10 2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau pemanfaatan sumber daya dalam suatu organisasi. Akuntansi biaya memasukkan bagian-bagian akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan tentang bagaimana informasi biaya dikumpulkan dan dianalisis. Akuntansi biaya lebih menekankan pada pengendalian maupun penetapan biaya terutama yang berhubungan dengan biaya produksi. Selanjutnya akuntansi biaya membantu perusahaan dalam merencanakan dan pengawasan biaya pada aktivitas perusahaan.
Akuntansi biaya memperlengkapi manajemen dengan alat yang diperlukan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikan kualitas dan efisiensi, serta pengambilan keputusan baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat strategik (Carter, 2014:11). Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya (Mulyadi, 2012:7). Akuntansi biaya merupakan proses mengukur, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan nonkeuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi (Horngren et al., 2011:3). Berdasarkan beberapa definisi akuntansi biaya menurut para ahli maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya adalah proses mencatat,
menggolongkan, meringkas, dan menyajikan informasi biaya, mulai dari proses pembuatan hingga penjualan barang atau jasa dengan cara-cara tertentu serta menyajikan berbagai informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Akuntansi biaya menghasilkan informasi untuk memenuhi berbagai macam tujuan yaitu untuk tujuan penentuan biaya produksi, pengendalian biaya, tujuan pengambilan keputusan khusus, dan untuk kepentingan internal perusahaan.
Peranan akuntansi biaya menurut Carter (2014:11) terkait dengan definisi akuntansi biaya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu mengenai pengumpulan, penyajian, dan analisis informasi mengenai biaya dan manfaat membantu manajemen untuk menyelesaikan tugas-tugas berikut:
1. Membuat dan melaksanakan rencana dan anggaran untuk beroperasi dalam kondisi kompetitif dan ekonomi yang telah diprediksi sebelumnya. Suatu aspek penting dari rencana adalah potensinya untuk memotivasi orang yang berkinerja dengan cara yang konsisten dengan tujuan perusahaan.
2. Menetapkan metode perhitungan biaya yang memungkinkan pengendalian aktivitas, mengurangi biaya, dan memperbaiki kualitas.
3. Mengendalikan kuantitas fisik dari persediaan, dan menentukan biaya dari setiap produk dan jasa yang dihasilkan untuk tujuan penetapan harga dan untuk evaluasi kinerja dari suatu produk, departemen, atau divisi.
4. Menentukan biaya dan laba perusahaan untuk periode akuntansi satu tahun atau untuk periode lain yang lebih pendek. Hal ini termasuk menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan sesuai dnegan aturan pelaporan eksternal.
5. Memilih di antara dua atau lebih alternatif jangka pendek atau jangka panjang, yang dapat mengubah pendapatan dan biaya.
Menurut Mulyadi (2012:78) tiga tujuan pokok yang dimiliki akuntansi biaya yaitu:
1. Penentuan harga pokok produksi
Untuk memenuhi tujuan penentuan harga pokok produksi, akuntansi biaya mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa.
2. Pengendalian biaya
Pengendalian biaya harus didahului dengan penentuan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk. Jika biaya yang seharusnya ini telah ditetapkan, akuntansi biaya bertugas untuk memantau apakah pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai dengan biaya yang seharusnya tersebut.
3. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa yang akan datang.
Oleh karena itu informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus selalu berhubungan dengan informasi yang akan datang.
Informasi biaya ini tidak dicatat dalam catatan akuntansi biaya, melainkan hasil suatu proses peramalan.
2.1.2. Biaya Produksi
A. Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan ketika perusahaan akan menghasilkan produksi. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan keuntungan yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang biaya produksi agar suatu perusahaan dapat menghitung biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan output barang “Manufacturing cost also called production cost is usually defined as the sum of three cost elements : direct materials, direct labor, and factory overhead”. Dengan kata lain biaya manufaktur juga disebut biaya produksi atau biaya pabrik, biasanya didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya: bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead pabrik (Carter dan Usry, 2012:40). Biaya produksi termasuk bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa (Rayburn, 2011:31). Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk membuat produk, baik barang maupun jasa (Putu, 2015:4).
Biaya produksi merupakan sebagian keseluruhan faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk. Dalam kegiatan perusahaan, biaya produksi dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap dijual.
Biaya produksi sering disebut ongkos produksi. Berdasarkan pengertian tersebut, biaya produksi adalah keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk hingga produk itu sampai di pasar, atau sampai ke tangan konsumen
(Widjajanta, 2012:35). Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap dijual (Mulyadi, 2012 : 14).
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi atau semua beban yang ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan suatu barang atau jasa (Karyana, 2013:81). Dari pengertian tersebut yang dimaksud dengan biaya produksi adalah semua biaya yang disebabkan karena adanya proses produksi. Biaya produksi dalam suatu perusahaan (khususnya manufaktur) merupakan bagian terpenting dalam proses produksi, hal ini dikarenakan biaya produksi dalam perusahaan tersebut merupakan pengeluaran yang paling besar diantara biaya-biaya yang lain dan terjadi terus menerus selama proses produksi terus berjalan.
B. Elemen-elemen Biaya Produksi
Menurut Garrison dan Noreen (2012:47), “Biaya produksi merupakan jumlah dari tiga elemen biaya yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik”. Adapun elemen-elemen biaya produksi yaitu :
1. Biaya Bahan
Baku Biaya bahan baku merupakan salah satu elemen yang paling penting dari biaya produksi. Masalah yang dihadapi manajemen berhubungan dengan bahan yaitu keterlambatan tersedianya bahan akan mempengaruhi kelancaran kegiatan produksi, sedangkan persediaan bahan yang terlalu berlebihan berarti suatu pemborosan modal kerja yang tertanam di dalam persediaan bahan baku yang ada alam perusahaan.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja merupakan pelaku utama dalam produksi, pengeluaran biaya- biaya untuk gaji atau upah tenaga kerja juga sangat besar.
3. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik merupakan seluruh biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak diklasifikasikan ke dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
C. Tujuan Biaya Produksi
Pada dasarnya perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba dengan memperoleh pendapatan dan membandingkannya dengan pengorbanan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar laba yang diperoleh diperlukan suatu ukuran yang baik dari pendapatan maupun pengorbanan yang telah dilakukan.
Adapun beberapa tujuan biaya produksi (Mulyadi, 2012: 20) sebagai berikut:
1. Untuk menetapkan jumlah biaya produksi secara tepat.
2. Untuk membantu manajemen mengadakan pengendalian biaya yang tepat.
3. Untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan jangka pendek.
D. Fungsi Pengumpulan Biaya Produksi
Fungsi yang terkait dalam pengumpulan biaya Mulyadi (2012:427) yaitu : 1. Fungsi Penjualan
Dalam perusahaan yang berproduksi massa, order produksinya umumnya ditentukan bersama dalam rapat bulanan antara fungsi pemasaran dan
fungsi produksi. Fungsi penjualan melayani order dari langganan berdasarkan persediaan produk jadi yang ada di gudang.
2. Fungsi Produksi
Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan perintah produksi bagi fungsi-fungsi yang ada dibawahnya yang akan terkait dalam pelaksanaan proses produksi guna memenuhi permintaan tanggung jawab untuk produksi dari fungsi penjualan.
3. Fungsi Perencanaan dan Pengawasan Produksi
Fungsi ini merupakan fungsi staff yang membantu fungsi produksi dalam merencanakan dan mengawasi kegiatan produksi.
4. Fungsi Gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab atas pelayanan permintaan bahan baku, bahan penolong dan barang lain yang digudangkan. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk menerima produk jadi yang diserahkan oleh fungsi produksi.
5. Fungsi Akuntansi Biaya
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat pemakaian biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang digunakan dalam proses produksi dan juga bertanggung jawab dalam membuat perhitungan mengenai harga pokok produksi.
E. Indikator Biaya Produksi
Biaya produksi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : (Assael, 2001 dalam Nurcahyo danHudrasyah, 2017).
Biaya produksi diukur dalam satuan (Rp.) pada setiap tahun penelitian.
2.1.3. Biaya Promosi
A. Pengertian Biaya Promosi
Biaya promosi adalah nilai yang dikorbankan atau dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk kepentingan promosi dalam kaitannya dengan pemasaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Biaya promosi dalam hal ini biaya yang dikeluarkan untuk memperkenalkan barang dagangan dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor yang penting adalah penetapan biaya promosi, akan tetapi sebelum ditetapkan biaya yang akan dikeluarkan terlebih dahulu berapa besarnya biaya promosi dalam memasarkan barang. Biaya promosi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk promosi (Kotler, 2012:17).
Biaya promosi adalah biaya pemasaran atau penjualan yang meliputi seluruh biaya yang diperoleh untuk menjamin pelayanan konsumen dan menyampaikan produk jadi atau jasa ke tangan konsumen (Rangkuti, 2014:205). Biaya promosi merupakan sejumlah dana yang dikucurkan perusahaan ke dalam promosi untuk meningkatkan penjualan (Simamora, 2012:762). Biaya promosi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas
Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan (Tjiptono, 2012:219). Biaya promosi adalah semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan promosi, seperti pembuatan leaflet, stiker, brosur, spanduk, kalender, serta mengikuti kegiatan pameran dan seminar. Besarnya biaya promosi yang ditetapkan oleh perusahaan untuk memasarkan produk, berpengaruh terhadap perkembangan pemasaran.
Pemasaran tidak hanya bertujuan untuk menjual barang dan jasa, tetapi juga untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen (pasar). Naik turunnya volume penjualan akan berpengaruh terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup produk yang dipasarkan.
Setiap kegiatan promosi, tentunya membutuhkan biaya yang sesuai dengan kebutuhan, namun setiap perusahaan seringkali kesulitan dalam menentukan besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk promosi (Kotler dan Susanto, 2012:231). Oleh karena itu dalam menentukan besarnya biaya promosi dengan tepat dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:
1. Metode yang dapat dijangkau
Sebagian besar perusahaan yang meneluarkan anggaran promosi disesuaikan dengan kemampuannya, yaitu dengan menyusun anggaran promosi pada tingkat yang paling tinggi, dimana perusahaan dapat mengeluarkannya. Berdasarkan metode ini, besarnya biaya promosi adalah tergantung pada besarnya biaya yang mampu dikeluarkan atau dijangkau perusahaan.
2. Metode persentase dari penjualan
Dengan menggunakan metode ini maka perusahaan menetapkan besarnya anggaran promosi berdasarkan persentase tertentu dari penjualan atau dari persentase harga jualnya. Adapun keuntungan dari metode ini antara lain:
a) Pengeluaran promosi akan berubah sesuai dengan kemampuan perusahaan.
b) Metode ini menyebabkan perusahaan untuk mempertimbangkan antara biaya promosi, harga jual, dan laba per unit.
c) Mendorong stabilitas kompetitif sampai sejauh mana perusahaan pesaing menghabiskan persentase yang hampir sama dengan penjual mereka untuk promosi.
3. Metode keseimbangan kompetitif
Banyak perusahaan yang menganggarkan promosi disesuaikan dengan anggaran promosi saingannya. Metode ini digunakan karena mengingat pengeluaran saingan untuk promosi pada produk atau jasa yang sama adalah merupakan kebijaksanaan yang kolektif.
4. Metode tujuan dan tugas
Metode ini meminta perusahaan untuk mengembangkan anggaran promosi mereka dengan mendefinisikan tujuan spesifik, menentukan tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu, dan mengestimasikan biaya untuk melaksanakan tugas tersebut, jumlah biaya-biaya tersebut merupakan usulan anggaran promosi, atau dengan kata lain jumlah yang dianggarkan sama dengan besarnya biaya yang diperkirakan untuk melaksanakan tugas-
tugas tertentu. Hal ini dimaksudkan agar dalam menjalankan suatu kegiatan promosi dapat berjalan sesuai rencana.
B. Faktor Dasar Biaya Promosi
Di dalam menentukan biaya promosi, terdapat 3 faktor dasar, Simamora (2012), yaitu:
1. Biaya dasar, biaya yang hanya dipengaruhi oleh biaya produk.
2. Biaya tertinggi, biaya maksimal yang dipengaruhi oleh harga kompetitif untuk produk yang diprbandingkan.
3. Biaya optimal, merupakan fungsi permintaan akan produk dan biaya pemasok produk.
C. Anggaran Biaya Promosi
Ada empat metode untuk mengukur dan menentukan besarnya anggaran (biaya) promosi menurut Simamora ( 2012 ) yaitu :
1. Metode Seadanya
Besarnya anggaran ditentukan pada besarnya perkiraan yang dilakukan perusahaan, atau pada dana yang disediakan. Metode ini tidak merencanakan pemasaran jangka panjang.
2. Metode Persentase Penjualan
Metode persentase penjualan didasarkan atas penjualan atau harga jual.
3. Metode Sejajar dengan Pesaing
Biaya promosi disesuaikan dengan biaya ataau pengeluaran pesaing.
4. Metode Tugas Sasaran
Biaya promosi ditentukan dengan cara menentukan sasaran-sasaran khusus, menentukan tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran, dan memperhitungkan berapa biayanya.
D. Indikator Biaya Promosi
Adapun rumus untuk menghitung biaya promosi menurut Philip Kotler diterjemahkan oleh Benyamin Molan (2007:23), adalah :
Biaya promosi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan diukur dalam satuan (Rp.) pada setiap tahun penelitian.
2.1.4. Laba Bersih
A. Pengertian Laba Bersih
Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan biaya tersebut. Laba merupakan kelebihan penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi. Sementara pengertian laba yang diamati oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah selisih pengukuran pendapatan dan biaya (Harahap, 2014:21),.
Laba bersih atau keuntungan bersih yakni (net income atau net profit) merupakan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi (Warren et.al., 2012:25).
Biaya Promosi = Biaya Periklanan + Biaya Promosi Penjualan
Pengertian laba dimaknai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang atau jasa) (Suwardjono, 2013:43). Laba bersih atau laba bersih sesudah pajak penghasilan diperoleh dengan mengurangkan laba atau penghasilan sebelum kena pajak dengan pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan (Rahardjo, 2012:83).
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laba adalah perkiraan antara pendapatan dan beban-beban yang terjadi pada suatu periode tertentu dalam suatu perusahaan.
B. Jenis-jenis Laba
Jenis-jenis laba adalah sebagai beikut :
1. Laba kotor atas penjualan, merupakan selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan, laba ini dinamakan laba kotor hasil penjualan bersih karena belum dikurangi dengan beban operasi lainnya untuk periode tertentu.
2. Laba bersih operasi, yaitu laba kotor dikurangi dengan jumlah biaya penjualan, biaya administrasi dan umum.
3. Laba bersih sebelum potongan pajak perseroan, yaitu perolehan apabila laba operasi dikurangi atau ditambah dengan selisih pendapatan dan biaya lain- lain.
4. Laba bersih sesudah potongan pajak adalah laba bersih setelah ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan biaya non operasi dan dikurangi dengan pajak perseroan.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laba Bersih
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan laba bersih (net income), yaitu sebagai berikut (Jumingan, 2011:165):
1. Naik turunnya jumlah unit yang dijual dan harga per unit.
2. Naik turunnya harga pokok penjualan, perubahan harga pokok penjualan ini dipengaruhi oleh jumlah unit yang dibeli atau diproduksi atau dijual dari harga per unit atau harga pokok per unit.
3. Naik turunnya biaya usaha yang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dijual, variasi jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan efisiensi operasi perusahaan.
4. Naik turunnya pos penghasilan atau biaya nonoperasional yang dipengaruhi oleh variasi jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan perubahan kebijaksanaan dalam penerimaan discount.
5. Naik turunnya pajak perseroan yang dipengaruhi oleh besar kecilnya laba yang diperoleh atau tinggi rendahnya tarif pajak.
6. Adanya perubahan dalam metode akuntansi.
D. Indikator Laba Bersih
Laba sesudah pajak atau laba bersih merupakan laba setelah dikurangi dengan pajak. Laba bersih dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan atau Ratainer Earning. Dalam perkiraan ini akan diambil suatu jumlah tertentu untuk dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham (Stice, Stice dan Skousen, 2010 : 241). Laba bersih dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Rahardjo, 2012:83) :
Keterangan:
Laba sebelum pajak = Laba operasi ditambah hasil usaha dan dikurangi biaya diluar operasi biasa.
Pajak Penghasilan = Pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan.
2.1.5. Hubungan Biaya Produksi dengan Laba Bersih
Biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi yang terdiri dari biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik (Bustami, 2014). Biaya produksi merupakan sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran, nilai keluaran diharapkan lebih besar daripada masukan yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran tersebut sehingga kegiatan organisasi dapat menghasilkan laba. Berdasarkan teori tersebut, menunjukkan bahwa biaya produksi mempunyai pengaruh terhadap laba yang dengan kata lain, laba yang diperoleh semakin besar jika biaya produksi yang dikeluarkan semakin kecil. (Djamalu, 2013). Sedangkan pada teori (Carter, 2014) menyatakan bahwa tingkat laba yang diperoleh perusahaan dapat ditentukan oleh volume produksi yang dihasilkan, semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula laba yang diperoeh. Berarti, biaya produksi mempengaruhi laba dimana ketika biaya produksi ditingkatkan maka akan menambah volume produksi yang nantinya akan mempengaruhi tingkat laba yang diperoleh perusahaan.
Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak Penghasilan
2.1.6. Hubungan Biaya Promosi dengan Laba Bersih
Biaya promosi dapat diartikan biaya atau sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran perusahaan khususnya dalam hal pelaksanaan promosi. Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang, tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat laba perusahaan. Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari dan membina langganan serta usaha menguasai pasar.
Tujuan ini hanya dapat dicapai apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan harus berusaha mempengaruhi konsumen, untuk menciptakan permintaan atas produk kemudian dipelihara dan dikembangkan. Usaha tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan promosi yang dilakukan sejalan dengan rencana pemasaran secara keseluruhan sehingga apabila seringnya perusahaan melakukan promosi, tentu penjualan perusahaan akan meningkat dan diikuti dengan laba yang diperoleh perusahaan mengalami peningkatan. (Assauri, 2015).
Biaya promosi yang digunakan secara cermat akan memberikan pengaruh terhadap laba yang diterima perusahaan, sebab setiap perusahaan berusaha untuk mencapai laba yang optimal dengan biaya promosi yang seefektif mungkin. Hal ini mengakibatkan biaya promosi dalam suatu perusahaan menjadi salah satu faktor penting yang harus perhitungkan perusahaan (Widnyana et. al., 2014)
2.2. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1. Penelitian-Penelitian Terdahulu No Penulis Judul
Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Persamaa n
Perbe daan
1 Putu
Rustami (2014)
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 2 Tahun (2014)
PENGARUH BIAYA PRODUKSI,
BIAYA PROM OSI,
DAN VOLUM E PENJUALAN
TERHADAP LABA PADA PERUSAHA
AN KOPI BUBUK BANYUATIS
M etode
penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Sumber data yang digunakan adalah data primer.
(1) ada pengaruh secara simultan dari biaya produksi, biaya promosi dan volume
penjualan terhadap laba, (2) ada pengaruh secara parsial dari biaya produksi terhadap laba, (3) ada pengaruh secara parsial dari biaya promosi terhadap laba, (4) ada pengaruh secara parsial volume penjualan terhadap laba,
Variabel independent digunakan Biaya Produksi dan Biaya Promosi.
M etode penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Analisis Data dengan Regresi Linear Berganda.
Lokasi penelitian . Tidak menggun akan variabel Volume Penjualan .
2 Asep
Sepulloh Akbar (2017)
Jurnal Program
Studi Akuntansi,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Komputer Indonesia
PENGARUH PENJUALAN DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP
LABA BERSIH (Survei Pada
Perusahaan M anufaktur Sektor Aneka
Idustri sub Sektor Otomotif dan
Komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun
2011-2016)
M etode
penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Sumber data yang digunakan adalah data primer.
Penjualan berpengaruh terhadap laba bersih pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011- 2016.
Biaya produksi berpengaruh terhadap laba bersih pada pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011- 2016.
Variabel independent digunakan Biaya Produksi.
M etode penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Analisis Data dengan Regresi Linear Berganda.
Lokasi penelitian . Tidak menggun akan variabel Penjualan .
3 Endang Susilawati
(2019)
Jurnal M ANNER
S, Vol II, No. 2, M aret 2019
PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA
PROM OSI TERHADAP
LABA BERSIH
(STUDI PERUSHAA
N ROKOK PT GUDANG
M etode
penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Sumber data yang digunakan adalah data primer.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi dan biaya promosi secara simultan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Secara parsial biaya produksi tidak
Variabel independent digunakan Biaya Produksi dan Biaya Promosi.
M etode penelitian yang digunakan metode
Lokasi penelitian .
No Penulis Judul Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Persamaa n
Perbe daan
GARAM TBK YANG TERDAFTA R DI BEI PERIODE 2011-2017)
berpengaruh terhadap laba bersih, terdapat pengaruh, tetapi biaya Promosi berpengaruh terhadap laba bersih PT Gudang Garam Tbk periode 2011-2017.
deksriptif dan verifikatif.
Analisis Data dengan Regresi Linear Berganda.
4 Taopik Firmansya
h (2016)
Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi,
ISSN 20886969,
Vol. 5 Edisi 9, Okt 2016
PENGARUH BIAYA TENAGA
KERJA LANGSUNG DAN BIAYA PROM OSI TERHADAP
TINGKAT LABA BERSIH PERUSAHA
AN PADA PD. M OCHI
LAM PION KASWARI PERIODE 2012-2014
M etode
penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Sumber data yang digunakan adalah data primer.
Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Promosi
keduanya berpengaruh terhadap laba bersih.
Variabel independent digunakan Biaya Promosi.
M etode penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Analisis Data dengan Regresi Linear Berganda.
Lokasi penelitian . Tidak menggun akan variabel Biaya Tenaga Kerja.
5 Budiastuti Fatkar (2016)
Jurnal Ekonomi
& Bisnis, Nomor:
XXIV Vol.
I Tahun 2016 ISSN:
1411 - 545X
PENGARUH VOLUM E PENJUALAN DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP
LABA BERSIH PADA PT.
INDAH KIAT PULP AND PAPER
TBK PERIODE 2006 - 2015
M etode
penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Sumber data yang digunakan adalah data primer.
Hasil penelitian pengaruh volume penjualan dan biaya produksi terhadap laba bersih
menunjukkan bahwa volume penjualan dan biaya produksi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada PT.
Indah Kiat Pulp and Paper Tbk,
Variabel independent digunakan Biaya Promosi.
M etode penelitian yang digunakan metode deksriptif dan verifikatif.
Analisis Data dengan Regresi Linear Berganda.
Lokasi penelitian . Tidak menggun akan variabel Volume Penjualan .
2.3. Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan model konsepetual tentang bagaimana landasan teori yang telah dijabarkan berhubungan secara logis dengan berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sekaran, 2012:78).
Sebuah model yang baik dapat menjelaskan hubungan antar variabel penelitian, yakni variabel independen yang variabel dependen (Ferdinand, 2012:25). Secara umum tujuan dari setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba yang maksimum.
Laba merupakan indikator keberhasilan bagi perusahaan yang berorientasi pada laba, karena biasanya keberhasilan dari suatu perusahaan tersebut dilihat dari jumlah laba yang diperolehnya pada periode tertentu.
Laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Sedangkan laba bersih (net income) adalah selisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua beban dan kerugian dan merupakan kenaikan bersih terhadap modal (Soemarso, 2011). Agar diperoleh laba sesuai dengan yang dikehendaki, perusahaan perlu menyusun perencanaan laba yang baik. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk memprediksi kondisi usaha pada masa yang akan datang yang penuh ketidakpastian, serta mengamati kemungkinan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laba. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi laba perusahaan yaitu biaya, harga jual dan volume penjualan atau produksi (Halim dan Supomo, 2012). Dari beberapa faktor tersebut, biaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh. Di dalam arti yang luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya merupakan komponen penting
yang harus dipertimbangkan dalam menentukan harga jual produk atau jasa.
Berdasarkan fungsinya biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Biaya ini terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (Mulyadi, 2012).Kurniadi (2010) menyatakan bahwa persoalan yang dihadapi oleh para pengusaha sekarang ini tidak hanya bagaimana usahanya untuk meningkatkan hasil produksinya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara menjual barang yang diproduksi tersebut.
Persaingan tersebut meliputi persaingan dalam hal penentuan harga, kualitas produk, promosi dan kegiatan distribusi yang cepat dan tepat. Persaingan ini bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, berkembang, dan mendapatkan laba. Menurut Bukhari Alma (2009:179) promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan penjualan dengan menarik minat konsumen.
Promosi pemasaran terdiri dari lima cara komunikasi utama (Webster, 2012:1-17) yaitu iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi, dan pemasaran langsung. Promosi yang dilakukan agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai pastinya membutuhkan biaya. Biaya- biaya ini disebut dengan biaya promosi. Promosi juga berarti aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk sasaran untuk
membelinya (Rustami et.al, 2014). Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap dijual dan biaya produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. (Mulyadi, 2012 : 14). Biaya produksi merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan ketika perusahaan akan menghasilkan produksi. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan keuntungan yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang biaya produksi agar suatu perusahaan dapat menghitung biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan output barang. Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk membuat produk, baik barang maupun jasa (Putu, 2015:4) Biaya produksi mempunyai pengaruh terhadap laba yang dengan kata lain, laba yang diperoleh semakin besar jika biaya produksi yang dikeluarkan semakin kecil.
(Djamalu, 2013). Sedangkan pada teori (Carter, 2014) menyatakan bahwa tingkat laba yang diperoleh perusahaan dapat ditentukan oleh volume produksi yang dihasilkan, semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula laba yang diperoeh.
Biaya produksi mempengaruhi laba PT Paragon Technology and Innovation dimana ketika biaya produksi ditingkatkan maka akan menambah volume produksi yang nantinya akan mempengaruhi tingkat laba yang diperoleh perusahaan. Tentunya dengan meningkatnya laba ini merupakan harapan PT Paragon technology and Innovation dalam kemajuan perusahaan. Biaya promosi adalah semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan promosi, seperti pembuatan leaflet, stiker, brosur, spanduk, kalender, serta mengikuti kegiatan pameran dan seminar. Setiap kegiatan promosi, tentunya
membutuhkan biaya yang sesuai dengan kebutuhan, namun setiap perusahaan seringkali kesulitan dalam menentukan besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk promosi (Kotler dan Susanto, 2012:231). Sedangkan biaya promosi menurut Mulyadi (2002: 530) adalah biaya yang meliputi semua hal dalam rangka pelaksanaan kegiatan promosi atau kegiatan untuk menjual produk perusahaan baik berupa barang atau jasa pada pembeli sampai pengumpulan piutang menjadi kas.Biaya promosi ditentukan perusahaan dengan cara menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melaksanakan promosi barang atau produknya.
Biaya promosi yang digunakan secara cermat akan memberikan pengaruh terhadap laba yang diterima perusahaan, sebab setiap perusahaan berusaha untuk mencapai laba yang optimal dengan biaya promosi yang seefektif mungkin. Hal ini mengakibatkan biaya promosi dalam suatu perusahaan menjadi salah satu faktor penting yang harus perhitungkan perusahaan (Widnyana et. al., 2014).
Dengan banyaknya iklan-iklan atau pamflet yang sudah dibuat oleh PT.Paragon And Innovation seperti iklan brand wardah dan makeover di televisi ini tentu sangat dapat meningkatkan daya ktarikan dari masyarakat untuk membeli produk.
Menurut Ismaya (2010) Laba bersih adalah selisih pendapatan atas biaya-biaya yang dibebankan dan yang merupakan kenaikan bersih atas modal yang berasal dari kegiatan usaha. Menurut Hery (2013:46), laba bersih berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Transaksi ini diiktisarkan dalam laporan laba rugi. Dengan semakin meningkatnya laba bersih pada PT Paragon and Innovation maka akan memberikan keberhasilan dalam pencapaian perusahaan. Tentunya dengan laba bersih yang yang terus meningkat merupakan
harapan besar bagi PT.Paragon Technology and Innovation dalam meningkatkan kemajuan perusahaan . Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Putu Rustami (2014), Asep Sepulloh Akbar (2017), Taopik Firmansyah (2016) tidak mengguanakan variabel penjualan dan variabel tenaga kerja. Berdasarkan uraian yang sudah dijelaskan, berikut kerangka penelitian yang digambarkan :
Biaya Produksi (X1)
Indikator : Biaya Produksi
1.Biaya Bahan Baku Langsung 2.Biaya Tenaga Kerja
Langsung
3.Biaya Overhead Pabrik
(Garrison dan Noreen, 2012:47).
Gambar II.1. Kerangka Pemikiran
Biaya Promosi (X2)
Indikator : Biaya Promosi 1.Biaya Periklanan 2.BiayaPromosi Penjualan
Benyamin Molan (2007:23)
Laba (Y)
Indikator :
1.Laba sebelum pajak 2.Pajak penghasilan (Rahardjo, 2012:83)
Bustami, (2014), Djamalu, (2013), dan Carter, (2014
Assauri, (2015) dan Widnyana et. al., (2014)
2.4. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah, Erlina (2013:49), mengatakan hipotesis adalah proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Berdasarkan teoritis serta kerangka konseptual yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:
1. Gambaran biaya produksi pada PT Paragon Technology and Innovation sudah cukup baik.
2. Gambaran biaya promosi pada PT Paragon Technology and Innovation sudah cukup baik.
3. Gambaran laba bersih pada PT Paragon Technology and Innovation sudah cukup baik.
4. Terdapat pengaruh signifikan biaya produksi terhadap laba bersih pada PT Paragon Technology and Innovation.
5. Terdapat pengaruh signifikan biaya promosi terhadap laba bersih pada PT Paragon Technology and Innovation.
6. Terdapat pengaruh signifikan biaya produksi dan biaya promosi terhadap laba bersih pada PT Paragon Technology and Innovation.