6.2 Pengangguran
6.2.2 Antisipasi Pengangguran di NSB
Banyak cara-cara rasional yang secara umum layak untuk ditempuh atau dipilih secara bersamaan didalam upaya pengentasan masalah pengangguran di NSB namun semuanya, terpulang lagi kepada mekanisme pemerintahan dan motivasi masyarakat untuk melaksanakan program direncanakan tersebut diantaranya adalah:
1. Mengutamakan pembangunan sektor pertanian sebagai sektor ekonomi unggulan (Leading sector) sebab sektor pertanian memiliki karakteristik perekonomian yang sesuai dengan kondisi NSB pada umumnya. ( lihat penjelasan lebih jauh pada bab 13, pembangunan sektor pertanian).
2. Melaksanakan program wajib belajar kepada seluruh warga negara, dengan target dan metode standar, sehingga didalam melanjutkan pembangunan dimasa depan kesiapan generasi penerus sudah terencanakan dengan baik. Sekaligus program ini memperlambat calon pekerja memasuki lapangan kerja yang tidak memerlukan kualitas pekerja kepada calon pekerja yang berkualifikasi.
3. Membina kemampuan serta memperluas peluang usaha skala kecil sebagai bahagian dari perekonomian nasional, dan khusus mengatasi masalah pengangguran diperkotaan, sektor informal perlu diperhatikan dengan baik.
4. Memilih pembangunan sektor industri yang hanya memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian sebagai penyedia bahan bakunya. (lihat pada bab pembangunan sekor Industri).
Latihan Soal Bab 6.
1. Menurut M.P. Todaro, Sepanjang tingkat upah di kota (Wu) lebih besar dari tingkat upah di desa (Wr) Maka jumlah migrasi (Mt) akan tetap positif, buatlah suatu persamaan sederhana yang dapat menjelaskan kondisi dimaksud, kemudian berikan notasi baru yang menjelaskan keterkaitan diantara hasrat migrasi ternyata signifikan dipengaruhi oleh tingkat pengerjaaan dikota (Eu) dan tingkat pengangguran dikota (Uu), berikan penjelasan dengan notasi yang ringkas saja.
2.a. Jelaskan pendapat Everett S.Lee mengenai sebab musabab terjadinya migrasi.
berikan uraian yang bersifat deskriptif dari penyebabnya tersebut.
b. Bagaimana hubungan diantara tingkat pengangguran dikota dan urbanisasi..?
3.a. Jelaskan kategori pengangguran menurut O.Edwards.
b. Jelaskan kategori pengangguran menurut Lewis C.Solmon.
4.a Mengapa angka pengangguran di NSB selalu tinggi ? berikan alasannya.
b. Apa akibat negative bagi suatu perekonomian jika angka pengangguran tinggi..?
c. Bagaimana pula menurut anda untuk mengantisipasi masalah pengangguran ?
Bab. 7 Masalah Pokok Dihadapi NSB
( Topik : Distibusi Pendapatan dan Kemiskinan )
7.1 Latar Belakang Kemiskinan & Distribusi Pendapatan.
Program pengentasan kemiskinan saat ini adalah program pembangunan yang menjadi prioritas di NSB. Fokus dalam masalah sosial yang selalu mendapat perhatian dari kemiskinan ialah ketidak merataan tingkat pendapatan masyarakat NSB.
Berkembangnya isu, dan masalah ketidak merataan tingkat pendapatan di NSB merupakan gejala sosial tidak sehat dan juga tidak mungkin dihindarkan pada saat pembangunan sedang dilaksanakan, dimana ketika pembangunan belum dilaksanakan kesenjangan pendapatan bukan suatu masalah berarti. Selain itu tingkat kesenjangan hidup yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan ternyata semakin lama semakin melebar derajat kesenjangan sehingga menimbulkan jurang pemisah atau jarak yang besar (GAP) diantara kelompok kaya dan miskin. Salah satu penyebab terjadinya ketidakmerataan tingkat pendapatan adalah akibat dari tingginya tingkat pertumbuhan GNP di NSB, dan ternyata pertambahan GNP tersebut tidaklah meningkatkan kesahjateraan masyarakat, tetapi malah justru menyebabkan terjadinya kemiskinan relatif di kota maupun didesa. Eratnya keterkaitan masalah antara kemiskinan dengan distribusi pendapatan adalah masalah yang sosial yang saling memicu sehingga membicarakannya haruslah melalui pendekatan yang spesifik, salah satu cara sederhana yang lazim digunakan untuk menjelaskan bagaimana persoalan tersebut terjadi melalui Production Possibility Curve ( PPC ) atau kurva kemungkinan produksi, lihat gambar dibawah, dimana untuk memproduksi barang & jasa ekonomi, kita membaginya menjadi dua bahagian besar saja yaitu
-.Barang & jasa bersifat kebutuhan pokok. misal, beras, air bersih, kesehatan dll.
dalam gambar diwakilkan oleh sumbu Vertikal.
-.Barang & jasa bersifat kebutuhan mewah.misal, mobil pribadi, konseling psikologi dll.
dalam gambar diwakilkan oleh sumbu Horizontal.
Dengan diasumsikan bahwa produksi pada saat ini dijalankan pada batas yang maksimum (faktor produksi maksimum), maka muncul berbagai pertanyaan seperti : -. Bagaimana menentukan kombinasi produksi antara barang mewah & pokok ..?
-. Siapa yang mengkonsumsi dan bagaimana daya beli konsumen dipasar ..?
Gambar 08. Kurva Production Possibility Curve.
Barang mewah
A
6 PPF Curve
B 1
0 Barang
4 20 pokok
Selanjutnya GNP riil yang sama ditunjukan pada titik titik kombinasi yang membentuk kurva PPF, sehingga jikalau yang diinginkan lebih banyak diproduksi barang mewah dan sedikit barang pokok (negara maju) maka kombinasi diwakili oleh titik A ( yaitu 4 barang pokok dan 6 barang mewah ) sebaliknya jika yang diinginkan diproduksi lebih banyak barang pokok dari barang mewah maka kombinasi berada dititik B. ( yaitu 20 barang pokok dan 1 barang mewah ) sebagai konsumsi di NSB.
Faktor penentu utama untuk kombinasi output dalam perekonomian liberal atau ekonomi campuran adalah tingkat permintaan konsumen secara keseluruhan, sehingga dalam hal ini penawaran barang atau jasa lebih disebabkan kepada keadaan tingkat distribusi pendapatan masyarakat negara tersebut. Bagi negara yang tingkat pendapatannya perkapitanya rendah maka akan semakin timpang pendistribusian pendapatannya dan selanjutnya yang terjadi adalah permintaan agregat akan semakin dipengaruhi oleh prilaku konsumsi kelompok orang kaya yang umumnya proporsi pengeluarannya lebih besar kepada barang atau jasa bersifat mewah ketimbang barang dan jasa bersifat pokok dan selanjutnya kelompok orang miskin tidak akan mampu lagi membeli barang dan jasa keperluan seharinya sebab kesenjangan tersebut, maka disitu telah terjadi mekanisme penindasan dari kebutuhan kelompok orang-orang miskin.
Dalam pembahasan berikutnya kita menitik beratkan perhatian kepada ketimpangan kekayaan ( asset ) meskipun sebenarnya masih banyak lagi bentuk-bentuk ketidak merataan lainnya yang sangat penting untuk diketahui seperti ketidak merataan agama, kelamin, ras, hukum, politik, hak azasi, dan ketidak merataan lainnya.
Penyebab dari ketidakmerataan pendapatan di NSB menurut Irma Adelmann &
Cynthia Taft Morris (1973) disebabkan oleh 8 hal yaitu :
1. Pertambahan jumlah penduduk yang jauh lebih tinggi dari pada tingkat pertumbuhan pendapatan perkapita didalam kurun waktu yang sama.
2. Tingkat inflasi yang tinggi akibat bertambah banyaknya jumlah uang beredar tetapi tidak proporsional dengan pertambahan jumlah barang dan jasa yang diproduksi.
3. Tertekannya nilai kurs mata uang NSB akibat dari sering minusnya neraca perdagangan atau lebih kepada tidak elastis-nya barang yang diekspor oleh NSB.
4. Ketimpangan pembangunan antar daerah.
5. Investasi dilakukan lebih cenderung kepada padat modal ketimbang padat karya.
6. Rendahnya mobilitas sosial dari masyarakat.
7. Pemerintah sering salah dalam mengaplikasi kebijaksanaan yang telah dibuatnya.
Misal, penetapan kebijakan Industri Substitusi Impor namun malah justru memicu harga barang tersebut menjadi jauh lebih mahal dari harga pasar Internasional.
8. Perekonomian NSB dimonopoli oleh sekelompok kecil masyarakat (konglomerat) sementara usaha skala kecil yang berjumlah mayoritas kurang mendapat perhatian.