• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 Susi latar belakang makalah Susi08

N/A
N/A
nurhayati nong

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 1 Susi latar belakang makalah Susi08"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Kebijakan Penanganan Bencana Alam dalam Meningkatkan Resiliensi Masyarakat Kota Bengkulu di Badan

Penanggulangan Bencana Daerah.

( Studi Kasus : Banjir di Wilayah Kota Bengkulu )

Disusun Oleh : Susilawati

21010077

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI

BENGKULU

2024

(2)
(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Krisis perubahan iklim di Indonesia bersifat kompleks, melibatkan perubahan iklim, risiko yang muncul, kerusakan lingkungan, pembangunan infrastruktur, pemanfaatan lahan dan masalah pemanfaatan lahan, urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan ancaman regional. Untuk mengatasi krisis ini, Indonesia perlu menerapkan sistem peringatan dini multibahaya (MHEWS), kesadaran sosial, dan koordinasi nasional dan lokal yang terstruktur dengan baik. Investasi dalam manajemen risiko sangat penting untuk mengurangi masalah struktural dan non-struktural, mendorong keterlibatan masyarakat sebagai suatu komunitas, dan melaksanakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

1Pedoman Penetapan Kebijakan penanggulangan bencana yang didasarkan pada tiga acuan peraturan/ regulasi yang ditetapkan yakni Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, Peraturan Walikota No 02 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, Undang-Undang No 03 Tahun 2010 tentang BPBD Kota Bengkulu.

Geografi negara ini memiliki berbagai macam risiko, dengan intensitas perubahan iklim yang tinggi. Negara ini telah mengalami peningkatan bencana alam yang signifikan, termasuk tsunami dan tanah longsor. Untuk mengurangi risiko ini, Indonesia perlu berinvestasi dalam sistem informasi dan teknologi, mengembangkan dan menerapkan sistem peringatan dini multi-bahaya, dan memberikan pendidikan dan dukungan sosial kepada penduduk.

Krisis iklim Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk perubahan iklim, kerusakan lingkungan, pembangunan infrastruktur, masalah pemanfaatan lahan, urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan ancaman regional. Mengatasi tantangan ini akan membantu Indonesia beradaptasi dengan krisis perubahan iklim dan memastikan ketahanan dan kemakmurannya.

1 Eko Pradjoko et al., Membangun Resiliensi Secara Inklusif Melalui Kebijakan Dan Regulasi Untuk Pengurangan Risiko Bencana, 2019.

1

(4)

23Penelitian Universitas Bengkulu tentang mitigasi risiko bencana difokuskan pada dampak penanggulangan bencana terhadap daerah rawan bencana seperti banjir, tsunami, longsor, dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lingkungan strategis universitas dan dampaknya terhadap lingkungan. Data yang digunakan untuk pengkajian meliputi data meteorologi, data banjir historis, dan data Vs30. Penelitian ini juga mengkaji dampak ekonomi penanggulangan bencana terhadap berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kolaborasi antara Universitas Bengkulu dan Dinas Pekerjaan Umum di daerah untuk menanggulangi risiko bencana. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara universitas dan Dinas Pekerjaan Umum dalam melaksanakan upaya mitigasi bencana.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya mitigasi universitas dapat membantu mengurangi dampak bencana terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

Hasil Penelitian Bernuansa Pengurangan Risiko Bencana

Dalam kurun waktu 5 tahun sudah sekitar 20 judul penelitian yang dihasilkan, dan beberapa diantaranya bekerja sama dengan pemerintah daerah Kota Bengkulu untuk penyempurnaan penyusunan tata ruang.

Dengan hasil kerja sama ini maka tata ruang yang dihasilkan adalah tata ruang berbasis mitigasi bencana. Hasil penelitian tentang mitigasi bencana tertuang dalam Tabel 1.

Tabel 1 Jumlah Penelitian Dari Pusat Studi Mitigasi Bencana Univ. Bengkulu

Tahun Jumlah Penelitian Jenis Bencana

2014 1 Gempa bumi

2015 2 Gempa bumi

2016 5 Gempa bumi,Tsunami

2017 5 Gempa bumi, banjir

2018 4 Gempa bumi, banjir

Likuifaksi

2019 3 Likuifaksi

sumber : Peran Pusat Studi Bencana Universitas Bengkulu dalam Pengurangan Risiko Bencana karangan Muchammad Farid

Tabel 1 memberikan informasi yang cukup konsisten akan peran Pusat Studi Mitigasi Bencana Universitas Bengkulu dalam upaya pengurangan risiko bencana yang mungkin terjadi di

2 Pradjoko et al.

3 Adi Ismail, “Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Penanggulangan Pasca Bencana Banjir Di Kabupaten Pati,” 2022, 11, http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/6711.

(5)

Bengkulu. Risiko yang paling tinggi adalah hilangnya nyawa manusia. Hasil penelitian seperti dituangkan dalam Tabel 1, semuanya berbentuk peta risiko bencana, baik bencana gempa bumi, banjir maupun likuifaksi. Dengan adanya peta-peta tersebut kita dapat mensosialisasikan kepada masyarakat, dimana tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi gempa bumi. Selain dengan sosialisasi, pihak pemerintah daerah melalui Dinas Tata Ruang dapat menempatkan bangunan-bangunan strategis dan perumahan tidak pada lokasi-lokasi yang rawan bencana.

Dengan penempatan seperti ini setidaknya sudah melakukan upaya untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan, perumahan penduduk dan bahkan korban jiwa penduduk, khususnya penduduk miskin. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa korban jiwa terbanyak saat terjadi bencana berasal dari kalangan miskin.

4Studi ini berfokus pada strategi Badan Perencanaan Daerah (BPBD) dalam menangani risiko banjir di Kabupaten Pati, Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi terbaik dan optimal untuk meminimalkan dampak banjir terhadap ekonomi dan lingkungan. Kabupaten Pati adalah daerah padat penduduk dengan banyak risiko banjir, dan BPBD adalah badan yang bertanggung jawab untuk menangani risiko ini. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif dengan pengumpulan data kualitatif, observasi, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data melibatkan pengumpulan informasi dari berbagai departemen, termasuk Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum, dan Departemen Pekerjaan Umum. Analisis data mencakup penggunaan analisis SWOT oleh Kantor Wilayah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan strategi BPBD dalam menangani risiko banjir di Kabupaten Pati. Temuan akan membantu menginformasikan pengembangan strategi komprehensif untuk mengatasi risiko banjir di daerah tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Rawa Makmur Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif, meliputi observasi, survei, dan dokumentasi, untuk menganalisis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Bengkulu di wilayah Rawa Makmur Kota Bengkulu belum siap secara memadai dalam proses perencanaan, karena proses perencanaan belum terstruktur dengan baik dan tepat waktu. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya

4 Reni Insyiroh, Sri Indarti, and Titi Darmi, “Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu Dalam Penanggulangan Bencana Banjir Di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu,” Jurnal Manajemen Publik Dan Kebijakan Publik (JMPKP) 5, no. 2 (2023): 223–38, https://doi.org/10.36085/jmpkp.v5i2.5202.

3

(6)

perencanaan, penanggulangan bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi yang tepat bagi wilayah tersebut. Penelitian ini juga menyoroti perlunya campur tangan pemerintah dalam proses perencanaan, seperti penerapan kebijakan perencanaan dan penanggulangan bencana, serta pelaksanaan proses perencanaan.

Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program BPBD Kota Bengkulu untuk mengurangi risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPBD efektif dalam mengurangi risiko bencana, termasuk penilaian risiko bencana BPBD dan anggaran sekolah. Program ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan manajemen risiko bencana secara sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi peran BPBD dalam melaksanakan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti penilaian risiko bencana, anggaran sekolah, dan manajemen risiko bencana. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemangku kepentingan pemerintah dan nonpemerintah dalam melaksanakan langkah-langkah mitigasi bencana. Metodologi penelitian melibatkan observasi, survei, dan dokumentasi. 5Data yang dikumpulkan dari penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BPBD efektif dalam mengurangi bencana, dan penelitian ini menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk memastikan manajemen bencana yang efektif.

1.2 Rumusan Masalah

 Apa saja kebijakan yang diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu dalam penanggulangan bencana banjir ?

 Bagaimana Efektivitas kebijakan tersebut dalam meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap bencana alam ?

 Apa saja tantangan yang dihadapi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam implementasi kebijakan penanggulangan bencana ?

 Bagaimana peran masyarakat dalam mendukung kebijakan penanggulangan bencana untuk meningkatkan resiliensi ?

5 Pandu Sakti, Faizal Anwar, and Rekho Adriadi, “Analisis Penerapan Program Mitigasi Bencana Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari 2, no. 1 (2020):

39–44, https://doi.org/10.31539/joppa.v2i1.1802.

(7)

1.3 Tujuan

 Mengetahui kebijakan apa saja yang diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu dalam penanggulangan bencana banjir

 Mengetahui Seberapa Besar Efektivitas kebijakan tersebut dalam meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap bencana alam

 Mengetahui Tantangan Apa Saja yang dihadapi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam implementasi kebijakan penanggulangan bencana

 Mengetahui apa saja peran masyarakat dalam mendukung kebijakan penanggulangan bencana untuk meningkatkan resiliensi

5

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan pecgelolaan sumber daya bantuan

Penanggulangan Bencana banjir di Kabupaten Brebes dengan Mitigasi merupakan suatu komponen yang fundamental yang harus dilakukan untuk menanggulangi bencana banjir karena

Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur ini, disusun sebagai bahan pedoman pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahunan

masalah penelitian ini adalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dalam Penanggulangan Bencana Erupsi

Dalam pencapaian sasaran strategis ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Badung menetapkan Indikator Kinerja Utama yaitu jumlah tokoh masyarakat yang

Pengertian risiko bencana menurut Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 tahun 2012 adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat

Adapun penanggulangan terhadap bencana banjir yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Prabumulih seperti penyisiran sungai, membersihkan sampah yang menyumbat

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam penanggulangan bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Buru Provinsi