Pada awal pembelajaran guru melakukan kegiatan rutin yaitu mengajak siswa berdoa, mengucapkan salam pembuka, menanyakan kabar, menyambut siswa, mengingatkan siswa untuk selalu mengutamakan kedisiplinan, dan meminta seluruh siswa menyiapkan perlengkapan kertas. Pada tahap akhir pertemuan I, guru memberikan lembar tes evaluasi kepada seluruh siswa dan meminta siswa untuk tidak bekerja sama dalam menjawab soal karena untuk mengukur tingkat pemahaman materi yang telah diajarkan secara individu. Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap kegiatan pertemuan ini dan mengakhiri pembelajaran dengan memberikan materi untuk pertemuan berikutnya.
Pada pertemuan kedua, wali kelas meminta siswa membuka buku tema 7 subtema 1 pelajaran 4 halaman 30 dan menjelaskan materi yang akan dipelajari. Pada tahap akhir pertemuan II, guru memberikan lembar contoh evaluasi kepada seluruh siswa dan meminta siswa untuk tidak bekerja sama dalam menjawab pertanyaan. Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap kegiatan pertemuan ini dan mengakhiri pembelajaran dengan memberikan materi untuk pertemuan berikutnya.
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru siklus I pada tabel 4.5 pada pertemuan I dan II. dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran PBL mendapat penilaian sedang dengan skor rata-rata 26,5 (skor maksimal 40) dengan persentase 70%. Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa siklus I pada tabel 4.6 pertemuan I dan II. nilai agregat siklus I sebesar 528 dengan rata-rata kelas 264 dengan persentase 64% dengan predikat sedang.
Deskripsi Data Penelitian Siklus II a. Perencanaan
Guru juga memberikan wawasan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dibahas, seperti pertanyaan siswa “adakah yang tahu tentang masa pergerakan nasional”, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu, “hari ini kita akan belajar tentang masa pergerakan nasional”. Guru meminta siswa untuk membuka topik tentang masa pergerakan nasional. buku 7 subtopik 1 pelajaran 4 halaman 44 dengan topik Peristiwa nasional pada masa penjajahan, guru menjelaskan. Guru menilai semua siswa yang telah menyelesaikan soal dengan baik, juga guru mendiskusikan setiap soal bersama-sama dengan siswa.
Di akhir pertemuan, guru memberikan penilaian terhadap hasil belajar setiap siswa, merefleksikan kegiatan pertemuan ini dan menutup pembelajaran dengan memberikan materi untuk pertemuan berikutnya. Guru juga memberikan wawasan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dibahas, seperti pertanyaan siswa “adakah yang tahu tentang peristiwa sejarah Indonesia dijajah Belanda”, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu “hari ini kalian akan belajar tentang peristiwa nasional pada masa penjajahan”. Pada tahap akhir pertemuan II, guru memberikan lembar tes penilaian kepada seluruh siswa dan meminta siswa untuk tidak bekerja sama dalam menjawab soal karena untuk mengukur tingkat pemahaman materi yang diajarkan secara individu.
Hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan model pembelajaran PBL pada siklus II adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 4.7 di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan frekuensi ketuntasan siswa. Siswa yang tuntas terdapat 17 orang dengan persentase 40% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 11 orang dengan persentase 60%.
Hasil belajar siswa pada siklus II menurut kategori nilai rata-rata adalah sebagai berikut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan nilai kelas pada siklus II sebesar 66% dibandingkan nilai rata-rata pada siklus I. c.Observasi Siklus II. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru siklus II pada tabel 4.9 pertemuan pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa kemampuan peneliti menggunakan model pembelajaran PBL mendapat predikat Tinggi dengan rata-rata 31 dengan persentase 77,5%. .
Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa siklus II pada tabel 4.10 pertemuan I dan II, total skor siklus II adalah 609 dengan rata-rata kelas 309,5 dengan persentase 75% dan mendapat predikat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan kurangnya komunikasi yang masih sulit ditingkatkan pada pertemuan I. Diharapkan guru dapat mendorong siswa untuk berdiskusi lebih intensif, salah satunya dengan membentuk kelompok. Guru juga diharapkan lebih tegas terhadap siswa dalam membagi kelompok menjadi kelompok yang heterogen agar semua siswa menerima dan bekerja sama dengan teman-temannya dalam kelompoknya.
Deskripsi Data Hasil Penelitian Siklus III a. Perencanaan
Guru meminta siswa membuka buku tema 7 subtema 1 pelajaran 3 halaman 30 dengan topik Peristiwa Nasional pada masa penjajahan, kemudian guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pada pertemuan ini dan menutup pembelajaran dengan memberikan informasi tentang materi. Guru juga memberikan gagasan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dibahas, seperti bertanya kepada siswa “adakah yang tahu tentang masa pergerakan nasional”, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu, “hari ini kita akan belajar tentang masa gerakan nasional."
Selanjutnya guru meminta siswa membaca terlebih dahulu materi tentang lahirnya pancasila dan menanyakan kepada siswa “apa yang dimaksud dengan pelaksanaan periode pergerakan nasional”. Hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan model pembelajaran PBL pada siklus III adalah sebagai berikut. Dari Tabel 4.11 di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus III frekuensi siswa yang tuntas lebih banyak dibandingkan siswa yang tidak tuntas.
Siswa yang tuntas terdapat 22 orang dengan persentase 78% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 6 orang dengan persentase 22%. Hasil belajar siswa pada siklus III menurut kategori nilai rata-rata adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 4.12 diketahui bahwa hasil belajar siswa siklus III berdasarkan kriteria hasil belajar, siswa yang berpredikat sangat baik mendapat frekuensi 5 dengan persentase 18%, siswa yang berpredikat baik mendapat frekuensi 5 dengan persentase 18%, siswa yang berpredikat baik mendapat frekuensi 5 dengan persentase 18%, siswa yang berpredikat baik mendapat frekuensi 5 dengan persentase 18%. 9 dengan persentase 32%, siswa yang berpredikat cukup mendapat frekuensi 8 dengan persentase 28%, siswa yang berpredikat kurang baik mendapat frekuensi 0, dan siswa yang berpredikat sangat lemah mendapat frekuensi 6 dengan persentase persentase 21%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari sebelumnya ke III. tingkat 83 persen. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru III. Dari siklus pada Tabel 4.13 pertemuan pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa kemampuan peneliti menggunakan model pembelajaran PBL memperoleh skor sangat tinggi dengan rata-rata skor 36 (skor maksimal = 40) dengan persentase 90%. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa III. siklus pada tabel 4.14 pertemuan I. dan II. adalah nilai keseluruhan untuk III.
Keberhasilan tersebut terlihat dari hasil observasi guru dan siswa mengalami peningkatan dan perbaikan. Pada siklus III terdapat 22 siswa yang mencapai KKM dengan persentase 78%, persentase tersebut melebihi indikator keberhasilan sebesar 75%. Oleh karena itu peneliti dan guru kelas memutuskan penelitian ini berhasil dan dihentikan pada siklus III.
Analisis Data Hasil Tindakan 1. Hasil Observasi Aktivitas Guru
Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan analisis rekapitulasi hasil observasi siswa pada Tabel 4.16, aktivitas siswa pada Siklus I mencapai skor rata-rata sebesar 264 dengan persentase 47% dengan predikat rendah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama tiga siklus dengan dua pertemuan setiap siklusnya dengan menggunakan Model PBL dalam Pembelajaran IPS Kelas V SDN 009 Sungai Kunjang, diperoleh hasil observasi aktivitas guru sebagai berikut. Berdasarkan analisis rekapitulasi hasil belajar IPS pada Tabel 4.17 diketahui jumlah siswa yang tuntas pada siklus pendahuluan sebanyak 3 siswa dengan rata-rata kelas 44,30 dengan persentase 11%.
Hasil belajar pada II. Hasil belajar pada III. Hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 009 Sungai Kunjang menggunakan model pembelajaran PBL pada siklus I, II dan III berdasarkan kriteria hasil belajar yang dijelaskan pada diagram berikut.
Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar Siswa
Pembahasan Hasil Penelitian 1. Aktivitas Guru
Aktivitas Siswa
Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa selama siklus penelitian. Aspek yang dinilai pada aktivitas siswa terdiri dari aktivitas emosional, aktivitas lisan, aktivitas visual, dan aktivitas tulis. Keempat aspek aktivitas siswa tersebut termasuk makna yang disampaikan oleh Latifah (dalam Mirdanda Arsyi, 2019) yang mengatakan demikian.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase peningkatan aktivitas siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dari siklus I ke siklus II ke siklus III mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 8% dari 48% pada siklus I menjadi 56% pada siklus I. siklus II.
Hasil Belajar Siswa
Hal ini menggambarkan bahwa hasil belajar siswa belum mencapai indikator keberhasilan sesuai dengan pernyataan Mulyasa yang menyatakan bahwa “Penyelesaian pembelajaran klasikal dikatakan berhasil apabila siswa dengan nilai ≥KKM mencapai 75%. Pada siklus I hasil belajar siswa masih tercapai. belum mencapai indikator keberhasilan, namun terjadi peningkatan sebesar 41%. Peningkatan hasil belajar siswa ini sejalan dengan peningkatan aktivitas siswa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti.
Siswa lebih antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran karena adanya dukungan media visual yang memotivasi siswa dalam belajar, kegiatan pembelajaran tidak monoton, menarik bagi siswa, sesuatu yang baru, sehingga tidak mudah bosan dan melatih kemampuan pemecahan masalah. . Motivasi belajar seorang siswa sesuai dengan pernyataan Hanim, Zaenab (2019) yang mengatakan bahwa “motivasi ekstrinsik adalah suatu faktor yang ada di luar diri individu untuk mendorongnya melakukan sesuatu, misalnya penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan, sehingga dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar”. Selain itu, pada II. Siklus ini masih mempunyai beberapa kekurangan, antara lain kurangnya guru dalam membimbing siswa dalam memecahkan masalah, kemampuan guru dalam memantau kemajuan diskusi, siswa kurang berminat dalam kegiatan pembelajaran, dan ada beberapa siswa yang melewatkan soal karena lambatnya menjawab, sehingga dilakukan perbaikan. lanjutkan pada siklus berikutnya.
Tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus selanjutnya adalah guru lebih memperhatikan siswa dan membimbing siswa agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan mudah. Siswa yang tidak mau menaati peraturan yang berlaku saat ini bisa saja mendapat sanksi ringan atau penurunan nilai. Pada siklus III hasil belajar siswa meningkat sebesar 83% dari nilai awal pra siklus dengan rata-rata klasikal 81,35 dengan tingkat ketuntasan 78% dengan jumlah siswa tuntas 22 siswa dan gagal 6 siswa.
Keberhasilan tersebut juga terlihat dari kemampuan guru memperoleh predikat baik dan kemampuan siswa memperoleh predikat baik. Berdasarkan hasil belajar siswa yang didukung oleh aktivitas kemampuan guru dan siswa pada siklus III, maka peneliti dan wali kelas sepakat untuk tidak melanjutkan penelitian karena tindakan yang diberikan kepada siswa yaitu penggunaan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model pembelajaran, dipertimbangkan. dengan baik dan berhasil meningkatkan hasil belajar IPA materi sosial peristiwa nasional pada masa kolonial pada siswa kelas V SDN 009 Sungai Kunjang Tahun Pelajaran 2022/2023.
Kesimpulan
Hasil belajar siswa pada Siklus III meningkat sebesar 83% mencapai skor 81,35 dengan tingkat ketuntasan 78%. Mereka mendapat predikat lulus dengan rincian 22 siswa tuntas dan 6 siswa tidak tuntas. Persentase pencapaian pada siklus III sudah mencapai lebih dan indikator keberhasilan sebesar 70%. Dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan aktivitas guru dan aktivitas siswa telah membuahkan hasil yang diharapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL merupakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan aktivitas belajar siswa, sehingga proses belajar dan hasil belajar siswa akan lebih baik.
Saran