• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4A Yenita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 4A Yenita"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

Penilaian guru sesuai dengan silabus yang sering dikomunikasikan kepada siswa pada awal semester. Teknik penilaian dalam silabus sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar, dan alat serta pedoman penilaian sesuai dengan bentuk penilaian. Sekolah ini mempunyai guru sebanyak 37 orang, yang terdiri dari dua orang guru bergelar magister, 34 orang guru bergelar sarjana, dan satu orang guru kurang dari sarjana, semuanya mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sehingga guru dapat menguasai materi dan keilmuan. berpikir dengan baik untuk mendapatkannya. .

Dari segi sarana dan prasarana, luas tanah sekolah dan luas bangunan sesuai dengan perbandingan antara jumlah siswa. Gedung dibersihkan setahun sekali pada akhir tahun ajaran, dan gedung diperbaiki bila perlu. Jumlah toilet di sekolah sesuai dengan kebutuhan (total ada 15 toilet, namun yang berfungsi hanya 10), ukuran toilet sesuai peraturan, namun toilet kurang memadai.

Teknik penilaian dalam kurikulum sudah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar, namun instrumen dan petunjuk penilaian belum sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.

SMA NEGERI 1 KABUN

Setiap kegiatan ekstrakurikuler dipimpin oleh seorang atau lebih guru yang ditentukan oleh kepala sekolah dan merupakan beban mengajar guru selama satu semester. Karena tidak ada guru yang memiliki pengalaman dalam bimbingan dan konseling, sekolah tidak menawarkan layanan konseling kepada siswa. Setiap pemantauan proses pembelajaran selalu diakhiri dengan diskusi, dimana kepala sekolah dan tim pengembangan kurikulum memaparkan hasil pemantauan kepada guru yang bersangkutan.

Ada juga beberapa guru yang menggunakan model dan media pembelajaran kooperatif (alami dan buatan). Sekolah ini mempunyai 22 guru, yang terdiri dari 14 orang PNS, empat orang guru honorer (honor dari pemerintah daerah), dan empat orang guru honorer (komite sekolah). Semua guru mempunyai gelar sarjana, namun hanya sebagian guru yang mengajar berdasarkan latar belakang pendidikannya.

Evaluasi program rutin dilakukan setiap akhir semester dan kadang-kadang (jika terpaksa) dilakukan sesuai kebutuhan.

PEMETAAN KEMAMPUAN SISWA SMA KABUPATEN KAMPAR DAN KABUPATEN ROKAN HULU DALAM UJIAN NASIONAL

Klasifikasi Berdasarkan Bidang Studi

Untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, maka pembahasan klasifikasi bidang studi (mata pelajaran) akan diuraikan tersendiri untuk jurusan IPA dan IPS dari 2 kabupaten sampel (Kampar dan Rokan Hulu). Hasil Ujian Nasional Siswa SMA Jurusan IPA Kabupaten Kampar Bidang Studi, Klasifikasi Rata-Rata, Tertinggi, Terendah. Dibandingkan tahun ke tahun, bidang studi yang mengalami peningkatan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Biologi; Sementara bidang studi lain (matematika, fisika) justru mengalami kemunduran.

Berdasarkan data pada Tabel 5, untuk Kabupaten Rokan Hulu yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, klasifikasi derajat beberapa bidang studi sama dengan Kabupaten Kampar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Fisika), sedangkan untuk Biologi pada tahun 2009 hanya C, namun pada tahun 2010 mampu meningkat menjadi klasifikasi A. Untuk bidang studi bahasa Indonesia pada tahun 2009 klasifikasinya masih C, kemudian pada tahun 2010 ditingkatkan menjadi B. Untuk bidang sosiologi adalah tergolong B pada tahun 2009 dan 2010, hal ini diduga karena sosiologi masih tergolong baru, belum banyak guru yang berlatar belakang sosiologi, sehingga bidang studi sosiologi biasanya dikuasai oleh guru pada bidang studi lain (sejarah, ekonomi). , beberapa bahkan ilmu eksakta).

Dilihat dari klasifikasi bidang studi situasinya sama dengan kabupaten Kampar, yang membedakan adalah nilai tertinggi untuk beberapa bidang studi (Bahasa Inggris, Matematika dan Geografi).

Tabel 4. Nilai Ujian Nasional Siswa SMA Jurusan IPA Kabupaten Kampar Bidang Studi Klasifikasi Rata-Rata Tertinggi Terendah
Tabel 4. Nilai Ujian Nasional Siswa SMA Jurusan IPA Kabupaten Kampar Bidang Studi Klasifikasi Rata-Rata Tertinggi Terendah

HASIL OBSERVASI KELAS

Ada guru yang membuat RPP sendiri, namun dibuat untuk keperluan administratif, bukan sebagai pedoman mengajar. Mengamati pembelajaran matematika di kelas XII IPS dengan topik integral tak tentu, guru membuka kelas dengan menanyakan kehadiran siswa. Guru tidak dapat mengambil kesimpulan dan penilaian akhir pembelajaran karena manajemen waktu guru yang kurang baik.

Observasi pada mata pelajaran kimia dilaksanakan di kelas X dengan topik Struktur atom dan sistem periodik. Kelompok pertama adalah guru yang mempunyai pengalaman mengajar tetapi belum dapat mengelola kelas dengan baik, guru yang mempunyai pengalaman mengajar dan dapat mengelola kelas dengan baik, guru yang belum dapat mengelola kelas dengan baik karena belum mempunyai banyak pengalaman dalam mengajar. Ketika siswa disuruh mencatat, ada yang tidak dan bermain-main tetapi guru tidak memperdulikannya, hal ini sangat mengesalkan karena guru yang mengajar adalah guru senior.

Hal ini terlihat dari pandangan mata guru yang tertuju ke segala arah siswa, atau dengan kata lain tidak monoton pada siswa tertentu. Pada saat observasi kelas, peneliti juga melihat guru dari aspek kepribadian guru yang mempengaruhi pembelajaran. Guru cukup dekat dengan siswa dan disukai siswa serta mempunyai kepribadian guru yang profesional, ramah, luwes dan berpenampilan menarik, berpakaian rapi dan sopan santun.

Guru tersebut mempunyai pengalaman yang relatif muda (sehingga lulusan honorer langsung menjadi PNS), namun di sekolah ia dianggap senior karena guru-guru lainnya juga merupakan tenaga honorer dan baru lulus dari PT. Guru Bahasa Inggris di SMA 1 Bangkinang berjumlah lima orang dan semuanya memiliki latar belakang mengajar Bahasa Inggris. Dua guru lainnya merupakan tenaga honorer dan semuanya memiliki pengalaman minim serta belum tersertifikasi.

Pada umumnya siswa menginginkan guru yang dapat berkomunikasi dengan baik, mempunyai wawasan yang baik, dapat berbagi dengan mereka, dapat mengajar dengan baik, serta guru yang ramah dan mempunyai selera humor. Bagi siswa, beliau adalah guru yang mereka idamkan, sosok yang mudah tersenyum, enerjik, punya cerita menarik, dan memberikan sudut pandang lebih luas sehingga memahami perasaannya. Siswa menganggap materi bahasa Inggris sulit bagi mereka, namun mereka cukup termotivasi karena guru selalu menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran.

Menurut siswa, gurunya banyak yang cukup cerewet karena sebagian besar gurunya masih setengah muda, lebih baik jika guru yang lebih tua lebih baik dan kita bisa cepat memahami materi yang diajarkan, namun jika guru yang sudah tua ada kegiatan di luar kelas, Malas datang kalau yang datang yang muda-muda, tapi siap-siap dimarahi ibu-ibu.

GAMBARAN SEKOLAH BERDASARKAN STANDAR BSNP 1. Standar Isi

  • Standar Proses
  • Standar Kompetensi Lulusan
  • Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
  • Standar Sarana dan Prasarana
  • Standar Pengelolaan
  • Standar Pembiayaan
  • Standar Penilaian

Hasil pengisian angket yang diberikan menunjukkan bahwa program pengembangan diri dilakukan lebih dari satu kali, padahal kenyataannya masih ada guru yang belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan diri. Nilai KKM ditentukan dengan melibatkan guru bidang studi dalam perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku. Guru mata pelajaran IPA menyatakan akan membawa RPP ke kelas di bawah pengawasan kepala sekolah atau pengawas.

Guru menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan oleh kepala sekolah dan/atau pengawas sebanyak 1-2 kali dalam satu semester. Aspek yang dinilai oleh kepala sekolah atau pengawas adalah silabus dan RPP, strategi pembelajaran dan pengelolaan kelas. Setelah observasi, karena keterbatasan waktu, kepala sekolah terkadang tidak mendiskusikan hasil temuannya dengan guru yang diamati.

Kepala sekolah atau pengawas tidak memberikan tindak lanjut apapun kepada guru yang telah dievaluasi. Pendekatan dan strategi pembelajaran juga kurang sesuai dengan kompetensi, tujuan dan karakteristik siswa serta kurang sistematis. Dari hasil wawancara terhadap guru dan siswa ditemukan bahwa tidak banyak guru yang terbiasa mencari informasi lebih dari satu sumber belajar, baik dari siswa maupun dari guru itu sendiri.

Berdasarkan kualifikasi akademik, guru yang mengajar umumnya memenuhi standar yang diinginkan yaitu S1 dan S2, meskipun masih ada beberapa guru senior yang sudah lulus D3. Hal ini sejalan dengan integritas dan kepribadian guru serta tindakannya yang dinilai baik. Direktur sekolah bersertifikat dan mengajar sesuai beban kerja yang ditetapkan direktur sekolah yaitu 6 jam pelajaran per minggu.

Kepala sekolah mengambil posisi tersebut setelah menyelesaikan pelatihan untuk calon kepala sekolah dengan pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun. Buku akses umum adalah buku teks yang digunakan untuk mata pelajaran yang jumlahnya tidak mencukupi. Tujuan dan misi sekolah disusun sesuai dengan visi sekolah dan diketahui oleh seluruh warga sekolah.

Sekolah berupaya meningkatkan sumber daya manusianya dengan berbagai cara, misalnya melalui instruksi langsung dari kepala sekolah atau melalui kegiatan MGMP.

ANALISIS PENYEBAB MASALAH

Masalah Manajemen

Namun dalam penyusunan jadwal, guru mata pelajaran yang sama tidak pernah libur pada hari atau waktu yang sama sehingga menyulitkan mereka dalam mendiskusikan permasalahan pembelajaran yang dihadapi. Setiap mata pelajaran disajikan sesuai dengan Standar Kompetensi (SC) dan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum masing-masing. Permasalahan yang dihadapi muncul karena materi tidak disajikan pada mata pelajaran terkait ketika akan digunakan pada mata pelajaran lain.

Pihak sekolah melakukan pengawasan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, namun tidak dilakukan secara rutin. Karena tidak tersedianya dana, sekolah tidak memasukkan kegiatan pengembangan kapasitas guru dalam program tahunan sekolah. Pihak sekolah berharap dapat mengirimkan gurunya untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh dinas atau LPMP baik tingkat kabupaten maupun provinsi 2.

Dari hasil observasi kelas, tidak ditemukan guru yang menggunakan strategi pengajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Ditemukan dua orang guru yang mengkondisikan kelas untuk berdiskusi, namun guru tidak menyiapkan materi diskusi, ia hanya meminta siswa mendiskusikan materi yang ada di buku. Beberapa guru telah menerima pelatihan mengenai strategi pengajaran yang berfokus pada pembelajaran, namun tidak cukup percaya diri untuk melakukannya di kelas tanpa bimbingan.

Ada guru yang sudah mencobanya namun menemui kendala dalam pengelolaan kelas sehingga tidak mengulanginya lagi. Dari hasil perbincangan saat FGD dengan guru-guru di bidangnya menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki media dan sumber belajar yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran secara maksimal. Dalam pencarian informasi yang lebih mendalam, peneliti menyimpulkan bahwa permasalahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan terbatasnya jumlah media dan alat pengajaran, namun kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan sendiri media dan alat pengajaran tersebut masih lemah.

Beberapa sekolah telah menyediakan fasilitas tersebut di sekolahnya dan bahkan ada pula yang menyediakan layar LCD dan komputer di dalam kelas agar guru dapat menggunakannya setiap saat. Dari hasil diskusi mereka menyatakan bahwa mereka terkadang menggunakan alat ini sebagai sarana memberikan catatan dan bukan menjelaskan konsep.

Masalah Sarana dan Prasarana

Bahkan ada sekolah yang sudah mempunyai ruang untuk laboratorium, namun tidak mempunyai peralatan sama sekali. Selain kekurangan laboratorium dan peralatan, sekolah juga umumnya tidak memiliki asisten laboratorium yang bertanggung jawab mengelola laboratoriumnya; pada umumnya laboratorium hanya dikelola oleh guru-guru di bidang yang menggunakannya. Hanya satu sekolah yang mempunyai fasilitas ICT yang memadai karena sekolah tersebut merupakan sekolah RSBI.

Namun, ketersediaan ini tidak menjamin bahwa guru akan menggunakannya secara sukarela; kenyataannya hanya sebagian kecil guru yang menggunakannya.

Masalah Budaya atau Potensi Lokal

Gambar

Tabel 3. Jumlah Kompetensi Dasar (KD) yang Pencapaiannya di bawah 60
Tabel 5. Nilai  Ujian  Nasional  Siswa  SMA  Jurusan  IPA  Kabupaten  Rokan Hulu
Tabel 4. Nilai Ujian Nasional Siswa SMA Jurusan IPA Kabupaten Kampar Bidang Studi Klasifikasi Rata-Rata Tertinggi Terendah
Tabel 6. Nilai Ujian Nasional Siswa SMA Jurusan IPS Kabupaten Kampar BidangStudi Klasifikasi Rata-Rata Tertinggi Terendah 2009 2010 2009 2010 2009 2010 2009 2010
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pajak Daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah lebih besar dari t table yaitu 8,524 > 2,364 dan Retrebusi