• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Solok

N/A
N/A
Cytrus

Academic year: 2023

Membagikan "Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Solok"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Solok Tahun 2011-2030

Pada bab ini akan disampaikan arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang didefinisikan Pada bab ini akan disampaikan arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang didefinisikan sebagai arahan pengembangan wilayah untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang wilayah sebagai arahan pengembangan wilayah untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang wilayah kabupaten sesuaidengan RTRW kabupaten melalui penyusunan dan pelaksanaan program kabupaten sesuaidengan RTRW kabupaten melalui penyusunan dan pelaksanaan program penataan/pengembangan kabupaten beserta pembiayaannya, dalam suatu indikasi program penataan/pengembangan kabupaten beserta pembiayaannya, dalam suatu indikasi program utama jangka menengah lima tahunan kabupaten yang berisi rencana program utama, sumber utama jangka menengah lima tahunan kabupaten yang berisi rencana program utama, sumber pendanaan, instansi pelaksana, dan waktu pelaksanaan.

pendanaan, instansi pelaksana, dan waktu pelaksanaan.

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten merupakan perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama penataan/pengembangan wilayah kabupaten dalam jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun perencanaan (20 tahun).

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten berfungsi:

a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman penataan/pengembangan wilayah kabupaten;

b. sebagai arahan untuk sektor dalam penyusunan program (besaran, lokasi, sumber pendanaan, instansi pelaksana, dan waktu pelaksanaan);

c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan setiap jangka waktu 5 (lima) tahun;

d. sebagai acuan bagi masyarakat dalam melakukan investasi.

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten disusun berdasarkan:

a. rencana struktur ruang dan pola ruang;

b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;

c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan; dan d. prioritas pengembangan wilayah kabupaten dan pentahapan rencana

pelaksanaan program sesuai dengan RPJPD.

6.16.1 Prioritas Pemanfaatan RuangPrioritas Pemanfaatan Ruang

Pemanfaatan ruang adalah pelaksanaan program pemanfaatan ruang beserta pembiayaannya, yang didasarkan atas rencana tata ruang. Dalam hal ini pemanfaatan ruang dilakukan melalui :

6 6

Bab Bab

Arahan Pemanfaatan Ruang

Arahan Pemanfaatan Ruang

Wilayah Kabupaten Solok

Wilayah Kabupaten Solok

(2)

1. Rangkaian program kegiatan pelaksanaan pembangunan yang memanfaatkan ruang menurut jangka waktu ruang yang ditetapkan di dalam rencana tata ruang.

2. Pembiayaan program pemanfaatan ruang melalui mobilisasi, prioritas, dan alokasi pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan.

Pemanfaatan ruang dilakukan secara bertahap melalui penyiapan program kegiatan pelaksanaan pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.

6.1.1 Perwujudan Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten

Rencana struktur ruang wilayah kabupaten merupakan kerangka tata ruang wilayah kabupaten yang tersusun atas konstelasi pusat-pusat kegiatan yang berhierarki satu sama lain yang dihubungkan oleh sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten terutama jaringan transportasi.

Rencana struktur ruang yang dibentuk ini mempunyai fungsi sebagai berikut :

 Sebagai arahan pembentuk sistem pusat kegiatan wilayah kabupaten yang memberikan layanan bagi kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan di sekitarnya yang berada dalam wilayah kabupaten; dan

 Sistem perletakan jaringan prasarana wilayah yang menunjang keterkaitannya serta memberikan layanan bagi fungsi kegiatan yang ada dalam wilayah kabupaten, terutama pada pusat-pusat kegiatan/perkotaan yang ada.

Perwujudan rencana struktur ruang wilayah kabupaten, mencakup:

(1) Program perwujudan atau penetapan tata batas wilayah kabupaten melalui pengukuran batas wilayah administratif Kabupaten Solok khususnya dengan Kabupaten sekitar

(2) Program perwujudan sistem perkotaan di wilayah kabupaten, meliputi perwujudan pusat kegiatan mulai dari PKL/PKLp, PPK, hingga PPL di wilayah kabupaten Solok;

(3) perwujudan sistem jaringan prasarana kabupaten, yang mencakup pula sistem prasarana nasional dan wilayah/regional di wilayah kabupaten:

 Perwujudan sistem prasarana jaringan transportasi di wilayah kabupaten, yang meliputi sistem prasarana transportasi darat, udara, dan air;

 perwujudan sistem jaringan prasarana sumber daya air;

 perwujudan sistem jaringan prasarana energi dan kelistrikan;

 perwujudan sistem jaringan prasarana telekomunikasi;

 perwujudan sistem jaringan prasarana lingkungan (persampahan, sanitasi dan drainase); dan

 perwujudan sistem jaringan prasarana lainnya.

(3)

Perwujudan rencana struktur ruang wilayah di Kabupaten Solok ini akan diuraikan sebagai berikut :

6.1.1.1 Program Perwujudan Pengembangan Sistem Perkotaan

Program perwujudan pengembangan sistem perkotaan di wilayah Kabupaten Solok meliputi:

(a) Pengembangan dan Penataan PKL Arosuka

(b) Pengembangan PKLp, meliputi: Alahan Panjang (Kec Lembah Gumanti); Selayo (Kec Kubung); Sumani (Kec X Koto Singkarak); dan Muara Panas (Kec Bukik Sundi)

(c) Pengembangan PPK, mencakup:

1. Paning

gahan (Kec. Junjung Sirih)

6. Sirukam (Kec. Payung Sekaki)

2. Tanjun

g Balit (Kec. X Koto Diatas)

7. Surian (Kec. Pantai Cermin)

3. Talang

(Kec. Gunung Talang) 8. Talang Babungo (Kec Hiliran Gumanti)

4. Sungai

Lasi (Kec.IX Koto Sungai Lasi) 9. Batu Bajanjang (Kec. Tigo Lurah)

5. Bukit

Sileh (Kec. Lembang Jaya) 10. Sp Tanjung Nan IV (Kec. Danau Kembar)

(d) Pengembangan PPL pada masing-masing

kecamatan,meliputi:

Kecamatan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) 1.

Junjung Sirih

 Marapi Utara

 Parumahan 2.

X Koto Diatas  Kuncir

 Sulit Air 3.

Gunung Talang  Kayu Jao

 Lubuk Selasih 4.

IX Koto Sungai Lasi

 Bukit Bais

 Koto Laweh 5.

Lembang Jaya  Batu banyak

 Limau Lunggo 6.

Payung Sekaki  Lubuak Pulai

 Supayang 7.

Pantai Cermin  Lolo

8.

Hiliran Gumanti

 Surik Alahan Tigo

 Sungai Abu 9.

Tigo Lurah  Tanjuang Balik Sumiso

 Garabak 10.

Danau Kembar  Paubungan

 Kampuang Batu Dalam 11.

Kubung  Sawah Suduik

 Lurah Nan Tigo 12.

Lembah Gumanti

 Sungai Nanam

 Aia Dingin

 Tanjuang Balik

(4)

13.

X Koto Singkarak  Pintu Rayo (Tj Alai)

 Saningbakar 14.

Bukik Sundi

 Koto Panjang

 Kenari

Dalam pengembangan sistem perkotaan (pusat kegiatan) tersebut, maka perlu adanya dukungan dan ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan skala pelayanannya. Rencana pengembangan sarana dan prasarana yang dimaksud, akan diuraikan secara lebih jelas di bawah ini.

a. PKL (Pusat Kegiatan Lokal)

Pengembangan PKL Arosuka dilakukan melalui kegiatan : 1) Peningkatan pelayanan rumah sakit kelas C menjadi B.

2) Peningkatan sarana Pasar Lokal Utama I.

3) Pembangunan terminal tipe B.

4) Pengembangan prasarana dan sarana Sistem Angkutan Umum Massal.

5) Peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perkotaan.

6) Pembangunan prasarana TPA Regional di Ampang Kualo, dan alternatif di Kecamatan X Koto Diatas bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solok.

7) Pengembangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT)

8) Pengembangan prasarana dan sarana permukiman (air bersih, drainase, sanitasi).

9) Pengembangan Prasarana Pendidikan tingkat Perguruan Tinggi di Kawasan Perkotaan Arosuka

10) Pengembangan/pembangunan prasarana olahraga (stadion atau sport center) dengan skala pelayanan seluruh wilayah Kabupaten Solok

11) Pembangunan Mesjid Raya Kabupaten di Kawasan Perkotaan Arosuka

12) Pembangunan Gedung Serba Guna atau Gedung Kesenian di Kawasan Perkotaan Arosuka

b. PKLp (Pusat Kegiatan Lokal promosi)

Terdapat 4 (empat) lokasi PKLp yang akan dikembangkan di Kabupaten Solok, yaitu:

1) Alahan Panjang (Kec Lembah Gumanti) 2) Selayo (Kec Kubung);

3) Sumani (Kec X Koto Singkarak); dan 4) Muara Panas (Kec Bukik Sundi)

Pengembangan PKLp tersebut dilakukan melalui kegiatan :

1) Pengembangan/Pembangunan rumah sakit kelas C di Alahan Panjang, Sumani, dan Muara Panas.

2) Peningkatan sarana Pasar Lokal Utama II

3) Pembangunan dan Peningkatan terminal tipe C; dengan rincian:

a. Peningkatan Terminal menjadi Tipe C di Alahan Panjang dan Sumani, b. Pembangunan Terminal Tipe C di Muara Panas.

4) Pengembangan prasarana dan sarana Sistem Angkutan Umum Massal.

5) Peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perkotaan.

(5)

6) Pengembangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT)

7) Pengembangan prasarana dan sarana permukiman (air bersih, drainase, sanitasi).

c. PPK (Pusat Pelayanan Kawasan)

Pengembangan PPK dilakukan melalui kegiatan : 1) Peningkatan pelayanan Puskesmas.

2) Peningkatan prasarana pasar lingkungan

3) Peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perkotaan (Ibukota Kecamatan/IKK).

4) Pengembangan prasarana dan sarana permukiman (air bersih, drainase, sanitasi).

d. PPL (Pusat Pelayanan Lingkungan)

Pengembangan PPL dilakukan melalui kegiatan :

1) Peningkatan pelayanan puskesmas atau balai pengobatan/klinik.

2) Peningkatan prasarana pasar lingkungan.

3) Peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perdesaan.

4) Pengembangan prasarana dan sarana dasar permukiman (air bersih, drainase, sanitasi).

6.1.1.2 Program Perwujudan Sistem Jaringan Prasarana Kabupaten

Program perwujudan sistem jaringan prasarana di Kabupaten Solok, mencakup perwujudan sistem jaringan prasarana transportasi; sistem jaringan prasarana sumber daya air; sistem jaringan prasarana energi dan kelistrikan; sistem jaringan prasarana telekomunikasi; sistem jaringan prasarana lingkungan; dan perwujudan sistem jaringan prasarana lainnya.

1. Perwujudan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Transportasi

Pengembangan sistem jaringan transportasi ditujukan untuk mendukung terciptanya struktur ruang wilayah yang sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang dan penyebaran kegiatan yang telah direncanakan. Berdasarkan analisa pengembangan wilayah dan perkembangan kegiatan pada masa yang akan datang, maka terdapat beberapa aspek penting yang menjadi perhatian utama dalam merencanakan sistem jaringan transportasi antara lain :

a. Bahwa sistem transportasi lokal memiliki keterkaitan yang kuat dengan sistem transportasi regional;

b. Pengembangan simpul-simpul transportasi harus mempertimbangkan keterkaitannya dengan sistem transportasi lainnya, terutama proses peralihan antar moda transportasi.

c. Bahwa setiap prasarana dan sarana transportasi memiliki karakteristik pelayanan yang spesifik dan berhirarki, dan secara spasial saling berpengaruh dengan pola guna lahan dan struktur ruang wilayah atau kawasan.

(6)

Untuk meningkatkan dan mempertahankan tingkat pelayanan prasarana transportasi guna mendukung berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan, program perwujudan pengembangan sistem jaringan prasarana transportasi diantaranya adalah :

1) Dukungan perwujudan sistem jaringan jalan arteri primer (Jalan Nasional).

2) Dukungan peningkatan kapasitas pelayanan sistem jaringan jalan kolektor primer (Jalan Provinsi).

3) Pembangunan jaringan jalan lokal primer dan jalan lingkungan (Jalan Kabupaten) 4) Peningkatan kapasitas pelayanan sistem jaringan jalan lokal primer dan jalan

lingkungan (Jalan Kabupaten).

5) Peningkatan ruas jalan “Triple Axis” Wilayah Tengah Selatan dan jaringan penghubungnya (feeder)

6) Peningkatan dan pengembangan prasarana terminal umum.

7) Peningkatan dan pengembangan sistem angkutan umum masal

8) Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pelayanan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan.

9) Dukungan pengembangan/pembangunan jaringan jalur kereta api.

Program tersebut dijabarkan atas kegiatan sebagai berikut : A. Program Transportasi Darat (Jaringan Jalan)

(1) Dukungan Perwujudan Jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) (a) Bts Kota Solok - Lubuk Selasih.

(b) Lubuk Selasih - Bts Kota Padang

(c) Bts Kab. Tanah Datar - Bts Kota Solok (via Kec X Koto Singkarak,Kab Solok)

(d) Bts Kota Solok-Bts Kota Sawahlunto/MA. Kalaban (via Kec X Koto Sungai Lasi, Kab Solok)

(2) Dukungan Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi) (a) Ruas jalan Lubuk Minturun – Paninggahan, yang menghubungkan Kota

Padang - Kab. Solok.

(b) Ruas Jalan Pasar Baru - Alahan Panjang, yang menghubungkan Kab.

Pesisir Selatan - Kab. Solok

(c) Ruas Jalan Alahan Panjang - Kiliran Jao, yang menghubungkan Kab.

Solok – Kab Sijunjung.

(3) Dukungan Peningkatan Jaringan Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi)

(a) Ruas Jalan Solok - Kubang Duo - Alahan Panjang, yang menghubungkan Kota Solok - Alahan Panjang (Kab. Solok)

(b) Ruas Jalan Lubuk Selasih – Padang Aro – Batas Prov Jambi, yang menghubungkan Kab Solok – Kab Solok Selatan – Batas Prov Jambi (c) Ruas Jalan Arteri Ibukota-Pt. Angin Lb. Saiyo (KM 20 Solok)

(4) Peningkatan Jaringan Jalan Lokal Primer (Jalan Kabupaten)

(7)

(a) Kec Junjung Sirih:

Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Paninggahan – PPL Parumahan dan Antara PPK Paninggahan – PPL Marapi Utara:

Sumani (Kec X Koto Singkarak) – Baing (No Ruas 16) Gando – Tambak (154)

(b) Kec X. Koto Singkarak:

1) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PKLp Sumani – PPL Saningbakar:

Koto Sani – Saning Bakar (97) Sumani – Terminal Sumani (170)

2) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PKLp Sumani – PPL Pintu Rayo (Tj Alai)

Singkarak – Tj Alai ( 12) Sp IV Aripan – Tj Alai (98) Aripan – Tikalak (228) Singkarak – Sp Aripan (13) (c) Kec. X Koto Diatas:

1) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Tanjung Balit dengan PPL Sulit Air : Tanjung Balit – Sulit Air (3)

2) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Tanjung Balit – PPL Kuncir:

Sp IV Aripan – Tj Balit (4) Paninjauan-Kuncir (10) (d) Kec.IX Koto Sungai Lasi

1) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Sungai Lasi – PPL Bukit Bais : Sei Lasi – Bukit Bais (39)

2) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Sungai Lasi – PPL Kt Lawas:

Sungai Lasi –Indudur (99) Koto Lawas – Indudur (100) Guguk Sarai – Koto Lawas (101) (e) Kec Kubung

1) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Selayo – PPL Sawah Suduik: Selayo – Gantung Ciri (20)

2) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Selayo – PPL Lurah Nan Tigo:

Selayo – Gantung Ciri (20) Cupak – Gantung Ciri (26) (f) Kec Bukik Sundi

(8)

Ruas Jalan yang menghubungkan antara PKLp Muaro Panas – PPL Koto Anau dan Antara PKLp Muaro Panas – PPL Kenari:

Muaro Panas – Koto Anau(29) Muaro Panas – Parambahan (30) Parambahan – Dilam (104) (g) Kec Payung Sekaki

Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Sirukam – PPL Supayang dan Antara PPK Sirukam – PPL Koto Ib Pulai:

Sirukam – Supayang (41) Tabek – Supayang (35) Koto Tingga – Sirukam (143) (h) Kec Lembang Jaya

1) Ruas Jalan yang menghubungkan antara PPK Bukit Sileh – PPL Batu banyak: Batu Banyak – Bukit Sileh (51)

2) Ruas Jalan yang menghubungkan antara Bukit Sileh – PPL Limau Lunggo : Batu bajanjang- Korong Lembah (131)

(i) Kec Gunung Talang

1) Ruas Jalan menghubungkan antara PKL Arosuka-PPL Kayu Jao:

Kayu Aro – Kayu Jao (155) Sp Kayu Jao – Pabrik Teh (167)

2) Ruas jalan yang menghubungkan antara PKL Arosuka – PPL Lubuk Selasih : Jalan arteri primer Padang – Arosuka – Kota Solok

(j) Kec Danau Kembar

1) Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Kampuang Batu Dalam dan antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Paubungan:

Ps Sp Tj Nan IV – Kp Batu (55) Kp Batu – Kp Batu Dalam (177) Sp Tj Nan IV – Air Barak (108) (k) Kec Lembah Gumanti:

1) Ruas jalan yang menghubungkan antara PKLp Alahan Panjang – PPL Sungai Nanam :

Jalan Kolektor Primer Alahan Panjang –Kb Nan Duo-Kota Solok Jalan lokal primer : Salimpat – Limpet Pageh (59)

2) Ruas jalan yang menghubungkan antara PKLp Alahan Panjang – PPL Aia Dingin : Jalan kolektor primer Alahan Panjang (via Aia Dingin) – Surian – Padang Aro (Kab Solok Selatan)

(l) Kec Pantai Cermin:

Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Surian – PPL Lolo : Jalan kolektor primer Alahan Panjang (via Lolo)-Surian

(9)

(m) Kec Hiliran Gumanti :

1) Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Talang Babungo- PPL Surik Alahan III : Talang Babungo – Suriak Alahan Tigo (60) 2) Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Talang Babungo –

PPL Sungaiabu :

Talang Babungo – Suriak Alahan Tigo (60) Suriak Alahan Tigo – Sungai abu (62) (n) Kec Tigo Lurah :

1) Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Batu Bajanjang – PPL Sumiso :

Rangkiang Tulus – Batu Bajanjang (57) Rangkiang Tulus – Sumiso (109) Sumiso – Garabak Data (111)

2) Ruas jalan yang menghubungkan antara PPK Batu Bajanjang – Garabak:

Batu Bajanjang – Sabi Air (162) Sabi Air - Garabak (207)

Sumiso – Garabak (111)

(5) Peningkatan ruas jalan “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan dan jaringan penghubungnya (feeder)

A. Ruas Jalan “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan:

Pengembangan ruas jalan “Triple Axis” utama Wilayah Tengah Selatan terdiri atas poros barat, tengah, dan timur yang ditujukan untuk menjaga akses pada seluruh wilayah bagian tengah dan selatan dari Kabupaten Solok, seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 6.1

Program Utama Pengembangan Ruas Jalan “Triple Axis” Wilayah Tengah Selatan Kabupaten Solok

No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan

yang Dihubungkan

Rencana Pengembangan 1 Poros Barat (jalan kolektor primer/jalan

provinsi):

Lubuk Selasih - Sp Tj Nan IV - Alahan Panjang – Surian – Batas Kab Solok ke Arah Padang Aro (Solok Selatan)

Kec Gunung Talang-Kec Danau Kembar-Kec Lembah Gumanti – Kec Pantai Cermin – Padang Aro (Kab Solok Selatan)

Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

2 Poros Tengah (jalan kolektor primer/jalan provinsi):

Batas Kota Solok – Tabek – Kb Nan Duo – Sei Nanam – Alahan Panjang – Talang Babungo – Sarik Alahan Tigo- Sungai abu

Batas Kota Solok – Kec Kubung – Kec Bukik Sundi – Kec Payung Sekaki – Kec Lembah Gumanti – Kec Hiliran Gumanti

Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

3 Poros Timur (jalan lokal primer/jalan kabupaten):

 Sei Lasi - Bukit

Bais (39)

 Bukit Bais – Sei

Kec Sei Lasi – Kec Payung

Sekaki – Kec Tigo Lurah Peningkatan jaringan jalan lokal primer

(10)

No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan

yang Dihubungkan Rencana Pengembangan Durian (38)

 Sei Durian –

Sp.Subalin (37)

 Supayang – Sp

Subalin (81)

 Sp Supayang –

Sirukam (41)

 Sirukam

-Rangkiang Lulus (42)

 Rangkiang Lulus

– Batu Bajanjang (57)

 Batu Bajanjang –

Sabi Air (162)

 Sabi Air –

Garabak (207)

Sumber: RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029 dan Hasil Rencana, 2010

B. Ruas Jalan Penghubung (Feeder) dari “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan

Pengembangan ruas jalan penghubung (feeder) dari “Triple Axis” Utama pada bagian wilayah Tengah Selatan bertujuan untuk menghubungkan 3 (tiga) poros utama, baik itu antara barat dan tengah, maupun tengah dengan poros timur Kabupaten Solok, seperti pada tabel berikut

Tabel 6.2

Program Utama Pengembangan Ruas Jalan Penghubung (Feeder) dari “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan

No Ruas Jalan Simpul yang

dihubungkan Rencana

A Feeder antara poros Barat dengan Poros Tengah 1. Cupak – Muara Panas

 Cupak – Muara

Panas (27) Kec Gn Talang – Kec

Bukik Sundi

Peningkatan jalan lokal primer

 Muara Panas –

Panyakalan (86) Peningkatan jalan lokal primer

2. Arosuka (Sukarami) – Kb Nan Duo - Sirukam

 Sukarami – Bt

Bajanjang (74)

Kec Gn Talang – Lb Jaya – Payung Sekaki

Peningkatan jalan lokal primer

 Kb Nan Duo-

Bukik Sileh(145) Peningkatan jalan lokal primer

 Kb. Nan Duo –

Sirukam (89)

Peningkatan jalan lokal primer 3. Pasar Surian – Sungai Abu :

 Belakang

Pasar – Kulemban (219) Kec Pantai Cermin – Kec Hiliran Gumanti

Peningkatan jalan lokal primer

 Kulemban –

Sungai Abu Pembangunan jalan lokal primer

4. Pintu Rimbo/Lolo – Sp Pinti Kayu :

 Lolo – Pintu

Rimbo (63)

 Ps Lolo –

Lubuk Muaro (82)

Kec Pantai Cermin –

Kec Hiliran Gumanti Peningkatan jalan lokal primer

 Lubuk Muaro –

Pinti Kayu Pembangunan jalan lokal primer

 Pinti Kayu –

Sp. Pinti Kayu (201) Peningkatan jalan lokal primer

(11)

No Ruas Jalan Simpul yang

dihubungkan Rencana

5. Alahan Panjang–Talang Babungo (53) Kec. Lembah Gumanti - Kec. Hiliran Gumanti

Peningkatan jalan kolektor primer B Feeder antara poros Tengah dengan Poros Timur

6. Talang Babungo – Garabak (112) Kec. Hiliran Gumanti –

Kec Tigo Lurah Peningkatan jalan kolektor primer 7. Limau Puruik-Kp Baru-Kapujan-Batu Bajanjang:

 Lk Bt Gadang

(Llimau Puruik) – Kp. Baru (187)

 Kp. Baru -

Kapujan (46)

 Kp Tangah

-Kapujan(173)

 Sp Kapujan -

Kapujan(192)

Lembah Gumanti- Payung Sekaki-Tigo Lurah

Peningkatan jalan lokal primer

8. Tabek – Supayang (35) Kec. Payung Sekaki Peningkatan jalan lokal primer

Sumber: RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029 dan Hasil Rencana, 2010

B. Program Pengembangan Prasarana Terminal

Program pengembangan prasarana terminal di Kabupetan Solok hingga tahun 2030, diantaranya:

(1) Pembangunan Terminal Penumpang Tipe B di Arosuka (Kec Gunung Talang) (2) Peningkatan dan optimalisasi Terminal Penumpang Tipe C pada PKLp,

mencakup:

i. Terminal Penumpang Tipe C di Sumani (Kec X Koto Singkarak)

ii. Terminal Penumpang Tipe C di Alahan Panjang (Kec. Lembah Gumanti) iii. Terminal Penumpang Tipe C di Muara Panas (Kec. Bukik Sundi)

C. Program Pengembangan Sistem Jaringan Rel Kereta Api

Rencana pengembangan jaringan jalur kereta api di Kabupaten Solok sesuai dengan rencana jaringan kereta api pada lintas barat Sumatera (berdasarkan RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029), dengan program utama:

1) Dukungan terhadap pengembangan jaringan jalur kereta api berikut prasarananya yang melintasi jalur dan menghubungkan antara : Padang (Teluk Bayur) - Lubuk Alung - Padang Panjang – Solok - Sawahlunto dan 2) Dukungan terhadap rencana pembangunan jalur short cut Pauh

Limo (Padang) – Solok

D. Program Transportasi Danau

Program pengembangan transportasi danau meliputi :

(1) Pengembangan/pembangunan dermaga pelabuhan untuk kegiatan wisata di Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau Talang.

(2) Pengembangan angkutan danau (kapal/perahu) untuk tujuan wisata di Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau Talang.

(3) Pengembangan/Pembangunan Dermaga pelabuhan barang dan penumpang di Kawasan Danau Singkarak, dan Danau Diatas, Danau Dibawah

(12)

2. Perwujudan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Energi/Kelistrikan Dalam rangka pengembangan sistem jaringan dan pusat pembangkit tenaga listrik baru, kebijakan yang akan ditempuh adalah sebagai berikut :

a. Perencanaan sistem jaringan distribusi yang andal.

b. Interkoneksi sistem pembangkit yang ada.

c. Pengendalian sistem pelayanan pada gardu induk.

d. Memanfaatkan sumber pembangit energi alternatif untuk mendukung kontinutas pasokan listrik.

e. Pemanfaatan pusat-pusat pembangkit listrik yang berada di luar wilayah Kab.Solok.

Untuk meningkatkan ketersediaan energi/kelistrikan melalui kegiatan :

a. Peningkatan pasokan daya listrik yang bersumber dari PLN Cabang Solok secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Solok b. Peningkatan kapasitas pembangkit listrik eksisiting, meliputi

 PLTD di Sungaiabu (Kec Hiliran Gumanti)

 PLTD di Surian (Kec Pantai Cermin)

c. Pengembangan prasarana pembangkit baru dengan alternatif sumber energi yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu meliputi:

 Pengembangan sumber energi panas bumi di Gunung Talang, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), dengan kapasitas 94 MW dengan jaringan transmisi 150 KV, sesuai dengan RUPTL PT PLN 2009- 2018

 Pembangunan pembangkit mikro hidro di Kec. Tigo Lurah Bajanjang, dan Kec. Hiliran Gumanti, serta Kec. X Koto Diatas

d. Peningkatan jaringan distribusi listrik untuk mendukung kegiatan industri pada pusat kegiatan utama Kabupaten (Arosuka, Alahan Panjang, Selayo, Sumani, dan Muara Panas)

e. Peningkatan jaringan distribusi listrik utama ke pusat-pusat kecamatan di Kab. Solok.

3. Perwujudan Pengembangan Sistem Jaringan Telekomunikasi

Dalam rangka pengembangan pelayanan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Solok, maka kebijakan pengembangan sektor telekomunikasi adalah sebagai berikut :

a. Pengaturan zona-zona pembangunan tower-tower transmisi selular, terutama yang berada di tengah kota dan pada bangunan-bangunan bertingkat, agar sesuai dengan kriteria teknis, kriteria keselamatan penerbangan dan kriteria keindahan kota.

b. Pemilihan lokasi stasiun transmisi telekomunikasi harus memperhatikan kondisi geologi setempat dan keserasiannya dengan pola pemanfaatan lahan di sekitarnya.

c. Pengembangan jaringan telepon kabel, harus dikembangkan secara bertahap dan ekonomis.

d. Pengembangan sistem jaringan bawah tanah harus memperhatikan rencana pengembangan wilayah pada masa yang akan datang, dan sistem jaringan bawah tanah lainnya lainnya (pipa air bersih, pipa air kotor, jaringan drainase, dll).

(13)

Pengembangan jaringan telekomunikasi didasarkan atas tingkat kebutuhan suatu wilayah yang mengikuti tingkat perkembangan penduduk. Program pengembangan jaringan telekomunikasi dilakukan melalui kegiatan :

a. Pengembangan jaringan komunikasi seluler yang mencakup keseluruhan wilayah Kab. Solok, melalui pembangunan Tower BTS Bersama pada semua wilayah Kecamatan.

b. Pengembangan/peningkatan jaringan telekomunikasi kabel terutama untuk layanan kegiatan industri pada Pusat Kegiatan Utama Kabupaten (PKL dan PKLp) di Kec. Gunung Talang, Kec. Lembah Gumanti, dan Kec. Kubung

4. Perwujudan Pengembangan Sistem Prasarana Sumber Daya Air

Untuk mewujudkan keseimbangan ketersediaan air dalam rangka ketahanan pangan serta meningkatkan dan mempertahankan jaringan irigasi yang ada, maka program pengembangan prasarana sumberdaya air berupa :

a) Peningkatan dan pemeliharaan sumber daya air pada Wilayah Sungai (WS) Lintas Provinsi yang berskala nasional guna menjaga kelestarian lingkungan dilakukan pada : (1) WS Indragiri; dan (2) WS Batanghari

b) Rencana pemeliharaan & pengelolaan jaringan irigasi pada Daerah Irigasi (DI) yang ada di Kabupaten Solok yaitu :

No Kecamatan Jumlah DI

(Unit) Luas Areal (HA)

1. Pantai Cermin 17 2.403,00

2. Lembah Gumanti 31 2.519,80

3. Hiliran Gumanti 45 2.053,65

4. Payung Sekaki 16 3.531,00

5. Tigo Lurah 55 2.255,40

6. Lembang Jaya 33 3.258,14

7. Danau Kembar 11 479,00

8. Gunung Talang 56 8.406,00

9. Bukit Sundi 40 3.084,58

10. IX Koto Sungai Lasi 61 1.204,77

11. Kubung 23 3.352,52

12. X Koto Diatas 64 1.494,60

13. X Koto Singkarak 37 2.852,75

14. Junjung Sirih 10 910,59

Total 499 37.805,80

c) Rencana pengelolaan dan konservasi bendung sebagai bangunan penampung air untuk penyediaan air baku alternatif. Berdasarkan data peta Infrastruktur PU, terdapat 9 (sembilan) bendung yang ada di Kab Solok, yaitu

No Bendung Luas Layanan

(Ha) No Bendung Luas Layanan

(Ha)

1. Bdr Halim 638 Ha 2. Bdr Gadang 1.525 Ha

3. Gr Panjang 834 Ha 4. Bdr Kota Gaek 652 Ha

5. Batang Lembang 750 Ha 6. Muara Danau 1068Ha

7. Bdr Ubo 600 Ha 8. Bdr Lawas Sirukam 2890Ha

9. Sopan Ky Manang 1.160 Ha Sumber: Peta Infrastruktur PU Tahun 2006-2008

d) Program pengamanan abrasi danau, yaitu Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Diatas dan Danau Dibawah

(14)

5. Perwujudan Pengembangan Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan Sistem Prasarana lingkungan yang akan dikembangkan di Kabupaten Solok, terdiri atas : Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM); Prasarana Pengelolaan Air Limbah;

Prasarana Pengelolaan Persampahan; dan Drainase.

a) Sistem Penyediaan Air Minum, dengan program pengembangan meliputi:

1) Peningkatan akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih.

2) Peningkatan kapasitas pelayanan / cakupan layanan.

3) Pembangunan prasarana air bersih bagi masyarakat di pedesaan.

4) Optimalisasi sumber air dengan memanfaatkan kapasitas yang belum terpakai.

5) Peningkatan kualitas air hasil olahan sesuai dengan standar Menkes RI Nomor: 907/Menkes/SK/VII/2002 untuk SPAM Perpipaan PDAM.

6) Penurunan kehilangan air pada sistem perpipaan sesuai dengan standar pelayanan bidang air minum (Kementerian PU-Ditjen Cipta Karya).

7) Peningkatan kontinuitas pelayanan menjadi 24 jam sesuai dengan standar pelayanan bid.air minum (Kementerian PU-Ditjen Cipta Karya).

8) Perlindungan terhadap air baku.

9) Pembuatan aturan dari Pemerintah Daerah untuk pengelolaan sistem perpipaan non PDAM dan SPAM Non Perpipaan

Pengembangan jaringan air bersih perpipaan diprioritaskan pada daerah-daerah yang rawan air minum dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi seperti di Kecamatan Junjung Sirih dan Kecamatan Kubung. Program pompanisasi diprioritaskan pada Kecamatan X Koto Singkarak, Kecamatan Kubung dan Kecamatan Gunung Talang.

b) Prasarana Pengelolaan Air Limbah, dengan program pengembangan meliputi:

1) Pembangunan pengolahan limbah khusus untuk RSUD Arosuka 2) Pembangunan IPAL untuk wilayah selatan, Ibukota, dan Wilayah utara.

3) Peningkatan sarana pengolahan air limbah setempat bagi masyarakat di pedesaan dan pengolahan air limbah secar komunal untuk daerah perkotaan.

4) Sosialisasi tentang sanitasi lingkungan yang sehat kepada masyarakat.

Prioritas penanganan:

1. Kawasan Danau Kembar (wilayah selatan) pada kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Danau Kembar

2. Kawasan Arosuka/Ibukota (Wilayah Tengah) pada Kecamatan Gunung Talang dan Kecamatan Kubung serta Kecamatan Bukit Sundi. Pada kawasan ini banyak terdapat perumahan-perumahan dan RSUD serta pabrik teh

(15)

3. Kawasan Danau Singkarak (Wilayah Utara) pada Kecamatan Junjung Sirih dan Kecamatan X Koto Singkarak

4. Kawasan Daerah Tertinggal yaitu pada Kecamatan Tigo Lurah dan Kecamatan Hiliran Gumanti.

c) Pengelolaan Persampahan

Beberapa arahan program untuk pengelolaan persamapahan diantaranya : 1. Perluasan cakupan layanan bidang persampahan.

2. Pembangunan TPA Regional dan TPA Wilayah.

3. Program pemanfaatan limbah sampah.

Berdasarkan arahan program tersebut, kegiatan yang dapat menunjang program penanggulangan sampah di Kabupaten Solok antara lain :

1. Penambahan jumlah truck sampah

2. Pembangunan TPA di wilayah selatan Kabupaten Solok yaitu di Kecamatan Lembah Gumanti.

3. Pembangunan TPA Regional di Ampang Kualo bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solok.

4. Penambahan jumlah truck tinja 5. Pengadaan Arm Roll.

6. Pembangunan TPS terutama pada daerah pemukiman.

7. Pembangunan pabrik pengolahan sampah (kompos)

Penanganan diprioritaskan pada seluruh Kecamatan di Kabupaten Solok terutama pada pasar-pasar Nagari. Untuk TPA Wilayah Selatan di prioritaskan di Kecamatan Lembah Gumanti karena jumlah timbulan sampah yang bersumber dari sayuran dan buah-buahan sangat tinggi

d) Program untuk jaringan drainase di Kabupaten Solok, diantaranya meliput:

1. Pembangunan saluran drainase permukiman 2. Perbaikan dan pemeliharaan drainase 3. Penyediaan dan perbaikan bak kontrol 4. Penyesuaian elevasi drainase dan saluran

5. Pengangkatan sampah dan sedimentasi serta pembersihan drainase.

6. Operasional dan Pemeliharaan jaringan drainase 7. Sosialisasi pencegahan banjir

6. Perwujudan Pengembangan Prasarana Wilayah Lainnya a. Pengembangan Prasarana Perumahan dan Permukiman

Pendekatan Pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Solok dilakukan melalui strategi sebagai berikut :

(16)

1) Kawasan permukiman diarahkan untuk mengisi kawasan belum terbangun terutama di kawasan pusat kota. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan dari kegiatan-kegiatan yang telah berkembang dan mengurangi perkembangan kawasan permukiman secara sporadis.

2) Pengembangan kawasan permukiman pada pusat – pusat kegiatan, baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok, sedapat mungkin agar berada dalam pengawasan instansi terkait melalui mekanisme IMB.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kawasan permukiman yang teratur dan harmonis diantara kawasan permukiman, dan antara kawasan permukiman dengan kawasan non permukiman lainnya.

3) Penataan kawasan perumahan sepanjang aliran sungai disesuaikan dengan ketentuan sempadan.

4) Perluasan fisik kawasan perumahan disesuaikan dengan arahan pola ruang dan hasil analisis kebutuhan ruang yang diproyeksikan berdasarkan kecenderungan pertumbuhan penduduk.

Program Pengembangan Prasarana Perumahan dan Permukiman

1) Pengembangan permukiman dengan menerapkan konsep hunian berimbang perumahan ukuran besar, sedang, kecil yaitu 1 : 3 : 6.

sedangkan pengadaannya dilakukan oleh swasta, pemerintah, dan masyarakat.

2) Pengembangan prasarana dan sarana lingkungan pendukung perumahan.

3) Perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan perumahan, khususnya untuk perumahan dan kawasan kumuh.

b. Pengembangan Prasarana Perkantoran dan Pemerintahan

Kriteria dari prasarana perkantoran dan pemerintahan antara lain :

1) Berada pada jalur – jalur jalan utama atau jalan protokol yang mempunyai tingkat aksesibilitas ke kecamatan lain cukup tinggi.

2) Memiliki struktur geologi yang mampu mendukung beban bangunan berkonstruksi tinggi.

3) Tidak berdampingan dengan kegiatan yang bersifat polutan seperti kawasan industri, pasar tradisional, dan terminal.

4) Ketersediaan air bersih terjamin.

(17)

Program pengembangan prasarana perkantoran dan pemerintahan di Kabupaten Solok adalah sebagai berikut :

a) Penataan/pengelompokkan terhadap instansi-instansi yang memiliki keterkaitan koordinasi yang tinggi.

b) Relokasi kawasan pemerintahan, khususnya bagi dinas-dinas yang belum memiliki bangunan tetap, pengaturan lokasinya dapat disesuaikan berdasarkan intensitas koordinasi antar instansi.

c. Pengembangan Prasarana Perdagangan

Kriteria dari prasarana perdagangan antara lain :

1) Lokasi tergantung pada hasil analisis pasar dengan mempertimbangkan distribusi penduduk, daya beli dan lokasi dari pusat-pusat yang bersaing.

2) Pusat perdagangan skala regional berada pada jalur arteri.

3) Dekat dengan lokasi pergudangan, terminal regional, dan terminal barang.

4) Mempunyai sirkulasi yang baik.

5) Mempunyai jalur/jalan lain menuju atau pun keluar dari pusat kawasan.

6) Secara fisik berada pada kondisi topografi yang homogen (datar).

7) Mempunyai cukup lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan lahan parkir.

Program pengembangan prasarana perdagangan di Kabupaten Solok adalah sebagai berikut :

a) Relokasi kawasan perdagangan yang sesuai dengan peruntukkannya.

b) Pengembangan prasarana perdagangan regional pada pusat kegiatan PKL dan PPK.

c) Pengembangan prasarana perdagangan lingkungan lokal pada pusat kegiatan PPL.

d) Pengembangan sarana dan prasarana pendukung.

d. Pengembangan Prasarana Pendidikan Kriteria dari kawasan ini terdiri antara lain : 1) Simbiosa dengan kegiatan lainnya.

2) Memiliki akses jaringan jalan yang baik ke seluruh kawasan di sekitarnya.

3) Tidak berdampingan langsung dengan aktivitas kota yang memiliki tingkat kebisingan dan polusi udara yang tinggi.

4) Memiliki kondisi topografi yang relatif datar.

(18)

5) Bebas banjir dan genangan.

6) Ketersediaan air bersih terjamin.

Program pengembangan prasarana pendidikan di Kabupaten Solok adalah sebagai berikut :

a) Peningkatan dan pengembangan prasarana pendidikan dari jenjang terendah hingga tertinggi.

b) Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukungnya.

c) Pembangunan prasarana pendidikan beserta sarana dan prasarana pendukungnya yang belum terdapat di kecamatan – kecamatan di Kabupaten Solok.

e. Pengembangan Prasarana Kesehatan Kriteria dari lokasi fasilitas ini antara lain : 1) Simbiosa dengan kegiatan lainnya.

2) Memiliki akses jaringan jalan yang baik ke seluruh kawasan di sekitarnya.

3) Memiliki kondisi topografi yang relatif datar.

4) Bebas banjir dan genangan.

5) Ketersediaan air bersih terjamin.

Program pengembangan prasarana kesehatan di Kabupaten Solok adalah sebagai berikut :

a) Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada setiap rumah sakit.

b) Pengembangan prasarana kesehatan pada wilayah atau kecamatan yang belum memiliki prasarana ini.

c) Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarananya.

d) Peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

e) Peningkatan kualitas tenaga medis.

6.1.2 Perwujudan Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten 6.1.2.1 Program Perwujudan Kawasan Lindung

Rencana kawasan lindung di Kabupaten Solok mempunyai luas 174.631 Ha atau sekitar 46,72 % dari total luas Kabupaten Solok (373.800 Ha), dan tersebar di seluruh kecamatan. Program pengelolaan kawasan lindung meliputi :

1. Program pemantapan kawasan lindung adalah sebagai berikut :

(19)

a. Evaluasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung.

b. Mempertahankan kawasan hutan lindung yang telah ada dan sesuai RTRWN dan RTRWP Sumbar 2009-2029

c. Rehabilitasi dan konservasi lahan di kawasan lindung guna mengembalikan/meningkatkan fungsi lindung.

d. Pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan lindung.

e. Peningkatan pemanfaatan potensi sumberdaya hutan.

f. Pengembangan pola insentif dan disinsentif pengelolaan kawasan lindung.

g. Pengawasan kawasan lindung.

2. Program evaluasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung.

a. Evaluasi kondisi eksisting pemanfaatan lahan kawasan lindung

b. Penyusunan rekomendasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung tanpa mengganggu fungsi lindung.

3. Program untuk kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya.

Kawasan yang diidentifikasi sebagai kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya meliputi :

 Kawasan hutan lindung, tersebar di hampir semua kecamatan di wilayah tengah-selatan Kabupaten Solok yang memiliki luas 118.603 Ha.

 Kawasan resapan air, merupakan daerah hulu dari DAS yang mengalir di wilayah Kabupaten Solok, meliputi Kecamatan Gunung Talang, Lembang Jaya, Payung Sekaki, Bukit Sundi, Hiliran Gumanti dan KecamatanTigo Lurah.

Program untuk kawasan ini adalah :

a. Mencegah timbulnya erosi, bencana banjir, sedimentasi, dan menjaga fungsi hidrologis tanah di kawasan hutan lindung

b. Memberikan ruang yang cukup bagi resapan air hujan pada kawasan resapan air untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir.

4. Program Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan perlindungan setempat yang terdapat di Kabupaten Solok terdiri dari:

 Kawasan sempadan sungai, meliputi seluruh sungai di kecamatan dalam wilayah Kabupaten Solok, baik sungai besar maupun kecil.

(20)

 Kawasan sekitar danau/waduk, meliputi Danau Singkarak di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih, Danau Diatas di Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Danau Kembar, Danau Dibawah di Kecamatan Danau Kembar, dan Danau Talang di Kecamatan Danau Kembar.

 Kawasan sempadan mata air, yang meliputi Kecamatan Kubung (Nagari Selayo dan Nagari Gaung), Kecamatan X Koto Diatas (Nagari Sulit Air), Kecamatan X Koto Singkarak (Nagari Kacang dan Koto Sani), dan Kecamatan Lembang Jaya (Nagari Koto Anau).

 Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan, menyebar di seluruh kecamatan berfungsi PKL & PKLp, PPK dan PPL.

Program untuk kawasan ini adalah :

a. Menjaga sempadan sungai untuk melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai.

b. Menjaga kawasan sekitar danau/waduk untuk melindungi danau/waduk dari berbagai usaha dan/atau kegiatan yang dapat mengganggu kelestarian fungsi waduk/danau

c. Menjaga kawasan sekitar mata air untuk melindungi mata air dari dari berbagai usaha dan/atau kegiatan yang dapat merusak kualitas air dan kondisi fisik kawasan sekitarnya.

d. Menjaga kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota untuk melindungi kota dari polusi udara dan kegiatan manusia yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan kota, serta mengendalikan tata air, meningkatkan upaya pelestarian habitat flora dan fauna, meningkatkan nilai estetika lingkungan perkotaan dan kenyamanan kehidupan di kota.

5. Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya, yang terdiri atas:

a. Cagar Alam Barisan I,

dengan luas total 74.821 Ha, terletak di Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok, berdasarkan Keputusan Mentan No.623/Kpts/Um/8/1982

b. Cagar Alam Air Tarusan,

dengan luas total 25.177 Ha, terletak di Kab. Solok dan Kab. Pesisir Selatan, berdasarkan Keputusan Mentan No.623/Kpts/Um/8/1982

c. Suaka Alam Sulasih Talang,

dengan luas total 6.150 Ha, terletak di Kab. Solok, berdasarkan Keputusan Mentan No.623/Kpts/Um/8/1982

Program kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya bertujuan untuk pelestarian fungsi lindung dan tatanan lingkungan kawasan (peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya dan perlindungan dari pencemaran), pengembangan pendidikan, rekreasi dan pariwisata.

(21)

6. Program Kawasan Rawan Bencana Alam

Kawasan rawan bencana alam di Kabupaten Solok, meliputi :

 Kawasan patahan dan rekahan yang terdapat di Kecamatan Junjung Sirih, X Koto Singkarak dan Tigo Lurah.

 Kawasan rawan banjir yang terdapat di beberapa kecamatan yang dialiri sungai-sungai besar seperti Batang Bangko dan Batang Hari, meliputi Kecamatan Lembang Jaya, IX Koto Sungai Lasi dan Kecamatan Junjung Sirih.

 Kawasan rawan erosi, meliputi Kecamatan Junjung Sirih, X Koto Singkarak, dan Lembah Gumanti.

 Kawasan rawan gempa bumi, yang meliputi Kecamatan Gunung Talang dan sekitarnya.

Program kawasan ini adalah :

a. Menginventarisir kawasan rawan bencana alam di Kabupaten Solok secara lebih akurat.

b. Pengaturan kegiatan manusia di kawasan rawan bencana alam untuk melindungi manusia dari bencana yang disebabkan oleh alam maupun secara tidak langsung oleh perbuatan manusia.

c. Melakukan upaya untuk mengurangi/ meniadakan resiko bencana alam seperti melakukan penghijauan pada lahan kritis.

d. Melakukan sosialisasi bencana alam pada masyarakat, terutama masyarakat yang berada pada/dekat dengan daerah rawan bencana alam.

6.1.2.2 Program Perwujudan Kawasan Budidaya 1. Program Perwujudan Kawasan Hutan Produksi

a. Pengembangan hutan tanaman

b. Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (seperti komoditi rotan, tanaman obat, atau sutera alam).

c. Pengembangan tanaman hutan atau tanaman obat-obatan pada lahan hutan rakyat.

d. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan.

e. Pengembangan manajemen pengelolaan yang lebih terorganisir.

2. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Pertanian

Perwujudan kawasan pertanian melalui program pengembangan (1) kawasan pertanian lahan basah, serta (2) kawasan pertanian lahan kering dan hortikultura.

Program pengembangan kawasan pertanian lahan basah, yaitu :

a. Penetapan kawasan pertanian lahan basah sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan yang perlu dilindungi dari alih fungsi lahan

(22)

b. Perluasan lahan padi sawah beririgasi teknis yang terdapat di Kecamatan Payung Sekaki, Tigo Lurah, X Koto Diatas, IX Koto Sungai Lasi, X Koto Singkarak, Kubung, Hiliran Gumanti, dan Bukit Sundi

c. Peningkatan produktivitas lahan padi sawah yang ada di Kabupaten Solok.

d. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian lahan basah.

e. Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan pertanian lahan basah yang lebih terorganisir

Program pengembangan kawasan pertanian lahan kering dan hortikultura

a. Pengembangan dan perluasan pertanian lahan kering dan hortikultura, yang terdapat di Kecamatan Lembah Gumanti, Tigo Lurah, Payung Sekaki, Pantai Cermin, Gunung Talang, Hiliran Gumanti, dan X Koto Singkarak

b. Pengembangan Sentra Pertanian Agropolitan Hortikultura di Kecamatan Lembah Gumanti.

c. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian lahan kering dan holtikultura.

d. Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan pertanian lahan kering dan holtikultura yang lebih terorganisir.

3. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Perkebunan Program pengembangan kawasan perkebunan yaitu :

a. Pengembangan komoditi unggulan perkebunan yang terdiri atas: kayu manis, kelapa, kakao, kopi, teh dan karet di Kecamatan Hiliran Gumanti, Lembah Gumanti, Gunung Talang, Lembang Jaya, Pantai Cermin, Payung Sekaki, dan Tigo Lurah

b. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan perkebunan.

c. Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan perkebunan yang lebih terorganisir.

4. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Peternakan Program pengembangan kawasan perternakan yaitu :

a. Pengembangan peternakan potensial di Kabupaten Solok, yaitu peternakan unggas di Kecamatan Gunung Talang, Tigo Lurah, X koto Singkarak, Lembang Jaya, Lembah Gumanti, dan Danau Kembar.

b. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan peternakan.

c. Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan peternakan yang lebih terorganisir.

5. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Perikanan Program pengembangan perikanan yaitu :

(23)

a. Pengembangan sentra budidaya perikanan air tawar, yang tersebar di Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Danau Kembar, Kecamatan Tigo Lurah, KecamatanLembah Gumanti, Kecamatan X Koto Diatas, IX Koto Sungai Lasi, Kecamatan Hiliran Gumanti dan Kecamatan Pantai Cermin.

b. Pengembangan perikanan tangkap di perairan Danau, meliputi Danau Singkarak, Danau Diatas, dan Danau Dibawah

c. Pengembangan industri pengolahan perikanan.

d. Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan kegiatan perikanan.

e. Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan perikanan yang lebih terorganisir.

6. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Pertambangan Program pengembangan kawasan pertambangan yaitu :

a. Inventarisasi daerah yang berpotensi untuk usaha pertambangan.

b. Penetapan aturan zonasi penambangan rakyat yang diijinkan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.

b. Relokasi dan lokalisasi tambang rakyat.

c. Rehabilitasi lahan pasca tambang.

d. Pelarangan dan penghentian kegiatan penambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan.

7. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Industri Program pengembangan industri Kabupaten Solok, yaitu :

a. Pengembangan industri pengolahan pangan di Kecamatan Lembah Gumanti, Kubung, Gunung Talang, dan X Koto Singkarak.

b. Pengembangan industri pengolahan hasil ternak di Kecamatan Lembah Gumanti, Kubung, Gunung Talang, dan X Koto Singkarak

c. Pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan di Kecamatan Lembah Gumanti, Kubung, Gunung Talang, dan X Koto Singkarak

d. Pengembangan industri kerajinan di Kecamatan Lembah Gumanti, Kubung, dan X Koto Singkarak

8. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Pariwisata

Program pengembangan kepariwisataan Kabupaten Solok ditujukan pada kawasan unggulan wisata, yaitu :

a. Peningkatan dan Pengembangan obyek wisata utama yaitu : Kawasan Danau Kembar dan Kawasan Danau Singkarak.

b. Peningkatan dan Pengembangan obyek wisata penunjang utama, yaitu : Danau Talang, Wisata Agro, Perkebunan Teh, Panorama Tanjung Kanada, Panorama Gunung Tampak Dado, dan Panorama Sitinjau Laut.

(24)

c. Peningkatan dan Pengembangan obyek wisata penunjang yaitu : Pemandian Aie Angek dan Desa Tradisional.

9. Program Perwujudan Pengembangan Kawasan Permukiman

Rencana pengembangan kawasan permukiman bertujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan kegiatan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pelestarian budaya.

a. Pengembangan kawasan permukiman perdesaan

Program pembangunan Pengembangan kawasan permukiman perdesaan sebagai berikut :

1) Pengembangan kota kecil dan nagari kawasan pusat pertumbuhan.

2) Pengembangan sarana dan prasarana kawasan tertinggal.

3) Revitalisasi kawasan tradisional/bersejarah, kawasan pariwisata dan kawasan lain yang menurun kualitasnya yang tersebar di Sembilan belas kabupaten/kota.

4) Pengembangan sistem jaringan transportasi yang mendukung alur produksi-koleksi distribusi antar kota, antar wilayah dan antara perkotaan dan perdesaan.

5) Pengembangan prasarana dan sarana kawasan perdesaan lainnya.

b. Pengembangan kawasan permukiman perkotaan

1) Percepatan penyediaan perumahan melalui kegiatan : Penyediaan KPR – RSH bersubsidi, Pengembangan perumahan swadaya dan Pengembangan Kasiba/Lisiba.

2) Penataan dan rehabilitasi lingkungan kawasan permukiman kumuh.

Kegiatan ini ditujukan untuk kawasan yang memiliki lingkungan permukiman yang kurang sehat serta kondisi perumahan yang kurang layak pada kota-kota yang menjadi pusat pengembangan.

3) Revitalisasi kawasan tradisional/etnis/bersejarah yaitu kawasan yang mempunyai bangunan bersejarah yang bernilai atau bermakna penting.

4) Peningkatan penyehatan lingkungan permukiman.

5) Pengembangan prasarana dan sarana kawasan perkotaan.

6.1.3 Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten

Kawasan strategis kabupaten adalah wilayah penataan ruangnya yang diprioritaskan karena mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan.

6.1.3.1 Program Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten dari Sudut Kepentingan Ekonomi

(25)

Kawasan strategis kabupaten dari sudut kepentingan ekonomi yang ada di Kabupaten Solok meliputi Kawasan Danau Singkarak, Kawasan Danau Kembar, Kawasan Ibukota Kabupaten Arosuka, Kawasan Sentra Pertanian Agroploitan (Hortikultura) di Kecamatan Lembah Gumanti.

Program pengembangan kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi ini diantaranya adalah :

(a) Kawasan Pariwisata Danau Singkarak

dsk dan Danau Kembar dsk

1. Penetapan/penataan batas (delineasi) kawasan strategis 2. Penyusunan Rencana Rinci kawasan (RTR Kawasan Strategis)

3. Pembebasan lahan wisata yang lahannya masih belum dikuasai sepenuhnya.

4. Peningkatan kapasitas pelayanan sarana dan prasarana penunjang wisata.

5. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata.

6. Pemeliharaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang obyek wisata.

7. Kejelasan status pengelolaan kawasan wisata, melalui penetapan status kawasan dalam Perda atau SK Bupati.

8. Pengembangan manajemen pengelolaan wisata seperti pengadaan tour travel, paket wisata, dll.

(b) Kawasan Sentra Pertanian Agropolitan

Kecamatan Lembah Gumanti

1. Penetapan/penataan batas

(delineasi) kawasan strategis

2. Penyusunan Rencana Rinci

kawasan (RTR Kawasan Strategis)

3. Pengembangan lahan sentra

produksi pertanian holtikultura pada lahan non produktif dan potensial untuk dikembangkan

4. Pembangunan sarana dan

prasarana penunjang kegiatan agropolitan, melalui pembangunan terminal agrobisnis.

5. Peningkatan kapasitas pelayanan

sarana dan prasarana penunjang kegiatan agropolitan.

6. Pemeliharaan dan rehabilitasi

sarana prasarana penunjang kegiatan agropolitan.

7. Penetapan status dan badan

pengelola kawasan agropolitan melalui Perda atau SK Bupati

(c) Kawasan Ibukota Kabupaten (Arosuka)

(26)

1. Penetapan/penataan batas (delineasi) kawasan strategis

2. Penyusunan Rencana Rinci

kawasan (RTR Kawasan Strategis)

3. Pengembangan lahan perkotaan

untuk kegiatan permukiman perkotaan, perdagangan dan hutan wisata kota

4. Pembangunan sarana dan

prasarana penunjang kegiatan permukiman perkotaan, perdagangan dan hutan wisata kota.

5. Peningkatan kapasitas pelayanan

sarana dan prasarana penunjang permukiman perkotaan, perdagangan dan hutan wisata kota.

6. Pemeliharaan dan rehabilitasi

sarana dan prasarana penunjang permukiman perkotaan, perdagangan dan hutan wisata kota.

(d) Kawasan Kawasan Perkotaan yang

ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp), meliputi:

 Kawasan Perkotaan Alahan Panjang di Kecamatan Lembah Gumanti

 Kawasan Perkotaan Selayo di Kecamatan Kubung

 Kawasan Perkotaan Sumani di Kecamatan X Koto Singkarak

 Kawasan Perkotaan Muara Panas di Kecamatan Bukik Sundi

Program pengembangan kawasan strategis untuk kawasan perkotaan ini diantaranya:

1. Penetapan/penataan batas

(delineasi) kawasan strategis

2. Penyusunan Rencana Rinci

kawasan (RTR Kawasan Strategis)

3. Pengembangan lahan perkotaan

untuk kegiatan permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa

4. Pembangunan sarana dan

prasarana penunjang kegiatan permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa.

5. Peningkatan kapasitas pelayanan

sarana dan prasarana penunjang permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa.

6. Pemeliharaan dan rehabilitasi

sarana prasarana penunjang permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa.

(27)

6.1.3.2 Program Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten dari Sudut Sosial Budaya

Kawasan strategis kabupaten Solok dari sudut kepentingan sosial dan budaya terdiri dari tempat-tempat pelestarian adat istiadat dan budaya yang beraneka ragam, seperti mesjid, rumah adat (rumah gadang), makam raja, balai adat, dan objek lainnya, yang tersebar di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Solok, diantaranya

1. Kec. X Koto Singkarak: Balai Adat Singkarak dan Sumani, Makam Dalam Musholla Sei.

Balai, Rumah Adat Tujuh Ruang, Rumah Gadang Suku Panyalai

2. Kec. Junjung Sirih: Batu Basurek, Rumah Gadang Muchtar Baina Dt. Majolelo 3. Kec. Lembang Jaya: Makam Rajo Koto Anau, Istano Rajo Koto Anau, Balai Batu Nan

Baampang Aia Duo

4. Kec. Lembah Gumanti: Kuburan Sipadeh Tingga dan Kuburan Belanda di Sei Nanam, Rumah Adat Lipek Pageh

5. Kec. Hiliran Gumanti: Balairung Sari Talang Babungo, Kuburan Angku Badarah Putiah Talang Babungo, Tambang Sapek Sungai Abu, Padang Jinawi 6. Kec. Pantai Cermin: Makam Pahlawan Surian, Tampek Bakaua

7. Kec. Payung Sekaki: Guo Batu Air Luo, Guo Ameh Supayang, Makam Syeh Supayang, Makam Syeh JunJungan dan Makam Syeh Muhksin 8. Kec. Gunung Talang: Masjid Tuo Kayu Jao Batang barus, Makam Syeh Talang di Talang, Rumah Gadang Inyiak Cupak, Rumah Gadang Tigo Niniak Guguak, Pincuran Rajo Sd Rotan

9. Kec. Kubung: Masjid Tuo Tanjung Bingkuang, Makam Dt. Parpatih Nan Sabatang, Balai Adat Koto Baru, Tabuah Larangan, Goa Batu Batupang, Batu Mamanjang, Batu Tapak Inyiak Sikulambal 10. Kec. Bukit Sundi: Guo Cikara, Batu Kudo-kudo, Kuburan Sawah lueh, Batu

Pasidangan Angku Kuramek Dilam, Kuburan Angku Ikua Lubuk 11. Kec X Koto Diatas: Rumah Gadang 20 Ruang Sulit Air, Balairung Sari Sulik Aia,

Makam Keramat Aripan (Santua), Rumah Gadang Pusako Tuo, Tanjung Balik, Makam Syeh Batu Ampa Tj. Balik, Makam Keramat Kuncia, Makam Padri dan Sultan Manang Bukit Kandung, Balai adat Katialo dan Lubuk Panjang Paninjauan, Batu Tapak Nabi dan Tabuah Larangan

Dari sebaran kawasan strategis sosial budaya tersebut, arahan penetapan kawasan strategis sosial budaya di wilayah Kabupaten Solok difokuskan pada pengembangan kawasan-kawasan sebagai berikut:

1. Kawasan Masjid Tuo Kayu Jao dan sekitarnya (dsk) di Kecamatan Gunung Talang

2. Kawasan Masjid Raya Tanjung Bingkung dsk di Kecamatan Kubung

3. Kawasan Makam Datuk Perpatih Nan Sabatang dsk di Kecamatan Kubung 4. Kawasan Balairung Sari dsk di Kecamatan X Koto Diatas

5. Kawasan Rumah Gadang Sulit Air dsk di Kecamatan X Koto Diatas 6. Kawasan Makam Syeh Muchsin dsk di Kecamatan Payung Sekaki 7. Kawasan Sentra Pendidikan Koto Baru di Kecamatan Kubung

Program pengembangan kawasan strategis sosial budaya ini adalah dengan : 1) Penetapan/penataan batas (delineasi) kawasan strategis

(28)

2) Penyusunan Rencana Rinci kawasan (RTR Kawasan Strategis)

3) Penetapan status kawasan dan bentuk pengelolaannya melalui Perda atau SK Bupati

4) Pemugaran obyek wisata/tempat pelestarian sosial budaya yang kondisi bangunannya sudah tidak layak.

5) Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana penunjang kegiatan wisata//tempat pelestarian sosial budaya.

6) Pembangunan sarana dan prasarana penunjang lain yang belum ada di kawasan wisata/tempat pelestarian sosial budaya ini.

7) Pengembangan manajemen pengelolaan wisata/tempat pelestarian sosial budaya seperti pengadaan tour travel, paket wisata, dll.

6.26.2 Indikasi Program Utama Lima TahunanIndikasi Program Utama Lima Tahunan

Pentahapan dan urutan prioritas program pembangunan dimaksudkan untuk mendapatkan rincian mengenai sektor kegiatan yang perlu dilaksanakan sesuai dengan tingkat kepentingannya, jangka waktu pelaksanaan serta sumber pembiayaan yang dapat dipergunakan untuk pelaksanaan program pembangunan.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam pengembangan pembangunan, maka perlu disusun tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, bahwa pelaksanaan pembangunan memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 20 tahun, pentahapan kegiatan tersebut dituangkan dalam kegiatan per 5 (lima) tahun. Indikasi program lima tahun pertama diuraikan per tahun kegiatan.

Indikasi program adalah bagian yang memuat rincian tahapan dan program pembangunan yang akan diterapkan di kawasan perencanaan, sesuai dengan tujuan pengembangan tata ruang di masa yang akan datang. Indikasi program pembangunan ditentukan berdasarkan potensi dan masalah kawasan terkait pengembangan wilayah serta kecenderungan perkembangan sektor-sektor tertentu dan sasaran yang ingin dicapai dalam pengembangan atau pembangunan sektor tersebut.

Adapun program-program yang direncanakan, dapat dikelompokkan dalam beberapa program kegiatan. Untuk lebih jelasnya mengenai indikasi program dapat dilihat pada Tabel 6.3. Indikasi Program Utama RTRW Kabupaten Solok 2011-2030.

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan RTRW Kabupaten ini merupakan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyusun rencana tata ruang pembangunan yang realistis dengan memperhatikan kondisi

Wilayah Indikasi Geografis (IG) kopi Gayo yang sesuai dengan kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan budidaya di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa arahan pemanfaatan ruang terutama pada analisis kesesuaian lahan menunjukkan tingkat kesesuian lahannya adalah sesuai, serta

Berdasarkan pada kajian terhadap Perda RTRW Kota Mataram Nomor 12 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Mataram 2010- 2030 menunjukan bahwa pemerintah Kota Mataram telah mempunyai

Wilayah Indikasi Geografis (IG) kopi Gayo yang sesuai dengan kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan budidaya di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Wilayah Indikasi Geografis (IG) kopi Gayo yang sesuai dengan kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan budidaya di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai kebijakan dan strategi dokumen rencana seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Hubungan keterkaitan indikasi program antara dokumen rencana tata ruang dan rencana pembangunan yaitu RTRW dengan RPJMD Kota Jayapura ini yang menjadi sangat penting untuk