BAB II
GAMBARAN WILAYAH PEKERJAAN 2.1 KAJIAN AWAL
2.1.1Umum
A. Lokasi Derah Irigasi
Lokasi dari pekerjaan DED Daerah Irigasi 6 Bendung ini di Kabupaten Cilacap, Tabel 2.1 adalah detail lokasi D.I. yang akan di laksanakan.
Tabel 2.1 Detail Lokasi Daerah Irigasi
NO NAMA D.I. KOORDINAT BENDUNG
LOKASI
X Y
1 Bendung Cijambe -7.38788799999
9999 108.731377 Desa Cisuru
Kecamatan Cipari 2 Bendung Manganti -7.4120716599
99999 108.83731667 Desa Cidadap
Kecamatan Karangpucung 3 Bendung Cikerang -7.39774666 108.831925 Desa Kutasari
Kecamatan Cipari 4 Bendung Cimucung -7.3271555047
47989 108.71314593639 Desa Adimulya Kecamatan Wanareja 5 Bendung Suwuk -7.446875 108.832374 Desa Karanggedang
Kecamatan Sidareja 6 Bendung Penyarang
II -7.413197 108.822395 Desa Penyarang
Kecamatan Sidareja B. Potensi Sumber Daya Air
Tabel 2.2 Curah Hujan Maksimal STA. Manganti (Tahun 2009 – 2021)
(Sumber: BBWS Citanduy tahun 2022)
Tabel 2.3 Curah Hujan Maksimal STA. Wanareja (Tahun 2009 – 2021)
(Sumber: BBWS Citanduy tahun 2022)
Tabel 2.4 Curah Hujan Maksimal STA. Majenang (Tahun 2009 – 2021)
(Sumber: BBWS Citanduy tahun 2022)
Tabel 2.5 Curah Hujan Maksimal STA. Sidareja (Tahun 2009 – 2021)
(Sumber: BBWS Citanduy tahun 2022)
Berdasarkan data curah hujan pada 4 STA di sekita Daerah Irigasi (D.I.) kabupaten Cilacap yang akan di lakukannya pemeliharaan. Yaitu STA Manganti, STA, Wanareja, STA Majenang, dan STA, Sidareja, dengan pengambilan data dari BBWS Citanduy perode data Tahun 2009 – 2021, terlihat bahwa secara umum wilayah Kabupaten Cilacap memiliki CH rata – rata normal kategori menengah (100 – 300 mm)/ tahun.
C. Potensi Sumber Daya Alam
Pertanian memiliki peranan yang sangat strategis dalam pengembangan perokonomian di Kabupaten Cilacap. Sektor pertanian memberikan kontribusinya yang dominan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pada tahun 2016 sektor pertanian menjadi sektor yang memberikan andil yang besar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Cilacap, yaitu sebesar 17,54% (tanpa migas).
Sektor pertanian ini ditunjang oleh luas lahan yang memadai. Luas wilayah Kabupaten Cilacap terbagi dalam dua bagian yaitu lahan pertanian yang terdiri dari lahan sawah seluas 64.744 Ha atau 30,27 persen dan lahan bukan sawah seluas 60.084 Ha atau 28,10 persen serta 89.022 Ha atau 41,63 persen merupakan lahan bukan sawah. Dengan luas lahan tersebut menjadikan Kabupaten Cilacap sebagai daerah produsen beras terbesar dan menjadi penyangga utama bagi ketahanan pangan di Jawa Tengah.
D. Areal Irigasi
Tabel 2.6 Luas Areal Irigasi NO NAMA DAERAH IRIGASI PERMEN LUAS AREAL
IRIGASI SUMBER DATA
1 D.I CIJAMBE 118 HA BIG
2 D.I MANGANTI 48 HA BIG
3 D.I CIKERANG 43 HA BIG
4 D.I CIMUCUNG 44 HA BIG
5 D.I SUWUK 25 HA BIG
6 D.I PENYARANG 2 42 HA BIG
E. Pola Tanam
Pola tanam yang direncanakan untuk untuk masing – masing D.I didapat dilihat dari data dinas PSDA Kab. Cilacap. Pola tanam masing- masing D.I adalah sebagai berikut :
1. Cijambe : Gol A = Padi → Padi → Palawija 2. Cikerang : Gol A = Padi Padi→
3. Penyarang 2 : Gol A = Padi Padi → 4. Cimuncang : Gol A = Padi Padi →
5. Manganti : Gol A = Padi Padi Palawija→ → 6. Suwuk : Gol A = Padi → Padi
2.1.2Sarana Prasarana Irigasi A. D.I CIJAMBE
1. Banguna bendung
Gambar 2.1 Kondisi Bendung D.I. Cijambe 2. Bangunan pelengkap
Gambar 2.2 Kondisi Saluran D.I. Cijambe
B. D.I MANGANTI
1. Bangunan utama/ Bendung
Gambar 2.3 Kondisi Bendung D.I. Manganti
2. Bangunan pelengkap/ Saluran
Gambar 2.4 Kondisi Saluran D.I. Manganti C. D.I CIKERANG
1. Bangunan utama/ Bendung
Gambar 2.5 Kondisi Mercu D.I. Cikerang 2. Bangunan pelengkap
Gambar 2.6 Kondisi Saluran D.I. Cikerang D. D.I CIMUCUNG
1. Bangunan bendung
Gambar 2.7 Kondisi Bendung D.I. Cimucung
2. Bangunan pelengkap
Gambar 2.8 Kondisi Saluran D.I. Cimucung
E. D.I SUWUK
1. Bangunan bendung
Gambar 2.9 Kondisi Mercu D.I. Suwuk 2. Bangunan pelengkap
Gambar 2.10 Kondisi Saluran D.I. Suwuk
F. D.I PENYARANG 2 1. Bangunan bendung
Gambar 2.11 Kondisi Mercu dan kolam Olak D.I. Penyarang 2 2. Bangunan pelengkap
Gambar 2.12 Kondisi Saluran D.I. Penyarang 2
2.2 PERMASALAHAN
Berdasarkan hasil survey di lapangan, kondisi saat ini dapat dilihat pada tabel – tabel di bawah ini:
2.2.1 D.I. Cijambe
Tabel 2.7 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Cijambe
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - Terdapat Sedimentasi tanah di bagian hulu bendung 2 Sayap Bendung HM 0+09 - Tembok sayap bendung sebelah kanan rusak
- Panjang kerusakan 9 meter
Tabel 2.8 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Cijambe
NO HM KONDISI SAAT INI
1 SS Kiri 2+00 - Lantai saluran rusak (minor) 2 SS Kiri 3+10 - Lantai saluran rusak (minor) 3 SS Kiri 3+20 - Lantai saluran rusak (minor) 4 SS Kiri 3+350 - Lantai saluran rusak (minor) 5 SS Kiri 3+62 - Lantai saluran rusak (minor)
6 SS Kiri 5+35 - Lantai saluran rusak (minor) 7 SS kiri 7+60 - Lantai saluran rusak (minor) 8 SS Kanan 4+00 s/d 6+00 - pasangan batu pada saluran rusak 9 SS Kanan 9+93,4 s/d
17+00
- Saluran rusak parah
2.2.2 D.I. Manganti
Tabel 2.9 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Manganti
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - Kolam olak bendung rusak
- Terdapat sedimentasi pada bangunan bendung - Pintu intake tidak tersedia
- Ada bagian sayap bendung yang rusak
Tabel 2.10 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Manganti
NO HM HM KONDISI SAAT INI
P1
1 0+000 3+89,7 - Kondisi struktur saluran masih cukup baik. Namun ada endapan lumpur di dalam saliran air.
2 3+89,7 4+05,4 - Kondisi saluran sudah rusak, P2
3 4+05,4 5+25,9 - Terdapat sedimentasi - Top saluran sudah rusak
P3
4 5+25,9 11+75,9 - Kondisi masih tanah asli, belum ada pasangan.
2.2.3 D.I. Cikerang
Tabel 2.11 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Cikerang
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - Kolam olak rusak - Pintu intake tidak ada
- Sedimentasi d bagian hulu bendung
Tabel 2.12 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Cikerang
NO HM HM KONDISI SAAT INI
1 0+00 1+20 - saluran bagus
2 1+20 2+70 - Saluran Roboh
2.2.4 D.I. Cimucung
Tabel 2.13 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Cimucung
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - Sayap bendung rusak - Mercu bendung rusak - Kolam olak bendung rusak
Tabel 2.14 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Cimucung
NO HM HM KONDISI SAAT INI
0+00 2+70 Saluran rusak
1 2+70 3+10 Kondisi masih tanah asli, belum ada pasangan 2.2.5 D.I. Suwuk
Tabel 2.15 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Suwuk
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - sayap di hulu dan hilir bendung rusak - bangunan mercu rusak mayor
Tabel 2.16 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Suwuk
NO HM HM KONDISI SAAT INI
1 0+50 3+00 - pasangan sebelah kanan rusak
- sebelah kiri tidak ada pasangan
2 3+30 3+42 - kondisi tanah longsor
- kondisi saluran masih tanah asli - belum ada pasangan
- panjang 483 m 2.2.6 D.I. Penyarang II
Tabel 2.17 Tabel kondisi Bendung Daerah Irigasi (D.I) Penyarang II
NO NAMA BANGUNAN KONDISI SAAT INI
1 Bendung Hm. 0+00 - Kolam olak rusak - Sayap bendung rusak
Tabel 2.18 Tabel kondisi Saluran Daerah Irigasi (D.I) Penyarang II
NO HM HM KONDISI SAAT INI
1 0+00 3+59 - Saluran masih baik
2 3+59 3+69 - saluran kanan rusak
- panjang kerusakan 10 meter
3 3+69 5+68 - saluran masih baik
2.3 UPAYA PEMECAHAN MASALAH
Upaya pemecahan masalah dilakukan oleh masyarakat, pemerintah dan konsultan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat
a. Pengerukan sedimen secara gotong – royong b. Tambal sulam pada kerusakan – kerusakan ringan c. Pembersihan rumput dan sampah pada saluran 2. Pemerintah,
- Perawatan Rutin:
a. Pelumasan oli pada pintu sorong b. Pengecetan pintu dan rumah pintu c. Pengecatan papan eksploitasi
d. Pemasangan kunci pengaman pada pintu - Perawatan Berkala:
a. Pembangunan rehabilitasi secara bertahap sesuai dengan skala priotitas.
3. Konsultan
a. Mendesain saluran – saluran yang bocor dengan menggunakan beton/ pasangan batu.
b. Mendesain pintu proporsional agar debit yang masuk ke sawah merata.
c. Mengusulkan agar semua pintu diberi pintu pengaman agar tidak hilang.
d. Mendesain tanggul yang rawan bocor dengan pasangan talud pelindung tanggul.
e. Mendesain saluran sesuai dengan areal sawah yang terairi f. Perencanaan hidrologi
g. Menghitung jumlah anggaran biaya