• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab. 1 Ilmu EKONOMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bab. 1 Ilmu EKONOMI"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

Ilmu ekonomi merupakan disiplin ilmu sosial, namun harus menggunakan matematika sebagai analisis dan penerapannya. Ekonomi Deskriptif (tujuan kelompok ilmu ekonomi adalah mengumpulkan data/fakta yang kemudian dapat diolah tanpa adanya tantangan empiris.

Pengelompokan Negara

Berbagai model ekonomi akan dijelaskan di bawah ini menurut perkembangan ekonomi. Semua itu dapat dibagi menjadi dua bagian besar masa pembangunan ekonomi di NSB, sebagai berikut.

Tabel 01.B  Indikator Sosial Ekonomi dan Pembangunan Dunia, Rata-2 (Tahun 1985–1987 )
Tabel 01.B Indikator Sosial Ekonomi dan Pembangunan Dunia, Rata-2 (Tahun 1985–1987 )

Karakteristik NSB

Methode Untuk Mencari GDP atau GNP

Indeks Harga Konsumen

Salah satu faktor (yang paling penting) bagi perkembangan ekonomi yang sangat pesat adalah kemajuan di sektor transportasi. Perkembangan ekonomi Jepang relatif lebih cepat dibandingkan negara mana pun di dunia, dan hal ini sebagian besar disebabkan oleh semangat nasionalnya.

Tabel 04 :   Tingkat Pertumbuhan Ekonomi  ( Sumber : angka fiktif )  Tahun  GDP atas harga konstan / Riil
Tabel 04 : Tingkat Pertumbuhan Ekonomi ( Sumber : angka fiktif ) Tahun GDP atas harga konstan / Riil

Kelemahan Pendapatan Perkapita Sebagai Indikator

Jenis Investasi & Tabungan

Pemerintah

Kemudian, karena banyaknya pembatasan atau kondisi yang tidak logis terkait pos pendapatan dan belanja APBN, maka anggaran belanja di NSB menjadi tidak logis. Penjelasan ekonomi pembangunan semata tidak mungkin digunakan untuk menyusun anggaran NSB, biasanya pos-pos pendapatan dan pengeluaran dari anggaran NSB dijelaskan dengan pendekatan konseptual (IPOLEKSOSBUDHANKAM) negara itu sendiri.

Tabel 09.       APBN 1998 / 1999 dan RAPBN  1999 / 2000   (Milyar Rupiah).
Tabel 09. APBN 1998 / 1999 dan RAPBN 1999 / 2000 (Milyar Rupiah).

Keseimbangan Ekonomi

Go muncul karena pengeluaran pemerintah dan jika permintaan agregat sama dengan penawaran agregat maka diperoleh persamaan baru. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Y = C + I + G + (

Keseimbangan Ekonomi Dalam Perdagangan Internasional. 29

Untuk dapat menjelaskan ekspor dalam neraca keempat sektor ekonomi tersebut, terlebih dahulu dikemukakan beberapa asumsi yaitu: Friedrich List, seorang ekonom Jerman awal abad ke-19, mengemukakan pendapat bahwa perkembangan ekonomi setiap negara akan melalui 5 tahapan yaitu : 1 .

Kelompok Teori Analistis Pembangunan

Persamaan (6b) disebut “persamaan Harrod Dommar” dan menunjukkan (persentase) tingkat pertumbuhan output yang juga dihasilkan dari penambahan sejumlah stok modal atau tingkat pertumbuhan output ∆Y/Y yang juga ditentukan secara bersama-sama. berdasarkan tingkat tabungan dan rasio modal, atau Semakin tinggi nilai tabungan akan menghasilkan investasi yang lebih tinggi dan selanjutnya pertumbuhan output yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Terakhir dengan menggunakan persamaan 4 maka dapat dihitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan menggunakan persamaan Harrod Dommar, misalnya sebagai berikut: Diketahui : COR = (k) pada tahun t perekonomian suatu negara adalah 4.

Gambar 05.   Kurva Pertumbuhan Harrod – Dommar.
Gambar 05. Kurva Pertumbuhan Harrod – Dommar.

Tahap-tahap Penyusunan Perencanaan

Perencanaan pembangunan merupakan program kerja pemerintah untuk mengelola perekonomian dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan untuk mengatur dan mengendalikan jalannya perekonomian ke arah yang diinginkan. Sedangkan dalam perencanaan pembangunan ekonomi menurut pendapat Bendavid-Vall Avrom, dalam Regional Economics Development, Analysis for Practioners 1991 edisi keempat.- NY-1991.

Sifat Perencanaan Dalam Berbagai Perekonomian

Sebab, pengusaha di NSB umumnya harus membayar royalti atas penggunaan teknologi produksi. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa negara-negara berkembang sering mengalami kesulitan di bidang neraca pembayaran.

Tabel 10.   Sejarah Singkat Perencanaan Pembangunan Nasional.
Tabel 10. Sejarah Singkat Perencanaan Pembangunan Nasional.

Pengangguran

Pengangguran di NSB

Antisipasi Pengangguran di NSB

Berkembangnya permasalahan dan permasalahan ketimpangan pendapatan di NSB merupakan gejala sosial yang tidak sehat dan juga tidak mungkin dihindari ketika pembangunan dilaksanakan, sedangkan ketika pembangunan tidak dilaksanakan maka ketimpangan pendapatan tidak menjadi permasalahan yang berarti. Selanjutnya GNP riil yang sama ditunjukkan pada titik-titik kombinasi yang membentuk kurva PPF, sehingga jika output yang diinginkan adalah lebih banyak barang mewah dan lebih sedikit barang kebutuhan pokok (negara maju), maka kombinasi tersebut diwakili oleh titik A (yaitu 4 barang kebutuhan pokok dan 6 barang mewah) sebaliknya jika ingin memproduksi lebih banyak barang kebutuhan pokok dibandingkan barang mewah maka kombinasinya ada di titik B yaitu 20 barang kebutuhan pokok dan 1 barang mewah) sebagai konsumsi di NSB.

Gambar  08. Kurva Production Possibility Curve.
Gambar 08. Kurva Production Possibility Curve.

Distribusi Pendapatan Perseorangan

40% dari total pekerja dengan bagi hasil terkecil menerima lebih dari 17% dari total GNP, yang berarti distribusi pendapatannya Rendah Dalam Kesetaraan (Baik. 40% dari total pekerja dengan bagi hasil terkecil menerima <12% dari total GNP yang berarti pemerataan distribusi pendapatan tinggi (buruk.

Tabel 11.    Income  Individu  Atas Dasar Pendapatan Riil Perbulan.
Tabel 11. Income Individu Atas Dasar Pendapatan Riil Perbulan.

Kurva Lorenz

Nilainya (Gc = 0,28), sehingga dapat disimpulkan bahwa kurva Lorenz telah menunjukkan adanya hubungan kuantitatif antara persentase jumlah penduduk dengan persentase pendapatan yang diterima. Begitu pula jika kurva Lorenz bersinggungan dengan garis pekerja individual, maka distribusi pendapatan akan sangat-sangat buruk.

Distribusi Pendapatan Fungsional

Oleh karena itu, dalam pasar yang kompetitif, dengan fungsi produksi yang selalu kembali pada skalanya, harga faktor-faktor produksi ditentukan oleh kurva permintaan dan penawaran faktor-faktor produksi tersebut, setelah itu pendapatan didistribusikan menurut fungsi faktor-faktor produksi tersebut, yaitu; buruh mendapat upah, modal mendapat keuntungan, tanah mendapat sewa, dan teknologi mendapat bayaran, besarnya sumbangan dan distribusinya sesuai dengan peranan masing-masing faktor produksi dalam penciptaan produk itu. Kelemahan teori distribusi fungsional terlihat ketika teori ini digunakan untuk memperhitungkan peran dan pengaruh kekuatan non-pasar, misalnya kekuatan untuk menentukan harga faktor-faktor produksi yang digunakan.

Kemiskinan

Kurva yang kemiringannya negatif ditunjukkan oleh kurva DL, dan kurva penawaran tenaga kerja adalah SL, maka tingkat upah ekuilibrium akan sama dengan O-W, dan tingkat ekuilibrium penggunaan tenaga kerja adalah O-L. Berikutnya pendapatan nasional berada pada tingkat O-R-E-L, dimana pendapatan nasional dibagi 2 yaitu OWEL adalah bagian tenaga kerja dalam bentuk upah dan WRE adalah bagian keuntungan pemodal usaha (pengusaha). Contoh yang lebih spesifik adalah kesepakatan antar investor dalam penentuan tingkat keuntungan yang diperoleh untuk setiap satuan modal yang ditanamkan atau sebaliknya penentuan tingkat upah yang diterima untuk setiap satuan waktu kerja oleh sekelompok pekerja atau pekerja. juga bisa menjadi kebijakan pemerintah daerah.

Ukuran Kemiskinan

Indikator Kemiskinan

Kenyataannya, unsur unggul adalah jumlah kelompok minoritas dalam masyarakat, sedangkan unsur subordinat adalah jumlah kelompok mayoritas dalam masyarakat, sehingga tidak mungkin diharapkan adanya kelompok unggul membantu kelompok inferior. unsur negatif dalam konsep “Ttricle Down Effect”. Berdasarkan unsur pokok dualisme tersebut di atas, dualisme dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis dualisme yaitu.

Dualisme Sosial

Realitas kehidupan superior dan inferior merupakan kondisi kronis dan bukan merupakan keadaan transisi atau akibat dari konsep pembangunan ekonomi. Realitas kehidupan superior dan inferior menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat cenderung semakin maju, sehingga pada akhirnya unsur inferior menunjukkan kondisi masyarakat yang terbelakang (dalam pembangunan).

Dualisme Teknologi

Higgins berpendapat, pengelolaan perekonomian di NSB khususnya sektor ekonomi modern berpusat pada eksplorasi bahan baku produk primer seperti pertanian, pertambangan, peternakan, kehutanan dan lain-lain yang cara produksinya menggunakan teknologi impor, dan merupakan permodalan. intensif atau penghematan tenaga kerja (Labour Saving) Pembentukan perusahaan telah memperkirakan berbagai hal, termasuk target produksi yang mengacu pada standar kualitas dan kuantitas produksi yang berlaku di pasar. Menurut Higgins, perbedaan ini harus mendapat perhatian pertama dengan merumuskan ruang lingkup pembangunan ekonomi di NSB yang selalu terabaikan.

Dualisme Finansial

Sementara itu, pasar uang tidak resmi, dalam menutup kesenjangan kelemahan operasional lembaga keuangan resmi, lebih berperan dalam membantu permodalan kepada kelompok subordinat, meskipun suku bunga yang sangat tinggi tidak menjadi masalah bagi mereka, dimana pada proses pemberian pinjaman pada lembaga keuangan tidak resmi tidak memerlukan proses administrasi yang berbeda, prosedural seperti pada lembaga keuangan resmi. Hal ini berbeda dengan lembaga keuangan tidak resmi yang siap kapan saja menyalurkan pinjaman modal yang diperlukan kepada kelompok masyarakat kurang mampu.

Dualisme Regional

Akibatnya kemerosotan kelompok inferior akan semakin parah, berbeda dengan kelompok superior yang akan terus unggul dengan layanan perbankan yang solid. Selain itu, kelemahan lembaga keuangan resmi adalah tidak beroperasi di sentra produksi pertanian, atau berada di daerah bawah, melainkan hanya di kota-kota besar sehingga proses penyediaan modal kerja menjadi lebih sulit sehingga memerlukan survei berkala. dan inspeksi di wilayah yang diperlukan. lapangan oleh pejabat bank.

Pemerintahan dan Korupsi

Perkembangan terkini di NSB adalah laju pertumbuhan penduduk di setiap negara secara umum mengalami penurunan. Pasalnya, harga barang impor dari Amerika naik dua kali lipat sehingga memperlambat perkembangan ekonominya, bahkan terkadang mata uang asing digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif.

Gambar 12.  The Law Of Deminishing Return.
Gambar 12. The Law Of Deminishing Return.

Fertilitas & Mortalitas

Menghitung Laju Pertumbuhan Penduduk

Teori Transisi Penduduk

Di negara-negara berkembang, transisi demografi mempunyai kondisi yang berbeda-beda sekaligus seperti di negara-negara maju, dimana pada sekitar tahun 1970 pola pembangunan pada penduduk NSB masih berbeda-beda, seperti terlihat pada gambar dibawah ini, dimana negara-negara yang sudah mencapai tahap III, seperti Taiwan, Korea, Selatan, Singapura sudah masuk stadium III, namun angka kelahiran masih tinggi setelah 20 tahun, kemudian angka kelahiran menurun, begitu pula angka kematian menurun drastis. Pola ini merupakan ciri kasus A. Pada kasus lain, NSB tidak mencapai III. akibatnya hanya menimbulkan siklus kemiskinan di masyarakat tersebut dan ini disebut Kasus B.

Struktur Kelompok Usia Penduduk

Populasi yang stagnan terdapat pada negara-negara industri baru (new industrialized country/NIC) dimana telah terjadi perubahan komposisi umur penduduk dari yang awalnya berbentuk segitiga, menjadi berbentuk piramida, dimana angka kelahiran terkendali dan angka kematian juga sama. . Penduduk Konstriktif merupakan ciri kelompok umur penduduk di negara maju, dimana angka kelahiran rendah dan angka kematian juga rendah sehingga gambarannya membentuk segitiga sama sisi terbalik.

Gambar 18.  Komposisi Umur Penduduk Indonesia 2000.
Gambar 18. Komposisi Umur Penduduk Indonesia 2000.

Masalah Pokok Dihadapi NSB ( Gangguan Ekonomi Inflasi )

  • Penyebab Terjadinya Inflasi
  • Penggolongan Jenis Inflasi
  • Dampak Inflasi
  • Hubungan Inflasi Dengan Pengangguran
  • Beberapa Kebijakan Menanggulangi Inflasi

Sedangkan inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflasi) adalah inflasi yang terjadi akibat dampak kenaikan harga barang dari luar negeri. Jika harga naik dan tingkat bunga riil dianggap tetap, hal ini akan menyebabkan tingkat bunga naik seiring dengan naiknya harga.

Gambar 20. Inflasi Akibat Agregat Suply.
Gambar 20. Inflasi Akibat Agregat Suply.

Model Pembangunan Ekonomi ( P.Seimbang & P.Tidak Seimbang)

Pembangunan Tidak Seimbang

Pembangunan ekonomi di negara-negara Barat bersifat spontan dan dipimpin serta dibiayai oleh sektor swasta. Namun kebijakan pembangunan ekonomi suatu negara tidak hanya ditujukan pada substitusi impor saja.

Gambar 23.  Kurva Produksi  Hirscman.
Gambar 23. Kurva Produksi Hirscman.

Pembangunan Ekonomi Didorong di Jepang

Pembangunan Ekonomi Dipaksakan di Uni Soviet

Pembangunan Ekonomi di NSB

Asal mula Ekonomi Dualistis

Segera setelah Perang Dunia II berakhir, situasi di NSB tidak banyak membaik karena mata uang asing yang mereka miliki selama perang tidak banyak berguna. Artinya sektor pertanian di NSB mempunyai beberapa ciri khas (melalui beberapa keunggulan) dari sektor industri seperti.

Tahapan Pembangunan Sektor Pertanian

Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian

Pada tahap ini produsen dianggap telah berhasil menciptakan suatu produk yang dapat diterima pasar luar dan dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah harus melindungi sistem perdagangan agar barang dalam negeri dapat bersaing.

Gambar 24. Kurva Ceiling Price & Floor Price  Keterangan gambar 24 :
Gambar 24. Kurva Ceiling Price & Floor Price Keterangan gambar 24 :

Strategi Modernisasi Pertanian di NSB

Kebijaksanaan Pertanian di Indonesia

Lembaga perkreditan yang beroperasi di tingkat desa sudah ada sejak zaman kolonial, meskipun bentuknya berubah seiring perkembangan zaman. Kredit Bimas dengan lembaga koperasi yang kemudian menjadi BUUD/KUD merupakan salah satu contoh lembaga perkreditan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Arti dan Tujuan Kebijaksanaan Harga

Dengan kata lain rumus petani merupakan pedoman perhitungan untuk membandingkan harga beras yang dijual petani dengan harga dasar yang dikemukakan oleh Saleh Afiff dan Mears. Karena saat itu hampir semua pupuk harus diimpor (1968), maka harga beras pun ikut diperhitungkan.

Pembangunan Industri Pola Ekspor

Di sisi lain, industri tersebut akan berkembang tanpa kendala karena pasar dalam negeri terjamin. Misalnya, jika harga suatu barang ekspor naik, maka peningkatan pendapatan ekspor tersebut diinvestasikan di dalam negeri.

Industrialisasi di Indonesia

Strategi Pasar Dalam Negeri

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang merugikan maka prakarsa dan pengaturan kelembagaan masyarakat untuk pembangunan ekonomi harus tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Jadi untuk pembangunan ekonomi, masyarakat harus mempunyai kemampuan menyerap tambahan modal dan stabilitas perekonomian.

Industri Substitusi Impor

Industri Promosi Ekspor

Selain kemampuan bersaing harga, ketatnya persaingan di pasar ekspor juga menuntut para pelaku industri untuk menerapkan pengendalian kualitas yang ketat, melakukan perubahan desain barang sesuai dengan perubahan selera masyarakat dan kemajuan teknologi baru, serta melakukan tender. barang sesuai dengan jadwal pembelian yang telah ditetapkan. Persaingan ketat yang biasanya terjadi di pasar ekspor tidak dirasakan oleh industri yang berkembang dengan strategi substitusi impor. Meskipun NSB yang menerapkan strategi promosi ekspor tentunya tidak lepas dari permasalahan seperti tekanan neraca pembayaran dan kekurangan devisa, namun strategi yang bertujuan untuk memaksimalkan devisa melalui ekspor barang jadi (ekspor produk manufaktur) akan lebih berhasil. dalam mengelola cadangan devisa yang memadai melalui strategi substitusi impor yang ternyata kerap memperparah kelangkaan devisa akibat tingginya kepadatan impor dari berbagai industri substitusi impor.

Syarat Umum Pembangunan Ekonomi

  • Kekuatan Dari Dalam Untuk Berkembang
  • Mobilitas Faktor Produksi
  • Akumulasi Modal
  • Kriteria dan Arah Investasi
  • Penyerapan Modal
  • Stabilitas dan Nilai Lembaga yang Ada

Schultz” dalam bukunya “The role of the pemerintah dalam promosi pertumbuhan ekonomi”, menekankan bahwa sebenarnya pembangunan ekonomi negara-negara berkembang tidak cukup hanya memikirkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada. Pembangunan ekonomi dapat dipercepat jika tercipta kebutuhan-kebutuhan baru, motif-motif baru, cara-cara produksi baru, serta institusi-institusi yang ada dalam masyarakat.

Gambar

Gambar 01. Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi.
Tabel 01.B  Indikator Sosial Ekonomi dan Pembangunan Dunia, Rata-2 (Tahun 1985–1987 )
Tabel 02. Indikator Sosial Ekonomi &amp; Pembangunan Daerah di Indonesia Tahun 2000.
Tabel 04 :   Tingkat Pertumbuhan Ekonomi  ( Sumber : angka fiktif )  Tahun  GDP atas harga konstan / Riil
+7

Referensi

Dokumen terkait

It’s important for a lot of reasons: Covalency is invoked in explaining actinide fate and transport in the environmenthow they behave in water or soil, for exampleor in trying to