• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab 4 mata kuliah kmpk

N/A
N/A
narcissa

Academic year: 2025

Membagikan "bab 4 mata kuliah kmpk"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Penderita diare pada balita di Provinsi Riau mencapai 20,93% pada tahun 2017, diikuti oleh 18,68% pada tahun 2018, dan 21,6% pada tahun 2019. Angka kejadian penderita diare di Batam mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir, dengan angka kejadian tertinggi pada tahun 2020 sebesar 41,53%. Penderita diare tertinggi terdapat di UPT Puskesmas Tanjung Uncang, UPT Puskesmas Batu Aji, dan UPT Puskesmas Sei Langkai. Kementerian Kesehatan Sulawesi Tenggara melaporkan 41.071 penderita diare pada tahun 2016, 35.846 pada tahun 2017, dan 39.913 pada tahun 2018. Jumlah penderita diare di Puskesmas Abeli meningkat dari 286 pada tahun 2016 menjadi 160 pada tahun 2018, dan 96 pada tahun 2019.

Beberapa faktor yang menyebabkan diare di daerah kepulauan dan pesisir adalah kurangnya pengetahuan, apabila seseorang tidak memiliki pengetahuan yang baik terhadap perilaku hidup sehat maka akan melakukan tindakan kurang sehat seperti tidak mencuci tangan dan melakukan buang air besar di laut yang akan menyebabkan terjadinya penyakit menular seperti diare. Ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan personal hygiene.

Adapun Upaya penanggulangan diare yang terjadi di daerah pesisir dan kepulauan yaitu disarankan untuk pemerintah lebih memperhatikan ketersediaan air bersih yang terdapat pada Masyarakat sehingga penyakit diare yang ditimbulkan akibat kurangnya kualitas penyediaan air bersih yang dialami Masyarakat dapat dihindari.

Selain itu, diberikan manajemen nutrisi, monitor nutrisi, manajemen diare, dan memberikan pendidikan kesehatan tentang diare dan terapi pemberian madu untuk mengatasi diare. Dan juga dengan pemberian terapi madu untuk penderita diare karena madu memiliki aktivitas bakterisida yang mampu melawan beberapa organisme enterophagetik termasuk spesies dari Salmonella, Shigella dan E. Colli. Madu mengandung dua molekul bioaktif, termasuk flavonoid dan polifenol, yang berperan sebagai antioksidan. Madu meminimalkan frekuensi penyakit diare, meningkatkan penambahan berat badan dan mengurangi lama rawat inap di rumah sakit.

B. Saran

a. Pemerintah

Sebaiknya pemerintah memperhatikan ketersediaan fasilitas seperti air bersih dan ketersediaan jamban yang ada wilayah pesisir dan kepulauan agar Masyarakat dapat terhindar dari penyakit diare.

b. Masyarakat

Sebaiknya Masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan sanitasi lingkungan, dan menggunakan jamban yang seharusnya.

c. Individu

Sebaiknya individu menjaga kebersihan diri sendiri untuk menghindari penyakit lingkungan yang dapat terjadi.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, meneliti tentang Hubungan Penggunaan Sumber Air Bersih dan Ketersediaan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Sukapindah

Salah satu masalah kesehatan lingkungan yang umum terjadi pada sebagian besar kawasan pesisir adalah masalah penyediaan air bersih bagi masyarakat yang bermukim di kawasan

Secara khusus terkait dengan dua masalah yang dipilih, yaitu kesehatan lingkungan melalui ketersediaan air bersih dan pengembangan sistem dan sarana transportasi

Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari merupakan masalahyang cukup pelik, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau, wargamemperoleh air bersih dari mata air yang

Dalam penelitian disarankan agar pemerintah daerah dalam mengurangi kejadian diare pada desa lain dapat mereplikasi pendekatan proyek WSLIC-2 dengan lebih memperhatikan

Pembangunan sarana air bersih di Desa Rawan Air/Pesisir/Terpencil Optimalisasi sarana air minum di Desa Rawan Air/Pesisir/Terpencil Pengadaan Pipa Pelayanan di Desa

Penanggulangan KLB Penanggulanagn dilakukan melalui kegiatan yang secara terpadu oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat, meliputi: 1 Penyelidikan epidemilogis Penyelidikan

HUBUNGAN SARANA KETERSEDIAAN AIR BERSIH, PERILAKU IBU, KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS TAMIANG LAYANG TAHUN 2020 Fajrul Wahyudi1, Meilya Farika