• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit kardiovaskular menjadi salah satu ancaman dunia dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Dengan demikian kita sebagai manusia harus mampu menjaga kesehatan tubuh dengan baik agar terhidar dari penyakit serius tersebut. Penyakit kardiovaskuler yang terus meningkat insiden dan prevalensinya adalah gagal jantung (Djamaludin et al., 2018).

Menurut World Health Organization 2022 mengungkapkan penyakit tidak menular menjadi penyebab utama Kesehatan yang buruk di seluruh dunia. Diantaranya penyakit Kardiovaskular menjadi penyebab kematian kedua dengan perkiraan 27% di dunia (WHO, 2022). Dari semua persentase itu penyakit jantung terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2018,Prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia sebesar 1,5% ,dan di Provinsi Jawa Barat sebanyak 0,3%.

Gagal jantung merupakan sindrom klinis yang bersifat komplek dengan karakteristik penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh. (Smeltzer and Bare, 2010,Dalam Ida Ayu Agung Laksmi, Made Ani Suprapta, 2020)

(2)

Gejala gagal jantung berupa sesak nafas, bengkak, dan kelelahan yang berlangsung lama mempengaruhi status fungsional dan kehidupan yang dijalani pasien setiap hari. Status fungsional yang rendah akan menyebabkan menurunnya kemampuan Self-care pasien,,Mahanani, 2017, Dalam (Laksmi, 2020).

Menurut Orem Self-care merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sendiri demi dirinya sendiri untuk menjaga kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraannya dalam kurun waktu yang ditetapkan tiap individu, Alligood, 2013 Dalam (Simanjuntak, 2019). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hasil perawatan pada pasien gagal jantung lebih baik pada pasien yang terlibat dalam Self-care secara konsisten. Self-care pada pasien gagal jantung antara lain meliputi meminum obat secara teratur, menurunkan konsumsi garam dalam diet, olah raga secara rutin, dan melakukan monitoring gejala secara rutin, Riegel, Moser, dkk., 2009, Dalam (Sudyasih, 2018).

Self-care untuk pasien gagal jantung sangat dibutuhkan untuk keberhasilan manajemen serta kontrol dari penyakit kronis tersebut. Self- care dapat digunakan sebagai teknik pemecahan masalah dalam kaitannya meningkatkan kualitas hidup. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa self-care dapat meningkatkan kualitas hidup dengan menurunkan nyeri, kecemasan, kelelahan, meningkatkan kepuasan pasien serta menurunkan penggunaan tempat pelayanan kesehatan dengan menurunkan jumlah kunjungan ke dokter, kunjungan rumah, penggunaan obat, dan lama

(3)

rawat inap di rumah sakit (P. S. Ners et al., 2020, Dalam (Samfriati Sinurat, Mardiati Barus, 2021)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mendefinisikan kualitas hidup lebih fokus pada persepsi individu terhadap kondisi kesehatan fisik dan mental serta hubungannya dengan risiko dan kondisi kesehatan, status fungsional, dukungan sosial dan status sosial ekonomi (CDC, 2000, Dalam (Endarti, 2015). Kematian yang meningkat pada pasien gagal jantung juga diakibatkan dari kualitas hidup yang menurun karena self-care yang dilakukan pasien gagal jantung tidak mengikuti aturan terapi yang telah ditetapkan.

Menurut (Nursita & Pratiwi, 2020) bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal jantung yang melakukan self-care secara mandiri. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, derajat NYHA, dan manajemen diri. Dalam upaya memperbaiki keberhasilan terapi yang diberikan, pengendalian faktor resiko sangat diperlukan, terutama pada faktor resiko yang dapat dimodifikasi, seperti tingkat depresi, dukungan keluarga, dan manajemen perawatan diri.

Menurut Tung, 2013, Dalam (Simanjuntak, 2019) melakukan penelitian untuk melihat bahwa rendahnya self-care berhubungan erat dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung. Dari penelitian Tung diharapkan kepada rumah sakit, dokter, dan perawat untuk mementingkan self-care, terutama pada pasien dengan penyakit kronis.

(4)

Tetapi dalam penelitian yang dilakukan (Asadi et al., 2019) tidak ditemukan korelasi antara perawatan diri dan kualitas hidup. Ini mungkin dikaitkan dengan beberapa masalah budaya dan kepercayaan pada populasi Iran. Untuk mengilustrasikan bahwa ada anggapan dalam budaya Iran, yang mengatakan anak-anak adalah “tongkat untuk orang tua”, dengan kata lain, mereka biasanya bergantung pada anak-anak mereka, terutama ketika mereka sakit. Akibatnya, keyakinan ini dapat mencegah mereka dari mengikuti perawatan diri. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tema Hubungan Self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah yang diteliti dalam literature review adalah Hubungan self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung ?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum

Kajian literature ini bertujuan untuk membahas hubungan self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.

2. Tujuan khusus

a. Mengindentifikasi self-care pada pasien gagal jantung berdasarkan literature review

b. Mengindentifikasi kualitas hidup pasien gagal jantung berdasarakan literature review

(5)

c. Mengindentifikasi Hubungan self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung berdasarkan literature review

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Diharapkan hasil kajian literature ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang keperawatan kegawatdaruratan dan kritis yang berfokus pada Hubungan Self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi profesi keperawatan

Hasil kajian literature ini di harapkan dapat berguna untuk menambahkan pengetahuan perawat yang berkaitan tentang Hubungan Self-care terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.

b. Bagi institusi

Hasil kajian literature ini semoga dapat digunakan sebagai bahan referensi atau bahan bacaan di perpustakaan untuk mahasiswa/i khususnya yang berkaitan dengan self-care dan kualitas hidup pasien gagal jantung.

c. Bagi peneliti lain

Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar untuk Pengembangan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan self- care dan kualitas hidup pasien gagal jantung..

(6)

E. Ruang lingkup

Materi penelitian ini adalah Keperawatan Gawatdarurat dan kritis yaitu Hubungan Self-care dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung dengan menggunakan metode literature review sebagai sumber data dan dilakukan pada bulan agustus 2022. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self-care dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah yang sudah dikemukakan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah proses peningkatan

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas maka rumusan masalah yang akan diteliti dari penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan model

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang hendak diteliti yaitu “apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan regulasi emosi pada

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka dapat ditarik kesimpulan rumusan masalah pada penelitian ini yaitu : Apakah ada Hubungan

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan akuntansi pada Yayasan

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat perbedaan pemahaman konsep matematis

Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui Gambaran Faktor Risiko kanker serviks di

6320 dan HR Muslim No.2714 1.2 Rumusan Masalah Dengan melihat latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini memuat tentang bagaimana hubungan antara kualitas tidur