1
PENDAHULUAN
1.1 Konteks Penelitian
Festival dodol Garut merupakan event budaya yang diselenggarakan sebagai agenda tahunan Kabupaten Garut. Festival ini bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan dan citra Kota Garut sebagai Kota khas dodol baik di tingkat nasional maupun internasional. Identitas kota Garut sebagai salah satu kota penghasil dodol di Indonesia telah mengalami berbagai krisis. Maka dari itu Pemerintah kabupaten Garut menerapkan program ini sebagai upaya city branding wisata Garut. Untuk itu diperlukan sebuah upaya untuk sosialisasi untuk kemudian menghidupkan kembali sendi-sendi per-ekonomian terutama dalam kaitannya mempertahankan dan membangun kembali identitas Kota Garut sebagai kota khas dodol.
Re-branding sebagai sebuah perubahan merek, seringkali identik dengan perubahan logo ataupun lambang sebuah merek. Dengan kata lain, ketika melakukan rebranding maka yang berubah ialah nilai-nilai dalam merek itu sendiri. Seperti halnya keberadaan sebuah gelaran acara yang dinaungin oleh Dinas kebudayaan pariwisata Kabupaten Garut dalam menyelenggarakan acara Festival Dodol Garut yang awalnya menamai gelaran acaranya dengan nama Festival Dodol Nusantara.
Festival ini disebut sebagai sebuah strategi komunikasi budaya yang brilian, karena keterlibatan Pemerintahnya secara langsung dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan membudidayakan budaya dalam
masyarakat, sekaligus membangun city branding kota Garut. Keunikan kasus ini terletak pada metode city branding sebagai upaya membangun identitas sebuah kota. Sebelumnya Festival ini digelar secara nasional dengan judul Festival dodol Nusantara, namun kemudian di tahun ke dua Pemerintah Kabupaten Garut membuat sebuah keputusan dengan menggelar Festival Dodol Garut. Gebrakan ini memiliki sebuah visi membangun identitas kota sehingga dapat pula membangun kepercayaan dan awareness masyarakat terhadap makanan khas kota Garut.
Identitas lebih banyak berkaitan dengan apa yang dipikirkan seseorang terhadap orang lain, apa yang seseprang percaya dan apa yang seseorang lakukan. Garut dikenal dengan Dodol sebagai ciri khas makanan daerahnya, tersirat dari jumlah data yang dimuat terdapat lebih dari 101 produsen Dodol di Garut1.
Berbicara mengenai city branding maka tidak akan terlepas dari pembicaraan mengenai merek. City branding identik sebagai bagian dari konsep merek itu sendiri. Sebagaimana definisi merek menurut Undang-Undang Merek No. 15 Tahun 2001, pada Pasal 1 Ayat (1), merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Definisi ini memiliki kesamaan dengan definisi versi American Marketing Association yang menekankan peranan merek sebagai identifier dan differentiator. Dari kedua definisi tersebut, secara teknis apabila pengelola daerah membuat nama, logo atau kombinasi dari hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi potensi daerahnya berarti pengelola daerah telah menciptakan sebuah merek atau melakukan branding terhadap daerahnya (city branding).
1 Jumlah Data Produsen Dodol Garut. Diakses dari
http://www.garutkab.go.id/pub/static_menu/detail/khas_pk_dodol Tanggal 25 Juli 2017 Pukul 20:50 WIB.
Pelestarian budaya menggunakan keterlibatan pemerintah dalam menggagas sebuah program, merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan budaya.
Selain itu merupakan sebuah tanggung jawab sosial yang dilakukan pemerintah kota dalam pelestarian budaya. Pengenalan kembali sebuah makanan khas adalah suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terlupakan sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital, sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau sangat diperlukan sekali untuk kehidupan dan sebagainya. Vital disini adalah kembali manjadi bagian penting ditengah-tengah terpaan budaya luar. Dalam program Festival Dodol Garut ialah upaya Pemda Garut untuk memperkenalkan kembali makanan khas Garut di masyarakat, terutama dalam panganan Dodol.
Maka dari itu kemudian program ini berkembang lagi menjadi dasar perkembangan city branding kota Garut. Festival Dodol Garut juga merupakan cara yang ditempuh pemerintah kabupaten Garut untuk memperoleh penilaian baik dari publiknya. Masyarakat kota Garut kini memiliki sebuah city identity, yang diperoleh dari pengembangan budaya khususnya pada makanan. Banyak hal positif yang dihasilkan dari munculnya sebuah program kebudayaan ini termasuk dinamika budaya dan komunikasi yang terjadi di dalamnya. Fenomena ini yang menjadi ketertarikan peneliti untuk dikaji melalui penelitian skripsi dalam menggali bagaimana keterlibatan Disbudpar dalam membangun city branding pada Festival Dodol Garut ini.
Penelitian ini memotret sebuah peristiwa unik tentang implementasi city branding di Garut melalui Festival dodol, yang merupakan upaya
mengembangkan identitas daerahnya. Setiap program pemerintah memiliki perbedaan cara sosialisasi sesuai dengan bidang konsentrasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus karena didesain sebagai metode penelitian yang fokus pada peristiwa sosial yang mengutamakan pokok pertanyaan how atau why sesuai dengan jabaran pertanyaan penelitian. Studi kasus digunakan peneliti karena akan menganalisa peristiwa ini dari berbagai aspek, dan sumber data yang terdapat di lapangan secara komperhensif baik secara individu, dan organisasi terkait. Paradigma peneliti berangkat dari asumsi dan data yang peneliti dapatkan yakni analisa proses komunikasi keterlibatan Dinas Pariwisata dalam penerapan city branding di Garut.
Peneliti ingin kembali menggali sebuah fenomena city branding melalui sebuah event yang masih belum mengena di keseharian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, sudut pandang yang diambil adalah konstruktif dengan berbagai sumber data meliputi pemerintah Kabupaten Garut, Diskominfo Garut, Dinas Pariwisata, Kementrian Pariwisata, dan masyarakat Kota Garut. Berdasarkan latar belakang penelitian maka peneliti mengambil fokus “Bagaimana Keterlibatan Dinas Pariwisata Kota Garut dalam Membangun City Branding Wisata Kabupaten Garut melalui Re- Branding Festival Dodol Garut?”
1.2 Pertanyaan Penelitian
Untuk memahami lebih dalam bagaimana pengembangan identitas kota Garut dibutuhkan elemen-elemen yang saling terkait untuk menjawab fokus penelitian.
Diuraikan beberapa aspek pertanyaan penelitian yang terkait berupa:
1. Mengapa kegiatan Re-Branding dalam Festival Dodol Garut dilakukan?
2. Bagaimana proses Re-Branding dalam Festival Dodol Garut sebagai upaya city branding?
3. Apa pendekatan yang digunakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut untuk menarik dukungan publik?
1.3 Tujuan Penelitian
Segala sesuatu yang diteliti tentu harus memiliki tujuan yang jelas. Berikut adalah tujuan dalam penelitian ini:
1. Mengetahui alasan pelaksanaan Re-branding Festival Dodol Garut dilakukan.
2. Mengetahui bagaimana proses Re-branding Festival Dodol Garut sebagai upaya city branding.
3. Mengetahui pendekatan yang digunakan untuk menarik dukungan publik pada Festival Dodol Garut.
1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Teoritis
Secara teoritis penulis mengharapkan penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan sebuah pemikiran bagi PR Government dan siapa saja yang terlibat dalam pekerjaan humas pemerintahan, sehingga bisa mendapatkan cara untuk membangun dentitas budaya kota.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat berguna dalam menyumbangkan pemikiran bagi pengembangan ilmu komunikasi khususnya komunikasi antarpribadi dalam hubungan internal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penerapan model komunikasi yang baik dalam pengembangan identitas budaya kota dalam perspektif Public Relations.