ciri-ciri Makkiyah atau Madaniyah, maka dikategorikan sesuai sifat tersebut. Surat yang berisi kisah nabi dan umat terdahulu umumnya dianggap Makkiyah, sementara yang memuat hukum dan kewajiban dianggap Madaniyah. Baik metode sima'i maupun qiyasi dianggap valid dan ilmiah dalam menentukan kategori Makkiyah dan Madaniyah.4

Untuk menentukan perbedaan surah atau ayat dalam al-Qur’an masuk kategori antara Makkiyah dan Madaniyah ada dua bentuk perbedaan, yaitu;

1. Perbedaan pada konteks kalimat

Sebagian besar ayat-ayat Makkiyah menggunakan bahasa yang tegas dan langsung, karena banyak dari objek yang didakwahi menolak dan berpaling. Oleh karena itu, penggunaan kalimat yang tegas sangat sesuai.

Contohnya dapat dilihat dalam Surah Al-Mudatsir dan Al-Qamar. Di sisi lain, ayat-ayat Madaniyah umumnya menggunakan bahasa yang lebih lembut, karena kebanyakan objek yang didakwahi bersikap menerima dan patuh.

Selain itu, kebanyakan ayat-ayat Makkiyah cenderung pendek dan bersifat argumentatif, mengingat banyak objek yang didakwahi cenderung mengingkari. Dengan demikian, konteks ayat-ayat tersebut disesuaikan dengan kondisi yang ada. Sementara itu, ayat-ayat Madaniyah umumnya lebih panjang dan menjelaskan hukum dengan jelas, menggunakan gaya bahasa yang terang.5

4 Aunur Rafiq El-mazni, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (Jakarta Timur: Pustaka al- Kautsar, 2006), hal. 72-73.

5 Nurkholidah, Pengantar Studi Qur’an. Hal. 47

(9)

2. Perbedaan pada materi pembahasanya

Sebagian besar ayat-ayat Makkiyah menekankan penegasan tauhid dan aqidah yang benar, terutama terkait dengan Tauhid Uluhiyyah dan iman kepada hari Kebangkitan. Sementara itu, ayat-ayat Madaniyah lebih banyak membahas rincian tentang ibadah dan muamalah, karena objek yang didakwahi sudah memiliki aqidah dan tauhid yang benar, sehingga mereka memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai aspek-aspek ibadah dan muamalah.

Ayat-ayat Madaniyah juga menjelaskan secara rinci mengenai jihad dan hukumnya, serta permasalahan terkait kaum munafik, karena kondisi tersebut memang memerlukan penjelasan tersebut. Hal ini muncul seiring dengan disyariatkannya jihad dan meningkatnya kemunafikan, yang berbeda dengan apa yang terdapat dalam surat-surat Makkiyah.6

c. Ketentuan dan Karakteristik Makkiyah dan Madaniyah

Para ulama telah meneliti surat-surat Makkiyah dan Madaniyah, dan menyimpulkan beberapa ketentuan bagi keduanya, yang menerangkanciri- ciri khas gaya bahasa dan persoalan-persoalan yang dibicarakannya, dari situ mereka dapat menghasilkan kaidah-kaidah dengan ciri-ciri tersebut.7

Ketentuan Surat Makkiyah

1. Setiap surat yang terdapat di dalamnya lafaz لك (Kalla) adalah surat Makkiyah. Lafaz ini hanya terdapat dalam separuh terakhir dari Alquran, dan disebutkan sebanyak 33 kali dalam lima belas surat.

Sebagaimana 'Amâny berkata"Hikmah terdapatnya lafaz ini di bagian

6 Aunur Rafiq El-mazni, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (Jakarta Timur: Pustaka al- Kautsar, 2006), hal.61.

7 Hamdiah Hamdiah and Hanna Hanna, “Kajian Metode Dan Pengklasifikasian Almakky Dan Almadany,” MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 2, no. 2 (2022):

143–50.

(10)

7

separuh terakhir dari al-qur’an karena surat-surat bagian terakhir al- qur’an kebanyakan turun di Mekkah, dan kebanyakan penduduknya adalah pembangkang atau keras kepala, makanya pengulangan lafaz ini sebagai sebuah tahdid atau ta’nif (ancaman) terhadap keingkaran mereka, berbeda dengan bagian-bagian pertama dari al-qur’an yang kebanyakan turun di Madinah, dan juga diturunkan terhadap penduduk Yahudi Madinah yang tidak perlu lagi pemaparan tentang kehinaan dan kelemahan mereka.

2. Setiap surat yang di dalamnya mengandung sajdah (ةدجس)

3. Setiap surat yang dibuka dengan huruf–huruf hijaiyah termasuk surat Makkiyah, seperti Alif Lām Mim Rā, Hā M³m dan lain-lainya, kecuali surat al-Baqarah dan Ali Imran, kedua surat ini menurut ittifaq ulama adalah Madaniyah, sedangkan surat ar-Ra’du masih dipersilisihkan 4. Setiap surat yang mengandung kisah para Nabi dan umat terdahulu adalah

Makkiyah,kecuali surat al-Baqarah.

5. Setiap surat yang mengandung kisah Adam dan Iblis adalah Makkiyah, kecuali suratal-Baqarah.

6. Ayat-ayatnya lebih puitiskarena yang di tantang adalah masyarakat yang ahli dalam membuat puisi. Makkiyah banyak menyebut qasam (sumpah),tasybih (penyerupaan) dan amtsal (perumpamaan).

7. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat; dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah memakan harta anak yatim secara zhalim, penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainnya

Ciri Khas Surat Makkiyah

1. Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan hari akhir dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksaannya, surga dan nikmat,

(11)

argumentasi terhadap orang orang musyrik dengan menggunakan bukti- bukti rasional dan ayat-ayat kauniyah. Inilah beberapa hal yang lebih diutamakan terhadap penduduk Mekkah, karena mereka pada saat itu berada dalam kesyirikan dan tidak meyakini adanya Nubuwat dan hari akhir

2. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim, mengubur bayi perempuan hidup-hidup dan berbagai kebiasaan buruk lainnya.

3. Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran bagi mereka, sehingga mereka mengetahui akibat terhadap orang yang yang mendustakan agama sebelum mereka, dan sebagai hiburan bagi Rasulullah sehingga ia tabah dan sabar dalam menghadapi mereka dan yakin akan menang.

4. Kebanyakan ayat dan suratnya pendek-pendek (ijāz), pernyataannya singkat, ditelinga terasa menembus dan maknanya pun meyakinkan yang diperkuat dengan lafaz-lafaz sumpah (qasam), yang demikian itu karena penduduk Mekkah merupakan orang-orang yang fasih dan ahli balaghah (ahlul fashohah wal balaghah)karena mereka sudah terbiasa dengan bahasa-bahasa syi’ir.

Ketentuan Surat Madaniyah

1. Setiap surat yang berisi kewajiban atau had (sanksi) adalah Madaniyah.

2. Setiap surat yang disebutkan di dalamnya tentang orang-orang munafik dan keadaan mereka, kecuali surat al-Ankabut yang Makkiyah, selain 11 surat pada pendahuluannya adalah Madaniyah.

3. Seruan terhadap ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani dan ajakan kepadamereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka dari kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran, serta penjelasan tentang kesesatan akidah mereka.

(12)

9

4. Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisis kejiwaan mereka, membuka kedok mereka serta menjelaskan bahwa mereka berbahaya bagi agama.

5. Kebanyakan ayat dan suratnya panjang-panjang.

6. Surah-surahnya berisi hukum pidana, hukum warisan, hak-hak perdata danperaturan-peraturan yang berhubungan dengan perdata serta kemasyarakatandankenegaraan.

7. Surah-surahnya mengandung izin untuk berjihad, urusan-urusan perang, hukumhukumnya, perdamaian dan perjanjian.

8. Setiap surat yang menjelaskan hal ihwal orang-orang munafik termasukMadaniyah, kecuali surat Al-Ankabut yang di nuzulkan di Makkah. Hanya sebelasayat pertama dari surat tersebut yang termasuk Madaniyyah dan ayat-ayat tersebutmenjelaskan perihal orang-orang munafik. .Menjelaskan hukum-hukum amaliyyah dalam masalah ibadah dan muamalah, seperti shalat, zakat, puasa, haji, qisas, talak, jual beli, riba, dan lain-lain.

d. Pembagian Ayat/Surat Makkiyah Dan Madaniyah Dalam Al-Qur’an Syaikh Manna Al-Qaththan dalam bukunya Ulµmul al-Qur’an, terkait perhatian para Ulama terhadap ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah. yang terpenting dalam objek kajian para ulama dalam pembahasan ini ada 10 yaitu: 8

1. Yang diturunkan di Makkah.

2. Yang diturunkan di Madinah.

3. Yang diperselisihkan.

Nomor 1.2, dan 3 adalah pendapat yang mendekati kebenaran jumlah surat-surat Makkiyah dan Madaniyah.

8 El-mazni, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an.hal. 63

(13)

Adapun Madaniyah ada 20 surat, yaitu:

1. Al-Baqarah 6. At-Taubah 11. Al-Hujurat 16.Al-Jum’ah 2.Ali Imran 7. An-Nur 12. Al-Hadid 17.Al-Munafiqun 3.An-Nisa’ 8. Al-Ahzab 13.Al-Mujadalah 18.Ath-Tahalaq 4.Al-Maidah 9.Muhammad 14.Al-Hasyr 19.At-Tharim 5.Al-Anfal 10.Al-Fath 15. Al-Mumtahanah 20. An-Nashr

Sedangkan yang diperselihkan ada 12 surat, yaitu:

1. Al-Fatihah 5. At-Taghabun 9. Az-Zalzalah 2. Ar-Ra’d 6. Al-Muathaffifin 10. Al-Iklas 3. Ar-Rahman 7. Al-Qadar 11. Al-Falaq 4. Ash-Shaff 8. Al-Bayyinah 12. An-Nas

Kemudian, sisanya (selain yang disebut diatas) adalah surat-surat Makkiyah, Yaitu 82 Surat. Maka, jumlah surat-surat dalah al-Qur’an ada 114 surat.9

4. Ayat-ayat Makkiyah dalam surat-surat Madaniyah.

Dengan menamakan sebuah surat itu Makkiyah atau Madaniyah, bukan berarti bahwa surat tersebut seluruhnya (ayat-ayatnya) adalah Makkiyah atau Madaniyah. Sebab, di dalam surat Makkiyah terkadang terdapat ayat-ayat Madaniyah, dan di dalam surat Madaniyah pun terkadang terdapat ayat-ayat Makkiyah. Dengan demikian, penamaan surat itu Makkiyah atau Madaniyah adalah menurut sebagian besar ayat-ayat yang terkandung di dalamnya. Karena itu, dalam penamaan surat sering disebutkan bahwa surat itu Makkiyah kecuali ayat "ini" adalah Madaniyah

9 Muhammad Husni, “Studi Al-Qur’an: Teori Al Makkiyah Dan Al Madaniyah,” Al-Ibrah:

Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam 4, no. 2 (2019): 68–84.

(14)

11

dan surat ini Madaniyah kecuali ayat "ini" adalah Makkiyah. Demikianlah, yang kita jumpai di dalam mushaf Al-Qur'an.

Di antara sekian contoh ayat-ayat Makkiyah dalam surat Madaniyah, ialah surat Al-Anfal. Surat Al-Anfal adalah Madaniyah, tetapi banyak ulama mengecualikan ayat,

ُر ُ ك ْم َي َو َ

ن ْو ُر ُ ك ْم َي َو َۗ َ

ك ْو ُجِر ْ خ ُي ْو َ

ا ك ْو َ ُ ل ت ُ ْ

قَي ْو َ ا ك ْو َ ُ

ت ِب ْ

ث ُي ِل ا ْو ُر َف َك َنْي ِذ َّ

لا َ كِب ُر ُ

ك ْم َي ْ ذ ِا َو َن ْي ِر ِك ٰمْلا ُ ْْي َخ ُ هللّٰا َوَۗ ُ هللّٰا

Terjemahan:

(Ingatlah) ketika orang-orang yang kufur merencanakan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad) untuk menahan, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.(Al-Anfal:30)

Mengenai ayat ini Muqatil mengatakan, "Ayat ini diturunkan di Makkah, zhahirnya menunjukkan demikian, sebab ia mengandung makna apa yang di lakukan oleh orang-orang musyrik di Darun Nadwah ketika mereka merencanakan makar terhadap Rasulullah sebelum hijrah.

5. Ayat-ayat Madaniyah dalam surat-surat Makkiyah.

Misalnya surat Al-An'am. Ibnu Abbas berkata, "Surat ini di turunkan sekaligus di Makkah, maka ia adalah Makkiyah, kecuali tiga ayat yang diturunkan di Madinah, yaitu ayat 151-153,10

Terjemahan:

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan.

(Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik

10 Jonni Syatri et al., Makkiy-Madaniy; Periodisasi Pewahyuan Al-Qur’an (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian …, 2017).hal. 15.

(15)

yang terlihat maupun yang tersembunyi…..” dan seterusnya hingga akhir ayat 153.

Dan, surat Al-Hajj adalah Makkiyah. Tetapi, ada tiga ayat yang Madaniyah, yaitu ayat 19-21.

6. Yang diturunkan di Makkah namun hukumnya Madaniyah.

Mereka memberi contoh dengan firman Allah,

َّ ن ِا ۚ ا ْو ُ ف َرا َع َ

ت ِل َل ِى ۤ ا َب َ

ق َّو ا ًب ْو ُع ُ ش ْم ُ

ك ٰ ن ْ

ل َع َج َو ٰٰثْنُا َّو ٍر َ ك َ

ذ ْن ِّم ْم ُ ك ٰ

ن ْ ق َ

ل َ خ ا َّ

ن ِا ُسا َّ

نلا ا َه ُّي َ ا ي ٰٰٓ

ٌ ْْيِب َ

خ ٌم ْي ِل ع َ َ ه للّٰا َّ

ن ِاَۗ ْم ُ كى ٰ

ق ْ ت َ

ا ِ ه للّٰا َ

د ْ ن ِع ْم ُ

ك َم َر ْ ك َ

ا

Terjemahan:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti”. (Al-Hujarat:13)

Ayat ini diturunkan di Makkah pada hari penaklukan kota Makkah, tetapi sebenarnya Madaniyah karena diturunkan selepas hijrah. Disamping itu, seruannya pun bersifat umum. Ayat seperti ini oleh para ulama tidak dinamakan Makkiyah dan juga tidak dinamakan Madaniyah secara pasti.

Tetapi mereka mengatakan; ayat yang diturunkan di Makkah namun hukumnya Madaniyah.

7. Yang diturunkan di Madinah tetapi hukumnya Makkiyah.

Mereka memberi contoh dengan surat Al-Mumtahanah. Surat ini diturunkan di Madinah dilihat dari segi tempat turunnya, tetapi seruannya ditujukan kepada orang musyrik penduduk Makkah. Juga seperti permulaan surat Bara'ah (At-Taubah) yang diturunkan di Madinah, tetapi seruannya ditujukan kepada orang-orang musyrik penduduk Makkah.

(16)

13

8. Yang serupa dengan yang diturunkan di Makkah dalam kelompok Madaniyah.

Yang dimaksud para Ulama disini, yaitu ayat-ayat yang terdapat dakam surat Mdananiyah tetapi mempunyai gaya bahasa dan ciri-ciri umum sperti makkiyah. Contohnya, dalam firman Allah dalam surat Al-Anfal yang Madaniyah.

ِء ۤ

ا َم َّسلا َن ِّم ً

ة َرا َج ِح ا َ ن ْي َ

ل َ ع ْر ِط ْم َ

ا َ ف َ

ك ِد ْ

ن ِع ْن ِم َّق َح ْ لا َو ُ

ه ا َ ذ ٰ

ه َ نا َ

ك ْ

ن ِا َّم ُههللا اوُلاَق ْذ ِا َو ٍم ْيِل َ

ا ٍبا َ ذ َعِب ا َ

نِت ْ ئا ِو َ

ا

Terjemahan:

(Ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih.” (Al-Anfal:32)

Hal ini dikarenakan permintaan kaum musyrikin untuk disegerakan adzab adalah di Makkah.

9. Yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah dalam kelompok Makkiyah.

َو ُ ه َۗ

ِة َر ِف ْغ َم ْ

لا ُع ِسا َو َكَّب َر َّنِا م َم ََۙ َّ

للا َّ

لْ ِا َش ِحا َو َ ف ْ

لا َو ِم ْ ث ِ ْ

لْا َ ِي ب ٰٰۤ َ ك َ

ن ْو ُب ِن َ

ت ْج َي َن ْي ِذ َّ

ل َ ا ا و ْٰٓ ُّ

ك َز ُ ت َ

لَ َ ف م َْۗ ُ

ك ِت ٰه َّمُا ِن ْو ُطُب ْ ي ِنف ٌ ة َّ

ن ِج َ ا ْم ُ

ت ْ ن َ

ا ْ

ذ ِا َو ِض ْرَ ْلْا َن ِّم ْمُكَا َشْنَا ْذِا ْمُكِب ُم َ ل ع ْ َ

ا

ُ ك َس ُ ف ْ

ن َ

ٰ ا ق َّ

تا ِن َم ِب ُمَل ْعَا َو ُه م َْۗ

Terjemahan:

“(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu

(17)

menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa”.(An-Najm:32).

Menurut As-Suyuthi, perbuatan keji ialah setiap dosa yang ada sanksinya. Dosa-dosa besar ialah setiap dosa yang mengakibatkan siksa neraka. Dan kesalahan-kesalahan kecil ialah apa yang terdapat di antara kedua batas dosa-dosa di atas. Sementara itu, di Makkah belum ada sanksi dan yang serupa dengannya."

10. Yang di bawa dari Makkah ke Madinah.

Contohnya ialah surat Al-A'la. HR. Al-Bukhari dari Al-Bara' bin Azib yang mengatakan, "Orang yang pertama kali datang kepada kami di kalangan sahabat Nabi adalah Mush'ab bin Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Keduanya membacakan Al-Qur'an kepada kami. Sesudah itu datanglah Ammar, Bilal, dan Sa'ad. Kemudian datang pula Umar bin Al-Khatthab sebagai orang yang kedua puluh. Baru setelah itu datanglah Nabi. Aku melihat penduduk Madinah bergembira setelah aku membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la' dari antara surat yang semisal dengannya."

B. Urgensi Makkiyah dan Madaniyah

a. Pengetahuan tentang tempat turunnya ayat dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menafsirkan Al-Qur'an, membantu pemahaman dan tafsiran yang tepat, meskipun yang menjadi acuan adalah pengertian umum lafaz, bukan konteks khusus. Dengan demikian, seorang mufassir dapat membedakan antara ayat yang nasikh dan mansuk jika terdapat makna yang bertentangan di antara keduanya, di mana ayat yang datang kemudian dianggap sebagai nasikh bagi yang sebelumnya.

b. Memahami gaya bahasa Al-Qur'an dan menggunakannya dalam metode dakwah adalah penting, karena setiap situasi memiliki bahasa yang sesuai.

Memperhatikan tuntutan kondisi sangat krusial dalam ilmu balaghah. Ciri khas gaya bahasa Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Qur'an memberikan

(18)

15

metode bagi para pendakwah untuk menyesuaikan dengan psikologi lawan bicara, menguasai pikiran dan perasaan mereka, serta memberikan solusi dengan bijaksana. Setiap tahap dakwah memiliki topik dan pola penyampaian yang unik, yang berbeda sesuai dengan manhaj, keyakinan, dan kondisi lingkungan. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai cara Al- Qur'an menyeru berbagai golongan, termasuk orang beriman, musyrikin, munafikin, dan Ahli Kitab.

c. Memahami sejarah kehidupan Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur'an sangat penting, karena turunnya wahyu kepada Rasulullah berkaitan erat dengan sejarah dakwah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik dalam periode Makkah maupun Madinah, dari turunnya ayat "Iqra'" hingga ayat terakhir.

Al-Qur'an menjadi sumber utama bagi kehidupan Rasulullah, yang harus sesuai dengan ajaran Al-Qur'an, dan Al-Qur'an juga memberikan penjelasan final terhadap perbedaan riwayat yang ada.11

11 El-mazni, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an Hal 70-71.

(19)

16

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. a. Definisi dan Kriteria Ayat Makkiyah dan Madaniyah, ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Qur'an diklasifikasikan oleh para ulama berdasarkan tiga aspek utama: waktu turunnya (sebelum atau setelah Hijrah), tempat turunnya (di Makkah atau Madinah), dan sasaran pembicaraan (ditujukan untuk penduduk Makkah atau Madinah). Meski istilah tersebut baru muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, pengelompokan ini sangat penting dalam memahami konteks turunnya ayat. Makkiyah umumnya berfokus pada tauhid dan aqidah, sementara Madaniyah lebih menguraikan hukum dan ibadah. b. Metode Penentuan dan Karakteristik Ayat Makkiyah dan Madaniyah. Dalam menentukan Makkiyah dan Madaniyah, ulama menggunakan metode riwayat sahih (sima'i) dan penalaran ijtihad (qiyasi).

2. Dengan adanya Makkiyah dan Madaniyah kita mengetahui Memahami sejarah hidup Nabi melalui wahyu Al-Qur'an penting karena turunnya wahyu selalu terkait dengan peristiwa dakwah Rasulullah. Al-Qur'an tidak hanya sebagai panduan utama bagi kehidupan Nabi, tetapi juga memberikan penjelasan akhir terhadap perbedaan riwayat sejarah yang ada.

(20)

I

DAFTAR PUSTAKA

Abduloh Agus Yosep, Hisam Ahyani. Ulumul Qur’an. Bandung: WIDINA MEDIA UTAMA, 2023.

El-mazni, Aunur Rafiq. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. Jakarta Timur:

Pustaka al-Kautsar, 2006.

Hamdiah, Hamdiah, and Hanna Hanna. “Kajian Metode Dan Pengklasifikasian Almakky Dan Almadany.” MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 2, no. 2 (2022): 143–50.

Husni, Muhammad. “Studi Al-Qur’an: Teori Al Makkiyah Dan Al Madaniyah.”

Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam 4, no. 2 (2019): 68–84.

Muhammad Yasir, Ade Jamaruddin. Studi Al-Qur’an. Riau: Asa Riau (CV. Asa Riau), 2016.

Nurkholidah. Pengantar Studi Qur’an. Cirebon: CV. Pangger, 2012.

Syatri, Jonni, Muchlis Muhammad Hanafi, Imam Arif Purnawan, Harits Fadlly, Bisri Mustofa, Ali Massaid, and Amanullah Halim. Makkiy-Madaniy;

Periodisasi Pewahyuan Al-Qur’an. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian …, 2017.

Referensi

Dokumen terkait

nilai “berlaku adil” di antara manusia, baik dalam ayat-ayat makkiyah atau ayat-ayat madaniyah, dan peringatan al-Qur’an terhadap lawannya, yaitu “berlaku zalim”

i) Identifikasi (kenal pasti) - Langkah ini dilakukan dengan cara menelaah al-Quran untuk mencari dan mengumpulkan ayat-ayat al-Quran di dalam Juz „Amma yang terkandung

Pengajian tafsir al-Quran telah bermula sejak zaman Rasulullah s.a.w di mana baginda sendiri adalah pentafsir ayat-ayat al-Quran yang diturunkan bagi tujuan

Berapakah jumlah ayat kinayah dalam al-Quran?; Bagaimana perkembangan makna kinayah dalam kitab-kitab tafsir?; Ayat kinayah manakah di dalam al- Quran yang sering

Secara umum, kajian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat berhubung penjagaan alam sekitar yang terdapat dalam al-Quran. Secara khususnya, kajian ini bertujuan untuk

Dokumen ini memaparkan susunan ayat-ayat dari Al-Fatihah hingga As Sajdah dari

Al-Quran ayat 21-24 surah Al-Baqarah menasihati manusia agar menyembah Allah, tidak membuat tandingan bagi-Nya, dan membuktikan kebenaran Al-Quran jika

Teks tersebut berisi tentang ajaran Al-Quran tentang kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta kemudahan menghafal ayat-ayat