1.1. LATAR BELAKANG
Perkembangan dan pertumbuhan suatu wilayah atau kawasan perlu diantisipasi dalam suatu perencanaan tata ruang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan harapan sebagai akibat meningkatnya kebutuhan akan berbagai elemen yang menunjang kebutuhan dan kegiatan masyarakat dimana ada gilirannya perubahan-perubahan tersebut apabila tidak diarahkan akan memperumit permasalahan yang ada dan menimbulkan masalah-masalah baru. Untuk mengatasi pengisian ruang/lahan yang tidak terarah diperlukan suatu rencana penataan ruang sebagai pedoman dan arahan dalam pemanfaatan ruang baik oleh Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan maupun oleh masyarakat secara umum sehingga keserasian perkembangan pembangunan suatu kawasan dengan wilayah pengembangannya dapat dicapai. Dokumen rencana penataan ruang juga dapat dimanfaatkan dalam upaya pengendalian program sektoral maupun daerah serta keserasian pembangunan kawasan jangka panjang.
Kabupaten Mukomuko memiliki Rencana Penataan Ruang yang telah di perdakan dengan Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032. Dalam kegiatan pengendalian tata ruang di wilayah Kabupaten Mukomuko, RTRW yang telah memiliki legalitas belum dapat dijadikan dasar dalam pengendalian khusus pemberian izin.
Berdasarkan Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perlu adanya penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten ke dalam
rencana tata ruang lebih rinci yaitu Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten.
Dengan kata lain Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten mempunyai fungsi sebagai perangkat operasional rencana umum tata ruang dimana mengatur dan menata kegiatan fungsionalnya yang direncanakan oleh perencanaan di atasnya dalam mewujudkan ruang yang serasi, seimbang, aman, nyaman dan produktif.
Penyusunan Rencana Detail Tata ruang Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko merupakan tidak lanjut dari penjabaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2023. Berdasarkan Pedoman Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 11 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi dan Penertiban Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota dan Rencana Detail Tata Ruang menjelaskan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten. Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten merupakan rencana yang menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional kabupaten. Sebagai penjabaran “kegiatan” ke dalam mewujudkan ruang, dengan memperhatikan keterkaitan antar kegiatan fungsi dalam kawasan, agar tercipta lingkungan yang serasi, selaras, seimbang, dan terpadu
Sehubungan dengan hal tersebut yang menjadi Wilayah Perencanaan dalam penusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah Kota Mukomuko dengan luas 13.708,1 ha . Kota Mukomuko merupakan bagian Kecamatan Kota Mukomuko yang dalam masa terbentuknya yang relatif baru Kecamatan Kota Mukomuko membutuhkan banyak landasan-landasan pembangunan, guna menjaga pencapaian tujuan pembentukan Kecamatan Kota Mukomuko dapat terwujud di masa mendatang. Dan dengan kewenangan yang diberikan kesempatan untuk berkreasi dan berinisiatif dalam mempersiapkan landasan- landasan pembangunan sesuai kebutuhan dan potensi, tanpa harus menunggu petunjuk dan arahan pemerintah pusat atau propinsi. Selain itu untuk mengantisipasi pertumbuhan yang cukup cepat dengan menghindari menurunnya kualitas dan kelestarian lingkungan pada kawasan Kota
Mukomuko maka sangat perlu dilakukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Mukomuko.
.
1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN RDTR KAWASAN KECAMATAN KOTA MUKOMUKO
Dasar hukum yang mengamanatkan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko adalah :
1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
3. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
4. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, Dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota Dan Rencana Detail Tata Ruang.
5. Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyusunan Basis Data dan Penyajian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Serta Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota; dan
6. Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu Tahun 2012- 2032; dan
7. Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032.
1.3. TINJAUAN TERHADAP RTRW KABUPATEN MUKOMUKO
Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko di dalam struktur Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), hal ini juga sejalan dengan apa yang diarahkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu Tahun 2012-2032 yang menetapkan Kota Mukomuko sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), arah pengembangan kegitan utama dan arah pengembangan kegiatan penunjang antara lain adalah:
Tabel 1.1. Rencana Hirarki Pusat-Pusat Pelayanan Di Kabupaten Mukomuko
Hirarki Kota
Pusat Pengembang
an Kegiatan
Arahan Pengembangan
Kegiatan Utama Arahan Pengembangan Kegiatan Penunjang
PKW Pasar
Mukomuko Pusat Pemerintahan
Pusat Jasa Perkantoran
Pusat kegiatan jasa perdagangan
Pusat kegiatan jasa pelayanan sosial kependudukan
Pusat Pengembangan Agropolitan
Pusat Pariwisata
Pusat Transit
Kegiatan Perkantoran
Kegiatan Kesehatan
Kegiatan Perdagangan
Permukiman
Kegiatan Hiburan
Kegiatan Perbankan
Kegiatan
Pengembangan Peti Kemas
PKL Medan Jaya,
Lubuk Mukti, Lubuk Pinang
Pusat perekonomian dan jasa regional
Pusat distribusi dan koleksi barang dan jasa
Pusat pelayanan jasa sosial ekonomi
Pusat pengembangan industry
Pusat pengembangan koleksi dan distribusi
Pusat perdagangan
Kegiatan Pasar
Kegiatan Kesehatan
Kegiatan Pendidikan
Permukiman
Kegiatan Perbankan
Kegiatan Industri
Kegiatan Perkebunan
Kegiatan Pertanian
PPK Pasar Bantal
Pondolk Kandang
Pusat distribusi dan koleksi barang dan jasa
Pusat pelayanan jasa sosial ekonomi
Pusat perdagangan
Kegiatan Pasar
Kegiatan Kesehatan
Kegiatan Pendidikan
Permukiman
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)
PPL Dusun Baru V Koto Tigo, PPL Sungai Ipuh, PPL Teras Terunjam, PPL Lubuk Sanai, PPL Lalang Luas, PPL Manjunto Jaya, PPL Gajah Mati, PPL Talang
Permukiman skala kecamatan
Pusat perdagangan dan jasa skala pelayanan beberapa desa
Pusat pengembangan yang melayani skala kecamatan.
Permukiman
Pertanian
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Hirarki Kota
Pusat Pengembang
an Kegiatan
Arahan Pengembangan Kegiatan Utama
Arahan Pengembangan Kegiatan Penunjang Arah, PPL Arga
Jaya
Sumber : RTRW Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032
Sebagai Pusat Kegiatan Wilayah, Kota Mukomuko mempunyai fungsi minimal antara lain sebagai berikut:
1. Pusat pengolahan/pengumpulan barang yang melayani kabupaten/kota dan beberapa kabupaten/kota di provinsi tetangga;
2. Simpul transportasi yang melayani kabupaten dan beberapa kabupaten/kota di provinsi tetangga;
3. Sebagai pusat jasa pemerintahan kabupaten/kota; serta
4. Pusat pelayanan publiknya untuk kabupaten dan beberapa kecamatan di kabupaten tetangga.
Untuk mengetahui dengan lebih jelasnya mengenai peran dan fungsi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kota Mukomuko ini dapat dilihat dengan lebih jelasnya melalui tabel berikut ini:
Tabel 1.2. Rencana Orientasi dan Jangkauan Pusat-Pusat Pelayanan Hirarki
Pusat
Pusat Pengembangan
Kegiatan Orientasi Jangkauan Pelayanan PKW Pasar Mukomuko
(Pusat pelayanan Primer Pemerintahan, Perekonomian, Jasa Sosial sekaligus sebagai Pusat Agropolitan)
Kota
Bangkulu dan Kota Padang
Wilayah Kabupaten Mukomuko
Wilayah Pembangunan (WP) Utara
Sebagai pusat agropolitan Mukomuko dengan hinterlandnya Sumber : RTRW Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032
Tabel 1.3. Rencana Fungsi dan Kegiatan Pusat-Pusat Pelayanan Hirarki
Kota
Pusat Pengembang
an Kegiatan Fungsi Pelayanan Kegiatan Pelayanan Pusat
Kegiata n Wilayah / PKW
Pasar Mukomuko (Pusat pelayanan Primer
Pemerintahan)
Fungsi Pemerintahan
Fungsi Permukiman Perkotaan
Fungsi Pelayanan Sosial Budaya
Fungsi Jasa
Perkantoran Pemerintah Kab.Mukomuko dan DPRD
Permukiman perkotaan (Perumahan dinas, DPRD, Masyarakat)
RSUD, SMA s/d P.Tinggi, Mesjid
Hirarki Kota
Pusat Pengembang
an Kegiatan Fungsi Pelayanan Kegiatan Pelayanan Perdagangan Regional
Fungsi Jasa Perkantoran
Fungsi Pelayanan Transportasi
Fungsi Ketahanan dan Keamanan
Fungsi Pariwisata
dan Gereja, Balai Pertemuan, GOR dan Stadion Sepak Bola
Fasilitas Pasar, Ruko, Mall, Hiburan dan Rekreasi
Rumah Kantor, Kawasan Perkantoran, BANK
Terminal Klas C,
POLRES dan KODIM Sumber : RTRW Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032
1.4. TINJAUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI RTRW KABUPATEN MUKOMUKO
1.4.1. Tujuan, Kebijakan dan Strategi RTRW Kabupaten Mukomuko
Penataan ruang wilayah kabupaten bertujuan untuk mewujudkan ruang Kabupaten Mukomuko dengan kemandirian ekonomi berbasiskan agropolitan dan minapolitan dengan selalu mempertahankan kelestarian budaya dan lingkungan serta kemampuan mengantisipasi bencana.
1.4.2. Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten
Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Mukomuko sebagaimana dimaksud di atas, akan ditempuh melalui kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten. Kebijakan penataan ruang wilayah Kabupaten adalah serangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar dalam pemanfaatan ruang darat, laut, dan udara, termasuk ruang di dalam bumi. Strategi penataan ruang wilayah Kabupaten adalah langkah-langkah pelaksanaan kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten.
Perumusan kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Mukomuko dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Posisi geografis Kabupaten Mukomuko dalam lingkup provinsi dan regional kawasan barat Indonesia yang berdekatan dengan jalur perdagangan;
2. Kondisi fisik wilayah kabupaten yang terdiri dari ruang daratan dan lautan, yang menghadapi isu lingkungan;
3. Kondisi demografi dan sosial budaya masyarakat Kabupaten Mukomuko yang sedang menghadapi proses menuju masyarakat industri dan jasa;
4. Kondisi perekonomian yang masih didominasi kegiatan perkebunan dan pertanian.
5. Peran kecamatan Kota Mukomuko sebagai pusat pemerintahan kabupaten;
6. Konsistensi dengan kebijakan dan strategi pembangunan dan penataan ruang wilayah kabupaten sekitar, provinsi Bengkulu dan Nasional.
Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut maka kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Mukomuko, adalah kebijakan dan strategi pengembangan struktur ruang serta kebijakan dan strategi pengembangan Pola Ruang Wilayah Kabupaten yang ditentukan dalam kajian lingkungan hidup strategis.
1.4.3. Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko
Kebijakan penataan ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko antara lain meliputi:
1. peningkatan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan sosial ekonomi dan budaya keseluruh kawasan di Kabupaten Mukomuko;
2. pemeliharaan dan mewujudkan kelestarian lingkungan hidup, serta mengurangi resiko bencana alam;
3. pengoptimalan pemanfaatan ruang kawasan budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
4. peningkatan produktifitas sektor-sektor unggulan sesuai dengan daya dukung lahan;
5. pengelolaan kawasan perbatasan dengan pendekataan kesejahteraan secara serasi;
6. perluasan peluang investasi dalam rangka meningkatkan perekonomian wilayah; dan
7. peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara.
1.4.4. Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko
Strategi penataan ruang wilayah di Kabupaten Mukomuko ini merupakan strategi yang disusun berdasarkan kebijakan yang telah
dirumuskan. Adapun strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Mukomuko, adalah sebagai berikut :
1. Strategi untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan sosial ekonomi dan budaya keseluruh kawasan di kabupaten, terdiri atas:
a. membangun, meningkatkan dan memelihara kualitas jaringan transportasi keseluruh bagian wilayah Kabupaten;
b. mengembangkan pembangkit tenaga listrik dan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan yang tersedia serta memperluas jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik; dan
c. menyediakan fasilitas pelayanan sosial ekonomi .
2. Strategi untuk memelihara dan mewujudkan kelestarian lingkungan hidup, serta mengurangi resiko bencana alam, terdiri atas:
a. mempertahankan luasan kawasan hutan di kabupaten;
b. mengembalikan dan meni ngkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun kualitasnya;
c. mencegah perusakan lingkungan hidup lebih lanjut melalui penerapan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang secara sistematis; dan
d. mengoptimasikan pemanfaatan sumber daya alam untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mengurangi resiko bencana.
3. Strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang kawasan budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, terdiri atas :
a. membatasi konversi lahan pertanian irigasi teknis untuk kegiatan budidaya lainnya;
b. mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tidur untuk kegiatan produktif;
c. mengembangkan kawasan budidaya pertanian sesuai dengan kemampuan dan kesesuaian lahannya;dan
d. mengoptimalkan pemanfaatan kawasan budidaya pesisir untuk meningkatkan daya sai ng dan perekonomian masyarakat.
4. Strategi untuk meningkatkan produktifitas sektor -sektor unggulan sesuai dengan daya dukung lahan, terdiri atas :
a. memperluas jari ngan irigasi dan mempertahankan pertanian irigasi teknis;
b. mengembangkan diversifikasi komoditi pertanian untuk mendukung pengembangan sektor sekunder;
c. meningkatkan produktivitas subsektor peternakan;
d. meningkatkan produktivitas subsektor perikanan di sepanjang wilayah pantai kabupaten;dan
e. mengembangkan kawasan agropolitan dan minapolitan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
5. Strategi untuk mengelola kawasan perbatasan dengan pendekataan Kesejahteraan secara serasi, terdiri atas :
a. mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kecamatan kecamatan yang berbatasan langsung secara selektif dan bertahap sesuai prioritas dan kebutuhan;
b. meningkatkan kerjasama pembangunan di bidang sosial, budaya, keamanan dan ekonomi dengan kecamatan, kabupaten dan propinsi yang berbatasan langsung dengan kabupaten; dan
c. meningkatkan perlindungan sumberdaya alam, hutan dan kawasan konservasi, serta mengembangkan kawasan budidaya secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat lokal pada kawasan perbatasan.
6. Strategi untuk memperluas peluang investasi dalam rangka meningkatkan perekonomian wilayah, terdiri atas:
a. mempermudah mekanisme perizi nan dan birokrasi iklim usaha;
b. menyediakan informasi, sarana dan prasarana penunjang investasi;
c. meningkatkan akses masyarakat ke sumber pembiayaan;
dan
d. mengoptimalisasi potensi lokal yang tersedia dan penggunaan kearifan lokal yang telah tumbuh lama dan telah teruji di wilayah pesisir laut.
7. Strategi untuk meningkatkan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara, sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf g,terdiri atas:
a. mendukung penetapan kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan;
b. mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan pertahanan dan keamanan untuk menjaga fungsi dan peruntukannya;
c. mengembangkan kawasan lindung dan/atau budidaya tidak terbangun disekitar kawasan pertahanan dan keamanan sebagai zona penyangga yang memisahkan kawasan tersebut dengan kawasan budidaya terbangun;
dan
d. turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan/TNI.
1.5. TUJUAN, SASARAN DAN MANFAAT RDTR KOTA MUKOMUKO
Tujuan dan Sasaran Penataan Detail Tata Ruang Kawasan sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Penataan Ruang dioperasionalkan ke dalam Tujuan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan adalah untuk mewujudkan ruang wilayah perencanaan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko yang memenuhi kebutuhan pembangunan dengan senantiasa berwawasan lingkungan, efisien dalam alokasi investasi, bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat, Memberikan pedoman untuk pemberian advice planning, pengaturan pembangunan setempat, penyusunan rencana teknik ruang atau rencana tata bangunan dan lingkungan.
Sasaran dari Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko adalah :
1. Terkendalinya pembangunan di wilayah Kabupaten Mukomuko pada Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat;
2. Terciptanya keserasian antara kawasan lindung dan kawasan budidaya pada kawasan yang di rencanakan yaitu Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko;
3. Tersusunnya rencana dan keterpaduan program-program pembangunan Kabupaten Mukomuko pada Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko;
4. Tedorongnya minat investasi masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Mukomuko pada Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko; dan
5. Terkoordinasinya pembangunan antar wilayah kecamatan dan antar sektor pembangunan daerah secara keseluruhan Kabupaten Mukomuko.
Secara Fungsional Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko berfungsi sebagai:
1. Sebagai mitra keruangan dari pembangunan daerah;
2. Sebagai dasar kebijaksanaan pokok pemanfaatan ruang di wilayah Kota Mukomuko dalam hal ini adalah Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko.;
3. Sebagai alat untuk mewujudkan keseimbangan perkembangan antar kawasan serta keserasian antar sektor;
4. Sebagai alat untuk mengalokasikan investasi yang dilakukan pemerintah, masyarakat dan swasta;
5. Sebagai pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata tata ruang bangunan dan lingkungan (RTBL) di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko;
6. Sebagai dasar pengendalian pemanfaatan ruang kawasan di Wilayah Perencanaa Mukomuko; dan
7. Sebagai dasar pemberian izin lokasi pembangunan pada kawasan Kecamatan Kota Mukomuko.
Manfaat yang diharapkan adalah untuk :
1. Tercapainya tujuan dan sasaran penataan ruang;
2. Terkendalinya baku mutu penataan ruang;
3. Terbakukannya Pedoman, NSPM, dan ketentuan-ketentuan, syarat-syarat dan kriteria teknis kegiatan fungsional dalam penyusunan penataan ruang; dan
4. Mendorong koordinasi dan keterpaduan rencana sektoral, termasuk hirarkhis perencanaan penataan ruang itu sendiri.
1.6. GAMBARAN UMUM KABUPATEN MUKOMUKO
Kabupaten Mukomuko termasuk dalam wilayah Propinsi Bengkulu yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2003. Pada awal pembentukannya kabupaten ini terbagi menjadi 5 (lima) kecamatan dan saat ini sudah berkembang menjadi 15 (lima belas) kecamatan.
1.6.1. Kondisi Geografis dan Batas Administrasi
Secara geografis Kabupaten Mukomuko terletak pada 101°001’15,1” – 101°051’29,6” BT dan pada 02°016’32,0” – 03°007’46,0”LS. Kabupaten Mukomuko terletak di pantai barat Sumatera dan membujur sejajar Bukit Barisan. Batas-batas wilayah Kabupaten Mukomuko adalah:
Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan
Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Kerinci dan Kab. Merangin
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Putri Hijau
Sebelah Berat : berbatasan dengan Dengan Samudera Hindia.
Luas wilayah Kabupaten Mukomuko adalah 4.036,7 Km², dan luas wilayah laut atau 727,60 Km² (dihitung sejauh 4 mil dari garis pantai).
Kabupaten Mukomuko secara administratif terbagi menjadi 15 (lima belas) kecamatan, 148 desa dan tiga kelurahan, yaitu: Kecamatan Ipuh yang terdiri dari 16 desa, Kecamatan Air Rami yang terdiri dari 12 desa, Kecamatan Malin Deman yang terdiri dari 7 desa, Kecamatan Pondok Suguh yang terdiri dari 11 desa, Kecamatan Sungai Rumbai yang terdiri dari 9 desa, Kecamatan Teramang Jaya yang terdiri dari 13 desa, Kecamatan Teras Terunjam yang terdiri dari 8 desa. Kecamatan Penarik yang terdiri dari 14 desa, Kecamatan Selagan Raya yang terdiri dari 12 desa, Kecamatan Kota Mukomuko yang terdiri dari 6 desa dan 3 kelurahan, Kecamatan Air Dikit yang terdiri dari 7 desa, Kecamatan XIV Koto yang terdiri dari 8 desa, Kecamatan Lubuk Pinang yang terdiri dari 7 desa, Kecamatan Air Manjunto yang terdiri dari 8 desa dan Kecamatan V Koto yang terdiri dari 10 desa.
Tabel 1.4. Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Mukomuko Tahun 2020
No Kecamatan Luas
(Km²)
Persentas e (%)
1 Ipuh 195.99 4.73
2 Air Rami 116.42 2.81
3 Malin Deman 861.79 20.78
4 Pondok Suguh 555.11 13.39
5 Sungai Rumbai 335.97 8.10
6 Teramang Jaya 412.55 9.95
7 Teras Terunjam 84.40 2.04
8 Penarik 308.87 7.45
9 Selagan Raya 440.95 10.63
10 Kota Mukomuko 148.07 3.57
11 Air Dikit 87.89 2.12
12 XIV Koto 69.86 1.68
13 Lubuk Pinang 69.51 1.68
14 Air Manjunto 65.24 1.57
15 V Koto 393.72 9.50
Mukomuko 4 146,34 100,00
Sumber : Kabupaten Mukomuko dalam Angka Tahun 2021
1.6.2. Kondisi Fisik Wilayah 1.6.2.1. Topografi
Keadaan topografi di wilayah Kabupaten Mukomuko didominasi oleh kawasan landai sampai berbukit-bukit, sedikit sekali yang bergunung-gunung.
Berdasarkan ketinggian tempat diatas permukaan laut, maka wilayah kabupaten Mukomuko mempunyai ketinggian dibawah 500 meter diatas permukaan laut sekitar 83,12%, hanya sekitar 16,88% yang memiliki ketinggian di atas 500 meter diatas permukaan laut.
1.6.2.2. Kemiringan Lereng
Berdasarkan kelerengannya, Kabupaten Mukomuko didominasi oleh kawasan yang mempunyai kelerengan antara 0 – 5% dengan luas 133.637 ha, diikuti kawasan yang mempunyai kelerengan antara 8 – 15% dengan luas 71.431,41 ha, diikuti kawasan yang mempunyai kelerengan antara 25 - 45%
dengan luas 68.465,63 ha, dan selanjutnya kawasan yang mempunyai kelerengan paling kecil yaitu kelerengan > 45% dengan luas 15.675,95 ha.
1.6.2.3. Hidrologi
Kabupaten Mukomuko mempunyai Daerah Aliran Sungai cukup luas dengan kondisi bentuk wilayah tangkapan bergelombang sampai terjal.
Kondisi yang demikian, ditambah dengan jumlah curah hujan yang tinggi serta perbedaan elevasi yang tinggi pada jarak hulu-hilir yang relatif pendek, menyebabkan fluktuasi debit aliran sungai pada waktu-waktu tertentu sangat besar. Pada daerah tertentu dengan debit yang demikian akan menyebabkan sering terjadinya pelimpahan air sungai ke daerah disekitar aliran, sehingga beberapa daerah kadang terjadi banjir pada musim hujan. Sungai-sungai kecil dengan daerah tangkapan yang relatif lebih sempit umumnya mempunyai debit air kecil, air bersifat masam, berwarna coklat sampai kehitaman yang menandakan kadar fenol yang tinggi. Beberapa sungai mempunyai kawasan bergambut dengan sifat masam dengan kedalam gambut yang beragam dari 25 cm hingga lebih dari 100 cm.
Kabupaten Mukomuko memiliki keragaman topografi dari landai, berkelombang, berbukit sampai bergunung dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh (kurang dari 60 km). Kondisi demikian menyebabkan sungai- sungai yang bermuara di pantai relatif pendek dengan perbedaan elevasi yang agak tinggi, sehingga aliran sungai memiliki energi potensial yang tinggi, berkecepatan tinggi, dan kemungkinan membawa konsentrasi bahan-bahan terangkut yang tinggi pula. Hal tersebut ditambah oleh sifat tanah di kawasan bergelombang yang umumnya mempunyai erodibilitas yang tinggi.
Akibatnya sedimentasi di beberapa muara sungai yang terjadi di kawasan pantai cukup tinggi. Hal demikian seharusnya menjadi perhatian penting bagi pengelola kawasan. Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), khususnya kawasan hulu harus dilakukan dengan baik. Apabila kerentanan lahan di daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Mukomuko ini tidak dikonservasi dengan baik, maka di masa yang akan datang kerusakan lahan akan menghancurkan sumberdaya lahan bagi pertanian dalam arti luas, dan lebih jauh akan memengaruhi kawasan muara dan pantai dengan sedimentasi yang sifatnya merugikan.
Tabel 1.5. Sungai dan Anak Sungai Kabupaten Mukomuko No Nama Sungai Anak Sungai
1 Air Rami 2 Air Buluh
3 Air Ipuh - Sungai Ikan
- Air Ipuh Panjang - Air Ipuh Tengah - Air Ipuh Hijau - Air Ipuh Hijau
4 Air Retak - Sungai Puar
- Air Retak
5 Air Hitam - Sungai Geregas
- Air Hitam 6 Air Teramang - Sungai Lupuh
- Sungai Oba - Air Berau - Air Telon
- Air Berau Kanan - Air Lubuk Panjang - Air Bengkok 7 Air Bantal - Air Bantal Kanan 8 Air Pelabuhan
Gedang - Air dikit
9 Air Selagan - Sungai Betung - Sungai Deneh - Sungai Kepahyang - Sungai Hulu Ipuh - Sungai Mayan - Air Selagan 10 Air Manjunto - Sungai Batu
No Nama Sungai Anak Sungai - Sungai Kehendak - Sungai Riang - Sungai Serigigit - Sungai Jernih - Sungai Kiang
Sumber : RTRW Kabupaten Mukomuko Tahun 2012-2032
1.6.2.4. Daerah Rawan Bencana
Di dalam penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah, pemerintah daerah harus juga mempertimbangkan potensi bencana di samping mempertimbangkan aspek-aspek yang menguntungkan. Dengan mempertimbangkan potensi bencana diharapkan kemunculan potensi itu bisa diminimalkan. Hal tersebut diamanatkan juga pada Permen PU no 26 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten. Tantangan yang dihadapi setiap daerah di Indonesia di era otonomi daerah, adalah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai.
Keterbatasan itulah, yang seringkali dijadikan alasan bagi daerah untuk melakukan pembangunan dan mencari pendapatan, tanpa mempertimbangkan penataan ruang yang benar.
Kabupaten Mukomuko rentan bencana khususnya kategori gempa dan tsunami, karena berada di pertemuan lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasia.
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.
Selain itu potensi bencana lainnya di Kabupaten Mukomuko yang terletak di pinggir kawasan pantai barat Bengkulu, sangat rawan ancaman abrasi laut dan banjir dari beberapa anak sungai di wilayah itu, terlebih kawasan hutannya sudah rusak akibat perambahan. Longsor di Desa Gajah Makmur dan Talang Arah terancam kelaparan, mereka tidak bisa lagi keluar menuju Kota Ipuh untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya. Diantara Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang yang berada di dekat daerah aliran sungai (DAS) Manjuto, sedikitnya 80 rumah di desa tersebut nyaris terendam
air setinggi 1,5 meter pada September 2010. Tak hanya merendam rumah, kerugian juga harus ditanggung petani desa tersebut dengan rusaknya sekitar 15 hektar sawah yang baru saja ditanami padi. Selain, Tanjung Alai, banjir juga melanda Desa Tanah Harapan Kecamatan Kota Mukomuko yang berada di pinggir DAS Selagan. Hanya saja tak separah Desa Tanjung Alai. Air merendam 5 rumah warga. Selain banjir yang disebabkan meluapnya dua sungai besar (Manjuto dan Selagan), beberapa kawasan lainnya yang berada di daerah dataran rendah dan dekat rawa, tak luput dari potensi banjir. Air merendam hingga seratus rumah lebih tersebar di beberapa lokasi. Antara lain, Kelurahan Bandaratu, Kota Mukomuko, tepatnya di kawasan dekat Danau Nibung.
Kadangkala bencana seperti gempa dan isu tsunami serta kejadian bencana lainnya seperti banjir menyebabkan terjadinya gelombang pengungsian tinggi. Umumnya warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Terdapat Desa yang terendam banjir memang sudah jadi langganan banjir setiap tahun. Warga sudah sangat biasa karena jika terjadi hujan deras maka rumah akan kebanjiran luapan sungai setempat. Kultur bencana muncul pada beberapa masyarakat Mukomuko dimana warga masyarakat juga sudah paham apa yang harus dilakukan menghadapi potensi banjir tersebut, sehingga kerugian materi dapat ditekan.
Meluapnya sungai ini bisa jadi karena kerusakan hutan dan DAS, serta masih buruknya sistem drainase yang ada. Air akan surut kembali jika cuaca mulai membaik dan warga pun mulai bisa membersihkan rumahnya masing- masing. Selain itu, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko longsor berpotensi di sungai Batang Muar. Pada musim hujan tebing dengan ketinggian kurang lebih sekitar 20 meter dengan posisi landai itu akan semakin cepat longsor dan memperpendek jarak dengan rumah penduduk. Tentu saja apabila permasalahan ini tidak segera ditangani, maka dalam waktu dekat puluhan rumah itu akan masuk ke sungai Muar karena pada kawasan tersebut kondisi tebing penahan rumah yang berbatasan dengan sungai.
1.7. Profil Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
1.7.1. Letak Geografis
Wilayah Perencanaan kegiatan ini adalah Kawasan Perkotaan Kota Mukomuko yang masuk kedalam sebagian besar administrasi Kecamatan Kota Mukomuko, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kecamatan Kota Mukomuko Tahun 2021 luas Kecamatan Kota Mukomuko adalah 227.00 Km² atau sekitar 5.62 % dari luas Kabupaten Mukomuko secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil perhitungan Arcgis Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko seluas 14.129 Ha. Secara geografis Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko terletak di bagian barat Kabupaten Mukomuko. Secara administratif Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko berbatasan dengan:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan XIV Koto, Kecamatan V Koto dan Kecamatan Air Manjunto;
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Air Dikit;
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Teras Terunjam;
dan
Sedangkan Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.
Berikut ini adalah luas Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko.
Tabel 1.6. Luas Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko Tahun 2020
No Desa/Kelurahan Luas (ha) Persentase (%)
1 Tanah Rekah 1.770 12,5
2 Pasar Mukomuko 666,9 4,7
3 Ujung Padang 1.229,4 8,7
4 Pondok Batu 3.219,3 22,8
5 Selagan Jaya 1.378,8 9,8
6 Pasar Sebelah 813,8 5,8
7 Koto Jaya 1.131,5 8,0
8 Bandar Ratu 2.874,7 20,3
9 Tanah Harapan 1.044,6 7,4
Jumlah 14.129,0 100
Sumber : Perhitungan Arcgis, Tahun 2021
Sebagian besar Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko terletak dengan ketinggian antara 5-50 meter di atas permukaan laut (dpl). Terdapat lima desa/kelurahan yang berbatasan langsung dengan laut. Desa/kelurahan yang memiliki luas terbesar adalah Kelurahan Pondok Batu dengan luas 3.219,3Ha atau sekitar 22,8 persen dari luas Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko.
Sementara desa/ kelurahan yang memiliki luas area terkecil adalah Kelurahan Pasar Mukomuko dengan luas 666,9 Ha atau sekitar 4,7 persen dari luas wilayah perencanaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Gambar 1.1. Peta Administasi Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
Secara Geografis, dua Desa dan tiga Kelurahan terletak di daerah pantai yaitu Desa Ujung Padang, Desa Pasar Sebelah, Kelurahan Bandar Ratu, Kelurahan Pasar Mukomuko dan Kelurahan Koto Jaya. Desa Selagan Jaya adalah desa yang paling jauh dalam menjangkau kantor Kecamatan, dengan jarak sekitar 15 Km2. Luas Wilayah Desa Selagan Jaya merupakan dengan luas wilayah terkecil yaitu 9 Km2 atau sekitar 3,96 persen dari luas kecamatan.
Tabel 1.7. Jarak Antara Ibukota Kecamatan dengan Keluraha/Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
No Kelurahan/Desa Jarak (Km)
1 Tanah Rekah 5
2 Pasar Mukomuko 0
3 Ujung Padang 2
4 Pondok Batu 3
5 Selagan Raya 20
6 Pasar Sebelah 10
7 Kota jaya 1
8 Bandar Batu 3
9 Tanah Harapan 5
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Posisi perbatasan tiap keluarahan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko yang berbatasan langsung dengan pantai terdapat 5 (lima) desa/kelurahan da yang bukan pantai 4 (empat) desa/kelurahan dan tidak ada yang berbatasan dengan hutan. Hal ini menyatakan bahwa Wilayah Perencanaan Mukomuko termasuk kedalam kawasan pesisir.
Tabel 1.8. Posisi Perbatasan per kelurahan/Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
N
o Desa/Kelurahan Pantai Bukan Pantai Berbatasan Hutan 1
2 3 4 5 6 7 8 9
Tanah Rekah Pasar Mukomuko Ujung Padang Pondok Batu Selagan Jaya Pasar Sebelah Koto Jaya Bandar Ratu Tanah Harapan
-
- -
-
-
-
- -
-
- - - - - - - - -
Jumlah 6 4 0
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2012
1.7.2. Pemerintahan
Kecamatan Kota Mukomuko terdiri dari tiga kelurahan dan enam desa defenitif, yaitu Kelurahan Pasar Mukomuko, Kelurahan Koto Jaya, Kelurahan Bandar Ratu, Desa Pasar Sebelah, Desa Ujung Padang, Desa Pondok Batu, Desa Tanah Rekah, Desa Tanah Harapan dan Desa Selagan Jaya. Ibukota Kecamatan Kota Mukomuko adalah Kelurahan Pasar Mukomuko.
Klasifikasi semua desa dan kelurahan di Kecamatan Kota Mukomuko adalah desa swadaya, swakarya, dan swasembada. Kelurahan Bandar Ratu merupakan pemekaran dari Desa Ujung Padang dan Desa Tanah Harapan merupakan memekaran dari Desa Tanah Rekah. Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil yan digunakan adalah dusun dan RT. Dusun di Kecamatan Mukomuko hingga tahun 2020 berjumlah 12 dan terdapat 20 RT. Ketua SLS dipimpin oleh Kepala Dusun dan Ketua RT.
Tabel 1.9. Status Desa/Kelurahan Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
No Desa/Kelurahan Definitif Persiapan 1
2 3 4
Tanah Rekah Pasar Mukomuko Ujung Padang Pondok Batu
- - - -
5 6 7 8 9
Selagan Jaya Pasar Sebelah Koto Jaya Bandar Ratu Tanah Harapan
- - - - -
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.10. Klasfikasi Desa/Kelurahan Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
No Desa/Kelurahan Klasifikasi 1
2 3 4 5 6 7 8 9
Tanah Rekah Pasar Mukomuko Ujung Padang Pondok Batu Selagan Jaya Pasar Sebelah Koto Jaya Bandar Ratu Tanah Harapan
Swasemba da Swakarya Swakarya Swakarya Swakarya Swakarya Swakarya Swakarya Swakarya
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.11. Jumlah Satuan Lingkungan (SLS) terkecil Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
No Kelurahan/Desa Dusun RT
1 Tanah Rekah 2 -
2 Pasar Mukomuko - 6
3 Ujung Padang 2 -
4 Pondok Batu 2 -
5 Selagan Raya 2 -
6 Pasar Sebelah 2 -
7 Kota jaya - 6
8 Bandar Batu - 8
9 Tanah Harapan 2 -
Jumlah 12 20
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
1.7.3. Jenis Tanah
Tekstur tanah di wilayah perencanaa Kota Mukomuko didominasi oleh tekstur tanah halus baik pada top soil maupun pada sub soil (sebesar 44,02%
dari seluruh wilayah). Kedalaman efektif tanah yang dominan untuk masing- masing satuan lahan terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kedalaman efektif tanah pada tanah mineral dan kedalaman efektif tanah pada tanah gambut.
Kedalam efektif tanah pada tanah mineral didominasi oleh kawasan dengan kelas Sangat Dalam, yaitu dengan kedalaman antara 101-150 cm, yang
meliputi kawasan seluas 273.030,64 ha atau 67,64% dari wilayah Kecamatan Kota Mukomuko. Kemudian diikuti dengan kelas Dalam yaitu dengan kedalaman antara 76-100 cm, yang meliputi kawasan seluas 118.128,80 ha atau 29,26% dari wilayah Kecamatan Kota Mukomuko. Kedalaman efektif tanah pada tanah gambut di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko mempunyai kedalaman dengan kelas Sangat Dalam, yaitu antara 76-200 cm. Kawasan gambut ini meliputi luas lebih kurang 14.016,70 hektar.
1.7.4. Kelerengan
Berdasarkan kelerengannya Kawasan Perencanaan Mukomuko terbagi menjadi beberapa klasifikasi yaitu 15%-40%, 2%-5%, 5%-15%, <2% dan
>40%. Klasifikasi Kelerengan didominasi oleh kawasan yang mempunyai kelerengan <2% diikuti dengan kelerengan 5-15%.
Gambar 1.2. Peta Jenis Tanah Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko
Gambar 1.3. Peta Kelerengan Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko
1.7.5. Guna Lahan
Penggunaan lahan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko didominasi oleh perkebunan dengan luas 9.907,54 Ha
Tabel 1.12. Guna Lahan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
Guna Lahan Luas (Ha)
Bangunan Hankam 0.58
Bangunan Industri 0.02
Bangunan Kesehatan 0.14
Bangunan Pariwisata 0.02
Bangunan Pendidikan 2.76
Bangunan Peribadatan 0.58
Bangunan Perkantoran dan Perekonomian 3.4
Bangunan Permukiman 78.18
Bangunan Transportasi 0.31
Danau 44.72
Hotel Bumi Batuah 0.06
Hotel Madyara 0.2
Hutan 900.93
Hutan Bakau 47.77
Kantor AKAINDO Mukomuko 0.03
Kantor Bandara 0.02
Kantor Darmawanita 0.04
Kantor KONI Kab. Mukomuko 0.02
KODIM 0423 Kab. Mukomuko 0.02
Kolam 10.41
Lahan Campuran 221.29
Lapangan Olahraga 2.52
Makam 2.7
Mushola Nurul Ikhlas 0.01
Pasir Laut 108.51
Pekarangan 304.81
Perairan 0.74
Perkebunan 9.907.54
PKK 0.01
Posko Taruna Siaga Bencana 0.05
Rawa 254.99
Semak Belukar 1.114.81
Sungai 274.24
Tanah Kosong 32.65
Tegalan/Ladang 810.22
Terminal Koto Jaya 0.06
Transportasi 70.08
Total 14.129
Gambar 1.4. Peta Guna Lahan Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko
1.7.6. Kependudukan
Jumlah penduduk di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko pada tahun 2020 sebanyak 18.604 jiwa. Pada tahun 2020 jumlah penduduk laki-laki sebanyak 9.459 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 9.145 jiwa.
Kelurahan Bandar Ratu merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak dengan jumlah penduduk terbanyak sebesar 4.468 jiwa.
Ratio jenis kelamin atau sex ratio penduduk Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko tahun 2020 sebesar 103,4. Angka tersebut berarti setiap 100 penduduk perempuan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko terdapat 103 hingga 104 penduduk laki-laki.
Tabel 1.13. Jumlah Penduduk Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko Tahun 2020
No Kelurahan/Desa Penduduk Persentase
Penduduk Ratio Jenis Kelamin
1 Tanah Rekah 1.202 4,64 107,2
2 Pasar Mukomuko 2.152 11,57 96
3 Ujung Padang 2.307 12,4 98,5
4 Pondok Batu 1.298 6,98 103,1
5 Selagan Raya 1.554 8,35 109,2
6 Pasar Sebelah 1.126 6,05 103,6
7 Kota jaya 2.629 14,13 101
8 Bandar Ratu 4.468 24,02 103,9
9 Tanah Harapan 1.868 10,04 114,5
Jumlah 18.604 100 103,4
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Jumlah penduduk Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini terlihat jumlah penduduk mengalami peningkatan pada empat tahun awal yaitu 2016 sampai dengan
2019 dan terjadi penurunan pada tahun 2020 dari 20.809 jiwa menjadi 18.604 jiwa dengan ratio penduduk 103,4.
Tabel 1.14. Jumlah Penduduk Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko 5 Tahun Terakhir
No Kelurahan/
Desa
Jenis Kelamin Jumlah Ratio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
1 2016 9.613 9.183 18.796 105
2 2017 9.953 9.500 19.453 104,77
3 2018 10.282 9.840 20.112 104,49
4 2019 10.640 10.169 20.809 104,63
5 2020 9.549 9.145 18.604 103,40
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
1.7.7. Pertanian
Pada subsektor perkebunan tahun 2020 kelapa sawit masih merupakan produk unggulan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko, hal ini dibuktikan dengan luas wilayah perkebunannya yang mendominasi yaitu 3.243 hektar.
Sejalan dengan luasnya perkebunan sawit di Kecamatan Kota Mukomuko produksi kelapa sawit menyentuh angka 11.426 ton. Komoditas terbesar selanjutnya adalah karet yaitu sebesar 1.206 ton.
Tabel 1.15. Luas Panen Tanaman Perkebunan Menurut Komoditas di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Hektar) Tahun 2015-
2020
No Komoditas Tahun
2015 2016 2017 2018 2019 2020
1 Karet 429 414 206 276 280 276
2 Kelapa 30 30 19 19 20 19
3 Kelapa Sawit 6.322 6.323 3.102 3.143 3.190 3.243
4 Kopi - - - -
5 Lada - - - -
6 Kakao 6 6 7 5 10 5
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.16. Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Komoditas di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2015-2020
No Komoditas Tahun
2015 2016 2017 2018 2019 2020
1 Karet 274 375,7 614,8 242,05 250 289,80
2 Kelapa 13 22,75 22,75 16,44 10 11,05
3 Kelapa Sawit 25.902 22.780 14.358 9.678,6 11.180 11.426
4 Kopi - - - -
5 Lada - - - -
6 Kakao 5 14 5 0,18 0,10 0,10
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
1.7.8. Keuangan
Sektor keuangan, persewaan, jasa perusahaan, sektor perdaganga, hotel dan restoran di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko berkembang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah sarana penunjang keuangan seperti koperasi, pasar, akomodasi dan hotel dan lain sebagainya cukup banyak dan tersebar di seluruh desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko.
Bank yang terdapat di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko berjumlah enam unit yaitu dua unit Bank BRI, satu unit Bank BPD (Bank Bengkulu), satu unit Bank BTPN dan satu unit Bank Mandiri. Mengingat Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko adalah ibukota Kabupaten Mukomuko sehingga aktivitas dari sarana penunjang keuangan seperti bank, akomodasi dan hitel serta kegiatan perdagangan lainnya akan berkembang jadi lebih baik dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik pula bagi Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko.
Tabel 1.17. Jumlah Koperasi di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020
No Kelurahan/Desa
KUD Koperasi
Lainnya (UEDSP)
1 Tanah Rekah 1 1
2 Pasar Mukomuko 0 1
3 Ujung Padang 0 1
4 Pondok Batu 1 1
5 Selagan Raya 1 1
6 Pasar Sebelah 0 1
7 Kota jaya 1 1
8 Bandar Batu 0 1
9 Tanah Harapan 1 1
Jumlah 4 9
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.18. Jumlah Lembaga Keuangan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020
No Kelurahan/Desa Bank Bukan Bank
1 Tanah Rekah 0 0
2 Pasar Mukomuko 0 0
3 Ujung Padang 3 2
4 Pondok Batu 0 0
5 Selagan Raya 0 0
6 Pasar Sebelah 0 0
7 Kota jaya 0 0
8 Bandar Batu 2 2
9 Tanah Harapan 0 0
Jumlah 5 4
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.19. Jumlah Lembaga Keuangan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020
No Kelurahan/Desa Bank Bukan Bank
1 Tanah Rekah 0 0
2 Pasar Mukomuko 0 0
3 Ujung Padang 3 2
4 Pondok Batu 0 0
5 Selagan Raya 0 0
6 Pasar Sebelah 0 0
7 Kota jaya 0 0
8 Bandar Batu 2 2
9 Tanah Harapan 0 0
Jumlah 5 4
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Tabel 1.20. Jumlah Pasar di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020
No Kelurahan/Desa Pasar
1 Tanah Rekah 0
2 Pasar Mukomuko 0
3 Ujung Padang 0
4 Pondok Batu 0
5 Selagan Raya 0
6 Pasar Sebelah 0
7 Kota jaya 1
8 Bandar Batu 0
9 Tanah Harapan 0
Jumlah 1
Sumber : Kecamatan Kota Mukomuko dalam Angka 2021
Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko hanya memiliki satu pasar yaitu berada di Koto Jaya yang memiliki hari pasar setiap hari Minggu. Untuk memenuhi kebutuhan kehari-hari masyarakat di Wilayah Perencanaan mengandalkan warung dan jasa penjual sayuran keliling.
1.1. LATAR BELAKANG... 1
1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN RDTR KAWASAN KECAMATAN KOTA MUKOMUKO...3
1.3. TINJAUAN TERHADAP RTRW KABUPATEN MUKOMUKO...3
1.4. TINJAUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI RTRW KABUPATEN MUKOMUKO...6
1.4.1. Tujuan, Kebijakan dan Strategi RTRW Kabupaten Mukomuko...6
1.4.2. Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten...6
1.4.3. Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko...7
1.4.4. Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Mukomuko...7
1.5. TUJUAN, SASARAN DAN MANFAAT RDTR KOTA MUKOMUKO...10
1.6. GAMBARAN UMUM KABUPATEN MUKOMUKO...12
1.6.1. Kondisi Geografis dan Batas Administrasi...12
1.6.2. Kondisi Fisik Wilayah... 13
1.6.2.1. Topografi...13
1.6.2.2. Kemiringan Lereng...13
1.6.2.3. Hidrologi... 13
1.6.2.4. Daerah Rawan Bencana...15
1.7. Profil Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...17
1.7.1. Letak Geografis...17
1.7.2. Pemerintahan...21
1.7.3. Jenis Tanah... 22
1.7.4. Kelerengan... 22
1.7.5. Guna Lahan... 25
1.7.6. Kependudukan... 27
1.7.7. Pertanian... 28
1.7.8. Keuangan... 28
Tabel 1.1. Rencana Hirarki Pusat-Pusat Pelayanan Di Kabupaten Mukomuko...4
Tabel 1.2. Rencana Orientasi dan Jangkauan Pusat-Pusat Pelayanan...5
Tabel 1.3. Rencana Fungsi dan Kegiatan Pusat-Pusat Pelayanan...5
Tabel 1.4. Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Mukomuko Tahun 2020...13
Tabel 1.5. Sungai dan Anak Sungai Kabupaten Mukomuko...15
Tabel 1.6. Luas Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko Tahun 2020...18
Tabel 1.7. Jarak Antara Ibukota Kecamatan dengan Keluraha/Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko 20 Tabel 1.8. Posisi Perbatasan per kelurahan/Desa di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...20
Tabel 1.9. Status Desa/Kelurahan Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...21
Tabel 1.10. Klasfikasi Desa/Kelurahan Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...21
Tabel 1.11. Jumlah Satuan Lingkungan (SLS) terkecil Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...22
Tabel 1.12. Guna Lahan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...25
Tabel 1.13. Jumlah Penduduk Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko Tahun 2020...27
Tabel 1.14. Jumlah Penduduk Di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko 5 Tahun Terakhir...27
Tabel 1.15. Luas Panen Tanaman Perkebunan Menurut Komoditas di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Hektar) Tahun 2015-2020...28
Tabel 1.16. Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Komoditas di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2015-2020...28
Tabel 1.17. Jumlah Koperasi di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020...29
Tabel 1.18. Jumlah Lembaga Keuangan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020 29 Tabel 1.19. Jumlah Lembaga Keuangan di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020 30 Tabel 1.20. Jumlah Pasar di Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko (Ton) Tahun 2020...30
Gambar 1.1. Peta Administasi Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...19
Gambar 1.2. Peta Jenis Tanah Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko...23
Gambar 1.3. Peta Kelerengan Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko...24
Gambar 1.4. Peta Guna Lahan Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...26
Gambar 1.1. Peta Administasi Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...19
Gambar 1.2. Peta Jenis Tanah Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko...23
Gambar 1.3. Peta Kelerengan Kawasan Perencanaan Kota Mukomuko...24
Gambar 1.4. Peta Guna Lahan Wilayah Perencanaan Kota Mukomuko...26