• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 PENGEMBANGAN WILAYAH

N/A
N/A
Asaitiel Muhro

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 2 PENGEMBANGAN WILAYAH"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Wateropvanggebiede is versprei oor Merauke Regency, Mimika Regency, Puncak Regency, Waropen Regency, Sarmi Regency, Keerom Regency en Jayapura Regency. Kusgrensgebiede is versprei oor Biak Numfor Regency, Supiori Regency, Yapen Islands Regency, Merauke Regency, Mappi Regency, Asmat Regency, Mimika Regency, Nabire Regency, Waropen Regency, Mamberamo Raya Regency, Sarmi Regency, Jayapura Regency en Jayapura City. Die gebied rondom die reservoir/meer is versprei oor Merauke Regency, Paniai Regency, Deiyai ​​Regency, Mamberamo Raya Regency, Jayapura Regency en Jayapura City.

Daerah rawan tsunami antara lain Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Nabire, Kabupaten Waropen, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura. Kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT) di Kabupaten Asmat, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Boven Digoel. Pertanian lahan kering tersebar di Kabupaten Keerom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Jayawijaya.

Areal peruntukan peternakan tersebar di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Daerah penangkapan ikan yang ditetapkan tersebar di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Nabire, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Mimika, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi, Kabupaten Merauke dan kota Jayapura. Kawasan peruntukan industri berada di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabira, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Boven Digeol, Kabupaten Mappi, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Merauke.

Kawasan wisata budaya tersebar di Kabupaten Asmat, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Supiori dan Kota Jayapura.

Gambar 2.1 Rencana Struktur Ruang Nasional di Provinsi Papua
Gambar 2.1 Rencana Struktur Ruang Nasional di Provinsi Papua

Kawasan Strategis

Arahan Pengembangan Kabupaten Jayawijaya A. Rencana Struktur Ruang Wilayah

Pusat-pusat kegiatan meliputi

Bpiri-distrik, Walesi in Walesi-distrik, Sogokmo in Asotipo-distrik en Maima in Maima-distrik.

Sistem Jaringan Prasarana Utama a. Sistem jaringan transportasi darat

Kabupaten Jayawijaya mempunyai beberapa lapangan udara pengumpan yaitu: Bandara Piramida di Distrik Piramida, Bandara Wollo di Distrik Wollo, Bandara Ibele di Distrik Ibele. Ketiga lapangan terbang tersebut saat ini hanya beroperasi untuk melayani penerbangan khusus dan dipelihara sambil menunggu layanan darurat. Selain itu, terdapat lapangan terbang Enggolok di Kecamatan Trikora dengan layanan perintisan dua kali seminggu yang dilakukan secara swadaya masyarakat sebagai upaya mengatasi isolasi wilayah.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terletak di Distrik Asolokobal, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) terletak di Distrik Kurulu, Distrik Yalenga, Distrik Asolokobal dan Distrik Itlay Hisage, sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebar di setiap desa di Kabupaten Jayawijaya. Pelayanan sistem jaringan listrik merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Rencana penyediaan kebutuhan listrik ini selain untuk meningkatkan ketersediaan listrik juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat membantu kegiatan sosial dan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Jayawijaya.

Sistem jaringan terestrial yang saat ini terbatas layanannya hanya menjangkau Kabupaten Wamena. Sistem jaringan nirkabel digunakan untuk melayani kebutuhan telekomunikasi antar kabupaten Wamena, Kurulu, Asolokobal, Usilimo, Hubikosi, Witawaya, Pisugi, Pelebaga, Wouma, Welesi, Asotipo dan Hubikiak. Sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Jayawijaya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara pembakaran dan penimbunan.

Sistem drainase eksisting di Kabupaten Jayawijaya meliputi revitalisasi saluran drainase eksisting dan pembuatan saluran baru di kawasan perkotaan Wamena, Distrik Wouma, Distrik Wesaput, Distrik Asologaima, Distrik Silokarnodoga, Distrik Kurulu, Distrik Witawaya, Distrik Walalmastri, Hubiko. , Distrik Libarek. Sistem pelayanan air minum di Kabupaten Jayawijaya adalah sebagai berikut: .. pengembangan jaringan air minum di wilayah perkotaan Wamena; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di Kabupaten Napua untuk melayani wilayah pemukiman Napua dan Wamena; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di Kabupaten Walesi untuk melayani wilayah pemukiman di Walesi dan Wamena; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di Kabupaten Kurulu untuk melayani kawasan pemukiman Kurulu; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di distrik Libarek untuk melayani kawasan pemukiman Libarek, Witawaya, Pisugi; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di distrik Wollo untuk melayani kawasan pemukiman Wollo; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di distrik Siepkosi untuk melayani kawasan pemukiman Siepkosi dan Walelagama; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di distrik Asologaima untuk melayani kawasan pemukiman Asologaima dan Silokarndoga; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di kawasan Piramida untuk melayani kawasan pemukiman Piramida; .. penyediaan jaringan air minum dari sumber air di distrik Yalenga untuk melayani kawasan pemukiman Yalenga. e) Jalur evakuasi bencana.

Gambar 2.4 Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Jayawijaya
Gambar 2.4 Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Jayawijaya

Rencana Pola Ruang Wilayah 1. Kawasan Lindung meliputi

HPK (Hutan Produksi Konversi) terletak di Kecamatan Maima, Itlay Hisage, Siepkosi, Wadangku, Wollo, Bpiri, Bugi, Yalengga, Koragi, Bolakme, Tagime, Tagineri, Molagolome, Asologaima, Muliama, Ibele, Tailarek, Pelebaga dan Asotipo. Daerah budidaya tanaman pangan lahan basah meliputi Kecamatan Walelagama, Hubikiak, Pisugi, Witawaya, Hubikosi, Musatfak, Kurulu, Libarek, Silokarnodoga, Usilimo, Yalengga, Piramida, Bolakme dan Molagalome. Daerah budidaya tanaman pangan lahan kering meliputi Kecamatan Asotipo, Maima, Asolokobal, Walelagama, Itlay Hisage, Wouma, Napua, Hubikiak, Pelebaga, Hubikosi, Muliama, Musatfak, Asologaima, Silokarnodoga, Piramida, Molagalome, Bpiri, Bugi, Bugi, Tagime, , Koragi, Wollo, Usilimo, Kurulu, Wadangku, Libarek, Siepkosi dan Pisugi.

Kawasan budidaya perikanan meliputi Kecamatan Kurulu, Wamena, Wouma, Siepkosi, Witawaya, Pisugi, Musatfak, Libarek, Silokarnodoga, Usilimo, Asolokobal dan Asologaima. Wilayah pertambangan yang ditetapkan di Kabupaten Jayawijaya meliputi penambangan batu di wilayah Wamena, Wouma, Hubikiak, dan Hubikosi. Destinasi dan daya tarik wisata di wilayah Kabupaten Jayawijaya beragam dari berbagai aspek, memiliki keanekaragaman hayati yang besar, sumber daya alam yang melimpah, beragam budaya suku yang khas dan unik, serta situs sejarah penting.

Gambar 2.5 Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Jayawijaya
Gambar 2.5 Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Jayawijaya

Penetapan Kawasan Strategis

GAMBARAN UMUM KABUPATEN JAYAWIJAYA

  • Letak Geografis dan Administrasi
  • Iklim
  • Kondisi Kependudukan
  • Kondisi Ketenagakerjaan
  • Kondisi Sarana dan Prasarana A. Pendidikan

Jayawijaya merupakan sebuah lembah di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata + 1.855 meter di atas permukaan laut, terletak di Lintang Selatan dan Bujur Timur. Pada tahun 2010 Kabupaten Jayawijaya hanya mempunyai 11 kabupaten yaitu Wamena, Asolokobal, Walelagama, Hubikosi, Pelebaga, Asologaima, Musatfak, Kurulu, Bolakme, Wollo dan Yalengga. Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya yang terkenal dengan puncak salju abadi antara lain: Puncak Trikora (4.750m), Puncak Mandala (4.700m) dan Puncak Yamin (4.595m).

Lereng gunung yang terjal serta lembah sungai yang sempit dan terjal menjadi ciri khas pegunungan ini. Cekungan lembah sungai yang cukup luas hanya terdapat di Lembah Baliem Barat dan Lembah Baliem Timur (Wamena). Suhu udara berkisar antara 12 oC hingga 30 oC dengan rata-rata bulanan 19 oC.

Dalam setahun rata-rata kelembaban udara berkisar antara 60% hingga 84% dengan curah hujan di antaranya dan dalam sebulan terdapat sekitar 17-28 hari hujan. Berdasarkan data BMKG, bulan Maret merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Mei. Jumlah penduduk Kabupaten Jayawijaya berdasarkan hasil sensus tahun 2020 berjumlah 269.553 jiwa, terdiri dari 140.584 penduduk laki-laki dan 128.969 penduduk perempuan.

Sedangkan rasio gender penduduk laki-laki terhadap perempuan pada tahun 2020 sebesar 109,01. Kepadatan penduduk di Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2020 mencapai 19,4 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk 4 jiwa per rumah tangga. Kepadatan penduduk di 40 kecamatan tersebut cukup beragam, kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kabupaten Wamena dengan kepadatan 260,6 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Koragi sebesar 4,2 jiwa/km2.

Dari sekian banyak penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja, penduduk laki-laki paling banyak ditemukan pada kelompok umur 25-34 tahun, sedangkan pekerja perempuan paling banyak terdapat pada kelompok umur 35-39 tahun. Menurut sektor lapangan kerja utama, penduduk lebih banyak bekerja pada sektor pertanian dan jasa. Untuk pendidikan dasar, rasio siswa-guru adalah 27,43, yang berarti rata-rata satu guru mengajar 27 hingga 28 siswa.

Kesehatan

Dari 269.553 penduduk Kabupaten Jayawijaya, sebanyak 128.590 jiwa merupakan angkatan kerja dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 81,98 dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,57. Berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang diselesaikan, pengangguran terutama terjadi pada jenjang sekolah menengah atas dan pasca sarjana. Sedangkan rasio siswa terhadap guru di SMA 18,39, SMA 16,47, dan sekolah profesi 20,10.

Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut tidak lepas dari keberadaan tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas tersebut.

Agama

Kondisi Perekonomian A. Perdagangan

Industri

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kondisi Transportasi A. Transportasi Darat

Selain itu, seluruh ruas jalan di Kabupaten Jayawijaya sebanyak 86,48 persen dalam kondisi baik, 5,28 persen dalam kondisi baik, dan 8,24 persen dalam kondisi rusak.

Transportasi Udara

Potensi Wilayah A. Pariwisata

Pertanian

GAMBARAN UMUM KECAMATAN WAMENA 1. Kondisi Geografis

  • Iklim
  • Sarana dan Prasarana A. Pendidikan

Kabupaten Wamena merupakan sebuah lembah di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata +1.669 meter di atas permukaan laut. Distrik Wamena merupakan kecamatan induk di Kabupaten Jayawijaya yang terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Wamena Kota, Sinakma dan Sinapuk, sebelum dimekarkan menjadi 40 kecamatan pada tahun 2015. Kecamatan Wamena mempunyai 8 desa antara lain Desa Honelama, Honelama II, Lantipo, Hurekama, Wamaroma, Autakma, Onaima, Red Rock.

Vegetasi alami hutan tropis basah di dataran rendah memberikan peluang bagi hutan beriklim sedang untuk berkembang pesat di lembah ini. Suhu udara bervariasi antara 10,3oC hingga 29,6oC dengan rata-rata bulanan 21,49oC. Berdasarkan data BMKG, bulan Maret merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi, sedangkan curah hujan terendah terdapat pada bulan November.

Pada tahun 2019, di Kabupaten Wamena hanya terdapat 4 sekolah yaitu 3 sekolah setingkat TK dan 1 sekolah setingkat SD yang berstatus negeri. Berdasarkan data pendataan potensi desa tahun 2019, fasilitas kesehatan di kabupaten Wamena meliputi 1 Rumah Sakit, 1 Puskesmas dan 1 Pustu yang seluruhnya berada di Desa Yugwa. Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut tidak lepas dari keberadaan tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas tersebut.

Keagamaan dan Sosial Lainnya

Potensi Wilayah A. Tanaman Pangan

Tanaman Holtikultura

Perkebunan

Peternakan

Perikanan

Gambar

Gambar 2.1 Rencana Struktur Ruang Nasional di Provinsi Papua
Gambar 2.2 Rencana Pola Ruang Nasional di Papua
Gambar 2.3 Rencana Struktur Ruang dan Pola Pemanfaatan Ruang Provinsi Papua
Gambar 2.4 Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Jayawijaya
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pengkajian Potensi Wilayah Kabupaten Bogor sebagai Wilayah Pengembangan Ternak Sapi Potong. Skripsi Jurusan Sosial Ekonomi Industri Peternakan. Institut Pertanian

ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN CILINCINGJAKARTA

ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN CILINCINGJAKARTA

• Pemerataan pembangunan antar wilayah dan antar sektor untuk memperbaiki kondisi wilayah yang belum berkembang dengan tetap. mempertimbangkan pertumbuhan dan

sektor unggulan dilakukan sebagai langkah dalam pengembangan perekonomian. wilayah dan

Pada BAB Ini berisikan keterpaduan strategi pengembangan kabupaten/kota berdasarkan arahan kebijakan Daerah yang ada, antara lain arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

ekonomi wilayah Kabupaten Pidie diarahkan pada pengembangan.. industri yang didukung oleh kegiatan

Lutfi Muta’ali (1993), dengan judul “Analisis Daya Dukung Lingkungan untuk Perencanaan Pengembangan Wilayah Kabupaten Kebumen”, yang bertujuan untuk menghitung