• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

21

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Bab metodologi penelitian merupakan kerangka dasar dari tahapan penyelesaian tugas akhir. Metodologi penelitian tugas akhir ini mencakup semua kegiatan yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah atau melakukan proses analisis permasalahan tugas akhir.

3.1 Prosedur Penelitian 3.1.1 Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan pencarian publikasi ilmiah dan literatur terbuka, yang sesuai dan dapat dijadikan acuan dalam penelitian ini.

3.1.2 Preprocessing

Preprocessing adalah langkah pertama dalam melakukan simulasi numerik.

Pada tahap preprocessing dilakukan pembuatan geometri, penentuan domain dan pembuatan meshing untuk model turbin angin.

A. Geometri Turbin Angin

Pada tahap ini dilakukan pembuatan model 2D geometri turbin angin sumbu vertikal H-rotor dengan menggunakan software CAD (Computer Aided Design).

Adapun model geometri turbin angin sumbu vertikal H-rotor yang digunakan untuk simulasi numerik ditunjukkan oleh Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Geometri turbin angin sumbu vertikal H-rotor 3 sudu dengan sudu 0012.

(2)

22

Tabel 3.1 Geometri turbin angin sumbu veritkal H-rotor

Geometri Nilai (mm)

Diameter 1030

Panjang sudu 85,8

*Sumber : Castelli, 2012.

B. Domain Pemodelan

Pada tahap ini di lakukan penentuan domain dengan menggunakan software berbasis CFD (Computational Fluid Dynamics). Terdapat dua bentuk domain yaitu rotating domain (domain berputar) dan fixed domain (domain tetap). Rotating domain adalah domain yang berada pada bagian sudu turbin angin berbentuk lingkaran. Domain tersebut digunakan sebagai lintasan putaran sudu turbin angin.

Fixed domain adalah domain pada bagian keseluruhan turbin angin berbentuk balok sebagai batas masuk dan keluarnya aliran fluida.

Gambar 3.2 Fixed domain pemodelan turbin angin sumbu vertikal H-rotor.

Gambar 3.3 Rotating domain pemodelan turbin angin sumbu vertikal H-rotor.

outlet

inlet rotating domain

walls

control circle

(3)

23 Tabel 3.2 Geometri domain turbin angin sumbu vertikal H-rotor

Posisi Geometri Nilai (mm)

Diameter rotating domain 2.000

Diameter control circle 400

Panjang fixed domain 100.000

Lebar fixed domain 80.000

Jarak dari sumbu x-panjang fixed domain 40.000 Jarak dari sumbu y-lebar fixed domain 50.000

*Sumber : Castelli, 2012.

C. Meshing

Pada tahap ini dilakukan pembagian objek menjadi bagian-bagian yang lebih kecil guna memperoleh hasil simulasi yang baik dan akurat. Pembuatan meshing mengikuti prediksi perubahan pola aliran yang akan terjadi. Spesifikasi ukuran meshing yang digunakan mengacu kepada penelitian Castelli, 2012 seperti yang ditunjukkan tabel 3.3 sebagai berikut,

Tabel 3.3 Spesifikasi meshing rotating domain turbin angin sumbu vertikal H-rotor

Lokasi meshing Ukuran meshing

Ukuran grid pada leading edge sudu (mm) 1,3 Growth factor pada leading edge sudu 1,08 Ukuran grid pada trailing edge sudu (mm) 0,4 Growth factor pada trailing edge sudu 1,28 Ukuran grid pada control circle (mm) 3,5 Growth factor dari sudu sampai rotating domain 1,25 Ukuran grid pada rotating domain (mm) 10

*Sumber : Castelli, 2012

Adapun hasil meshing pada rotating domain beserta control circle ditunjukkan pada Gambar 3.4 sebagai berikut,

(4)

24

Gambar 3.4 Meshing rotating domain turbin angin sumbu vertikal H-rotor (Castelli, 2012).

3.1.3 Processing

Processing adalah langkah kedua yakni proses pengaturan parameter untuk simulasi numerik pada turbin angin sumbu vertikal H-Rotor sehingga di dapatkan data-data hasil simulasi. Adapun konfigurasi untuk simulasi turbin angin sumbu vertikal sebagai berikut,

Tabel 3.4 Konfigurasi processing

Jenis Konfigurasi Input

Solver type Pressure based

Time Transient

Viscous model k-epsilon, realizable, standard wall

Scheme method Coupled

*Sumber : Castelli, 2012

3.1.4 Post-processing

Post-processing adalah langkah ketiga yakni penampilan hasil data simulasi yang telah diperoleh dari tahap processing yang mana diolah ke menjadi data kuantitatif dalam bentuk grafik maupun data kualitatif dalam bentuk kontur.

Adapun data kuantitatif yang diolah yaitu moment coefficient dan data kualitatif berupa kontur kecepatan dan streamline.

(5)

25 3.2 Diagram Alir Penelitian

Berikut diagram alir penelitian yang dilakukan,

Gambar 3.5 Diagram Alir Penelitian.

Mulai

Identifikasi Masalah Studi Literatur

Penentuan spesifikasi turbin angin 1. Jenis airfoil 2. Panjang chord

3.Aspect ratio 4. Jumlah sudu 5.Ketebalan sudu

Pembuatan Model

Simulasi Numerik

Analisis Hasil Simulasi Kesimpulan

Selesai

TIDAK

YA CP sesuai Betz limit ? Pengambilan Data

(6)

26

3.3 Variabel Penelitian

Terdapat tiga jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

3.3.1 Variabel Kontrol

Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian disajikan pada tabel 3.5 sebagai berikut,

Tabel 3.5 Variabel kontrol

Variabel Nilai

Chord length 0,858 m

Diameter Rotor 1,030 m

Jenis Airfoil Symmetry

Densitas Udara 1,225 kg/m3

Kecepatan Udara 5 m/s

3.3.2 Variabel Independent

Variabel independent yang digunakan dalam penelitian disajikan pada tabel 3.6 sebagai berikut,

Tabel 3.6 Variabel independent

Variabel Variasi Nilai

Jumlah Sudu 3, 4

Ketebalan Sudu 0012, 0015, 0018

Tip Speed Ratio 2,5; 3; 3,5; 4

3.3.3 Variabel Dependent

Variabel dependent yang digunakan dalam penelitian disajikan pada tabel 3.7 sebagai berikut,

Tabel 3.7 Variabel dependent

Variabel Nilai

Power Coefficient Konstanta

Torque Coefficient Konstanta

Kontur Kecepatan Aliran Visualisasi Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Berikut adalah diagram alir penelitian dari “analisis strategi menggunakan metode swot berdasarkan waktu tunggu jasa pemanduan di jembatan mahakam samarinda”: ` Identifikasi Masalah

Prony Brake Rem Torsi Rem torsi adalah alat yang digunakan untuk mengetahui daya torsi dan kecepatan putar yang dihasilkan oleh turbin air yang akan diteliti, skema dari rem torsi