1
Kain Songket Palembang adalah kerajinan kain yang dibuat dengan cara ditenun serta memiliki ciri yang indah dan mewah karena dibuat dengan bahan- bahan yang berkualitas seperti benang emas dan juga benang perak. Karena memiliki ciri yang indah dan mewah, masyarakat setempat menggunakan kain songket untuk kegiatan yang bersifat formal, seperti perkawinan, acara adat, ataupun penjemputan tamu. Selain itu bagi pengunjung dari daerah lain maupun dunia, kain songket dijadikan sebagai cinderamata yang akan dibeli. Dalam perkembangannya, industri pembuatan dan penjualan kain songket dapat dipengaruhi oleh persaingan antara penjual-penjual songket.
Persaingan yang terjadi antara penjual baik itu perusahaan kecil maupun besar, akan mempengaruhi laba yang akan diterima atas penjualan kerajinan tenun tersebut. Suatu perusahaan atau industri rumahan yang bergerak dalam bidang penjualan kain songket, haruslah pintar membaca kondisi pasar dan membuat suatu perencanaan yang tepat dan melakukan pengendalian untuk melihat perkembangan usaha yang dijalani. Salah satu perencanaan dan pengendalian usaha adalah anggaran.
Anggaran merupakan salah satu bentuk perencanaan suatu kegiatan yang disusun secara sistematis yang dinyatakan dalam satuan keuangan untuk jangka waktu (periode) yang akan datang agar aktivitas kegiatan perusahaan lebih terarah, sehingga dapat diketahui peranan anggaran adalah sebagai pedoman kerja dan sebagai alat pengawas atau pengendalian untuk mencapai tujuan perusahaan dalam memperoleh laba.
Bagi suatu perusahaan hal yang penting dalam memperoleh laba adalah penjualan, sebab salah satu sumber kas paling pokok dalam perusahaan adalah dari hasil penjualan. Untuk itu diperlukan adanya suatu perencanaan terhadap penjualan dari suatu pertanggungjawaban yang telah dibuat manajemen. Perencanaan tersebut disebut anggaran penjualan. Dalam anggaran penjualan dilakukan suatu
pengendalian dimana apabila realisasi telah tercapai sesuai dengan perencanaan, berarti perusahaan telah bekerja dengan optimal. Sebaliknya apabila realisasi tidak tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan, berarti perusahaan bekerja kurang optimal. Oleh karena itu sebuah kesalahan dalam perencanaan dan penyusunan anggaran penjualan dapat berdampak besar untuk kelangsungan perusahaan.
Kesalahan dalam perencanaan dan penyusunan anggaran penjualan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti yang terjadi pada UMKM Songket Cek Nani.
UMKM Songket Cek Nani berlokasi di Jl. Kirangga Wirasantika No. 632 Rt.
15 Rw. 05 Kel. 30 Ilir Palembang Awal mulanya UMKM ini hanya memproduksi beberapa produk saja seperti songket, kemeja, jumputan dan juga souvenir. Akan tetapi seiring perkembangan zaman dan persaingan pasar yang ketat terhadap kerajinan khas palembang, maka pimpinan mengembangkan usahanya dengan menambahkan beberapa produk. Hingga saat ini produk-produk yang dihasilkan UMKM ini yaitu songket (bunga intan, bunga cina, lepus nampan perak, lepus bintang berantai, lepus pulir, lepus limar, dan cantik manis), kemeja, jumputan, kain blanket, kain tajung, souvenir, masker, dll. Banyaknya produk yang terjual oleh UMKM ini pada tahun 2017, 2018, dan 2019 dapat diliat dari tabel berikut ini:
Tabel 1.1
Data Kuantitas (unit) Terjual pada UMKM Songket Cek Nani Tahun 2017, 2018, dan 2019
Data Kuantitas (unit) Terjual UMKM Songket Cek Nani Nama Barang Kuantitas (Unit)
2017 2018 2019
Songket 104 115 120
Kemeja Songket 330 356 376
Jumputan 107 171 296
Kain Blanket 33 53 55
Kain Tajung 33 54 55
Masker 0 0 0
Souvenir 460 357 352
Total 1067 1106 1254
Sumber: UMKM Songket Cek Nani
Untuk mempermudah melihat peningkatan atau penurunan produk yang terjual pada UMKM Songket Cek Nani, penulis menyajikan grafik peningkatan atau penurunan yang terjadi pada tahun 2017, 2018, dan tahun 2019. Berikut gambar grafiknya:
Sumber: Data diolah dari UMKM Songket Cek Nani
Gambar 1.1
Grafik Penjualan pada UMKM Songket Cek Nani
Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa ada beberapa produk yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, seperti kemeja songket dan jumputan.
Tetapi kemeja songket lebih tinggi penjualannya dibandingkan dengan jumputan.
Oleh karena itu, penulis lebih tertarik untuk menganalisis perhitungan anggaran penjualan produk kemeja songket. Produk kemeja songket di UMKM Songket Cek Nani dibagi menjadi 2 berdasarkan jenis kain yang diapakai yaitu kemeja songket katun dan kemeja songket polos.
Untuk menunjang penjualan, UMKM ini perlu membuat perhitungan anggaran penjualan yang diharapkan dapat membantu kelancaran jalannya kegiatan usaha agar lebih akurat dan terarah. Tetapi UMKM Songket Cek Nani hanya menggunakan perkiraan dalam menyusun anggaran penjualannya dan tidak menggunakan metode khusus (metode peramalan) dalam penyusunan anggaran penjualan, serta tidak melakukan penganalisaan terhadap selisihnya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraiankan diatas, maka penulis tertarik untuk membahas masalah pada UMKM ini dengan judul “Analisis Perhitungan Anggaran Penjualan pada UMKM Songket Cek Nani”.
0 100 200 300 400 500
2017 2018 2019
Songket Kemeja Songket Jumputan
Kain Blanket Kain Tajung Masker
Souvenir
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan hasil wawancara yang penulis dapatkan dari pemilik/pimpinan UMKM Songket Cek Nani, maka penulis merumuskan permasalahan yaitu bagaimana perhitungan anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos dengan menggunakan tiga metode (least square, moment, dan kuadrat) pada UMKM Songket Cek Nani?
1.3 Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam penyusunan Laporan Akhir ini, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan agar lebih terarah dan sesuai dengan masalah yang ada, maka data yang digunakan hanya pada data anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos UMKM Songket Cek Nani selama 3 (tiga) periode yaitu tahun 2017, 2018, dan 2019 untuk menghitung anggaran penjualan tahun berikutnya.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan 1.4.1 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan Laporan Akhir ini adalah:
1. Untuk menganalisis metode perhitungan anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos pada UMKM Songket Cek Nani dengan menggunakan metode least square.
2. Untuk menganalisis metode perhitungan anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos pada UMKM Songket Cek Nani dengan menggunakan metode moment.
3. Untuk menganalisis metode perhitungan anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos pada UMKM Songket Cek Nani dengan menggunakan metode kuadrat.
1.4.2 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan oleh penulis dalam penyusunan Laporan Akhir ini adalah untuk:
1. Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis mengenai penyusunan anggaran.
2. Bagi Pihak Perusahaan
Memberikan masukan dan saran yang bermanfaat untuk UMKM Songket Cek Nani dalam penyusunan anggaran penjualan sehingga dapat dijadikan
bahan pertimbangan dalm menyusun anggaran penjualannya.
3. Bagi Lembaga
Dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan Laporan Akhir di masa yang akan datang bagi mahasiswa/i Jurusan Akuntansi.
1.5 Metode Pengumpulan Data 1.5.1 Sumber Data
Menurut Sanusi (2016), sumber data terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang pertama kali dicatat dan dikumpulkan oleh peniliti secara langsung.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain.
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menggunakan kedua jenis sumber data tersebut dalam pengambilan data di UMKM Songket Cek Nani. Adapun data yang diperoleh penulis yaitu data primer mengenai sejarah singkat perusahaan dan observasi terhadap anggaran penjualan. Sedangkan data sekunder yang diperoleh penulis yaitu berupa visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, pembagian tugas, serta data anggaran penjualan dan realisasi penjualan kemeja songket kain katun dan juga kemeja songket kain polos pada UMKM Songket Cek Nani selama 3 periode yaitu tahun 2017, 2018, dan 2019.
1.5.2 Teknik Pengambilan Data
Menurut Sugiyono (2019), teknik-teknik pengumpulan data ialah sebagai berikut:
1. Teknik Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan teknik pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
2. Teknik Pengamatan/Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
3. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambaran, atau karya-karya monumental dari seorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
4. Triagulasi
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Berdasarkan penjelasan di atas, dalam mengumpulkan data penulis menggunakan dua teknik yaitu teknik wawancara (interview) dan teknik observasi.
Teknik wawancara (interview) digunakan untuk memperjelas informasi dan data yang diperoleh dari pihak yang berwenang, sedangkan teknik observasi digunakan terhadap data anggaran penjualan dan realisasi penjualan yang diperoleh dari perusahaan.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan garis besar mengenai masalah yang akan dibahas dalam laporan ini secara singkat dan jelas. Penulisan laporan akhir ini terdapat gambaran hubungan antara masing-masing bab. Dimana bab-bab tersebut dibagi menjadi beberapa sub-sub secara keseluruhan. Berikut ini adalah sistematika penulisan yang terdiri dari lima bab, yaitu sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan dan maanfaat penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan tentang pengertian anggaran, tujuan anggaran, fungsi dan manfaat anggaran, kelemahan anggaran, jenis anggaran,
pengertian anggaran penjualan, faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan, metode ramalan anggaran penjualan, metode perhitungan persen, dan metode perhitungan penjualan.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini menguraikan sejarah singkat perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi dan pembagian tugas, metode penyusunan anggaran penjualan UMKM Songket Cek Nani, dan data anggaran penjualan kemeja songket katun dan kemeja songket polos perusahaan tahun 2017, 2018, dan 2019.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini penulis akan melakukan analisis terhadap metode peramalan dan perhitungan anggaran penjualan dengan menggunakan metode leasr square, metode moment, dan metode kuadrat, analisis terhadap
metode perhitungan persen, dan analisis metode perhitungan penjualan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan kesimpulan dari pembahasan yang telah diuraikan pada pab IV. Pada bab ini penulis juga memberikan saran-saran kepada pihak perusahaan yang diharapkan akan bermanfaat dan dapat membantu perusahaan dalam menentukan anggaran penjualannya.