• Tidak ada hasil yang ditemukan

AZKYA MILFA LAENSADI-FPS.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "AZKYA MILFA LAENSADI-FPS.pdf"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN …………………………………………….... 1-9

Pembatasan dan Perumusan Masalah

  • Pembatasan masalah
  • Perumusan masalah

Agar permasalahan dalam penelitian ini tidak meluas, maka permasalahan dibatasi hanya pada pengaruh kepemimpinan transformasional dan faktor demografi terhadap kesiapan menghadapi perubahan. Apakah kepemimpinan transformasional dan faktor demografi berpengaruh terhadap kesiapan menghadapi perubahan mekanisme kerja organisasi?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian

Sistematika Penulisan

Penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh variabel kepemimpinan transformasional, dimensi tantangan dan proses terhadap kemauan menghadapi perubahan. Penelitian ini menemukan adanya pengaruh variabel kepemimpinan transformasional dimensi ‘Inspire a Shared Vision’ terhadap kemauan menghadapi perubahan.

LANDASAN TEORI ……………………………………………. 10-36

Definisi kesiapan dalam menghadapi perubahan

Yang penting bukanlah seberapa besar perubahan yang terjadi, namun seberapa besar dampak yang dirasakan dalam organisasi (Mills, et al., 2009). Sedangkan menurut Hanpachern (dalam Holt, 2003), kesiapan menghadapi perubahan. adalah tingkat dimana individu secara mental, psikologis dan fisik bersedia dan siap untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan organisasi. dalam Rafferty, et al., 2013), kesiapan untuk berubah adalah sejauh mana seseorang secara kognitif dan emosional cenderung menerima, menerima, dan mengadopsi rencana spesifik yang dengan sengaja mengubah keadaan yang sudah ditetapkan.

Dimensi dan pengukuran kesiapan dalam

Dengan kesimpulan yang disampaikan maka pengertian kesiapan menghadapi perubahan yang akan digunakan dalam penelitian ini berasal dari Hanpachern (dalam Holt, 2003) yang menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi perubahan adalah tingkat dimana seorang individu siap secara mental, psikologis dan fisik serta siap menghadapi perubahan. siap berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan organisasi. Dalam penelitian ini digunakan ukuran dari Hanpachern (1997) yang sesuai dengan teori kesediaan Hanpachern untuk menghadapi perubahan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan dalam

Pada tingkat analisis individu, tinjauan mereka menunjukkan bahwa penggunaan proses manajemen perubahan yang efektif, termasuk komunikasi, partisipasi dan kepemimpinan, akan dikaitkan secara positif dengan keyakinan positif tentang perubahan dan dengan pengaruh positif terhadap perubahan, yang akan berkontribusi pada evaluasi keseluruhan yang positif. serta seseorang siap menghadapi perubahan. Selain itu, tinjauan ini juga menunjukkan bahwa karyawan yang menunjukkan sifat psikologis positif (misalnya konsep diri positif dan toleransi terhadap risiko) akan melaporkan keyakinan yang lebih positif dan respons afektif terhadap perubahan, yang akan berkontribusi pada penilaian evaluatif keseluruhan yang positif terhadap kesiapan seseorang untuk menghadapi perubahan. perubahan wajah. .

Persepsi Kepemimpinan Transformasional

  • Definisi persepsi kepemimpinan transformasional
  • Dimensi kepemimpinan transformasional
  • Pengukuran kepemimpinan transformasional

Kouzes dan Posner (dalam Abu-Tineh, et al., 2008) menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah kumpulan praktik dan perilaku yang berfungsi sebagai panduan bagi pemimpin untuk mencapai tujuan dan melakukan hal-hal luar biasa. Kepemimpinan transformasional melibatkan perubahan dengan memimpin individu atau kelompok ke tingkat kinerja yang lebih tinggi. Dengan kesimpulan yang telah disampaikan, maka definisi kepemimpinan transformasional yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dari Kouzes dan Posner (dalam Abu-Tineh, et al., 2008), yang menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah kumpulan praktik dan perilaku. . yang berfungsi sebagai panduan bagi para pemimpin untuk mencapai prestasinya dan melakukan hal-hal luar biasa.

Dalam penelitian ini digunakan alat ukur Kouzes dan Posner, sesuai dengan teori kepemimpinan transformasional mereka.

Faktor Demografik

Skala ini berisi 30 item yang bertujuan untuk mengukur lima dimensi kepemimpinan transformasional dari model kepemimpinan yang dikemukakan oleh Kouzes dan Posner (1995), yaitu menantang proses, menginspirasi visi bersama, memungkinkan orang lain bertindak, mencontohkan cara dan mendorong perubahan. hati. . . Dalam penelitian ini ditambahkan usia dan jenis kelamin sebagai bagian dari faktor demografi sesuai dengan teori demografi Robbins dan Judge (2012). Menurut Robbins dan Judge (2012), demografi organisasi adalah sejauh mana anggota suatu unit kerja memiliki atribut demografi yang sama, seperti usia, jenis kelamin, ras, tingkat pendidikan, atau masa kerja di organisasi.

Kerangka Berpikir

Dengan memberikan gambaran masa depan yang positif dan menguntungkan, karyawan akan lebih siap menghadapi perubahan. Dengan ini pegawai tidak akan merasa diatur dan dibatasi, sehingga pegawai akan lebih mudah dan siap menghadapi perubahan. Hal ini akan membantu karyawan memahami dan meniru sikap manajer serta lebih siap menghadapi perubahan.

Hal ini akan membuat karyawan merasa dihargai atas usahanya dan akan merasa dilibatkan dalam organisasi, sehingga karyawan tersebut akan merasa siap menghadapi perubahan.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir

Hipotesis Penelitian

H6 : Terdapat pengaruh dimensi dorongan hati pada variabel kepemimpinan transformasional terhadap kesiapan menghadapi perubahan mekanisme kerja organisasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional dimensi proses tantangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesiapan menghadapi perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional dimensi inspirasional hingga visi bersama mempunyai pengaruh positif terhadap kesiapan menghadapi perubahan.

Dalam penelitian ini ditemukan adanya pengaruh variabel faktor demografi, jenis tempat kerja, terhadap kesiapan menghadapi perubahan.

METODE PENELITIAN …………………………………….… 37-53

Target populasi dan sampel penelitian

Teknik pengambilan sampel

Variabel terikatnya adalah kemauan pegawai dalam menghadapi perubahan, sedangkan variabel bebasnya adalah kepemimpinan transformasional dan faktor demografi. Kesiapan pegawai menghadapi perubahan adalah sejauh mana individu siap secara mental, psikologis dan fisik, bersedia dan siap untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan organisasi. Kepemimpinan transformasional ini memiliki lima dimensi, yaitu menantang proses, menginspirasi visi bersama, memungkinkan orang lain untuk bertindak, menjadi teladan, dan mendorong hati (Kouzes & Posner, dalam Abu-Tineh, et al., 2008).

Faktor demografi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis jabatan kerja, jumlah tanggungan, usia dan jenis kelamin.

Instrumen Pengumpulan Data

Untuk mengukur kesiapan menghadapi perubahan, penelitian ini menggunakan Skala Kesiapan Perubahan yang dikembangkan oleh Hanpachern (1997). Skala ini berisi 14 item yang bertujuan untuk mengukur tiga dimensi kesiapan menghadapi perubahan, yaitu tinggi memfasilitasi perubahan, tinggi partisipatif terhadap perubahan, dan rendahnya resistensi terhadap perubahan. Untuk mengukur kepemimpinan transformasional dalam penelitian ini digunakan The Leadership Practices Inventory yang dikembangkan oleh Kouzes dan Posner (1995).

Skala ini berisi 30 item yang bertujuan untuk mengukur lima dimensi kepemimpinan transformasional yang dikemukakan oleh Kouzes dan Posner (1995), yaitu memodelkan jalan, menginspirasi visi bersama, menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak dan mendorong hati.

Uji Validitas Konstruk

  • Uji validitas konstruk kesiapan dalam
  • Uji validitas konstruk kepemimpinan

Nilai chi-square memberikan P-value > 0,05 yang berarti model satu faktor (unidimensi) diterima, bahwa semua item terbukti mengukur hanya satu faktor yaitu inspirasi dimensi visi bersama kepemimpinan transformasional variabel. . Nilai chi-square memberikan P-value > 0,05 yang berarti model satu faktor (unidimensi) diterima, bahwa semua item terbukti hanya mengukur satu faktor yaitu dimensi memungkinkan orang lain bertindak variabel kepemimpinan transformasional. . Nilai chi-square memberikan P-value > 0,05 yang berarti model satu faktor (unidimensi) diterima yang berarti semua item terbukti hanya mengukur satu faktor yaitu dimensi modus model kepemimpinan transformasional . variabel.

Nilai Chi-Square menghasilkan P-value > 0,05 yang berarti model dengan satu faktor (unidimensi) diterima, bahwa semua item terbukti hanya mengukur satu faktor yaitu dorongan terhadap dimensi hati pada variabel kepemimpinan transformasional.

Gambar 3.1 Path Diagram Kesiapan dalam Menghadapi Perubahan
Gambar 3.1 Path Diagram Kesiapan dalam Menghadapi Perubahan

Teknik Analisis Data

Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kemampuan orang lain dalam bertindak tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemauan mengatasi perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel cara model tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemauan mengatasi perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa stimulus variabel hati tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemauan mengatasi perubahan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel demografi jenis pekerjaan berpengaruh negatif terhadap kemauan menghadapi perubahan.

HASIL PENELITIAN ………………………………………….. 54-65

Analisis Deskriptif

Ketiga, nilai minimum variabel kepemimpinan transformasional untuk dimensi inspirasi visi bersama sebesar 27,75 dan nilai maksimum sebesar 75,92 dengan SD = 9,42077. Keempat, nilai minimum variabel kepemimpinan transformasional untuk dimensi kemampuan bertindak orang lain sebesar 25,51 dan nilai maksimum sebesar 73,09 dengan SD = 9,11406. Kelima, nilai minimum dimensi variabel kepemimpinan transformasional model mode sebesar 26,92 dan nilai maksimum sebesar 74,21 dengan SD = 9,41869.

Keenam, nilai minimum variabel kepemimpinan transformasional pada dimensi dorongan hati sebesar 26,98 dan nilai maksimum sebesar 70,66 dengan SD = 9,22262.

Kategorisasi Skor

Untuk variabel kepemimpinan transformasional, dimensi tantangan dan proses, ditemukan bahwa 53,28% dari seluruh responden memiliki tingkat persepsi tantangan kepemimpinan yang tinggi dan 46,72% memiliki tingkat persepsi tantangan kepemimpinan yang rendah. Untuk variabel kepemimpinan transformasional dimensi inspirasi visi bersama diperoleh 50% dari seluruh responden memiliki tingkat persepsi yang tinggi terhadap pemimpin yang inspiratif dan 50% memiliki tingkat persepsi yang rendah terhadap pemimpin yang inspiratif. Untuk variabel kepemimpinan transformasional, dimensi model gaya, diperoleh 48% dari seluruh responden memiliki tingkat persepsi model pemimpin yang tinggi dan 52% memiliki tingkat persepsi model pemimpin yang rendah.

Untuk variabel kepemimpinan transformasional dimensi penyemangat hati didapatkan 53% dari seluruh responden mempunyai persepsi dorongan pemimpin yang tinggi dan 47% memiliki tingkat persepsi dorongan pemimpin yang rendah.

Uji Hipotesis Penelitian

  • Analisis regresi variabel penelitian
  • Proporsi varians

Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel demografi jumlah tanggungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel demografi usia tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel demografi gender tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi perubahan.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel jumlah tanggungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan mengatasi perubahan.

KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN …………………….. 66-72

Diskusi

Dan keenam variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan menghadapi perubahan mekanisme kerja organisasi. Variabel lain yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemauan menghadapi perubahan adalah variabel faktor demografi, jenis jabatan pekerjaan. Dari hasil penelitian juga terlihat bahwa variabel usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan menghadapi perubahan.

Hal ini sesuai dengan penelitian Shah dan Shah (2010) bahwa faktor demografi yaitu usia dan jenis kelamin tidak mempengaruhi kesiapan menghadapi perubahan organisasi.

Saran

  • Saran metodologis
  • Saran praktis

Lingkari pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat pada rentang 1 (sangat tidak mungkin) sampai 7 (sangat mungkin). Atasan saya menantang orang untuk mencoba pendekatan baru dan inovatif dalam pekerjaan mereka. Atasan saya menghabiskan waktu dan tenaga untuk memastikan bahwa orang-orang yang bekerja bersamanya mematuhi prinsip dan standar yang sesuai.

Bos saya mendorong orang-orang untuk berbagi mimpi menarik tentang masa depan. Atasan saya memastikan bahwa orang-orang diberi penghargaan secara kreatif atas kontribusi mereka terhadap keberhasilan suatu proyek. Atasan saya menghargai orang-orang yang menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai organisasi ini.

Gambar

Gambar 3.1  Path Diagram Variabel Kesiapan dalam Menghadapi
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir
Gambar 3.1 Path Diagram Kesiapan dalam Menghadapi Perubahan
Gambar 3.2 Path Diagram Challenge the Process
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan yang didapat, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara variabel budaya