• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Pratindakan

Sebelum melaksanakan proses penelitian tindakan kelas,terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan survey awal untuk mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan. Hasil kegiatan survey awal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan tahun pelajaran 2013/2014 yang mengikuti pembelajaran permainan lempar tangkap bola adalah 19 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Sebelum di berikan pembelajaran lempar tangkap bola dengan menggunakan bola dari kain perca jumlah siswa yang belum tuntas adalah 52,64 % atau 10 anak dari seluruh siswa. Dengan demikian dapat di simpulkan hanya ada 9 siswa yang tuntas dari 19 siswa kelas IV SD Negeri Soropadan Tahun pelajaran 2013/2014, sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran kurang berhasil.

2. Siswa kurang memiliki perhatian dan motivasi dalam pembelajaran lempar tangkap bola kasti, sebab guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam materi lempar tangkap bola kasti.

3. Dari hasil wawancara yang di lakukan, di peroleh informasi bahwa siswa menganggap remeh pembelajaran lempar tangkap bola kasti dan siswa kurang tertarik dengan materi lempar tangkap bola kasti karena gerakan yang di lakukan hanya begitu-begitu saja. Hal ini dapat di buktikan oleh peneliti dengan pengamatan secara langsung di lapangan. Pada saat mengikuti pembelajaran lempar tangkap bola kasti kebanyakan siswa menunjukkan sikap seenaknya sendiri, tidak memperhatikan penjelasan guru, ada yang bicara dengan temannya, ada yang bermain sendiri dengan temannya, bahkan ada yang berteduh pada saat pelajaran berlangsung.

4. Dilihat dari hasil penilaian guru pendidikan jasmani pada materi lempar tangkap bola kasti siswa yang mampu melakukan gerak dasar lempar tangkap bola kasti 9 siswa (47,36 %) dan sisanya masih belum bisa melakukan gerak dasar lempar tangkap bola kasti. Guru kesulitan menemukan contoh /model

23 commit to user

(2)

pembelajaran lempar tangkap bola kasti yang baik, tepat dan menarik. Sering kali guru lebih menekankan pada penguasaan teknik semata, sehingga motivasi siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran masih kurang.

Kondisi awal hasil belajar lempar tangkap bola kasti pada kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Tahun Pelajaran 2013/2014 sebelum di berikan tindakan melalui modifikasi media pembelajaran di sajikan dalam bentuk tabel dan gambar sebagai berikut :

Tabel 4.1. Diskripsi Data Awal Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Sebelum Diberikan Tindakan

Rentang

Nilai Keterangan Kriteria Jumlah

Anak Prosentase

 86 Baik Sekali Tuntas 0 0%

81 – 85 Baik Tuntas 0 0%

75 – 80 Cukup Tuntas 9 47,37%

 74 Kurang Belum Tuntas 10 52,63%

JUMLAH 19 100%

Gambar 4.1. Data Awal Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Sebelum Diberikan Tindakan

0 2 4 6 8 10

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

commit to user

(3)

Berdasarkan hasil deskripsi rekapitulasi data awal sebelum di berikan tindakan maka dapat di jelaskan bahwa mayoritas siswa belum menunjukkan hasil belajar yang baik, dengan prosentase ketuntasan belajar 47,37% dengan kriteria Baik sekali 0%, Baik 0%, Cukup 47,73%, Kurang 52,63%.

Melalui deskripsi data awal yang telah di peroleh tersebut masing-masing aspek menunjukkan kriteria keberhasilan pembelajaran yang kurang. Maka di susun sebuah tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran materi lempar tangkap bola kasti pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Tahun Pelajaran 2013/2014, melalui modifikasi media pembelajaran. Pelaksanaan tindakan akan di lakukan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yakni : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi dan Interprestasi, (4) Analisis dan Refleksi

B. Diskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus 1. Siklus 1

a. Tahap Perencanaan Perencanaan tindakan pada siklus 1 sebagai berikut :

1) Peneliti bersama guru (kolaborator) merancang model pembelajaran dengan menggunakan bola dari kain perca untuk mengoptimalkan kemampuan dan hasil belajar lempar tangkap bola kasti.

2) Peneliti dan guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lempar tangkap bola kasti melalui modifikasi media pembelajaran.

3) Peneliti dan guru menyiapkan sarana dan prasarana serta peralatan yang digunakan.

4) Peneliti dan guru menyusun lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan Siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan yang dilaksanakan selama 2 minggu yakni pada hari Kamis tanggal 14 Nopember 2013 dan 22 Nopember 2013. Masing-masing pertemuan di laksanakan selama 2 x 35 menit. Sesuai dengan RPP pada siklus I ini pembelajaran di lakukan oleh peniliti dan guru yang bersangkutan,dan sekaligus melakukan observasi terhadap proses

pembelajaran. commit to user

(4)

Materi pada pelaksanaan tindakan I, pertemuan pertama pada hari Kamis, 14 Nopember 2013 adalah mempraktekan gerak lempar tangkap bola kasti dengan modifikasi media pembelajaran yaitu dengan menggunakan bola dari kain perca. Selama tindakan berlangsung, dilakukan juga pengamatan dan penilaian terhadap aktivitas dan gerak siswa terkait dengan materi lempar tangkap bola kasti menggunakan bola dari kain perca. Adapun urutan pelaksanaan tindakan sebagai berikut :

1) Kegiatan Awal / Pendahuluan

a) Siswa di bariskan menjadi 2 bersab dengan disiplin.

b) Guru memimpin siswa berdoa di lanjutkan dengan presensi dan memberikan apersepsi, motivasi dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran, serta kompetensi dasar dan indikator yang harus di capai siswa secara singkat.

c) Guru memberikan pemanasan

 Pemanasan Statis dan Dinamis

 Pemanasan dengan permainan 2) Kegiatan Inti

a) Guru menyampaikan penjelasan tentang materi lempar tangkap bola kasti.

 Bola dipegang dengan dua tangan,dengan posisi badan membungkuk dan ke dua kaki dibuka,ayunkan bola dengan kedua tangan dari arah kedua kaki ke depan sehingga bola menggelinding ke depan sampai garis batas,kemudian diambil lagi dan dilempar dengan cara menggelindingkan kearah sebaliknya, jarak yang ditempuh 5 meter.

 Siswa melakukan gerakan tersebut.

Gambar 4.2. Gerakan Menggelindingkan Bola commit to user

(5)

b) Cara menangkap bola

 Bola dipegang dengan dua tangan,posisi badan tegak rileks,bola dilemparkan dengan dua tangan ke atas kira-kira 2-3 meter kemudian ditangkap dengan kedua tangan. Gerakan melempar dan menangkap dilakukan sambil berjalan dari garis awal (bilah) ke garis batas kemudian kembali lagi.

 Siswa melakukan langkah-langkah gerakan tersebut.

Gambar 4.3. Gerakan Menangkap Bola

3) Kegiatan Akhir

a) Melaksanakan pendinginan dengan duduk santai dan di tempat yang teduh b) Evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah di berikan

c) Siswa di minta untuk mengisi kartu ceria yang telah di sediakan.

d) Berdoa dan siswa kembali ke kelas.

Materi pada pelaksanaan tindakan I, pertemuan ke dua pada tanggal 22 Nopember 2013 adalah mengulangi materi pada pertemuan pertama dengan di tambahkan gerakan lempar tangkap bola yang lebih cepat dan terarah. Setelah pengulangan materi siswa mencoba melakukan gerakan lempar tangkap bola secara bergantian. Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti dan kolaborator melakukan pengamatan dan penilaian terhadap aktivitas dan gerakan- gerakan setiap siswa yang terkait materi lempar tangkap bola kasti. Urutan pelaksanaan sebagai berikut :

1) Kegiatan Awal / Pendahuluan

a) Siswa di bariskan menjadi 4 bersab dengan disiplin. commit to user

(6)

b) Guru memimpin siswa berdoa di lanjutkan dengan presensi dan memberikan apersepsi, motivasi dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran, serta kompetensi dasar dan indikator yang harus di capai siswa secara singkat.

c) Guru memberikan pemanasan

 Pemanasan Statis dan Dinamis

 Pemanasan dengan permainan 2) Kegiatan Inti

a) Guru menjelaskan cara menangkap bola.

 Bola dipegang dengan dua tangan,posisi badan tegak rileks,bola dilemparkan dengan dua tangan ke atas kira-kira 2-3 meter kemudian ditangkap dengan kedua tangan. Gerakan melempar dan menangkap dilakukan sambil berjalan dari garis awal (bilah) ke garis batas kemudian kembali lagi.

 Siswa melakukan langkah-langkah gerakan tersebut.

b) Guru menjelaskan cara menangkap bola kecil.

 Siswa dibagi menjadi 2 regu masing-masing regu membawa bola kecil. Anak yang paling depan membawa bola kecil, anak no 2 membawa simpai, anak no 3 menangkap bola dengan kardus.

 Anak melempar bola kecil melewati simpai dan ditangkap oleh anak yang membawa kardus, dilakukan secara bergantian. Regu yang banyak memasukkan bola di kardus dinyatakan menang, dan yang kalah diberi tugas untuk bernyanyi.

3) Kegiatan Akhir

a) Siswa di persilakan membuat formasi lingkaran sambil duduk menghadap ke arah tengah (pusat lingkaran) kaki selonjor, kemudian lemaskan kedua kaki dengan menggetar-getarkan paha dengan kedua tangan. Dengan formasi lingkaran dan masih duduk menghadap ke kanan sambil memijit bahu depannya.

b) Guru memberi evaluasi.

c) Siswa di persilakan berdoa. commit to user

(7)

c. Observasi dan Interpretasi Tindakan

Selama proses pembelajaran berlangsung di lakukan observasi dan penilaian terhadap aktivitas siswa. Observasi di lakukan dengan cara pengamatan langsung dan penyebaran tes / soal terkait materi lempar tangkap bola kasti pada akhir pertemuan tiap siklus.

Dalam tahap pengamatan tindakan ini aktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung menunjukkan bahwa aktivitas siswa masih bervariasi, walaupun hanya sebagian saja akan tetapi guru harus memberikan perhatian lebih agar pembelajaran tetap berlangsung secara maksimal.

Guru masih sangat mendominasi dalam memberikan bimbingan dan kesulitan dalam mengatur manajemen waktu pada setiap langkah-langkah pembelajaran yang telah di tetapkan, sehingga waktu untuk penilaian masih kurang. Di sisi lain kemampuan lempar tangkap bola kasti masih mengalami kesulitan terutama saat perkenaan bola pada bagian jari-jari tangan, sehingga dalam melakukan lempar tangkap bola kasti kurang maksimal.

Dari hasil pengamatan guru yang dilakukan baik di lapangan maupun di kelas, bahwa keaktifan siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani materi lempar tangkap bola kasti dengan modifikasi media pembelajaran menggunakan bola dari kain perca mengalami peningkatan dari pertemuan ke pertemuan.

Siswa merasa tertarik dengan pembelajaran lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca karena ini merupakan hal yang baru bagi mereka. Pembelajaran yang di kemas dengan menggunakan peralatan yang di modifikasi dapat memacu semangat siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran lempar tangkap bola kasti dan berdampak terhadap kemampuan siswa dalam memahami dan mempraktekkan gerakan lempar tangkap bola kasti sehingga hasil belajar lempar tangkap bola kasti meningkat. Pada kondisi awal hanya 47,37 % meningkat menjadi 52,63 % siklus I.

commit to user

(8)

Tabel 4.2. Deskripsi Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Akhir Siklus I Rentang

Nilai Keterangan Kriteria Jumlah

Anak Prosentase

 86 Baik Sekali Tuntas 0 0%

81 – 85 Baik Tuntas 3 15,79%

75 – 80 Cukup Tuntas 7 36,84%

 74 Kurang Belum Tuntas 9 47,37%

JUMLAH 19 100%

Gambar 4.4. Diskripsi Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Akhir Siklus I

d. Analisis Dan Refleksi Tindakan I

Berdasarkan hasil pengamatan guru dan hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I diperoleh hal-hal sebagai berikut :

1) Keberhasilan guru / siswa

Dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan Jasmani materi lempar tangkap bola kasti melalui modifikasi media pembelajaran yang menggunakan bola yang terbuat dari kain perca sehingga pembelajaran dapat menarik minat siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran. Selain itu siswa tidak merasa

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

commit to user

(9)

bosan untuk mengikuti pembelajaran lempar tangkap bola kasti menggunakan bola dari kain perca. Hal ini akan berdampak positif dengan hasil belajar yang dilakukan siswa.

2) Kendala yang dihadapi guru / siswa

Dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama ini ada sebagian siswa yang masih belum bisa melakukan gerakan lempar tangkap bola kasti dengan baik. Siswa kesulitan pada saat melakukan gerakan menangkap bola pada jari-jari kedua tangan masih belum tepat dan kaku bahkan merasa kesakitan pada jari-jari tangan. Selain itu guru menghadapi kendala berupa kurangnya sarana prasarana olah raga yang dimiliki oleh sekolah, sehingga sering kali siswa menunggu lama untuk melakukannya dengan bergiliran dengan teman.

3) Rencana perbaikan :

Berdasarkan analisis dalam pembelajaran siklus satu, maka perlu ada perbaikan-perbaikan pada siklus berikutnya, antara lain adalah :

a) Memperbanyak sarana dan prasarana yang digunakan sehingga siswa tidak harus menunggu lama untuk melakukan giliran.

b) Peneliti harus lebih kreatif dalam mengemas pembelajaran sehingga motivasi siswa untuk ikut aktif tetap meningkat.

c) Peneliti harus tetap memberikan pemahaman dan penjelasan lebih jelas dan mudah dipahami oleh siswa

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Berdasarkan dari hasil analisis dan refleksi pada siklus pertama, maka perencanaan tindakan pada siklus dua adalah sebagai berikut :

1) Peneliti bersama guru (kolaborator) merancang model pembelajaran dengan menggunakan alat yang dimodifikasi, untuk mengoptimalkan kemampuan dan hasil belajar lempar tangkap bola kasti.

2) Peneliti dan guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lempar tangkap bola kasti melalui modifikasi media pembelajaran berupa bola dari

kain perca. commit to user

(10)

3) Peneliti dan guru menyiapkan sarana dan prasarana serta modifikasi alat pembelajaran yang digunakan.

4) Peneliti dan guru menyusun lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan Siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan yang dilaksanakan selama 2 minggu yakni pada hari Senin tanggal 25 November 2013 dan Rabu tanggal 27 November 2013. Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2 x 35 menit. Sesuai dengan RPP pada Siklus II ini pembelajaran dilakukan oleh peneliti dan kolaborator, dan sekaligus melakukan observasi terhadap proses pembelajaran.

Materi pada pelaksanaan tindakan II, pertemuan pertama pada hari Senin, 25 November 2013 adalah mempraktekkan gerak lempar tangkap bola kasti dengan modifikasi media pembelajaran yaitu menggunakan bola kain dari perca.

Selama tindakan berlangsung, di lakukan juga pengamatan dan penilaian terhadap aktivitas dan gerak siswa terkait dengan materi lempar tangkap bola kasti melalui modifikasi media pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran juga menggunakan sistem kompetisi untuk memacu siswa saling bersaing meraih prestasi. Adapun urutan pelaksanaan tindakan sebagai berikut :

1) Kegiatan Awal / Pendahuluan

a) Siswa di bariskan menjadi 4 bersab dengan disiplin.

b) Guru memimpin siswa berdoa di lanjutkan dengan presensi dan memberikan apersepsi, motivasi dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran, serta kompetensi dasar dan indikator yang harus di capai siswa secara singkat.

c) Guru memberikan pemanasan

 Pemanasan Statis dan Dinamis

 Pemanasan dengan permainan 2) Kegiatan Inti

a) Guru menyampaikan penjelasan tentang materi lempar tangkap bola kasti.

commit to user

(11)

 Bola dipegang dengan dua tangan, dengan posisi badan membungkuk dan ke dua kaki dibuka, ayunkan bola dengan kedua tangan dari arah kedua kaki ke depan sehingga bola menggelinding ke depan sampai garis batas,kemudian diambil lagi dan dilempar dengan cara menggelindingkan ke arah sebaliknya, jarak yang ditempuh 5 meter.

 Siswa melakukan gerakan tersebut.

b) Cara menangkap bola

 Bola dipegang dengan dua tangan, posisi badan tegak rileks, bola dilemparkan dengan dua tangan ke atas kira-kira 2-3 meter kemudian ditangkap dengan kedua tangan. Gerakan melempar dan menangkap dilakukan sambil berjalan dari garis awal (bilah) ke garis batas kemudian kembali lagi.

 Siswa melakukan langkah-langkah gerakan tersebut.

3) Kegiatan Akhir

 Siswa dipersilakan membuat formasi lingkaran sambil duduk menghadap ke arah tengah (pusat lingkaran) kaki selonjor, kemudian lemaskan kedua kaki dengan menggetar-getarkan paha dengan kedua tangan. Dengan formasi lingkaran dan masih duduk menghadap ke kanan sambil memijit bahu depannya.

 Guru memberi evaluasi.

 Siswa dipersilakan berdoa.

Materi pada pelaksanaan Tindakan II, pertemuan ke dua sama dengan pelaksanaan Tindakan II pertemuan ke satu yaitu lempar tangkap bola kasti yang meliputi sikap badan, sikap tangan, sikap kaki dan koordinasi gerakan keseluruhan. Urutan pelaksanaannya sebagai berikut :

1) Kegiatan Awal / Pendahuluan

a) Siswa di bariskan menjadi 4 bersab dengan disiplin.

b) Guru memimpin siswa berdoa di lanjutkan dengan presensi dan memberikan apersepsi, motivasi dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran, serta kompetensi dasar dan indikator yang harus di capai siswa secara singkat. commit to user

(12)

c) Guru memberikan pemanasan

 Pemanasan Statis dan Dinamis

 Pemanasan dengan permainan 2) Kegiatan Inti

a) Guru menyampaikan penjelasan tentang materi lempar tangkap bola kasti.

 Bola dipegang dengan dua tangan, dengan posisi badan membungkuk dan ke dua kaki dibuka, ayunkan bola dengan kedua tangan dari arah kedua kaki ke depan sehingga bola menggelinding ke depan sampai garis batas, kemudian diambil lagi dan dilempar dengan cara menggelindingkan ke arah sebaliknya, jarak yang ditempuh 5 meter.

 Siswa melakukan gerakan tersebut.

b) Guru menyampaikan penjelasan tentang materi lempar tangkap bola kasti khususnya cara menangkap bola.

 Bola dipegang dengan dua tangan, posisi badan tegak rileks, bola dilemparkan dengan dua tangan ke atas kira-kira 2-3 meter kemudian ditangkap dengan kedua tangan. Gerakan melempar dan menangkap dilakukan sambil berjalan dari garis awal (bilah) ke garis batas kemudian kembali lagi.

 Siswa melakukan langkah-langkah gerakan tersebut.

3) Kegiatan Akhir

a) Melaksanakan pendinginan dengan duduk santai dan di tempat yang teduh b) Evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah di berikan

c) siswa diminta untuk mengisi kartu ceria yang telah disediakan.

d) berdoa dan siswa diminta kembali ke kelas.

c. Observasi dan Interpretasi Tindakan II

Hasil pengamatan terhadap perubahan tindakan yang diberikan pada siklus ke dua ini ternyata mengalami perubahan yang cukup berarti bagi siswa dalam mempraktekkan lempar tangkap bola kasti dengan benar. Banyak dari siswa yang sudah dapat melakukan gerakan lempar tangkap bola kasti meskipun belum maksimal. Siswa yang sudah dapat melakukan gerakan lempar tangkap bola kasti, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar terlihat antusias siswa sangat besar.

Selain itu dengan dibantu teman peneliti dan kolaborator tidak kerepotan dalam memberikan penjelasan kepada siswa.

commit to user

(13)

Dengan memperbanyak alat bantu pembelajaran lempar tangkap bola kasti membuat siswa lebih banyak dalam melakukan gerakan lempar tangkap bola kasti. Siswa tidak perlu lagi menunggu lama untuk dapat melakukan gerakan lempar tangkap bola kasti. Hal ini menjadikan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang berdampak pada hasil belajar yang meningkat juga.

Tabel 4.3.

Diskripsi Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Akhir Siklus II Rentang Keterangan Kreteria Jumlah siswa Prosentase

86 - 100 Baik sekali Tuntas 5 26,32%

81 - 84 Baik Tuntas 7 36,84%

75 - 80 Cukup Tuntas 7 36,84%

<74 Kurang Belum tuntas 0 0 %

Jumlah 19 100%

Gambar 4.5. Diskripsi Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Akhir Siklus II

0 1 2 3 4 5 6 7

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

commit to user

(14)

d. Analisis dan Refleksi Tindakan II

Berdasarkan hasil pengamatan guru dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus kedua ini guru dapat mengerti kekurangan-kekurangan yang telah dialami selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penggunaan modifikasi alat pembelajaran membuat siswa aktif dalam pembelajaran sehingga penguasaaan teknik dasar akan diperoleh secara maksimal. Selain itu penggunaan modifikasi alat pembelajaran yang diterapkan peneliti dapat mengatur kondisi kelas.

Dari hasil belajar siswa pada pelaksanaan tindakan II menunjukkan hasil yang meningkat dan sesuai dengan yang ditargetkan peneliti dan kolaborator.

Secara detail, hasil belajar siswa selama siklus II, dijelaskan sebagai berikut: Hasil belajar siswa dalam materi lempar tangkap bola kasti setelah tindakan II dilakukan bahwa siswa mencapai kriteria Baik Sekali ada 5 siswa (26,32%), kriteria Baik ada 7 siswa (36,84%), kriteria Cukup ada 7 siswa ( 36,84% ), kriteria kurang ada 0 orang (0 % ). Sehingga dapat disimpulkan pada proses siklus II, hasil belajar dalam melakukan rangkaian gerakan sikap dasar lempar tangkap bola kasti dalam kategori baik dan tuntas.

Kelebihan dan keberhasilan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode alat bantu berupa bola dari kain perca pada siklus II, akan dipertahankan dan ditingkatkan.

C. Ketercapaian Hasil Tindakan Antar Siklus

Selama pelaksanaan tindakan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II melalui penerapan modifikasi alat pembelajaran diketahui dari masing-masing tindakan mengalami peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola kasti pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014. Adapun perbandingan hasil yang diperoleh selama proses tindakan serta sebelum diberikan tindakan di jabarkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

commit to user

(15)

1. Perbandingan Nilai Psikomotor Lempar Tangkap Bola Kasti Perbandingan peningkatan kemampuan lempar tangkap bola kasti di bagian psikomotor pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014 dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II dapat dilihat pada (tabel Lampiran 12). Hasil penilaian sikap dasar lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan kain perca ( penilaian psikomotor ) pada kondisi awal menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa hanya 64,67. Kemudian pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa setelah diterapkan modifikasi alat pembelajaran meningkat menjadi 80,26 dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa setelah diterapkan menggunakan modifikasi alat pembelajaran serta penambahan jumlah alat meningkat menjadi 81,58 dengan ketuntasan hasil belajar sebanyak 100 % atau 19 siswa dinyatakan tuntas.

2. Perbandingan Nilai Afektif Lempar Tangkap Bola Kasti

Perbandingan peningkatan kemampuan lempar tangkap bola kasti (afektif) pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014 dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II disajikan dalam bentuk tabel seperti (pada Lampiran 13). Dari tabel tersebut juga dapat dilihat terjadi peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola ( penilaian afektif ) yang pada kondisi awal memiliki prosentase ketuntasan 89,47%

meningkat pada siklus I menjadi 100% dan dapat dipertahankan pada siklus II tetap 100% yang artinya pembelajaran lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca dan menerapkan modifikasi alat pembelajaran dapat mempengaruhi sikap siswa yang mereka tunjukkan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

3. Perbandingan Nilai Kognitif Lempar Tangkap Bola Kasti

Perbandingan peningkatan kemampuan lempar tangkap bola kasti (kognitif) pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014 dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II disajikan dalam bentuk tabel seperi (pada Lampiran 14). Dari tabel tersebut juga dapat di lihat terjadi peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca pada penilaian kognitif yang commit to user

(16)

pada kondisi awal memiliki rata-rata 64,47 dengan ketuntasan 11 anak ( 57,89% ) meningkat pada siklus I dengan rata-rata 69,74 dengan ketuntasan 15 anak ( 78,95% ) dan meningkat lagi pada siklus ke II menjadi 19 anak dengan rata- ratanya 81,58 dengan ketuntasan sebanyak 19 anak ( 100% )

4. Perbandingan Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti

Perbandingan peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014 dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II disajikan dalam bentuk tabel seperti pada tabel lampiran 15.

Pada kondisi awal diperoleh hasil ketuntasan belajar dengan prosentase ketuntasan 47,37% ( 9 siswa ) yang dinyatakan tuntas. Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan ketuntasan yakni sebesar 63,16% ( 12 siswa ) yang dinyatakan tuntas. Dan pada akhir siklus II ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 100%

( 19 siswa ) yang dinyatakan tuntas.

Tabel 4.4 Perbandingan Prosentase Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Kondisi Awal, Siklus I Dan Siklus II

Rentang Keterangan Kriteria Awal Siklus I

Siklus II

85 - 100 Baik Sekali Tuntas 00,00% 00,00% 26,32%

80 - 84 Baik Tuntas 00,00% 36,84% 36,84%

75 - 79 Cukup Tuntas 47,37% 26,32% 36,84%

≥ 74 Kurang Belum Tuntas 52,63% 36,84% 00,00%

Jumlah 100% 100% 100%

commit to user

(17)

Gambar 4.6. Perbandingan Prosentase Hasil Belajar Lempar Tangkap Bola Kasti Pada Kondisi Awal, Siklus I Dan Siklus II

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Tahun Ajaran 2013/2014 dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan kualitas pembelajaran ( baik proses maupun hasil ) dari siklus I ke siklus berikutnya. Pada kondisi awal hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan kondisi Baik Sekali 0%, Baik 0%, Cukup 47,37%, Kurang 52,63% jumlah siswa yang tuntas adalah 9 siswa. Pada siklus I kondisi hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca dengan kondisi Baik Sekali 0%, Baik 36,84% (7 siswa), Cukup 26,32% (5 siswa), kurang 36,84% (7 siswa) jumlah siswa yang tuntas adalah 12 siswa (63,18%). Sedangkan pada Siklus II kondisi hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan menggunakan bola dari kain perca dengan kondisi Baik Sekali 26,32%, (5 siswa), Baik 36,84%

(7 siswa), Cukup 36,84 % (7 siswa), Kurang 0% (0 siswa) jumlah siswa yang tuntas adalah 19 siswa (100%). Peningkatan terjadi pada Siklus I dan Siklus II, setelah diberikan tindakan dengan menerapkan modifikasi media pembelajaran.

Pada Siklus I terjadi peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola kasti dengan

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

Kondisi Awal Siklus I Siklus II

commit to user

(18)

menggunakan bola dari kain perca belum maksimal. Kemudian hasil belajar lebih meningkat lagi pada Siklus II sebab dengan penambahan kompetisi dan latihan yang berulang-ulang, maka proses pembelajaran bersifat menyenangkan, sehingga siswa akan lebih tertarik.

Di samping itu, dari kartu ceria yang diberikan kepada siswa pada Siklus I menunjukkan bahwa 6 siswa merasa sangat senang dengan pembelajaran yang diberikan, 6 siswa merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan dan 7 siswa merasa kurang senang dengan pembelajaran yang diberikan. Pada Siklus II menunjukkan bahwa 12 siswa merasa sangat senang dengan pembelajaran yang diberikan, 7 siswa merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan dan tidak ada siswa yang merasa kurang senang dengan pembelajaran yang diberikan.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari perencanaan bangunan berbasis kinerja dalah agar perencana dapat menetapkan kondisi apa yang terjadi pada bangunan saat gempa maksimum terjadi.. Dengan

Pada konteks penelitian ini, penulis akan meneliti korelasi antara self confidence dengan adversity quotient mahasiswa pasca drop out, harapannya mahasiswa pasca

dan strategi umum (grand strategy) yang akan mencapai pilihan yang paling dikehendaki. { Mengembangkan sasaran tahunan

Dinas Pasar Kota Banjarmasin dalam melakukan peremajaan terhadap fasilitas pasar tradisional tidak hanya menekankan pada perbaikan (renovasi) fisik bangunan pasar, akan

one-to-one evaluation, dan small group evaluation). b) Instrumen tes berbasis multirepresentasi pada mata kuliah Pendahuluan Fisika Zat Padat yang dikembangkan

Dari perhitungan analisa data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi terhadap hasil belajar lay-up bola basket siswa kelas XI IPA 5 SMA N

terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan bakiak terhadap perkembangan sosial anak usia dini kelompok B di TK Nusa Indah Palembang. Perkembangan sosial

PEMUNGUT PAJAK PASAL 22.. 1) Impor barang dan/atau penyerahan barang yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tidak terutang Pajak Penghasilan. 2) Impor barang