• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya zaman pada era digital ini, padatnya aktifitas manusia dalam kegiatan sehari-hari membuat manusia lupa akan melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, detak jantung dan jumlah kalori yang ada di dalam tubuh.

Suhu merupakan besaran yang menyatakan panas atau dinginnya suatu benda (Kukus, Supit and Lintong, 2013). Jika kita memiliki suhu tubuh berkisar antara 36,5oC- 37oC maka suhu tubuh akan dinyatakan normal. Jika kita memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5oC, maka kita dapat dinyatakan mengalami demam (Nusi et al., 2012).

Kalori adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan energi. Energi diperoleh dari kalori yang masuk melalui sumber makanan yang dikonsumsi. Energi dihasilkan dari proses biokimiawi makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penumpukan cadangan energi yang disimpan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas apabila jumlah kalori yang masuk tidak seimbang dengan jumlah energi yang digunakan (Sherwood, 2011). Hal tersebut timbul karena pola makan yang kurang gizi namun tinggi kalori yang biasanya dikonsumsi atau dikenal denngan istilah junk food dapat memicu terjadinya obesitas (Asda, 2017).

Pada tahap awal dalam melakukan pemeriksaan medis biasanya dilakukan medical check up sebelum penyakit seseorang dapat didiagnosa. Dari hasil medical check up akan diketahui apakah seseorang memiliki kondisi yang sehat atau tidak. Pada umumnya medical check up yang dilakukan di rumah sakit pertama kali adalah melakukan pengecekan detak jantung. Hal itu dilakukan karena jantung pada tubuh manusia merupakan organ utama, dimanafungsi kerja jantung mempengaruhi organ- organ penting manusia lainnya (Wohingati and Subari, 2015).

Pada skripsi ini, penulis memiliki ide untuk membuat Sistem Pengukuran Suhu Tubuh, Detak Jantung dan Jumlah Kalori Yang Terbakar Melalui Gerak Tubuh Menggunakan Lilypad Berbasis Android agar memudahkan pengguna untuk melakukan pemantauan kondisi tubuh dan dapat melihat hasil pemantauan melalui aplikasi Android

(2)

2 yang dapat dipasangkan pada smartphone pengguna. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pemantauan kesehatan terhadap suhu tubuh, detak jantung dan jumlah kalori dalam keadaan pelan, sedang, dan cepat.

Adapun skripsi ini ditinjau dengan sisi Islam secara mendasar karena dengan adanya sisitem ini dapat mempermudah pengguna dalam melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan pemantauan kesehatan yang mana hal tersebut merupakan keunggulan teknologi dan Islam sesungguhnya mendukung dalam segala hal termasuk teknologi.

Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:

َنوُرِك ََٰش ۡمُتنَأ ۡلَهَف ۡۖۡمُك ِسۡأَب ۢنِّم مُكَن ِص ۡحُتِل ۡمُكَّل ٖسوُبَل َةَع ۡنَص ُه ََٰن ۡمَّلَع َو َحيِّرلٱ َن ََٰم ۡيَلُسِل َو ٨٠

َنيِمِل ََٰع ٍء ۡيَش ِّلُكِب اَّنُك َو ۚاَهيِف اَن ۡكَر ََٰب يِتَّلٱ ِض ۡرَ ۡلۡٱ ىَلِإ ٓۦِه ِر ۡمَأِب ي ِر ۡجَت ٗةَف ِصاَع ٨١

Artinya:

“Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.

Al-Anbiya: 80-81).

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

1. Bagaimana merancang dan membangun alat untuk mengukur suhu tubuh, deteksi denyut nadi, dan menghitung kalori yang terbakar melalaui gerak pada lengan pengguna?

2. Bagaimana sistem dapat membaca denyut nadi dan suhu tubuh agar dapat menentukan hasil sesuai dengan ketentuan pengukuran kesehatan dan menampilkannya kedalam aplikasi Android?

3. Bagaimana pandangan islam tentang pemanfaatan sistem pengukur suhu tubuh, deteksi denyut nadi dan menghitung jumlah kalori terbakar melalui gerak lengan pengguna?

(3)

3 1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari menerapkan system pengukuran suhu tubuh detak jantung, dan menghitung jumlah kalori yang terbakar menggunakan lilypad berbasis android adalah

1. Merancang dan membangun alat berbasis LilyPad menggunakan sensor agar dapat mengukur suhu tubuh, mendeteksi detak jantung melalui denyut nadi dan gerak pada lengan pengguna agar dapat melakukan penghitungan kalori yang terbakar dalam tubuh.

2. Membaca sinyal denyut nadi dan suhu tubuh, kemudian melakukan perhitungan jumlah kalori terbakar melalui gerak pada lengn pengguna serta menampilkan hasil kedalam aplikasi Android.

3. Mengetahui pandangan islam tentang pemanfaatan sistem pengukuran suhu tubuh, deteksi denyut nadi, dan menghitung jumlah kalori terbakar melalui gerak lengan pegguna menggunakan LilyPad berbasis Android.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari pembuatan sebuah alat pengukuran suhu tubuh, deteksi denyut nadi dan menghitung jumlah kalori terbakar melalui gerak lengan pengguna menggunakan LilyPad berbasis Android adalahagar dapat memudahkan dalam melakukan pengecekan dan melakukan pemantauan suhu tubuh, denyut nadi dan jumlah kalori terbakar pada tubuh pengguna.

1.5 Batasan Masalah

Agar pembahasan dalam laporan ini terfokus dan tidak terlalu meluas, maka diperlukan batasan-batasan mengenai permasalahan diatas, yakni :

1. Merancang dan membangun alat yang hanya dapat mengukur suhu tubuh, deteksi denyut nadi dan menghitung jumlah kalori terbakar maelalui gerak yang akan ditempatkan pada lengan pengguna.

2. Alat yang digunakan adalah LilyPad Arduino, sensor Pulse Heart Rate, LilyPad Accelerometer, LilyPad Temperature, dan modul Bluetooth HC-05.

3. Hasil pengukuran suhu, deteksi denyut nadi, dan perhitungan jumlah kalori terbakar akan dikeluarkan melalui aplikasi Android.

Referensi

Dokumen terkait

Keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi denyut nadi, suhu tubuh, asam laktat darah, dan tekanan darah latihan apabila tanpa diimbangi dengan mengkonsumsi cairan

2eadaan ini biasanya dihubungkan dengan proses inflamasi dari selaput otak  yang sudah mengganggu pusat pengatur suhu tubuh. enurunnan denyut nadi terjadi berhubungan dengan

Pakan yang diberikan pada ternak dalam level yang berbeda akan menyebabkan kondisi fisiologis seperti suhu tubuh (panas tubuh), denyut nadi dan frekuensi nafas akan berbeda

Aklimatisasi terhadap suhu tinggi merupakan hasil penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan yang ditandai dengan menurunnya frekuensi denyut nadi dan suhu mulut atau suhu

Dari 50 responden yang mengisi kuisioner terdapat 82% kesulitan dalam menghitung denyut jantung dan mengukur suhu tubuh tanpa menggunakan alat tambahan, 70% kesulitan

Variabel terikat: Heat Strain variabel beban kerja mempunyai pengaruh terhadap kejadian heat strain, Terdapat perbedaan suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah

Secara statistik tidak ditemukan adanya perbedaan yang bermakna pada suhu tubuh, frekuensi pernapasan dan denyut nadi pada perbandingan efektivitas pemberian

Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi:  Pemeriksaan suhu tubuh  Pemeriksaan denyut nadi  Pemeriksaan tekanan darah  Pemeriksaan abdomen Pemeriksaan fisik dapat membantu