• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Unika Repository"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pati merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang dikenal akan penghasilan ikan bandengnya yang melimpah. Dari data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pati, penghasilan ikan bandeng di Kabupaten Pati sekitar 84.179.916 kg1. Daerah yang menghasilkan ikan bandeng di Pati, salah satunya adalah di kecamatan Juwana2. Juwana sendiri dikenal akan budidaya ikan bandengnya yang cukup banyak, Menurut data dari Septyan Andriyanto, seorang peneliti perikanan dan budidaya, terdapat potensi lahan budidaya ikan bandeng, lahan paling berpotensi adalah di Kecamatan Juwana3, dengan data sebagai berikut;

Gambar 1 Lahan Potensi Budidaya

Ikan bandeng di Kabupaten Pati (Andriyanto, 2013)

Melihat dari data tersebut, ikan bandeng memiliki peranan besar dalam perekonomian masyarakat di Kecamatan Juwana, sehingga beberapa dari masyarakat memanfaatkan hal tersebut sebagai peluang usaha, dengan memproduksi beragam olahan ikan bandeng

1 Septyan Andriyanto, 2013, Kondisi Terkini Budidaya Ikan Bandeng di Kabupaten Pati Jawa Tengah, Media Akuakultur, Vol.8, No.2, 2013, halaman 141

2 IIbid., halaman 141

3 IIbid., halaman 141

(2)

2

menjadi makanan siap saji,salah satunya yakni para pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Ikan bandeng sendiri, memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan baik untuk tubuh, seperti diantaranya; Protein (20-24%), vitamin (A, B1, B12), asam lemak tidak jenuh, mineral mikro, mineral makro,dan asam amino (Hafiludin, 2015; 37). Meskipun ikan bandeng kaya akan kandungan gizi dan proteinnya, tetapi memiliki duri yang banyak, sehingga membuat sebagian orang malas untuk mengkonsumsi ikan bandeng, melihat dari hal tersebut beberapa UMKM Bandeng di Kecamatan Juwana mulai menciptakan inovasi produk, olahan dari ikan bandeng, yang aman untuk dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, olahan tersebut berupa makanan beku seperti; nugget bandeng, bakso bandeng, dll. Keunikan lainnya dari para pelaku UMKM Bandeng Juwana, yakni memanfaatkan limbah ikan bandeng (duri, tulang, dan sirip) untuk diolah menjadi makanan ringan seperti krupuk dan kripik, selain itu semua produk di olah tanpa menggunakan bahan pengawet.

Meskipun memiliki keunggulan dan keunikan dalam hal varian produk, namun UMKM Bandeng Juwana belum terlalu banyak dikenal masyarakat secara luas.

Berdasarkan data kuisoner dari 100 responden yang bertempat tinggal di beberapa kota di Jawa Tengah, didapatkan data sekitar 84% belum mengetahui adanya UMKM Bandeng Juwana, sedangkan untuk 16% sisanya sudah mengetahui.

Gambar 2 Kuisoner Presentase Pengenalan UMKM Bandeng Juwana Sumber: Dokumen Pribadi, 2022

Disamping itu, pemerintah mendukung agar UMKM harus maju, hal ini diatur dalam Undang-Undang no 20 tahun 2008 mengenai pemberdayaan UMKM yang menyatakan bahwa Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu diberdayakan secara menyeluruh dan terus menerus melalui dukungan dalam hal iklim, perlindungan, kesempatan, dan pengembangan usaha.

(3)

3

Melalui hal tersebut, penulis sebagai warga Pati, tergerak untuk ikut mendukung pemerintah, dalam hal ini adalah memperkenalkan UMKM Bandeng Juwana kepada masyarakat. Selain itu, belum ada media yang secara khusus memperkenalkan kelompok UMKM Bandeng Juwana, untuk itu penulis merancang sebuah komunikasi visual yang tepat dan kreatif untuk memperkenalkan UMKM bandeng Juwana kepada masyarakat.

1.2 Identifikasi Masalah

Melihat permasalahan dalam latar belakang diatas, masalah tersebut diidentifikasi sebagai berikut;

1. Ikan bandeng kaya akan gizi dan protein yang tinggi tetapi memiliki kelemahan yakni durinya yang banyak, sehingga membuat sebagian orang malas untuk mengkonsumsi ikan bandeng, beberapa pelaku UMKM Bandeng di Kecamatan Juwana mulai menciptakan inovasi produk olahan dari ikan bandeng yang aman untuk dikonsumsi, mulai dari anak-anak hingga dewasa yaitu berupa makanan beku (nugget bandeng, bakso bandeng, dll) selain itu duri, tulang, dan sirip ikan bandeng tidak dibuang tetapi dimanfaatkan oleh beberapa pelaku UMKM Bandeng Juwana untuk diproduksi makanan ringan.

2. Meskipun memiliki keunikan dan keunggulan dalam hal varian produk, tetapi UMKM Bandeng Juwana belum terlalu dikenal masyarakat secara luas.

3. Belum ada media khusus yang memperkenalkan “Kelompok UMKM Bandeng Juwana”

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi dari permasalahan di atas, terdapat batasan masalah yang digunakan untuk memberikan ruang lingkup agar penelitian lebih fokus, diantaranya;

1. Ruang

Perancangan ini berfokus untuk memperkenalkan kelompok UMKM Bandeng Juwana, dengan memperkenalkan keunggulan dan keunikan produk olahan ikan bandeng yang dimiliki. Selain itu, perancangan ini, ditujukan untuk target dewasa awal (laki-laki & perempuan) dengan rentang usia sekitar 25-30 tahun, sebagai pekerja maupun keluarga muda yang memiliki banyak aktivitas dan melupakan asupan protein

& gizi untuk tubuh . 2. Waktu

Perancangan ini dilakukan pada bulan maret hingga juni tahun 2022

(4)

4 3. Bidang

Melihat banyak UMKM yang terdapat di Kecamatan Juwana, perancangan ini berfokus pada UMKM Bandeng.

1.4 Rumusan Masalah

Bagaimana merancang sebuah komunikasi visual yang tepat dan kreatif untuk memperkenalkan UMKM Bandeng Juwana, kepada masyarakat?

1.5 Tujuan Perancangan

Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dalam perancangan ini:

1. Berhasil merancang komunikasi visual yang tepat dan kreatif

2. Mampu Memperkenalkan UMKM bandeng Juwana kepada masyarakat 3. Mampu Memperkenalkan produk UMKM bandeng Juwana, dengan baik 1.6 Manfaat Perancangan

Berdasarkan tujuan diatas, manfaat dalam perancangan ini, yakni;.

1. Manfaat Teoritis

Perancangan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat dalam hal teori untuk digunakan sebagai bahan pengembangan teori dalam perancangan dan sebagai studi perbandingan dengan penelitian serupa yang membahas mengenai perancangan komunikasi visual untuk memperkenalkan UMKM

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis, memberikan manfaat dalam hal wawasan & pengalaman yang baru, juga dapat mengaplikasikan materi yang telah dipelajari selama perkuliahan, untuk memecahkan masalah yang dihadapi UMKM melalui perancangan komunikasi visual.

b. Bagi Pembaca, sebagai bahan referensi dan bahan kajian, untuk perancangan atau penelitian.

c. Bagi pengusaha UMKM, sebagai bahan pemikiran dan referensi perancangan komunikasi visual

1.7 Metode Perancangan

Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking. Menurut Ambrose & harris (2010:10-28) terdapat 7 tahapan dalam pemikiran desain, yakni;

(5)

5 a. Define

Pada tahap ini penulis melakukan pencarian data untuk menemukan masalah utama dalam perancangan dengan mendeskripsikan permasalahan tersebut ke dalam sebuah brief.

b. Research (Penelitian)

Selanjutnya, penulis melakukan pengumpulan data secara kualitatif melalui wawancara, observasi, studi literature (dari jurnal, buku, dan artikel), dan kuisoner pada tahap ini penulis juga melakukan pengolahan data dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan secara deskriptif. Dalam analisis tersebut terdapat data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui observasi, dan wawancara, sedangkan untuk data sekunder melalui studi literature dan kuisoner pada target.

Dapat dilihat pada bab III.

c. Ideate

Setelah memahami permasalahan dan target sasaran, penulis mendefinisikan kebutuhan target dan solusi permasalahan, ke dalam alternatif ide dan strategi perancangan (komunikasi dan media) dapat dilihat pada bab III.

d. Prototype

Pada tahapan ini, penulis mulai mengeksekusi dan mengerjakan ide-ide yang telah ditemukan, menjadi beberapa alternatif desain. Dalam mengerjakannya menggunakan Software desain yakni Corel Draw. Dapat dilihat pada bab IV

e. Select

Setelah mengerjakan dan mengeksekusi beberapa alternatif desain, kemudian dilakukan seleksi (pemilihan) salah satu alternatif yang paling sesuai untuk dijadikan sebagai final desain. Dapat dilihat pada bab IV.

f. Implement

Selanjutnya, penulis melakukan pengaplikasian final desain ke dalam media dalam hal ini media yang dipakai oleh penulis adalah motion graphic. Dapat dilihat pada bab IV g. Learn

Pada tahap ini, penulis melakukan evaluasi mengenai perancangan yang telah dibuat.

Dapat dilihat pada bab V.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dengan metode ESDA untuk mengetahui potensi sumberdaya lahan pesisir dalam pengembangan usaha perikanan budidaya (rumput laut, teripang), pariwisata dan daerah

Walaupun Indonesia memiliki jumlah produksi ikan cukup melimpah, seperti di Provinsi Jawa Tengah, yaitu 400 ribu ton, namun konsumsi ikan masyarakatnya hanya 26 kilogram

seberapa jauhkah tingkat Green Manufacturing pada Bandeng Juwana Elrina. Langkah selanjutnya adalah melihat penerapan yang dilakukan Bandeng Juwana. Elrina dan jika

Lebih dari itu, ikan lele adalah salah satu ikan budidaya air tawar yang diunggulkan untuk terus di kembangkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat.. Setiap

Agrondustri perikanan lele lahan kering yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah serangkaian usaha perikanan dari hulu hingga ke hilir yang meliputi: usaha pembenihan,

Analisis kesesuaian lahan pesisir dan laut GPP Padaido untuk berbagai peruntukkan; pariwisata pesisir, budidaya rumput laut, budidaya teripang, budidaya ikan dalam keramba

Salah satu Wilayah Potensi Perikanan (WPP) Indonesia yang termasuk dalam wilayah yang memiliki potensi ikan tuna yang besar yaitu terdapat di perairan laut

Pengawasan terhadap penyimpanan atau peredaran atau penggunaan pakan dan atau bahan baku pakan ikan impor dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan/atau