• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanaman Berubang Dengan Keuntungan Kesehatan

N/A
N/A
jihan rofifah

Academic year: 2024

Membagikan " Tanaman Berubang Dengan Keuntungan Kesehatan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB II

LANDASAN TEORI

II.1 Tinjauan Pustaka II.1.1 Bit

Bit (Beta vulgaris L) atau sering juga dikenal dengan sebutan akar bit merupakan tanaman berbentuk akar yang mirip umbi-umbian. Batang bit sangat pendek, hampir tidak terlihat. Akar tunggangnya tumbuh menjadi umbi. Daunnya tumbuh terkumpul pada leher akar tunggang (pangkal umbi) dan berwarna kemerahan. Umbi bit berbentuk bulat atau menyerupai gasing. Bunganya tersusun dalam rangkaian bunga yang bertangkai panjang banyak (Sunarjono, 2004).

Bit diyakini berasal dari sebagian wilayah Mediterania dan Afrika Utara dengan penyebaran kearah timur hingga wilayah barat India dan kearah barat sampai Kepulauan Kanari dan pantai barat Eropa yang meliputi Inggris dan Denmark. Awalnya, bit merah yang sering digunakan adalah daunnya untuk sayuran dan ketertarikan menggunakan umbinya setelah tahun 1500 M (Hardani, 2013).

Bit banyak ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.000 m diatas permukaan laut. Bit tidak bisa tumbuh di dataran rendah. Adapun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur dan lembap.

Selain itu, tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6 – 7 lebih sesuai untuk bit.

Sebaiknya waktu tanam bit pada awal musim hujan atau akhir hujan (Sunarjono, 2004).

Gambar II.1 Buah Bit

(2)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

Dalam taksonomi tumbuhan, Beta vulgaris L diklasifikasikan sebagai berikut (Hardani, 2013):

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Hamamelidae

Ordo : Caryophyllales Famili : Chenopodiaceae Genus : Beta

Spesies : Beta vulgaris L.

Bit merah kaya akan berbagai kandungan vitamin B yaitu vitamin B1, B2, B3 dan B6. Kandungan gizi utama bit merah adalah asam folat, serat dan gula, namun nilai kalori bit merah masih tergolong sedang. Bit merah mengandung pigmen betalain pembentuk warna merah keunguan yang berperan sebagai antioksidan sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional (Susi, 2015).

Komposisi gizi pada bit merah per 100 gram bahan dapat dilihat pada tabel II.1.

(3)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

Tabel II.1 Komposisi gizi pada bit merah per 100 gram bahan (Susi, 2015) :

Komposisi Jumlah

Air (g) 87,58

Energi (g) 43

Protein (g) 1,68

Lemak (g) 0,18

Abu (g) 1,10

Karbohidrat (g) 9,96

Serat pangan (g) 2

Gula (g) 7,96

Kalsium (mg) 16

Besi (mg) 0,79

Magnesium (mg) 23

Fosfor (mg) 38

Sodium (mg) 77

Kalium (mg) 305

Zinc (mg) 0,35

Cuprum (mg) 0,075

Mangan (mg) 0,329

Selenium (µg) 0,7

Vitamin C (mg) 3,6

Thiamin (mg) 0,031

Riboflavin (mg) 0,027

Niasin (mg) 0,331

Asam Pantotenat (mg) 0,145

Vitamin B6 (mg) 0,067

Folat (µg) 80

Betalain (mg) 128,7

Beta karoten (µg) 20

Vitamin A (IU) 33

Vitamin E (µg) 0,04

Vitamin K (µg) 0,20

II.1.2 Betalain

Bit kaya akan pigmen betalain. Betalain merupakan pigmen yang pada awalnya dikategorikan sebagai antosianin bernitrogen karena terdapat nitrogen

(4)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

pada struktur cincinnya dan juga mengandung residu glikosida. Seiring dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, kini betalain tidak lagi digolongkan sebagai bagian antosianin. Pigmen betalain berdiri sendiri sebagai sebuah jenis pigmen dan merupakan induk dari kelompok betasianin yang berwarna merah violet dan betaxantin yang berwarna kuning (Andarwulan dan Faradilla, 2012). Rumus struktur betalain dapat dilihat pada gambar II.2 (Setiawan dkk, 2015).

Gambar II.2 Rumus Struktur Betalain

Rata – rata bit mengandung betalain sebesar 1.000 mg/100 g berat kering atau 120 mg/100 g berat basah. Pigmen betalain yang terdapat di bit ada dua kelompok, yaitu pigmen merah violet betasianin dan pigmen kuning betaxantin.

Rasio konsentrasi antara betasianin dan betaxantin biasanya ada pada kisaran 1:3.

Rasio ini beragam tergantung dari varietas bit. Perbedaan rasio kedua pigmen tersebut menimbulkan variasi warna merah pada bit dan ekstrak bit (Andarwulan dan Faradilla, 2012).

II.1.3 Enzim Fenolase

Enzim fenolase yaitu enzim yang terlibat dalam pencoklatan enzimatik dikenal juga dengan nama polifenoloksidasi atau polifenolase. Reaksi yang menyebabkan warna coklat ini merupakan suatu reaksi kimia yang dikenal sebagai oksidatif enzimatik dengan oksigen sebagai katalisator dalam reaksi tersebut (Zulfahnur, 2009). Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menginaktifkan

(5)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

enzim fenolase adalah dengan melakukan perendaman buah dengan asam seperti asam sitrat (Astawan, 2008). Reaksi browning enzimatik dapat dilihat pada gambar II.3 (Chandra, 2013)

Gambar II.3 Reaksi browning enzimatik

II.1.4 Asam Sitrat

Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau. Memiliki sifat – sifat yang tidak beracun, dapat mengikat logam – logam berat dan dapat menimbulkan rasa yang menarik. Asam sitrat dapat berfungsi sebagai pencegah rusaknya warna dan aroma, pengatur pH dan pengawet (Hasibuan, 2010). Pemakaian asam sitrat dalam proses pengeringan pembuatan tepung berfungsi menjaga warna alami produk dikarenakan reaksinya yang akan menurunkan pH pada jaringan produk, sehingga akan mengurangi pembentukan enzymatic browning (Wibawanto, 2014).

Asam sitrat merupakan asam organik dengan satu gugus hidroksil dan tiga gugus karboksil ditemukan dalam buah. Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7

atau CH2(COOH)-COH(COOH)-CH2(COOH), nama IUPACnya adalah 2- hidroksi-1,2,3- propanatrikarboksilat. Struktur molekul asam sitrat dapat dilihat pada gambar II.4 (Hasibuan, 2010).

(6)

Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

O OH

H C H O O

C C C C C

OH H OH H OH

Gambar II.4 Struktur Molekul Asam Sitrat

II.1.5 Tepung Buah Bit

Tepung buah bit adalah cara alternatif untuk mengolah buah bit menjadi bahan makanan yang memiliki keunggulan dalam pengolahan bahan baku dan meningkatkan daya simpan. Tepung buah bit dapat dimanfaatkan sebagai bahan diversifikasi pangan yang dapat diolah menjadi berbagai produk. Selain dijadikan tepung, buah bit dapat direbus, di buat jus, di buat salad dan pewarna.

II.2 Kerangka Pemikiran

Dalam percobaan ini dipilih tepung dari buah bit, karena masih kurangnya pemanfaatan dari buah bit serta salah satu cara pengawetan dari buah bit, dimana sifatnya yang cepat lunak dan membusuk.

Cara pengolahan buah bit menjadi tepung adalah dengan perendaman asam sitrat. Setelah proses perendaman, dilanjutkan dengan pengeringan, penepungan dan pengayakan sehingga diperoleh tepung buah bit.

Referensi

Dokumen terkait

L) yang dapat memberikan efek aktivitas antioksidan dengan metode FRAP serta mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kental umbi bit merah ( Beta

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi yang berjudul “ PENGARUH DRYING AGENTS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK BIT MERAH (Beta vulgaris L) YANG

PENAMBAHAN SERBUK BIT MERAH ( Beta vulgaris L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIAWI ROTI SELAMA BAKING ” ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk

Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Bit (Beta vulgaris L.) terhadap Kadar High Density Lipid (HDL) Tikus Putih (Rattus norvegicus L.).. Dipersiapkan dan disusun oleh : Nama Mahasiswa :

Sukrosa gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman.. Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu ( Saccharum sp .) dan bit ( Beta vulgaris

Berdasarkan hasil penelitian tentang uji kadar antioksidan dan kadar betasianin pada buah bit ( Beta vulgaris l.) dengan pelarut etanol (dikembangkan sebagai

Dokumen ini membahas sejarah dan manfaat minuman

Dokumen ini membahas sejarah manga, termasuk tokoh dan