STIKes Dharma Husada
A. LATAR BELAKANG
Kehamilan dimulai dengan proses bertemunya sel telur dan sel sperma sehingga terjadi fertilisasi, dilanjutkan implantasi sampai lahirnya janin. Proses kehamilan normalnya berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan kalender. Kehamilan terbagi menjadi tiga triwulan (trimester), yaitu trimester I pada usia kehamilan 0-12 minggu; Trimester II pada usia kehamilan 12 minggu 1 hari – 28 minggu dan trimester III pada usia kehamilan 28 minggu 1 hari – 40 minggu.1 Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 total jumlah ibu hamil di Indonesia adalah sebanyak 955.411 orang, dengan jumlah ibu hamil di Kota Bandung mencapai 42.863 orang.2
Selama kehamilan trimester III seorang perempuan biasanya akan mengalami perubahan yang menimbulkan ketidaknyamanan.
Ketidaknyamanan tersebut antara lain, konstipasi atau sembelit, pembengkakan, insomnia, nyeri punggung bawah (nyeri pinggang), sering buang air kecil, hemorhoid, panas dalam perut, perut kembung, sakit kepala, susah bernafas, dan varises3 Di antara keluhan tersebut yang paling umum dilaporkan adalah nyeri punggung bawah yang dengan presentase 60% - 90%
STIKes Dharma Husada
pada ibu hamil dan merupakan salah satu penyebab dari kejadian persalinan sectio caessarian (SC).4 Nyeri punggung adalah rasa tidak nyaman yang ringan hingga nyeri menyakitkan. Seiring dengan membesarnya uterus, maka pusat gravitasi pada wanita hamil akan berpindah kearah depan. Perubahan tubuh seperti ini dapat memicu lengkung lumbar (lordosis) dan lengkung kompensasi spinalis torakik (kifosis). Mekanisme semacam ini akan terjadi pada bulan keempat dan kesembilan pada masa kehamilan, dan akan berlangsung sampai 12 minggu setelah melahirkan. Ibu yang merasakan nyeri punggung biasanya ditandai dengan gejala utama yaitu nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tulang punggung sehingga dapat mengganggu ibu hamil dalam aktivitas. . Bersamaan dengan perkembangan janin di dalam rahim, sendi pelvic sedikit dapat bergerak untuk mengkompensasi pembesaran janin, bahu tertarik ke belakang dan lumbal lebih lengkung, sendi tulang belakang lebih lentur serta bisa menimbulkan nyeri akut punggung.3
Fenomena nyeri pada bagian punggung ibu hamil merupakan keluhan yang paling sering dilaporkan di kalangan ibu hamil, bervariasi dari 50%
sampai 70%, berdasarkan pada penelitian di berbagai negara sebelumnya, bahkan 8% diantaranya mengakibatkan kecacatan berat.5 Sebanyak 80-90%
ibu hamil yang mengalami nyeri punggung menyatakan tidak melakukan usaha apapun untuk mengatasi timbulnya gejala tersebut, dengan kata lain hanya sekitar 10-20% dari mereka yang melakukan perawatan medis ke tenaga Kesehatan.6 Prevalensi angka kejadian nyeri punggung pada ibu hamil di berbagai negara, diantaraya yaitu Amerika Serikat, Turki, Korea dan Israel
STIKes Dharma Husada
memiliki presentase lebih dari 50%. Penelitian yang dilakukan di Raja Mutiah Medical Collage and Hospital India (2014), menjelaskan angka terjadinya nyeri tulang belakang pada kehamilan terjadi 53% pada usia kehamilan dibawah 20 minggu, 76% terjadi saat usia kehamilan berkisar berkisar antara 25-28 minggu, sedangkan angka kejadian meningkat menjadi 80%. 7
Hasil dari penelitian Mudayyah (2014) menyebutkan bahwa nyeri punggung pada ibu hamil diberbagai daerah Indonesia mencapai 60-80% orang pada kehamilannya. Di provinsi Jawa Barat di perkirakan sekitar 36,8- 69,7%
ibu hamil masih mengalami nyeri punggung. Penyebab terjadinya nyeri punggung bawah pada kehamilan bermacam-macam dan saling berhubungan, diantaranya yaitu bertambahnya berat badan pada kehamilan, perubahan postur tubuh, peregangan otot rektus abdominis, maupun stres emosional.8 Prevalensi nyeri punggung bawah meningkat sesuai dengan bertambahnya usia dan paling sering terjadi pada usia dekade tengah dan awal empat decade. Kejadian nyeri punggung bawah pada ibu hamil berdasarkan penelitian Hakiki (2015) 47%
mengalami nyeri tulang belakang dari 180 ibu hamil yang diteliti. Ulfah (2017) menemukan 58.1% ibu hamil mengeluh nyeri punggung dengan rincian nyeri sedang (29.0%), nyeri ringan (22.6%), dan nyeri berat (6.5%).9
Nyeri punggung yang segera tidak diatasi, bisa mengakibatkan nyeri punggung jangka panjang, meningkatkan kecenderungan nyeri punggung pasca partum dan nyeri punggung kronis yang akan lebih sulit untuk diobati atau disembuhkan, yaitu ketika nyeri sampai menyebar kedaerah pelvis yang menyebabkan kesulitan berjalan sehingga memerlukan kruk ataupun alat bantu
STIKes Dharma Husada
jalan lainnya. Nyeri punggung bawah dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup ibu hamil karena mengganggu aktifitas fisik sehari-hari misalnya akan kesulitan menjalankan aktivitas seperti berdiri setelah duduk, berpindah dari tempat tidur, duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, membuka baju dan melepaskan baju, maupun mengangkat dan memindahkan benda- benda sekitar.6
Untuk mengatasi nyeri punggung dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Pengendalian nyeri punggung ibu hamil secara farmakologis memang lebih efektif dibandingkan dengan metode nonfarmakologis, namun demikian farmakologi lebih mahal dan berpotensi mempunyai efek samping yang dapat pengaruh bagi ibu, janin, maupun bagi kemajuan persalinan.10 Penanganan nyeri punggung bawah secara farmakologis mencakup penggunaan opioid (narkotika), obat-obatan anti inflamasi non opioid/ nonsteroid (NSAID), analgetik penyerta atau koanalgesik. Namun harus berhati-hati ketika menggunakan terapi farmakologis bagi ibu hamil, karena penggunaan analgesik tidak selalu efektif untuk mengurangi nyeri punggung bawah, penggunaan NSAID tidak boleh digunakan pada usia kandungan bayi dibawah 30 minggu, karena beresiko menyebabkan malformasi pada proses pembentukan janin, sedangkan penggunaan opioid untuk mengurangi nyeri punggung bawah beresiko menyebabkan komplikasi seperti depresi pernafasan pada janin maupun efek ketergantungan opioid pada ibu setelah menggunakannya dalam waktu yang lama.11
STIKes Dharma Husada
Mengingat dampak yang diakibatkan terapi farmakologis tersebut, maka terapi non farmakologis perlu dilakukan untuk mengurangi keluhan nyeri punggung bawah yang dialami oleh ibu hamil trimester III yang meliputi stimulasi kontaneus (pijat atau masase, aplikasi panas dan dingin, akupresur, stimulasi kontralateral),Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), akupunktur, relaksasi, imajinasi, meditasi, hipnosis, aromaterapi, yoga dan refleksiologis. Metode non farmakologis juga lebih murah, simple, efektif dan tanpa efek yang merugikan.11
Masase atau pemijatan merupakan metode non farmakologis yang memberikan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya pada otot, tendon atau ligamen, tanpa menyebabkan pergeseran / perubahan posisi sendi guna menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan meningkatkan sirkulasi. Beberapa macam metode massage yang dapat dilakukanuntuk merangsang saraf yang berdiameter besar sehingga mengurangi nyeri antara lain effleurage, deep back, firm counter pressure, dan abdominal lifting.12
Effleurage massage adalah bentuk masase dengan menggunakan telapak tangan yang memberi tekanan lembut ke atas permukaan tubuh dengan arah sirkular secara berulang. Masase ini bertujuan untuk untuk meningkatkan sirkulasi darah, memberi tekanan, dan menghangatkan otot abdomen serta meningkatkan relaksasi fisik dan mental.12 Tujuan dari Effleurage massage adalah untuk mengembalikan sirkulasi ke jaringan iskemik untuk meningkatkan kesehatan jaringan dan mengurangi rasa sakit sehingga klien
STIKes Dharma Husada
lebih bisa rileks. Disamping itu dengan effleurage massage juga dapat mengurangi ketidaknyamanan fisik serta dapat meningkatkan produksi hormon endorphine yang sangat berguna baik bagi ibu maupun bayi.13
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti kepada 10 responden dengan keluhan nyeri punggung bawah pada trimester III, didapatkan hasil bahwa seluruh responden mengalami penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan effleurage massage selama 3 minggu berturut turut.
Diantaranya 7 responden mengalami penurunan nyeri dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan, dan 3 responden lainnya mengalami penurunan skala nyeri dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gita Ayu Indria dan Misrina Retnowati menyebutkan bahwa Effleurage Massage dan Petrissage Massage efektif dalam menangani Low Back Pain pada ibu hamil trimester III.
Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawati (2019) yang menyatakan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan teknik massage effleurage dan teknik relaksasi terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III . Penelitian lain yang dilakukan oleh Risnawati Simbung (2022) juga menyatakan bahwa Teknik relaksasi otot progresif dengan Effleurage massage dapat menurunkan tingkat nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.13
Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Effleurage Massage terhadap Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB “T” Kota Bandung.
STIKes Dharma Husada
Penelitian ini dilakukan di Tempat Praktik Mandiri Bidan Kota Bandung dengan periode penelitian April – Mei Tahun 2023.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka didapatkan identifikasi masalah sebagai berikut :
Selama kehamilan, terjadi perubahan fisiologis diantaranya adalah perubahan sistem muskuloskeletal yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan berupa nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah yang tidak diatasi akan menyebabkan dampak negatif bagi kualitas hidup ibu hamil. Dalam mengatasinya dapat diberikan terapi non-farmakologis berupa effleurage massage yang bermanfaat dalam menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, meningkatkan aliran darah sehingga dapat meningkatkan relaksasi fisik dan mental.
Berdasarkan uraian pada identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : “ apakah terdapat pengaruh Effleurage Massage terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB “T” Kota Bandung Tahun 2023?”
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh pemberian Effleurage Massge terhadap nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III
STIKes Dharma Husada
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi gambaran nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sebelum diberikan perlakuan Effleurage Massage
b. Mengidentifikasi gambaran nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III setelah diberikan perlakuan Effleurage Massage
c. Menganalisis pengaruh pemberian Effleurage Massage terhadap nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan, khususnya dalam ruang lingkup perkuliahan kebidanan serta dapat menjadi referensi kajian ilmiah tentang Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi pendidik dalam memberikan asuhan tentang ketidaknyamanan Nyeri Pinggang Bawah pada ibu hamil Trimester III.
STIKes Dharma Husada
b. Bagi Praktisi Kesehatan
Hasil penelitian berupa penerapan Effleurage Massage ini dapat digunakan dan dipraktikkan dalam menangani keluhan nyeri punggung bawah yang sering terjadi pada kehamilan trimester III c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini sebagai sarana untuk mempraktikkan teori yang didapat dari institusi Pendidikan serta dapat memberikan asuhan yang tepat dan sesuai dalam menangani ketidaknyamanan berupa nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III.
E. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Ruang lingkup dari penelitian ini mencakup satu variabel dependen yaitu nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III dengan satu variabel dependen yaitu effleurage massage. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasy experiment. Sampel yang digunakan adalah ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung bawah periode April hingga Mei 2023 di Tempat Praktik Mandiri Bidan “T” Kota Bandung.