• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.Indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 80% siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III N0.235 Surakarta.Setiap siklus dalam penelitian ini berlangsung selama 2x35 menit.Penelitian ini menggunakan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

1. Data Pratindakan

Data pratindakan pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas V SD Negeri Mojosongo III No.235 Surakarta diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan pretest di kelas V SD Negeri Mojosongo III No.235 Surakarta. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 27 siswa dengan 9 siswa putra dan 18 siswa putri dengan guru kelas bernama Ibu Wiji Lestari, S.Pd. Kondisi awal di lapangan tercermin dari hasil wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa, observasi aktivitas siswa pratindakan, dan observasi kinerja guru pratindakan yang secara umum menunjukan bahwa pembelajaran menggambar ilustrasi belum menggunakan media pembelajaran yang inovatif.

Kegiatan wawancara dan observasi dilaksanakan pada tanggal 2-4 Januari 2016 di ruang kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta.

Observasi dilaksanakan untuk mengamati kinerja guru saat mengajar serta aktivitas siswa saat belajar di dalam kelas.

Pada saat observasi pratindakan, diperoleh skor kinerja guru sebesar 1,8 termasuk dalam kurang baik (KB). Guru lebih mengedepankan aspek selesainya materi daripada melihat tingkat kemajuan belajar siswa dalam menggambar ilustrasi. Selain itu, guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik dan hanya terpaku pada buku paket, sehingga siswa kurang bersemangat untuk mengikuti pembelajaran.

(2)

commit to user

Pada hasil observasi aktivitas siswa diperoleh skor 1,8 termasuk dalam kategori kurang baik (KB). Hal ini dikarenakan masih banyak siswa yang tidak berani mengeluarkan pendapat. Banyak siswa yang diam di tempat duduk namun tidak memperhatikan penjelasan guru di depan kelas. Mereka lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri-sendiri maupun dengan teman sebangku. Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran menyelesaikan soal cerita pada pratindakan dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pratindakan Kriteria Skor Interpretasi

1 2 KB

2 2 KB

3 2 KB

4 1 TB

5 2 KB

6 1 TB

7 2 KB

8 2 KB

9 2 KB

10 2 KB

11 1 TB

12 2 KB

13 2 KB

14 2 B

15 2 KB

Rata-Rata 1,8 KB

(3)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.1, hasil observasi aktivitas siswa pada pratindakan juga disajikan dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.1 di bawah ini:

Gambar 4.1 Diagram Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pratindakan Pada saat wawancara dengan beberapa siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta, ditemukan permasalahan yang sering dialami siswa yaitu siswa kesulitan dalam memahami materi menggambar ilustrasi dan masih ada banyak siswa yang merasa kurang berani untuk bertanya kepada guru apabila menemui kesulitan dalam menggambar ilustrasi. Kedua hal tersebut tentu dapat menurunkan kreativitas siswa untuk menuangkan ide-ide yang mereka miliki.

Untuk menindaklanjuti hasil wawancara dan observasi yang telah dilaksakan, peneliti melakukan pretest untuk mengetahui sejauh mana tingkat kreativitas siswa dalam menggambar ilustrasi yang hasilnya akan digunakan sebagai data awal dalam penelitian ini. Pada hasil pretest yang diperoleh menunjukan bahwa kreativitas menggambar ilustrasi siswa masih rendah.

Dari 27 siswa kelas V, 9 siswa mendapat nilai di atas KKM dan 18 siswa mendapat nilai di bawah KKM, dimana nilai KKM yang telah ditetapkan

0 0.5 1 1.5 2 2.5

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Skor

Kriteria

(4)

commit to user

sekolah adalah 70. Sehingga hanya 33,33% yang memenuhi kriteria ketuntasan dan 66,67% siswa memperoleh nilai di bawah standar ketuntasan.

Untuk lebih jelasnya maka nilai hasil pretest menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Hasil Pretest Menggambar Ilustrasi

No Nilai Interval

Nilai Tengah

(Xi)

Frekuensi

(Fi) Xi.Fi Persentase

(%) Komulatif

1 42-48 45 2 90 7,41 7,41

2 49-55 52 12 624 44,44 51,85

3 56-62 59 3 177 11,11 62,96

4 63-69 66 1 66 3,70 66,66

5 70-76 73 8 584 29,64 96,30

6 77-83 80 1 80 3,70 100

Jumlah 27 1621 100

Nilai rata-rata 60,04

Persentase ketuntasan klasikal 33,33%

Persentase ketidaktuntasan 66,67%

Nilai tertinggi 80

Nilai teredah 43

(5)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.2 nilai pretest menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta juga disajikan dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.2 di bawah ini

Gambar 4.2DiagramHasil Pretest Menggambar Ilustrasi Berdasarkan Tabel 4.2 dan Gambar 4.2 diperoleh nilai rata-rata kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta pada mata pelajaran menggambar ilustrasi adalah adalah 59,78. Siswa yang memperoleh nilai 42- 48 sebanyak 2 siswa atau 7,41%, siswa dengan nilai 49-55 sebanyak 12 siswa atau 44,44%, siswa dengan nilai 56-62 sebanyak 3 siswa atau 11,11%, siswa dengan nilai 63-69 sebanyak 1 siswa atau 3,70%, siswa dengan nilai 70-76 sebanyak 8 siswa atau 29,64%, dan siswa dengan nilai 77-83 sebanyak 1 siswa atau 3,70%. Hal ini berarti dari 27 siswa terdapat 18 siswa atau 66,67

% belum mencapai KKM ≥70 dan hanya 9 siswa atau 33,33% sudah berhasil mencapai KKM sebesar ≥70.

0 2 4 6 8 10 12 14

42-48 49-55 56-62 63-69 70-76 77-83

Frekuensi

Interval

(6)

commit to user

Hasil analisis nilai yang diperoleh dari pretest menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta disajikan dalam tabel 4.3 berikut

Tabel 4.3 Analisis Nilai Pretest Menggambar ilustrasi

No Kriteria Keterangan

1 Nilai Terendah 43

2 Nilai Tertinggi 80

3 Rata-rata klasikal 60,04

4 Persentase ketuntasan (%) 33,33 5 Persentase Ketidaktuntasan (%) 66,67

Untuk memperjelas nilai terendah, nilai tertinggi, dan nilai rata-rata siswa pada saat pratindakan dapat dilihat pada gambar 4.3:

Gambar 4.3 Grafik nilai terendah, nilai rata-rata, nilai tertinggi

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Nilai terendah Nilai rata-rata Nilai tertinggi

Nilai

(7)

commit to user

Untuk memperjelas ketuntasan siswa pada pratindakan dapat dilihat pada gambar 4.4:

Gambar 4.4 Grafik Persentase Ketuntasan Hasil Pretest Berdasarkan Tabel 4.3 dan penjelasan dari gambar 4.3 dan gambar 4.4 dapat dilihat hasil menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 nilai terendah adalah 43 dan nilai tertinggi 80, rata- rata klasikal hasil pretest adalah 60,04 dengan 9 siswa atau 33,33% berhasil mencapai KKM ≥70.

Dari observasi yang telahdilakukan peneliti didapati masalah yang menyebabkan rendahnya kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta beberapa masalah yaitu sebagai berikut: 1) ditinjau dari segi siswa adalah: a) Siswa masih belum mengerti apa yang dimaksud dengan menggambar ilustrasi karena pembelajaran disampaikan secara abstrak atau hanya dalam bentuk ucapan saja tanpa ada bukti nyata dalam penjelasnnya; b) Siswa belum mempunyai ide-ide yang baru dalam menggambar ilustrasi; c) Siswa merasa bosan dalam pembelajaran

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Tuntas Tidak Tuntas

Persentase

(8)

commit to user

menggambar ilustrasi karena pembelajaran berlangsung secara konvensional;

2) ditinjau dari guru: a) Guru tidak menggunakan metode atau media pembelajaran untuk menarik perhatian siswa dan mempermudah pembelajaran; b) Guru kurang komunikatif dan kurang memberi kebebasan kepada siswa untuk menuangkan ide-ide yang mereka miliki. Berikut gambar kegiatan pembelajaran menggambar ilustrasi pada observasi awal sebelum dilakukan tindakan:

Gambar 4.5 Siswa masih meniru cover buku dalam menggambar ilustrasi(dok. Meyke Age Hapsari:2016)

Gambar 4.6 Guru kurang komunikatif dalam pembelajaran (dok. Meyke Age Hapsari:2016)

Faktor yang mendasar yang menyebabkan rendahnya kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No.235 Surakarta yaitu guru masih menggunakan pembelajaran yang konvensional dan belum menggunakan media pembelajaran untuk menjelaskan materi menggambar ilustrasi agar materi yang disampaikan guru dapat lebih mudah diterima siswa dan siswa menjadi lebih semangat dalam mengikuti

(9)

commit to user

pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menggambar ilustrasi.Dengan demikian diharapkan kreativitas menggambar ilustrasi siswa kelas V bisa mengalami peningkatan.

2. Hasil Tindakan Siklus I

Tindakan siklus I dilaksanakan dalam dua pertemuan.Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 20 April 2016 dan pertemuan kedua pada Jumat, 22 April 2016.Setiap pertemuan dilaksanakan dengan alokasi 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Adapun tahapan yang dilaksakan dalam siklus I sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan perencanaan pada siklus 1 dilakukan pada hari Selasa, 19 April 2016.Peneliti bersama guru kelas menyusun rencana tindakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran.

Rancangan tersebut dibuat berdasar solusi permasalahan yang muncul yakni menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menggambar ilustrasi. Adapun deskripsi dari perencanaan tindakan pada siklus 1 adalah sebagai berikut:

1) Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dalam satu minggu, yaitu pada tanggal 20 dan 22 April 2016 dengan alokasi waktu masing-masing pertemuan adalah 2 x 35 menit.

2) Fokus materi pada pertemuan pertama siklus I adalah menggambar ilustrasi dengan media audio visual berupa video dengan judul

“Gara-gara Sampah” dan disertai penjelasan definisi menggambar ilustrasi.

3) Mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung a) Ruang kelas ditata dengan rapi agar pembelajaran berjalar dengan

lancar.

(10)

commit to user

b) Menyiapkan perangkat multimedia, diantaranya: laptop, speaker, dan LCD proyektor.

c) Menyiapkan kamera yang digunakan untuk merekam proses pembelajaran.

4) Perangakat pembelajaran yang disiapkan

a) Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) yang didasarkan pada silabus yang disusun meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dampak pengiring, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran, langkah pembelajaran, sumber dan media pembelajaran, serta penilaian.

b) Kertas gambar untuk menggambar ilustrasi dan lembar evaluasi.

c) Pedoman lembar observasi aktivitas siswa dan pedoman lembar observasi kenerja guru.

d) Media pembelajaran berupa video “Gara-gara Sampah”.

e) Lembar penilaian hasil menggambar ilustrasi.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahap pelaksanaan tindakan kelas ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas V untuk penerapkan mpenggunaan media audio visual.Peneliti dalam pembelajaran ini bertindak sebagai observer yang mengamati aktivitas belajar siswa dan kinerja guru selama pembelajaran menggambar ilustrasi sedangkan guru kelas bertindak sebagai pengajar.

1) Pertemuan Pertama

Pelaksanaan pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 20 April 2016 pukul 11.30-12.40 WIB.Pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat pada tahap perencanaan.Pertemuan pertama mempelajari tentang definisi menggambar ilustrasi. Pelaksanaan tindakan akan dilaksakan dengan menerapkan penggunaan media audio visual. Peneliti bertindak sebagai observer dan Ibu Benedicta

(11)

commit to user

Wiji Lestari, S.Pd bertindak sebagai guru. Rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama siklus I sebagai berikut

a) Kegiatan Awal (15 menit)

Pembelajaran SBK berlangsung setelah istirahat kedua, yaitu jam pelajaran ke 7-8.guru mengondisikan kelas. Guru membuka pembelajaran dengan pemberian apersepsi dengan bertanya “siapa yang suka membaca cerita?”, “cerita apa saja yang pernah kalian baca?”. Guru menghubungkan pengalaman cerita siswa tersebut dengan materi yang telah dipelajari siswa, yaitu menggambar ilustrasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, yaitu memahami dan membuat gambar ilustrasi.. Tidak lupa guru juga memberikan motivasi kepada siswa bahwa SBK akan menjadi mudah apabila kita rajin berlatih menggambar.

b) Kegiatan Inti (45 menit) (1) Eksplorasi

Pada tahap ini guru menjelaskan definisi menggambar ilustrasi agar siswa lebih paham.Kemudian guru menampilkan video yang berjudul “Gara-gara sampah”.Siswa diajak mengamati video tersebut. Dari video tersebut guru mengajukan beberapa pertanyaan pada siswa yang berhubungan dengan cerita dalam video

“kegiatan apa yang kalian lihat?”, “dimana kegiatan itu terjadi?”.Beberapa siswa tampak menjawab pertanyaan dari guru.Kemudian guru meminta beberapa siswa untuk menceritakan cerita yang ada di video.

(2) Elaborasi

Pada tahap ini setelah guru menanyakan tanya jawab dengan siswa mengenai video yang ditayangkan

(12)

commit to user

selanjutnya siswa diberi tugas untuk menggambar ilustrasi pada cerita di video. Guru membagikan meminta beberapa siswa untuk membagikan kertas gambar. Siswa menggambar ilustrasi pada video sesuai kreaatifitas mereka.

Saat proses menggambar guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham mengenai menggambar ilustrasi.

(3) Konfirmasi

Guru meminta siswa mengumpulkan gambar ilustrasi siswa yang akan dilanjutkan dengan pewarnaan di pertemuan berikutnya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi gambar ilustrasi. Guru meluruskan pemahaman menggambar ilustrasi siswa yang belum benar. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang/ tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran agar dipertemuan selanjutnya lebih aktif.

c) Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru bersama siswa membuat rangkuman materi pembelajaran mengenai menggambar ilustrasi, Guru memberikan tindak lanjut berikutnya yaitu lebih giat berlatih menggambar ilustrasi dirumah. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

2) Pertemuan Kedua

Pelaksanaan pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Jumat, pukul 07.30-08.45 WIB.Pembelajaran yang dilaksanakan masih dengan menerapkan penggunaan media audio visual.Peneliti bertindak sebagai observer dan Ibu Wiji Lestari, S.Pd bertindak

(13)

commit to user

sebagai guru. Rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan kedua siklus I sebagai berikut

a) Kegiatan Awal (10 menit)

Guru membuka pembelajaran dengan memberikan salam, berdoa bersama, presensi, dan pengkondisian kelas. Guru menanyakan kabar siswa yang dijawab dengan semangat.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengingat kembali materi menggambar ilustrasi yang telah dipelajari dipertemuan sebelumnya.Tidak lupa guru juga memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar Matematika.

b) Kegiatan Inti (50 menit) (1) Eksplorasi

Pada tahap ini guru mengulas kembali menggambar ilustrasi. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai materi menggambar ilustrasi. Guru mengapresiasi pendapat siswa mengenai menggambar ilustrasi.

(2) Elaborasi

Pada tahap ini guru memberi tugas melanjutkan menggambar ilustrasi.Siswa melanjutkan menggambar ilustrasi dengan tema manusia dan lingkungannya dan mewarnainya.

(3) Konfirmasi

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi gambar ilustrasi. Guru meluruskan pemahaman menggambar ilustrasi siswa yang belum benar. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang/ tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran agar dipertemuan selanjutnya lebih aktif.

(14)

commit to user

c) Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru bersama siswa membuat rangkuman materi pembelajaran mengenai menggambar ilustrasi. Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. Kemudian siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru secara individu.Sebelum menutup pembelajaran guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi menggambar ilustrasi. Guru menutup pembelajaran dengan menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dipertemuan berikutnya.

Penilaian kreativitas menggambar ilustrasi dilaksanakan pada akhir pertemuan di siklus I. Hal ini dapat diamati dari rata- rata hasil menggambar ilustrasi..Penilaian ini disesuaikan dengan pedoman penilaian dalam meggambar ilustrasi yang sudah ditetapkan. Distribusi frekuensi nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siklus I dapat dilihat dalam tabel 4.4 di bawah ini:

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus I

No Nilai Interval

Nilai Tengah (Xi)

Frekuensi

(Fi) Xi.Fi Presentase (%)

Komulatif

1 49-55 52 1 52 3,70 3,70

2 56-62 59 4 236 14,81 18,51

3 63-69 66 3 198 11,11 29,62

4 70-76 73 14 1022 51,86 81,48

5 77-83 80 2 160 7,41 88,89

6 84-90 87 3 261 11,11 100

Jumlah 27 1929 100

Nilai rata-rata 71,44

Persentase ketuntasan klasikal 70,37%

(15)

commit to user

Persentase ketidaktuntasan 29,63%

Nilai tertinggi 90

Nilai terendah 53

Untuk memudahkan pembaca dalam memahami distribusi nilai kreativitas menggambar ilustrasi dengan menerapkan media audio visual pada siklus I, maka data nilai juga disajikan dengan grafik seperti pada gambar 4.7 di bawah ini

Gambar 4.7 Distribusi Frekuensi Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus I

Berdasarkan Tabel 4.4 dan Gambar 4.7, dapat dilihat bahwa nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta di siklus I memperoleh rata-rata kelas yaitu 71,44, siswa yang memperoleh nilai 49-55 sebanyak 1 siswa atau 3,70% , siswa yang memperoleh nilai 56-62 sebanyak 4 siswa atau 14,81%, siswa yang memperoleh nilai 63-69 sebanyak 3 siswa atau 11,11%, siswa yang memperoleh nilai 70-76 sebanyak 14 siswa atau 51,86%, siswa yang memperoleh nilai 77-83 sebanyak 2 siswa

0 2 4 6 8 10 12 14 16

49-55 56-62 63-69 70-76 77-83 84-90

Frekuensi

Interval

(16)

commit to user

atau 7,41%, dan siswa yang memperoleh nilai 84-90 sebanyak 3 siswa atau 11,11%.

Dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70, maka dapat dilihat bahwa setelah penerapan media audio visual di siklus I dari 27 siswa terdapat 8 siswa atau 29,63% yang nilainya belum mencapai KKM dan 19 siswa atau 70,37% sudah berhasil memenuhi KKM. Hal itu menunjukan adanya peningkatan yang signifikan dari hasil pretest sebelum penerapan media audio visual. Peningkatan kreativitas menggambar ilustrasi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini

Tabel 4.5 Peningkatan Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus I

No Keterangan Pratindakan Siklus I

1 Nilai terendah 43 53

2 Nilai Tertinggi 80 90

3 Rata-rata klasikal 60,04 71,44 4 Persentase ketuntasan (%) 33,33 70,37 5 Persentase ketidaktuntasan (%) 66,67 29,63

(17)

commit to user

Untuk memperjelas nilai terendah, nilai tertinggi, dan nilai rata-rata siswa pada saat siklus I dapat dilihat pada gambar 4.8:

Gambar 4.8 Grafik nilai terendah, nilai rata-rata, nilai tertinggi pada siklus I

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat disajikan grafik peningkatan persentase ketuntasan klasikal siklus I dalam menggambar ilustrasi seperti pada gambar 4.9 di bawah ini:

Gambar 4.9 Grafik Peningkatan Ketuntasan Klasikal pada Siklus I

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Nilai terendah Nilai rata-rata Nilai tertinggi

Nilai

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Pratindakan Siklus I

Persentase (%)

= Tuntas

= Tidak tuntas

(18)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.5 dan disertai penjelasan dari Gambar 4.8 dan Gambar 4.9 yang sudah disajikan di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata klasikal menunjukan pengingkatan dari 60,04 menjadi 71,44. Nilai terendah yang didapatkan siswa pada pratindakan adalah 43 yang pada siklus I meningkat menjadi 53.Nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada pratindakan adalah 80 yang pada siklus I meningkat menjadi 90. Persentase ketuntasan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 meningkat signifikan dari presentase ketuntasan pratindakan sebesar 33,33% menjadi 70,37 % pada siklus I.

c. Observasi

Tahap observasi dilaksanakan dengan mengamati penerapan media pembelajaran oleh observer yaitu peneliti dengan menggunakan pedoman lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru. Pada tahap observasi ini juga dilaksanakan pendokumentasian pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Observasi bertujuan untuk memperoleh data mengenai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi dengan menggunakan media audio visual. Selain itu juga dilakukan penilaian aktivitas siswa, yang kemudian hasilnya dibandingkan dan disesuaikan dengan hasil nilai kemampuan menyelesaikan soal cerita pecahan yang peroleh siswa. Berikut uraian hasil observasi pada siklus I

1) Hasil observasi aktivitas siswa

Observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan.Adapun aktivitas siswa tersebut meliputi aktivitas melihat, aktivitas berbicara, aktivitas mendengarkan, aktivitas menggambar, dan aktivitas emosional.

(19)

commit to user

Peningkatan aktivitas siswa pada aktivitas berbicara ditandai dengan beberapa siswa yang sudah berani mengeluarkan pendapat, berani untuk bertanya baik pada guru maupun pada teman, dan berani menjawab meskipun harus ditunjuk oleh guru.

Peningkatan aktivitas mendengarkan ditandai dengan aktivitas beberapa siswa yang selalu mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru meskipun masih ada siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Aktivitas menggambar terlihat saat beberapa siswa sudah mulai aktif menggambar dan ada beberapa siswa yang sudah mulai percaya diri mengeluarkan ide-ide yang ada dalam pemikiran mereka. Ide-ide yang ada dalam diri sudah mulai diungkapkan melalui gambar ilustrasi.Sedangkan aktivitas mental nampak saat siswa bersemangat mengikuti pembelajaran dan merasa senang saat diberi tugas oleh guru. Hasil dari aktivitas siswa yang diperoleh pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata Interpretasi

1 2 3 2,5 B

2 4 4 4 SB

3 3 3 3 B

4 3 3 3 B

5 2 3 2,5 B

6 2 2 2 KB

7 4 4 4 SB

8 3 3 3,5 SB

9 3 3 3 B

10 3 3 3 B

11 2 2 2 KB

12 2 2 2 KB

13 3 3 3 B

14 3 3 3 B

15 3 3 3 B

Rata-rata 2,8 2,9 2,9 B

(20)

commit to user

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat disajikan pula dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.10 berikut:

Gambar 4.10 Grafik Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I Kriteria hasil observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran yaitu apabila skor 0,01-1,00 (tidak baik), 1,01-2,00 (kurang baik), 2,01-3,00 (baik), dan 3,01-4,00 (sangat baik).

Berdasarkan kriteria tersebut, hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III N0.235 Surakarta pada siklus I dengan rata-rata 2,9 termasuk dalam kategori baik. Hal ini nampak saat beberapa siswa sudah mulai berani mengeluarkan pendapat saat diskusi meskipun jumlahnya hanya sedikit, beberapa siswa juga mulai serius memperhatikan penjelasan guru meskipun masih terdapat siswa yang asik dengan kegiatannya sendiri. Selanjutnya kekurangan-kekurangan ini akan diperbaiki pada siklus II.

2) Hasil Observasi Kinerja Guru

Observasi kinerja guru pada siklus I juga dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan.Aktivitas guru diamati dengan menggunakan

2.74 2.76 2.78 2.8 2.82 2.84 2.86 2.88 2.9 2.92

Rata-rata

Aktivitas siswa

= Pertemuan 1

= Pertemuan 2

= Rata-rata

(21)

commit to user

pedoman lembar observasi kinerja guru yang sudah disediakan.hasil observasi kinerja guru terlampir pada lampirn 29 halaman 227. Hasil dari observasi kinerja guru yang diperoleh pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7 Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata Interpretasi

1 4 4 4 SB

2 4 4 4 SB

3 3 4 3,5 SB

4 3 4 3,5 SB

5 3 3 3 B

6 4 4 4 SB

7 4 4 4 SB

8 4 4 4 SB

9 3 3 3 B

10 3 4 3,5 SB

11 3 3 3 B

12 3 3 3 B

13 2 2 2 KB

14 1 3 2 KB

15 1 3 2 KB

Rata-rata 3 3,47 3,23 SB

Berdasarkan Tabel 4.7 Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan.

Skor rata-rata hasil kinerja guru pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 sebesar 3,23 Hal ini menunjukan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru termasuk dalam kategori sangat baik.

Peningkatan kinerja pada siklus I terlihat nampak pada sebagian besar kriteria penilaian kinerja guru, kecuali pada kriteria membuat rangkuman materi pembelajaran.Pada siklus I guru masih membuat rangkuman materi pembelajaran sendiri tanpa melibatkan siswa. Hal ini menjadi kekurangan yang akan diperbaiki pada siklus II.

(22)

commit to user

Berdasarkan pengamatan observasi kinerja guru dalam pembelajaran menggambar ilustrasi yang sudah dilakukan oleh observer diperoleh hasil seperti yang terlihat pada tabel 4.8 di bawah ini:

Tabel 4.8 Rata-rata Hasil Obsevasi Kinerja Guru pada Siklus I

No Pertemuan Skor

1 Pertemuan 1 3

2 Pertemuan 2 3,47

Rata-Rata 3,23

Untuk lebih mudah memahami sajian data hasil observasi kinerja guru pada Tabel 4.7 dan Tabel 4.8, maka disajikan pula dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.11 di bawah ini:

Gambar 4.11 Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I

Berdasarkan Tabel 4.7 , Tabel 4.8 dan Gambar 4.11 diatas dapat dilihat bahwa pertemuan 1 perolehan skor kinerja guru adalah 3 termasuk dalam kategori baik. Pertemuan 2 skor kinerja guru yang diperoleh sebesar 3,47 termasuk kategori sangat baik. Dengan demikian, skor rata-rata kinerja guru pada siklus I adalah 3,23 dengan kategori sangat baik.

2.7 2.8 2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata

Nilai

Kinerja Guru

(23)

commit to user

d. Tahap Refleksi

Data hasil observasi yang didapat dari guru dan peneliti dikumpulkan untuk kemudian dianalisis dan direfleksikan bersama-sama.

Pembahasan hasil observasi yang dilakukan guru dan peneliti bertujuan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dan hal- hal yang sudah terlaksana dengan baik akan tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kekurangan-kurangan tersebut mencangkup aktivitas siswa, kinerja guru, dan kreativitas menggambar ilustrasi.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I telah menunjukan peningkatan pada aktivitas belajar siswa dengan skor rata-rata 2,9 termasuk dalam kategori baik. Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai kekurangan aktivitas siswa pada siklus I seperti pada aspek aktivitas melihat beberapa siswa masih belum serius memperhatikan penjelasan guru mengenai menggambar ilustrasi. Pada aktivitas berbicara,siswa belum nampak memberikan saran dalam penjelasan materi menggambar ilustrasi. Pada aktivitas emosional beberapa siswa masih nampak ramai pada saat guru menyampaikan materi. Kekurangan- kekurangan yang ditemui pada siklus I ini akan diperbaiki pada siklus II dan diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih baik lagi.

Pelaksanaan pembelajaran siklus I juga menunjukan adanya peningkatan kinerja guru dengan skor peroleh 3,23 termasuk dalam kategori sangat baik. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan kinerja guru yang perlu diperbaiki, seperti guru masih membuat rangkuman sendiri tanpa melibatkan siswa, guru belum melaksanakan tindak lanjut, dan melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran.Untuk pertemuan selanjutnya harus lebih bisa mengajak siswa untuk membuat rangkuman materi yang telah dipeajari hari ini, memberikan tindak lanjut diakhir pembelajaran, dan melaksanakan penilaian.

(24)

commit to user

Tahap releksi terhadap nilai kreativitas menggambar ilustrasi dilakukan dengan cara melihat ketercapaian nilai siswa pada pratindakan dan siklus I. Setelah itu, hasil nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siklus I dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan. Indikator kenerja pada penelitian tindakan kelas ini adalah 80% siswa mendapat nilai ≥70. Adapun ketercapaian siswa pada siklus I dalam menggambar ilustrasi adalah sebanyak 19 siswa dengan persentase 70,37% dan sebanyak 8 siswa belum mancapai KKM dengan presentase 29,63%.

Berdasarkan hasil tersebut, maka ketuntasan menggambar ilustrasi siswa pada siklus I meningkat. Lebih rinci perbandingan persentase ketuntasan menggambar ilustrasi pada pratindakan dan siklus I dapat dilihat pada tabel 4.9 di bawah ini

Tabel 4.9 Perbandingan Persentase Ketuntasan Kreativitas Menggambar Ilustrasi Pratindakan dan Siklus I

No Keterangan Siswa yang mencapai KKM Persentase (%)

1 Pratindakan 9 33,33

2 Siklus I 19 70,37

(25)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.9 perbandingan persentase ketuntasan menggambar ilustrasi pada pratindakan dan siklus I juga disajikan dalam bentuk grafik seperti pada Gambar 4.12 berikut:

Gambar 4.12 Perbandingan Persentase Ketuntasan Kreatifitas Menggambar Ilustrasi Pratindakan dan Siklus I

Berdasarkan hasil observasi maupun nilai yang diperoleh siswa dalam menggambar ilustrasi, menunjukkan bahwa media audio visual telah memberikan manfaat yang baik dalam pembelajaran. Akan tetapi, ketercapaian ketuntasan klasikal pada siklus I belum mencapai target yaitu hanya 70,37%. Sedangkan indikator kinerja yang sudah ditetapkan adalah sebesar 80%.Oleh karena itu, perbaikan pada siklus II diharapkan dapat mencapai target indikator kinerja yang ditetapkan sebelumnya.

2. Hasil Tindakan Siklus II

Tindakan siklus II dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 27 April 2016 dan pertemuan kedua pada Sabtu, 30 April 2016.Setiap pertemuan dilaksanakan dengan alokasi 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Pada siklus II ini peneliti masih berperan sebagai observer. Materi yang diajarkan tetap sama yaitu menggambar ilustrasi, akan

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Pratindakan Siklus I

Persentase (%)

= Siswa yang mencapai KKM

= Persentase

(26)

commit to user

tetapi terdapat beberapa perbedaan mengenai langkah-langkah menggambar ilustrasi dan penggunaan video dengan cerita yang berbeda, serta ada tindakan perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I. Adapun tahapan yang dilaksakan dalam siklus II sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan perencanaan pada siklus II dilakukan pada hari Selasa, 27 April 2016. Pada tahap ini, hal yang di bahas yakni mengenai rancangan tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II. Rancangan yang dibuat berdasarkan pada hasil refleksi siklus I. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta.

Hal-hal yang perlu diperbaiki guru dalam pembelajaran SBK melalui media audio visual sebagai upaya untuk mengatasi berbagai kekurangan yang terjadi pada siklus I tersebut adalah sebagai berikut:

1) Guru lebih hati-hati dalam memilih kata yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sehingga siswa akan lebih mudah menerima informasi yang disampaikan guru.

2) Guru menjelaskan langkah-langkah menggambar ilustrasi terlebih dahulu sebelum memberikan tugas menggambar kepada siswa.

3) Guru lebih mengontrol kelas agar tidak terjadi kegaduhan saat proses pembelajaran berlangsung.

4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan saran/pendapat saat proses pembelajaran berlangsung.

Adapun deskripsi perencanaan tindakan pada siklus II meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Pelaksanaan siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan dalam satu minggu, yaitu pada tanggal 27 dan 30 April 2016 dengan alokasi waktu masing-masing pertemuan adalah 2 x 35 menit.

2) Fokus materi pada pertemuan pertama siklus II adalah menggambar ilustrasi dengan media audio visual berupa video dengan judul “Desa

(27)

commit to user

Mina dan Sungainya” dan disertai penjelasan langkah-langkah menggambar ilustrasi.

3) Mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung a) Ruang kelas ditata dengan rapi agar pembelajaran berjalar

dengan lancar.

b) Menyiapkan perangkat multimedia, diantaranya: laptop, speaker, dan LCD proyektor.

c) Menyiapkan kamera yang digunakan untuk merekam proses pembelajaran.

4) Perangakat pembelajaran yang disiapkan

a) Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) yang didasarkan pada silabus yang disusun meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dampak pengiring, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran, langkah pembelajaran, sumber dan media pembelajaran, serta penilaian.

b) Kertas gambar untuk menggambar ilustrasi dan lembar evaluasi.

c) Pedoman lembar observasi aktivitas siswa dan pedoman lembar observasi kenerja guru.

d) Media pembelajaran berupa video “Desa Mina dan Sungainya”.

e) Lembar penilaian hasil menggambar ilustrasi.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan 1) Pertemuan Pertama

Pelaksanaan pertemuan pertama siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 27 April 2016 pukul 07.30-08.40 WIB.Pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat pada tahap perencanaan.Pertemuan pertama mempelajari tentang definisi menggambar ilustrasi dan langkah- langkah menggambar ilustrasi.Pelaksanaan tindakan juga dilaksakan dengan menerapkan penggunaan media audio visual.Peneliti

(28)

commit to user

bertindak sebagai observer dan IbuWiji Lestari, S.Pd bertindak sebagai guru. Rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama siklus II sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal (10 menit)

Guru membuka pembelajaran dengan memberikan salam, berdoa bersama, presensi, dan pengkondisian kelas. Dilanjutkan dengan menanyakan kabar siswa dan pemberian motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran menggambar ilustrasi.

b) Kegiatan Inti (50 menit) (1) Eksplorasi

Pada tahap ini siswa diajak mengingat kembali tentang definisi menggambar ilustrasi.Beberapa siswa nampak mengeluarkan pendapat mereka mengenai gambar ilustrasi.Setelah dirasa siswa sudah paham mengenai gambar ilustrasi, selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah menggambar ilustrasi.Tahap demi tahap dijelaskan guru secara detail.Siswa diberi kesempatan untuk bertanya apabila belum paham dengan penjelasan guru. Selanjutnya guru menmpilkan video yang berbeda dari siklus I namun tetap dengan tema yang sama. Video yang ditampilkan pada siklus II berjudul “Desa Mina dan Sungainya”.Para siswa nampak senang dengan video pada siklus II terlihat semua siswa memperhatikan adegan-adegan yang ada di video.

(2) Elaborasi

Pada tahap ini setelah guru menampilkan video “Desa Mina dan Sungainya” kemudian guru mengulas cerita dalam video. Guru dan siswa melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai video yang ditayangkan selanjutnya siswa diberi tugas untuk menggambar ilustrasi pada cerita di video. Guru

(29)

commit to user

membagikan meminta beberapa siswa untuk membagikan kertas gambar. Sembari siswa membagikan kertas gambar, guru menjelaskan indikator penilaian menggambar ilustrasi.Kemudian guru mengajak siswa untuk menyiapkan alat dan bahan menggambar ilustrasi.Siswa menggambar ilustrasi pada video sesuai kreaatifitas mereka. Saat proses menggambar guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham mengenai menggambar ilustrasi.

(3) Konfirmasi

Guru meminta siswa mengumpulkan gambar ilustrasi siswa yang akan dilanjutkan dengan pewarnaan di pertemuan berikutnya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi gambar ilustrasi. Guru meluruskan pemahaman menggambar ilustrasi siswa yang belum benar. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang/ tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran agar dipertemuan selanjutnya lebih aktif.

c) Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru bersama siswa membuat rangkuman materi pembelajaran mengenai menggambar ilustrasi, Guru memberikan tindak lanjut berikutnya yaitu lebih giat berlatih menggambar ilustrasi dirumah. Guru menutup pembelajaran dengan mempersilahkan siswa untuk istirahat.

2) Pertemuan Kedua

Pelaksanaan pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 April 2016 pukul 09.30-10.40 WIB.Pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat pada tahap perencanaan.Pertemuan kedua melanjutkan pewarnaan dari gambar yang telah dikerjakan pada

(30)

commit to user

pertemuan sebelumnya. Rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan kedua siklus II sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal (5 menit)

Pembelajaran SBK berlangsung setelah jam istirahat pertama. Guru membuka pembelajaran dengan mengondisikan kelas. Dilanjutkan menanyakan kegiatan apa yang telah dilaksanakan dipertemuan sebelumnya.

b) Kegiatan Inti (55 menit) (1) Eksplorasi

Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kembali materi yang telah disampaikan dipertemuan sebelumnya.

Beberapa siswa terlihat mengungkapkan pendapatnya tentang langkah-langkah menggambar ilustrasi. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas.

(2) Elaborasi

Pada tahap ini siswa menyempurnakan gambar mereka dengan pewarnaan sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas. Guru mendampingi setiap kegiatan pewarnaan siswa.

(3) Konfirmasi

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi gambar ilustrasi. Guru meluruskan pemahaman menggambar ilustrasi siswa yang belum benar.

Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang/ tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran agar dipertemuan selanjutnya lebih aktif.

(31)

commit to user

3) Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru bersama siswa membuat rangkuman materi pembelajaran mengenai menggambar ilustrasi. Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. Kemudian siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru secara individu.

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi menggambar ilustrasi. Sebelum menutup pembelajaran pembelajaran guru mengondisikan kelas agar siswa tetap tenang. Guru menutup pembelajaran dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa.

Penilaian kreativitas menggambar ilustrasi dilaksanakan pada setiap akhir pertemuan di siklus II.Penilaian ini disesuaikan dengan pedoman penilaian menggambar ilustrasi. Distribusi frekuensi nilai kreatifitas menggambar ilustrasi pada siklus II dapat dilihat dalam Tabel 4.10 di bawah ini:

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus II

No Nilai Interval

Nilai Tengah (Xi)

Frekuensi

(Fi) Xi.Fi Persentase

(%) Komulatif

1 56-62 59 2 118 7,41 7,41

2 63-69 66 2 132 7,41 14,82

3 70-76 73 9 657 33,33 48,15

4 77-83 80 7 560 25,93 74,08

5 84-90 97 4 348 14,81 88,89

6 91-97 94 3 282 11,11 100

Jumlah 27 2097 100

Nilai rata-rata 77,67

Persentase ketuntasan klasikal 85,19%

Persentase ketidaktuntasan 14,81%

Nilai tertingi 96

Nilai terendah 60

Untuk memudahkan pembaca dalam memahami hasil nilai kreativitas menggambar ilustrasi dengan menerapkan media

(32)

commit to user

audio visual pada siklus II, maka data nilai juga disajikan dengan grafik seperti pada gambar 4.13 di bawah ini:

Gambar 4.13 Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.10 dan Gambar 4.13, dapat dilihat bahwa nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No.235 Surakarta di siklus II memperoleh rata-rata kelas yaitu 77,67, siswa yang memperoleh nilai 56-62 sebanyak 2 siswa atau 7,41%, siswa yang memperoleh nilai 63-69 sebanyak 2 siswa atau 7,41%, siswa yang memperoleh nilai 70-76 sebanyak 9 siswa atau 33,33%, siswa yang memperoleh nilai 77-83 sebanyak 7 siswa atau 25,93%, siswa yang memperoleh nilai 84-90 sebanyak 4 siswa atau 14,81%, dan siswa yang memperoleh nilai 91-97 sebanyak 3 siswa atau 11,11%.

Dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70, maka dapat dilihat bahwa setelah penerapan media adio visual di siklus II dari 27 siswa hanya terdapat 4 atau 14,81% siswa yang nilainya belum mencapai KKM dan 23 siswa atau 85,19%

sudah berhasil memenuhi KKM. Hal itu menunjukan adanya peningkatan yang dari hasil yang didapatkan pada siklus I.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

56-62 63-69 70-76 77-83 84-90 91-97

Frekuensi

Interval

(33)

commit to user

Peningkatan kreativitas menggambar ilustrasi dapat dilihat pada tabel 4.11 di bawah ini:

Tabel 4.11 Peningkatan Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus II

Untuk memperjelas nilai terendah, nilai tertinggi, dan nilai rata-rata siswa pada saat siklus II dapat dilihat pada gambar 4.14:

Gambar 4.14 Grafik nilai terendah, nilai rata-rata, nilai tertinggi pada siklus II

0 20 40 60 80 100 120

Nilai terendah Nilai rata-rata Nilai tertinggi

Nilai

No Keterangan Siklus I Siklus II

1 Rata-rata Klasikal 71,44 77,67

2 Nilai Terendah 53 60

3 Nilai tertinggi 90 96

4 Persentase ketuntasan (%) 70,37 85,19 5 Persentase ketidaktuntasan (%) 29,63 14,81

(34)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat disajikan grafik peningkatan persentase ketuntasan menggambar ilustrasi pada siklus I dan siklus II dalam menggambar ilustrasi seperti pada gambar di bawah ini:

Gambar 4.15 Grafik Peningkatan Ketuntasan Klasikal pada Siklus II

Berdasarkan Tabel 4..10 dan Gambar 4.14 yang sudah disajikan di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata klasikal menunjukan pengingkatan dari 71,44 menjadi 77,67. Nilai terendah yang didapatkan siswa pada siklus I adalah 53 yang pada siklus II meningkat menjadi 60.Nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada pratindakan adalah 90 yang pada siklus I meningkat menjadi 96. Persentase ketuntasan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta mengalami peningkat dari persentase ketuntasan siklus I sebesar 70,37% menjadi 85,19%

pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa hasil dari siklus II

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Siklus I Siklus II

P ersentase (% )

= Tuntas

= Tidak tuntas

(35)

commit to user

sudah berhasil mencapai indikator kinerja penelitian yang sudah ditentukan.

4) Observasi

Tahap observasi dilaksanakan oleh observer yaitu peneliti dengan menggunakan pedoman lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru. Pedoman observasi yang digunakan dalam siklus II masih sama dengan pedoman observasi pada siklus I. Hal ini dikarenakan aspek – aspek yang diamati pada siklus II juga masih sama dengan siklus I.

Berikut uraian hasil observasi pada pelaksanaan pembelajadaran pada siklus II

1) Hasil observasi aktivitas siswa

Observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan.Aktivitas belajar siswa bagi siklus II termasuk dalam kategori sangat baik.Adapun aktivitas siswa tersebut meliputi aktivitas melihat, aktivitas berbicara, aktivitas mendengarkan, aktivitas menggambar, dan aktivitas emosional.

Peningkatan aktivitas siswa pada aktivitas berbicara ditandai dengan beberapa siswa yang sudah berani mengeluarkan pendapat, berani untuk bertanya baik pada guru maupun pada teman, dan berani menjawab meskipun harus ditunjuk oleh guru. Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa juga nampak berani menyampaikan saran untuk pembelajaran menggambar ilustrasi.

Peningkatan aktivitas mendengarkan ditandai dengan aktivitas beberapa siswa yang selalu mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Aktivitas menggambar terlihat sebagian besar siswa sudah aktif menggambar dan ada hampir seluruh siswa yang sudah percaya diri mengeluarkan ide-ide yang ada dalam pemikiran mereka tanpa mencontoh gambar temannya. Sedangkan aktivitas mental nampak saat siswa bersemangat mengikuti pembelajaran dan merasa senang saat diberi tugas oleh guru.

(36)

commit to user

Hasil dari aktivitas siswa yang diperoleh pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut:

Tabel 4.12 Hasil Aktivitas Siswa pada Siklus II

Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-Rata Interpretasi

1 4 4 4 SB

2 4 4 4 SB

3 4 4 4 SB

4 3 3 3 B

5 3 3 3 B

6 2 3 2,5 KB

7 4 4 4 SB

8 3 3 3 B

9 3 4 3,5 SB

10 3 4 3,5 SB

11 3 4 3,5 SB

12 2 3 2,5 B

13 3 4 3,5 SB

14 3 3 3 B

15 3 4 3,5 SB

Rata-rata 3,1 3,6 3,4 SB

(37)

commit to user

Berdasarkan tabel 4.12 di atas dapat disajikan pula dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.16 berikut:

Gambar 4.16 Grafik Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II

Kriteria hasil observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran yaitu apabila skor 0,01-1,00 (tidak baik), 1,01-2,00 (kurang baik), 2,01-3,00 (baik), dan 3,01-4,00 (sangat baik).

Berdasarkan kriteria tersebut, hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta pada siklus II dengan rata-rata 3,4 termasuk dalam kategori sangat baik.

2) Hasil Observasi Kinerja Guru

Observasi kinerja guru pada siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan.Aktivitas guru diamati dengan menggunakan pedoman lembar observasi kinerja guru yang sudah disediakan.

2.8 2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

Rata-rata

Aktivitas siswa

= Pertemuan 1

= Pertemuan 2

= Rata-rata

(38)

commit to user

Hasil observasi kinerja guru terlampir pada lampiran 30 halaman 233. Hasil dari observasi kinerja guru yang diperoleh pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:

Tabel 4.13 Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus II Kriteria Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata Intepretasi

1 4 4 4 SB

2 4 4 4 SB

3 4 4 4 SB

4 4 4 4 SB

5 3 4 3,5 SB

6 4 4 4 SB

7 4 4 4 SB

8 4 4 4 SB

9 3 4 3,5 SB

10 4 4 4 SB

11 4 4 4 SB

12 4 4 4 SB

13 3 3 3 B

14 3 3 3 B

15 3 3 3 B

Rata-rata 3,66 3,8 3,73 SB

Berdasarkan Tabel 4.13 Hasil Observasi kinerja guru pada Siklus II dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan.

Skor rata-rata hasil kinerja guru pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 sebesar 3,73.Hal ini menunjukan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru termasuk dalam kategori sangat baik.

Peningkatan kinerja pada siklus II nampak pada saat guru telah mampu melaksanakan semua aspek pembelajaran dengan baik.Guru mampu mengajak siswa untuk membuat rangkuman. Berdasarkan pengamatan observasi kinerja guru dalam pembelajaran menggambar ilustrasi yang sudah dilakukan oleh observer diperoleh hasil seperti yang terlihat pada tabel 4.14 di bawah ini

(39)

commit to user

Tabel 4.14Rata-rata Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus II

No Pertemuan Skor

1 Pertemuan 1 3,66

2 Pertemuan 2 3,8

Rata-Rata 3,73

Untuk lebih mudah memahami sajian data hasil observasi kinerja guru pada Tabel 4.14, maka disajikan pula dapal bentuk grafik seperti pada gambar 4.17 di bawah ini:

Gambar 4.17 Grafik Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.14 dan Gambar 4.17 diatas dapat dilihat bahwa pertemuan 1 perolehan skor kinerja guru adalah 3,6 termasuk dalam kategori sangat baik. Pertemuan 2 skor kinerja guru yang diperoleh sebesar 3,73 termasuk kategori sangat baik. Dengan

3.55 3.6 3.65 3.7 3.75 3.8 3.85

Pertemuan 1 Pertemuan 1 Pertemuan 1

Nilai

Kinerja Guru

(40)

commit to user

demikian, skor rata-rata kinerja guru pada siklus II adalah 3,66.

5) Tahap Refleksi

Data hasil observasi yang didapat dari guru dan peneliti serta hasil tes evaluasi tentang kreativitas menggambar ilustrasi, maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media audio visual pada siklus II menunjukkan hasil yang memuaskan.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II telah menunjukan peningkatan pada aktivitas belajar belajar siswa dengan skor rata-rata 3,4 termasuk dalam kategori sangat baik (SB). Hal ini dikarenakan adanya dorongan dan motivasi dari guru yang terus menerus sehingga meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan, guru sudah mengajak siswa untuk membuat rangkuman, melaksanakan tindak lanjut, dan melaksanakan penilaian. Peningkatan kinerja guru pada siklus II berhasil mendapat skor peroleh 3,66 termasuk dalam kategori sangat baik (SB).

Tahap refleksi terhadap nilai kreativitas menggambar ilustrasi dilakukan dengan cara melihat ketercapaian nilai siswa pada siklus I dan siklus II. Ketercapaian siswa pada siklus I dalam menggambar ilustrasi adalah sebanyak 19 siswa dengan presentase 70,37%. Sedangkan pada siklus II ketercapaian siswa sebanyak 22 siswa dengan persentase 81,48%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat diketahui bahwa rata- rata nilai dan ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan siswa dari siklus I ke siklus II meningkat. Lebih rinci perbandingan nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah ini:

(41)

commit to user

Tabel 4.15 Perbandingan Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.15, perbandingan nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada siklus I dan siklus II juga disajikan dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.18 berikut:

Gambar 4.18 Grafik Perbandingan Persentase Ketuntasan Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan hasil observasi maupun nilai yang diperoleh siswa dalam menggambar ilustrasi, menunjukan bahwa penerapan media audio visual telah memberikan manfaat yang baik dalam pembelajaran menggambar ilustrasi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya persentase ketuntasan klasikal pada siklus II yaitu mencapai 85,19% atau sebanyak 23 siswa berhasil mencapai KKM ≥70 dan 4 siswa atau 14,81%

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Siklus I Siklus II

= Siswa yang mencapai KKM

= Persentase

No Keterangan Siswa yang mencapai KKM Persentase (%)

1 Siklus I 19 70,37

2 Siklus II 23 85,19

(42)

commit to user

belum mencapai KKM ≥70. Dengan hasil persentase ketuntasan klasikal tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil tindakan pada siklus II sudah berhasil mencapai indikator kinerja penelitian yang sudah ditetapkan yaitu sebesar 80%.Ketercapaian indikator kinerja, peningkatan aktivitas siswa, dan kinerja guru menunjukan bahwa penelitian tindakan kelas ini telah berhasil.

3. Perbandingan Hasil Tindakan

Penggunaan media audio visual pada pembelajaran menggambar ilustrasi telah memberikan banyak manfaat terhadap aktivitas siswa, kinerja guru, dan nilai kreativitas menggambar ilustrasi.Hal ini nampak pada hasil tindakan yang telah diuraikan, dimana terdapat perbandingan yang menunjukan adanya peningkatan dari siklus I hingga siklus II. Perbandingan hasil pada siklus I dan siklus II diuraikan sebagai berikut:

a. Perbandingan Hasil Aktivitas Siswa

Perbandingan hasil aktivitas siswa dari siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.16 di bawah ini

Tabel 4.16 Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I dan Siklus II.

Keterangan Siklus I Siklus II Rata-rata aktivitas siswa 2,9 3,4

Berdasarkan Tabel 4.16 di atas, perbandingan hasil aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II juga disajikan dalam bentuk grafik seperti pasa gambar 4.19 berikut:

(43)

commit to user

Gambar 4.19 Grafik Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I dan Siklus II.

Berdasarkan Tabel 4.14 dan Gambar 4.19 di atas, dapat diketahui adanya peningkatan rata-rata skor aktivitas siswa pada setiap siklusnya.

Pada siklus I rata-rata skor perolehan aktivitas siswa adalah 2,9 dan siklus II meningkat lagi menjadi 3,4.

b. Perbandingan Hasil Kinerja Guru

Perbandingan hasil kinerja guru pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 4.17 Perbandingan Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I dan Siklus II.

Keterangan Siklus I Siklus II Rata-rata kinerja guru 3,23 3,73

Selain dalam bentuk tabel, perbandingan hasil kinerja guru pada siklus I dan siklus II juga dapat disajikan dalam bentuk grafik seperti pada gambar di bawah ini

Gambar 4.20 Perbandingan Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I dan Siklus II

2.6 2.7 2.8 2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5

Siklus I Siklus II

Rata-rata

(44)

commit to user

Gambar 4.20 Grafik Perbandingan Hasil Observasi Kinerja Guru pada Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.15 dan Gambar 4.20, dapat diketahui bahwa adanya peningkatan kinerja guru pada setiap siklusnya. Pada siklus I perolehan rata-rata skor kinerja guru sebesar 3,23 dan meningkat lagi menjadi 3,66 pada siklus II.

c. Perbandingan Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi

Perbandingan nilai kreativitas menggambar ilustrasi mulai dari pratindakan hingga siklus II dapat dilihat pada tabel 4.18 berikut

Tabel 4.18 Perbandingan Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Pratindakan, Siklus I dan Siklus II

2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8

Siklus I Siklus II

Rata-rata

No Keterangan Prasiklus Siklus I Siklus II

1 Nilai Terendah 43 53 60

2 Nilai tertinggi 80 90 96

3 Rata-rata klasikal 60,04 71,44 77,67 4 Persentase ketuntasan klasikal (%) 33,33 70,37 85,19 5 Persentase ketidaktuntasan (%) 66,67 29,63 14,81

(45)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.18 di atas, dapat disajikan perbandingan nilai kreativitas menggambar ilustrasi pada setiap siklusnya dalam bentuk grafik seperti pada gambar 4.21 di bawah ini

Gambar 4.21 Grafik Perbandingan Nilai Kreativitas Menggambar Ilustrasi pada Pratindakan, siklus I dan Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.16 dan Gambar 4.21 dapat diambil kesimpulan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklusnya meningkat. Pada pratindakan nilai rata-ratanya adalah 60,04 , pada siklus I meningkat menjadi 71,44 dan meningkat lagi menjadi 77,67 pada siklus II.

Nilai terendah yang diperoleh siswa pada pratindakan adalah 43, pada siklus I 53, kemudian meningkat menjadi 60 pada siklus II.Sedangkan nilai

0 20 40 60 80 100 120

Nilai rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi

= Pratindakan

= Siklus I

= Siklus II

(46)

commit to user

tertinggi pada pratindakan adalah 80, siklus I 90, dan pada siklus III menjadi 96. Sedangkan peningkatan persentase ketuntasan siswa dalam menggambar ilustrasi dapat dilihat pada gambar 4.22 di bawah ini

Gambar 4.22 Peningkatan Persentase Ketuntasan Siswa pada Pratindakan, Siklus I dan Siklus II

Dengan KKM ≥70 persentase ketuntasan dalam menggambar ilustrasi pada pratindakan adalah 33,33% atau 9 siswa sedangkan 66,67% atau sebanyak 18 siswa tindak tuntas. Pada siklus I persentase ketuntasan meningkat sangat signifikan mencapai 70,37% atau 19 siswa sedangkan 29,63% atau sebanyak 8 siswa benlum tuntas. Pada siklus II persentase ketuntasan meningkat kembali menjadi 85,19% atau 23 siswa sedangkan 4 siswa atau 14,81% masih belum tuntas. Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan penggunaan media audio visual untuk peningkatan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III N0.235 Surakarta dinyatakan berhasil dan dihentikan sampai siklus II.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Ketuntasan Ketidaktuntasan

= Pratindakan

= Siklus I

= Siklus II

(47)

commit to user

B. Pembahasan

Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, yaitu untuk meningkatkan kreativitas menggambar ilustrasi melalui penerapan media audia visual dapat membawa perubahan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta untuk KBM selanjutnya.

Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes menggambar ilustrasi, nampak adanya peningkatan dalam aktivitas siswa, kinerja guru, dan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta kemampuan.

Berdasarkan observasi peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran menggambar ilustrasi dengan penerapan media audio visual dianataranya: (1) siswa membaca materi yang akan dipelajari; (2) siswa memperhatikan video pembelajaran yang ditampilkan guru; (3) siswa mengamati cara menggambar ilustrasi; (4) siswa berani mengeluarkan pendapat; (5) siswa berani bertanya; (6) siswa berani memberi saran; (7) siswa mendengarkan penjelasan guru dengan baik; (8) siswa mampu merespon terhadap materi yang diajarkan oleh guru; (9) siswa memperhatikan penjelasan teman; (10) siswa aktif menggambar ilustrasi;

(11) siswa menggambar iluatrasi dengan ide masing-masing; (12) siswa luwes dalam menggambar ilustrasi; (13) siswa bersemangat saat pembelajaran; (14) siswa tenang saat menjawab pertanyaan yang diberikan guru; (15) siswa senang saat endapat tugas dari guru. Sedangkan peningkatan kinerja guru nampak pada saat guru telah mampu melaksanakan semua aspek pembelajaran dengan baik dan runtut.

(48)

commit to user

Berdasarkan dari hasil nilai pratindakan, siklus I, dan siklus II dapat diketahui bahwa pada setiap siklus selalu mengalami peningkatan. Pada pratindakan siswa yang berhasil mencapai KKM ≥70 hanya 9 siswa atau 33,33%, pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa atau 70,37%, dan meningkat menjadi 23 siswa atau 85,19% pada siklus II. Peningkatan ketuntasan pada setiap siklus dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut

Tabel 4.19 Peningkatan Persentase Ketuntasan pada Setiap Siklus

Pratindakan Siklus I Siklus II

Siswa Tuntas

Persentase (%)

Siswa Tuntas

Persentase (%)

Siswa Tuntas

Persentase (%)

9 33,33 19 70,37 23 85,19

Berdasarkan Tabel 4.19 di atas, dapat disajikan ke dalam grafik seperti pada gambar 4.23 di bawah ini:

Gambar 4.23 Grafik Peningkatan Persentase Ketuntasan pada Setiap Siklus Berdasarkan Tabel 4.17 dan Gambar 4.23 di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap siklus penelitian selalu ada peningkatan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta dengan menerapkan media audio visual. Hal ini nampak pada nilai-nilai yang diperoleh

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Pratindakan Siklus I Siklus II

Persentase (%)

(49)

commit to user

siswa pada menggambar ilustrasi disetiap akhir pertemuan.Dari hasil penelitian, 23 siswa sudah menunjukan kemajuan yang pesat pada aktivitas belajar maupun hasil menggambar ilustrasi. Akan tetapi, ada 4 siswa yang hasil menggambar ilustrasi masih di bawah KKM ≥70 dikarenakan kreativitas siswa tersebut memang rendah.

Hambatan-hambatan yang dihadapai selama penelitian ini diantaranya adalah:

1. Pemakaian speaker yang digunakan untuk dua kelas, sehingga penelitian dilaksanakan pada saat kelas sebelah olahraga agar tidak mengganggu pembelajaran dikelas sebelah.

2. Sering terjadi pertukaran jam antara mata pelajaran SBK dan seni tari sehingga peneliti harus menyesuaikan jam pembelajaran disekolah tersebut.

Namun secara keseluruhan, penelitian dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi atas keberhasilan penerapan media audio visual untuk meningkatkan kreativitas menggambar ilustrasi pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo III No. 235 Surakarta pada khususnya dan siswa kelas V Sekolah Dasar pada umumnya.

Referensi

Dokumen terkait

Pembahasan prestasi belajar yang diraih siswa ini berdasar temuan yang dilakukan peneliti saat melaksanakan tindakan penelitian terhadap 23 siswa kelas III SD Negeri

1. Data hasil observasi yang dilakukan terhadap aktifitas siswa dan guru sangat baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus II mengalami.. Kemudian pada

Proses Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika (Permainan Tradisional) pada Siswa Kelas VII UPTD SMP Negeri 3 Bajuin. Hasil observasi dan wawancara

Berdasarkan pengamatan dan wawancara langsung maka ditemukan beberapa kekurangan dalam pembelajaran ini yakni siswa terlalu antusias dalam mencari bangun yang berbentuk

Data kerjasama siswa pada kegiatan pembelajaran merupakan gambaran aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun data observasi hasil kerjasama siswa pada

Selama penelitian berlangsung pada pertemuan pertama, observer mengamati kegiatan pembelajaran guru dan aktivitas belajar siswa berdasarkan dengan lembar observasi

Pelaksanakan tindakan dan observasi ini merupakan deskripsi proses pemelajaran dari pertemuan I sampai pertemuan III serta deskripsi observasi aktivitas guru dan siswa

Dari data observasi yang dilakukan, pada saat aktivitas awal pembelajaran dari 30 siswa di SD N Salatiga 09 sangat tertarik ingin membaca komik. Siswa sangat