• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1. Latar Belakang Masalah

Pembangunan subsektor peternakan selalu digalakkan seiring dengan pembangunan di bidang lainnya. Pembangunan bidang peternakan menjadi sangat penting dikala masyarakat semakin menyadari kebutuhan akan protein hewani.

Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup, juga ikut mempengaruhi peningkatan jumlah permintaan serta kebutuhan masyarakat akan bahan makanan yang memiliki nilai protein yang cukup tinggi serta daging (Herlinae & Yemima, 2014:15).

Dalam bidang peternakan khususnya dalam peternakan ayam, masalah yang dihadapi adalah bagaimana untuk menetaskan telur ayam dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang bersamaan. Karena kemampuan induk ayam dalam mengerami telurnya terbatas, yaitu maksimal 10 butir telur tiap induk ayam. Ini menjadi masalah yang serius karena kebutuhan daging dan telur ayam di pasar yang sangat banyak. Pada prinsipnya untuk menetaskan telur ayam hanya menjaga suhu pada telur tersebut agar stabil sesuai yang dibutuhkan telur agar bisa menetas. karena cepat tidaknya telur yang menetas di pengaruhi oleh kesetabilan temperatur. Embrio akan berkembang bila suhu udara di sekitar telur minimal 70oF (21,11o C) namun perkembangan ini sangat lambat. Di bawah suhu udara ini praktis embrio tidak mengalami perkembangan, sehingga penyimpanan telur tetas

(2)

sebaiknya sama atau dibawah suhu tersebut. Suhu yang baik untuk pertumbuhan embrio adalah berkisar diantara 36o C – 38o C. Maka untuk menggantikan induk ayam dalam menetaskan telurnya, dibuatlah mesin penetas telur ayam (Sukin, 2016:6) .

Untuk dapat memastikan kondisi suhu ruang penetas telur yang diinginkan maka diperlukan suatu sistem pengatur suhu yang dapat mengendalikan suhu secara terus-menerus. Sistem pengendali suhu ini dapat diimplementasikan dengan menempatkan sensor suhu dan elemen pemanas di dalam ruang penetas telur yang kemudian dikendalikan oleh sebuah mikrokontroler. Mikrokontroler ini bertugas memproses sinyal dari sensor dan juga mengatur keadaan suhu dalam ruangan dengan cara mengaktifkan pemanas selama suhu di dalam ruang penetas telur belum mencapai suhu yang diinginkan dan akan menon-aktifkan pemanas ketika suhu di dalam ruang tersebut telah tercapai sehingga diharapkan adanya suhu yang konstan agar telur dapat menetas dengan baik (Fadhila & Rachmat , 2014: 276).

Berdasarkan penjabaran tersebut maka penulis akan merancang

THERMOSTAT DIGITAL MENGGUNAKAN AVR ATMEGA8535 SEBAGAI PENGENDALI SUHU PADA ALAT PENETAS TELUR AYAM” yang dapat membantu dalam mengendalikan suhu alat penetas telur ayam agar sesuai dengan suhu yang tepat untuk penetasan telur ayam.

(3)

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penulis dalam penelitian , yaitu :

1. Menerapkan dan mengaplikasikan teori yang telah didapat selama duduk dibangku kuliah ke dalam praktek yang sesungguhnya.

2. Memanfaatkan Mikrokontroler Atmega8535 sebagai pusat pengendali dari sistem thermostat digital.

3. Mempermudah dan meringankan pekerjaan mengendalikan suhu alat penetas telur ayam.

4. Mempelajari prinsip kerja keseluruhan thermostat digital avr Atmega8535.

Tujuan penulis untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program Strata satu (S1) jurusan Tehnik Informatika di Universitas BSI Bandung.

1.3. Metode Penelitian

Dalam penelitian alat ini, penulis menggunakan beberapa metode untuk menyelesaikan alat yang dirancang, yaitu :

1.3.1. Metode Pengumpulan Data

Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu :

1. Observasi

Mengumpulkan data dengan cara mengamati dan mencatat mengenai gejala-gejala yang timbul pada objek yang diteliti. Objek yang diteliti harus sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari observasi nanatinya dicatat dan digunakan sebagai literatur dalam penelitian.

(4)

2. Wawancara

Metode pengumpulan data dengan cara komunikasi verbal, semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Informasi ini didapatkan dari narasumber yang ahli dalam bidang yang akan kita teliti. Proses wawancara bisa dengan tatap muka atau dapat melalui panggilan telepon.

3. Studi Pustaka

Metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan informasi dari sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik yang sesuai dengan penelitian yang sedang diteliti. Informasi ini didapatkan dari buku, jurnal, internet, dll.

1.3.2. Metode Pembuatan alat

Dalam perancangan alat ini penulis merangkai AVR Atmega8535. Pada PORTA.1 ke sensor LM35, PORTB.0 ke relay, kemudian untuk PORTC.2 , PORTC.3 , PORTC.4 , PORTC.5 , PORTC.1 dan PORTC.0 dirangkai secara berurutan ke pin Db4 , Db5, Db6, Db7, E dan Rs pada LCD. Untuk push on dirangkai ke PORTD.0, PORTD.1 dan PORTD.2. Setelah semua terhubung, hubungkan AVR Atmega8535 mengunakan USBasp ke PC yang sudah terinstal driver USBasp dan aplikasi BascomAVR. Upload program yang telah dibuat menggunakan aplikasi bawaan BascomAVR. Setelah selesai upload program, nyalakan alat. Jika alatnya berhasil menjalankan program yang di-upload, maka alat telah berhasil dibuat.

(5)

1.4. Ruang Lingkup

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas. Maka diambil batasan masalah sebagai berikut :

1. AVR Atmega8535 sebagai pusat pengendali suhu alat penetas telur ayam.

2. Sensor lm35 sebagai pendeteksi suhu alat penetas telur ayam.

3. Relay sebagai saklar elektronik yang mengontrol lampu.

4. LCD sebagi indikator penampil program.

5. BascomAVR sebagai compiller dan uploader program.

6. Proteus sebagai software simulasi alat yang dibuat.

Referensi

Dokumen terkait

To test if the ikigai scale is a valid tool for measuring aspects of student mental health at Nguyen Tat Thanh University, the study proposed the following research hypotheses: - H1:

Literature on regulations of user satisfaction surveys Paper Mulyanto 2007 Sukesi and Muliasari 2018 Angestiwi 2018 Section in the Paper Describing the Regulation References