• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN 3.1."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

78 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau reaserch and development (R&D). Menurut Sugiyono (2015:297) penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang dipergunakan untuk menghasilkan sebuah produk, dan kemudian menguji apakah produk yang dibuat efektif atau tidak. Untuk menghasilkan sebuah produk yang efektif, diperlukan sebuah penelitian yang dilakukan secara bertahap agar dapat dipergunakan oleh masyarakat luas. Agar suatu penelitian menghasilkan sebuah produk, diperlukan suatu metode yaitu metode penelitian dan pengembangan (Fahrurrozi & Mohzana, 2020).

3.2. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tengaran Kabupatan Semarang, yang beralamat di Jalan Darun Na’im Kelurahan Karang Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Alasan pemilihan tempat penelitian dilakukan di

(2)

79

sekolah ini karena SMK Negeri 1 Tengaran mempunyai peserta didik yang sangat banyak yaitu 2.046 dan pengelolaan manajemen peserta didik di sekolah ini dilakukan secara manual, sehingga dalam pelaksanaannya kurang efektif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2022. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan (Waka kesiswaan), koordinator Bimbingan Konseling (koordinator BK), koordinator Satuan Tugas Pelaksanaan Pembimbingan Kesiswaan (koordinator STP2K), guru, peserta didik, dan orang tua.

3.3. Model Pengembangan

Langkah-langkah penelitian ini menurut Borg dan Gall (1983) adalah sebagai berikut: 1) Research and information collecting, yaitu melakukan penelitian dan pengumpulan informasi; 2) Planning, yaitu melakukan perencanaan; 3) Develop preliminary form of product yaitu mengembangkan bentuk awal produk; 4) Preliminary field testing, yaitu melakukan uji lapangan atau uji kelompok kecil; 5) Main product revision, yaitu melakukan revisi terhadap produk utama; 6) Main field testing, yaitu melakukan uji lapangan; 7) Operational product revision,

(3)

80

yaitu melakukan revisi terhadap produk akhir; 8) Operational field testing, yaitu melakukan pelaksanaan lapangan; 9) Final product revision, yaitu melakukan penyempurnaan produk akhir; dan 10) Dissemination and implementation, yaitu melakukan diseminasi dan implementasi. Tahapan ini dilakukan peneliti sampai dengan tahap ke lima karena pertimbangan waktu dan fokus penelitian sampai dengan langkah ke lima.

3.4. Prosedur Pengembangan

Langkah-langkah dari Borg dan Gall tersebut disesuaikan dengan kebutuhan peneliti dan disederhanakan sampai dengan tahap ke lima seperti diagram berikut.

(4)

81

Gambar 3.1 Langkah Borg dan Gall Sampai Tahap Kelima a. Melakukan Penelitian dan Pengumpulan Informasi

Hal awal yang dilakukan peneliti adalah melakukan studi pendahuluan untuk menemukan potensi dan masalah di SMK Negeri 1 Tengaran sehingga terkumpul informasi. Masalah yang ditemukan adalah pengelolaan manajemen peserta didik masih dilakukan dengan manual. Absen peserta didik masih dilakukan secara manual sehingga tidak dapat mendeteksi peserta didik yang datang terlambat. Pelaporan surat ijin ketidakhadiran tidak segera dilaporkan ke sekolah. Pencatatan pelanggaran juga masih

(5)

82

dilakukan secara manual, sehingga minim bukti terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik. Pencatatan prestasi yang diperoleh peserta didik juga belum dikelola dengan baik.

Selain itu berkembangnya teknologi belum dimanfaatkan secara maksimal baik oleh guru maupun peserta didik serta keterbatasan komunikasi antara guru dengan orang tua.

b. Melakukan Perencanaan

Perencanaan terhadap produk yang dikembangkan dilakukan berdasarkan penelitian pendahuluan. Informasi yang diperoleh dipetakan untuk menemukan produk apa yang cocok dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan dari pengembangan produk dan manfaat yang diperoleh dari produk yang dihasilkan sehingga penelitian dapat berjalan sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan.

c. Mengembangkan Bentuk Awal Produk

Berdasarkan perencanaan, di kembangkan sebuah produk sesuai dengan kebutuhan. Hasil wawancara dianalisis, masalah- masalah dipetakan sehingga menjadi desain produk berupa aplikasi berbasis android untuk efektivitas pengelolaan manajemen

(6)

83

peserta didik. Dalam tahap ini, produk yang dihasilkan akan di validasi oleh validator ahli, untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan.

d. Melakukan Uji Lapangan atau Uji Kelompok Kecil Uji coba dilakukan untuk mengetahui kualitas dari produk yang dihasilkan. Sesuai dengan tahapan pada Borg dan Gall, ada dua tahap pengujian yaitu uji skala kecil dan uji skala besar.

Penelitian ini hanya akan melakukan uji kelompok kecil untuk mengumpulkan informasi mengenai kualitas dari produk yang dihasilkan. Hasil dari uji lapangan ini nantinya akan dipergunakan untuk melakukan revisi dari produk yang dihasilkan.

Uji skala kecil yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan terhadap 5 (lima) peserta didik, 5 (lima) guru dan 2 (dua) orang tua. Uji dilakukan kepada 12 (dua belas) orang yang menenuhi kriteria. Uji coba dilakukan dengan cara memberikan penilaian terhadap kualitas dari produk yang dihasilkan sehingga mendapatkan informasi apakah produk dapat bekerja dengan efektif. Uji terhadap peserta didik dilakukan secara acak. Uji terhadap guru dilakukan terhadap waka kesiswaan dan wali kelas.

(7)

84

Sedangkan orang tua, dipilih yang memiliki kesibukan tinggi dan mempunyai kemampuan kurang dalam hal teknologi. Dalam hal ini peserta memberikan penilaian melalui angket yang diberikan oleh peneliti.

e. Melakukan Revisi Terhadap Produk Utama

Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan dari uji skala kecil. Uji skala kecil akan menemukan kelemahan dari produk yang dikembangkan. Kelemahan itu dicoba diperbaiki untuk memaksimalkan efektivitas produk

3.5. Validasi dan Uji Coba Produk 3.5.1. Validasi Produk

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, oleh karena itu diperlukan validasi sehingga dihasilkan produk yang berkualitas. Validator dalam penelitian pengembangan ini dilakukan terhadap 3 (tiga) ahli, yaitu 1 (satu) orang ahli TIK dan 2 (dua) orang ahli manajemen.

3.5.2 Desain Uji Coba

Setelah produk di validasi, dilakukan uji coba terhadap pemakai produk. Uji coba akan dilaksanakan di SMK Negeri 1

(8)

85

Tengaran. Pada saat dilakukan uji coba, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan angket pengguna. Berdasarkan hasil uji coba, produk di revisi sehingga menghasilkan produk akhir berupa aplikasi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan efektivitas manajemen peserta didik.

Pengukuran instrumen uji coba produk dilakukan denagn soal tes yang sebelumnya telah di validasi. Validasi dilakukan melalui tes yang dilakukan pada lima guru, lima peserta didik dan tiga orang tua. Instrumen diuji dengan menggunakan Ms. Excel meliputi uji reliabilitas dan validitas.

a. Reliabilitas

Berdasarkan soal yang diberikan, uji reliabilitasnya menggunakan rumus sebagai berikut.

𝑟 = ( 𝑛

𝑛 − 1) (1 −∑ 𝑆𝑖2 𝑆𝑡2 )

Keterangan:

𝑟 = koefisien reliabilitas 𝑛 = banyak butir soal

𝑆𝑖2 = variansi skor butir soal ke i

(9)

86 𝑆𝑡2 = variansi skor total

Hasil perhitungan r hitung disesuaikan dengan reliabilitas menurut Guilford (Soleh & Khumaedi, 2017) disajikan dalam tabel 3.1 sebagai berikut.

Tabel 3.1 Kriteria Penghitungan Reliabilitas

Dari hasi uji diperoleh perhitungan 𝑟 hitung 0,821. Karena 𝑟 hitung 0,821 berada pada rentang 0,70 < 𝑟 ≤ 0,90 maka dapat

disimpulkan bahwa butir soal yang digunakan memiliki reliabilitas tinggi.

b. Validitas

Dalam hal pengujian validitas, dilakukan uji validitas secara empiris dengan mengujicobakan instrumen yang dioleh menggunakan rumus Pearson sebagai berikut.

Dengan :

(10)

87 N = banyaknya peserta X = jumlah skor item Y = jumlah skor total

Dari hasil uji coba, diperoleh hasil perhitungan r hitung sebagai berikut.

Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Validitas Instrumen

No soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

r hitung 0,627 0,826 0,523 0,643 0,593 0,742 0,841 0,603 0,539 0,622 kategori valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid

Hasil perhitungan r hitung di bandingkan dengan taraf signifikansi 5%. Jika r hitung > r tabel maka butir soal tersebut valid. Banyak peserta didik yang mengikuti uji coba soal adalah 15 orang. Untuk df = N – 2 dan α = 5% diperoleh r tabel 0,482.

3.5.2 Subjek Uji Coba

Setelah produk di validasi, akan dilakukan uji coba terhadap 5 (lima) guru, 5 (lima) peserta didik dan 3 (dua) orang tua yang dipilih secara acak. Tujuan dari uji coba terbatas adalah untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan kelayakan maupun efektivitas produk yang dihasilkan. Selain itu uji

(11)

88

dilakukan untu mendapat masukan dan sebagai bahan untuk perbaikan sehingga menjadi produk yang lebih baik.

3.6. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.6.1. Teknik Pengumpulan Data

a. Wawancara

Kegiatan wawancara dilakukan kepada pihak yang terkait dengan penelitian. Wawancara dilakukan untuk menemukan informasi mengenai pengelolaan manajemen peserta didik yang dilakukan di SMK Negeri 1 Tengaran. Wawancara pertama dilakukan kepada kepala sekolah untuk mengetahui pengelolaan manajemen peserta didik yang ada di SMK Negeri 1 Tengaran.

Wawancara selanjutnya dilakukan kepada waka kesiswaan untuk mengetahui permasalahan dalam pengelolaan manajemen peserta didik dan harapan yang diinginkan untuk tahap selanjutnya.

Wawancara ketiga dilakukan kepada koordinator STP2K dan Koordinator BK untuk mengetahui permasalahan mengenai pengelolaan absen, persuratan, pelanggaran dan prestasi yang dilakukan peserta didik di SMK Negeri 1 Tengaran. Selanjutnya wawancara dilakukan kepada wali kelas yang bertujuan untuk

(12)

89

mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolan peserta didik.

Selanjutnya dilakukan wawancara kepada peserta didik untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam hal absen dan kehadiran.

Wawancara terakhir dilakukan kepada orang tua peserta didik untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi dalam hal perijinan dan laporan perkembangan peserta didik di sekolah.

b. Studi Dokumentasi

Studi dokumen bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai bagaimana pelaksanaan manajemen peserta didik dilakukan. Dalam hal ini mencakup tata tertib sekolah, data pelanggaran, data kehadiran dan data pelaporan ketidakhadiran peserta didik. Selain itu dilakukan studi dokumentasi terhadap pustaka pendukung yang berkaitan dengan manajemen peserta didik

c. Angket Validasi Ahli dan Angket Pemakai Aplikasi

Angket yang diberikan adalah angket validasi dan angket pemakai aplikasi. Angket validasi diajukan kepada ahli TIK dan ahli manajemen. Angket terhadap ahli diberikan dengan tujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produk yang

(13)

90

dihasilkan. Sedangkan angket pemakai di isi oleh guru, peserta didik dan orang tua, yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk.

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

Alat yang dipergunakan untuk instrumen dalam melakukan pengumpulan data adalah pedoman wawancara dan lembar observasi.

a. Lembar Wawancara

Wawancara dipergunakan pada tahap pengumpulan informasi studi pendahuluan, melakukan pengujian lapangan skala kecil dan pada saat melakukan revisi produk. Lembar wawancara pada tahap pengumpulan informasi, berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan kondisi di sekolah dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan manajemen peserta didik. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, waka kesiswaan, wali kelas, peserta didik dan orang tua. Pada tahap mengembangkan aplikasi pengelolaan manajemen peserta didik berbasis android, dilakukan wawancara terhadap validator ahli untuk menguji kelayakan produk yang dihasilkan. Melakukan pengujian lapangan skala

(14)

91

kecil dan revisi hasil uji lapangan juga menggunakan lembar wawancara untuk mengetahui kekurangan dari aplikasi yang telah dipergunakan.

b. Lembar Validasi Angket

Lembar validasi dipergunakan oleh ahli TIK dan ahli manajemen untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produk.

Lembar validasi berisi komponen penilaian, nomor indikator dan skor penelitian. Angket validasi disusun berdasarkan kriteria sesuai pendapat Fahmi yang menyatakan suatu aplikasi dikatakan baik jika memenuhi kriteria sesuai kisi-kisi sebagai berikut (Fahmi et al., 2018):

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Ahli TIK No Aspek yang Dinilai Indikator 1 Kualitas tampilan a. Tampilan awal

b. Tampilan menu

c. Kesesuaian warna pada aplikasi.

d. Ukuran dan jenis huruf e. Ukuran menu

f. Kesesuaian gambar g. Penggunaan background 2 Kualitas teknis a. Kecepatan loading

b. Kemudahan berjalannya aplikasi c. Fleksibilitas aplikasi

(15)

92

Selanjutnya menurut Terry dalam Amon (2021) fungsi manajemen memuat unsur POAC, sehingga kisi-kisi instrumen manajemen dijelaskan dalam tabel berikut (Amon et al., 2021):

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Ahli Manajemen No Aspek yang

Dinilai

Indikator 1 Kualitas teknis a. Kemudahan pemakaian 2 Kualitas

kebermanfaatan

a. Kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan sekolah.

b. Kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan peserta didik.

c. Kemudahan pengelolaan peserta didik d. Kemudahan pemakaian

e. Kebermanfaatan aplikasi untuk sekolah f. Kebermanfaatan aplikasi untuk peserta didik g. Kebermanfaatan aplikasi untuk guru

h. Kebermanfaatan hasil olahan data.

Selanjutnya ketika aplikasi SIGAP di uji cobakan, instrumen yang digunakan adalah lembar validasi Angket untuk pengguna.

Angket diberikan kepada guru, peserta didik dan orang tua.

Terdapat tiga aspek penilaian, yaitu aspek tampilan, kebermanfaatan dan aspek kualitas teknis. Angket berisi sepuluh pertanyaan dan diisi dengan menggunakan skala likert.

(16)

93 c. Lembar Studi Dokumentasi

Lembar studi dokumentasi berupa lembar instrumen profil SMK yang akan diteliti dengan kondisi nyata di lapangan, serta dokumentasi data ketidakhadiran, prestasu dan pelanggaran.

Lembar studi dokumentasi dipergunakan sebagai data pendukung dalam penelitian pengembangan.

Rekapitulasi Teknik dan Instrumen pengumpulan data disajikan pada tabel berikut:

(17)

94

Tabel 3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

No Tahap Aspek

/Indikator

Sumber Data

Teknik Pengumpulan

Data

Instrumen Pengumpulan

Data

Teknik Analisis

Data 1 Melakukan

penelitian dan pengumpulan informasi

Mengumpulkan informasi dari permasalahan manajemen peserta didik

Data hasil wawancara kepada kepala sekolah, waka kesiswaan, koordinator STP2K,

koordinator BK, guru, wali kelas, peserta didik dan orang tua

Wawancara Pedoman wawancara

Miles and Huberman

2 Melakukan perencanaan

Merencanakan desain produk

Data hasil wawancara hasil observasi dan dokumen

Studi dokumentasi

Lembar studi dokumentasi

3 Mengembang kan bentuk awal produk

Mengembangkan aplikasi

pengelolaan manajemen peserta didik berbasis android, validasi ahli dan revisi produk.

Ahli TIK dan ahli manajemen

Angket validasi Lembar validasi angket

Analisis data kualitatif dan kuantitatif

4 Melakukan Uji Lapangan atau Uji Kelompok Kecil

Melakukan pengujian lapangan skala kecil

Uji di SMK N 1 Tengaran sebanyak 5 peserta didik, 5 guru dan 3 orang tua

Angket pengguna produk

Lembar validasi angket

Analisis data kualitatif dan kuantitatif

5 Melakukan Revisi Terhadap Produk Utama

Melakukan revisi dari hasil uji skala kecil

Data dari hasil angket pengguna produk

Data dari angket Lembar validasi angket

Analisis data kualitatif dan kuantitatif

3.7. Teknik Validasi Data

Sugiyono (2015 : 267) menuliskan validitas adalah derajat ketepatan antara data yang pada obyek penelitian dangan data yang

(18)

95

diperoleh dan dilaporkan oleh peneliti. Data dikatakan valid jika tidak ada perbedaan antara data yang dilaporkan dengan data yang pada kenyataannya. Validitas data diuji kebenarannya dengan menggunakan uji kredibilitas. Uji kredibilitas data yang dipergunakan adalah dengan triangulasi. Triangulasi menurut Sugiyono (2015:273) adalah pengecekan data dari berbagai sumber yang dilakukan dengan berbagai cara dan waktu kapanpun.

Trianggulasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber yaitu untuk menguji kredibilitas dengan mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber dan triangulasi teknik yaitu menguji kredibilitas data dengan cara mengecek pada sumber yang sama dalam waktu yang berbeda. Triangulasi sumber membandingkan data dan informasi hasil wawancara dengan kepala sekolah, waka kesiswaan, koordinator STP2K, koordinator BK dan wali kelas.

Kesimpulan akan diambil berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber. Triangulasi teknik menggunakan wawancara dan observasi untuk mengecek data yang dipergunakan.

(19)

96 3.8. Teknik Analisis Data

3.8.1. Data Kualitatif

Sugiyono (2015: 244) menyebutkan analisis data adalah suatu proses pencarian dan penyusunan data yang dilakukan secara sistematis. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di lapangan terhadap kepala sekolah, waka kesiswaan, koordinator STP2K dan wali kelas. Selain itu, data diambil dari dokumen yang dimiliki sekolah berupa buku absen, pelanggaran dan prestasi.

Studi dokumentasi juga dilakukan terhadap dokumen profil sekolah dan kondisi nyata di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif.

Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2015 : 337) menyatakan teknik deskriptif kualitatif terdiri dari reduksi data (reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion). Mengenai ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan suatu proses transformasi dari informasi yang diperoleh di lapangan. Kegiatan ini berlangsung

(20)

97

terus menerus selama kegiatan penelitian dilakukan. Data dalam tahap reduksi akan disesuaikan dengan kebutuhan peneliti, menentukan data yang penting dan diperlukan dalam penelitian.

Reduksi data akan berlangsung berkelanjutan hingga laporan selesai disusun.

b. Penyajian Data

Untuk mempermudah mempelajari data, diperlukan penyajian data dalam bentuk grafik, tabel, matriks maupun bagan.

Penyajian data merupakan kumpulan informasi yang telah disusun sehingga mempermudah dalam penarikan kesimpulan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah analisis sehingga pengambilan keputusan menjadi semakin tepat.

c. Menarik Kesimpulan

Menarik kesimpulan menurut Miles & Huberman dapat diverifikasi selama penelitian berlangsung. Saat melakukan penelitian dan menulis laporan terkadang verifikasi muncul melintas di pemikiran penulis, maupun hasil catatan dan saling tukar pikiran rekan sejawat, namun perlu peninjauan kembali dan

(21)

98

pengujian keberannya. Kesimpulan akhir harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

3.5.2 Data Kuantitatif

Validasi aplikasi terhadap validator atau pakar dan pengguna dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Hasil validasi aplikasi dipergunakan untuk mengetahui skor, persentase dan kategori dan dioleh dengan menggunakan microsoft excel serta disajikan dalam bentuk diagram batang.

Klasifikasi hasil perhitungan menggunakan kelas interval berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3.6 Klasifikasi Validasi Pakar Skor Persentase Kategori 45 – 50 89% - 100% Sangat baik

36 – 44 72% - 88% Baik

27 – 35 53% - 71% Cukup Baik 18 – 26 36% - 52% Kurang Baik 10 – 17 20% - 35% Sangat Kurang Baik

Kelas interval yang digunakan untuk mengukur kualitas yang dilakukan terhadap pengguna yaitu 5 guru, 5 peserta didik dan 3 orang tua untuk mengetahui kelayakan produk yang

(22)

99

dihasilkan. Klasifikasi hasil perhitungan menggunakan kelas interval berdasarkan tabel berikut:

Tabel 3.7 Klasifikasi Hasil Uji Skor Persentase Kategori 45 – 50 89% - 100% Sangat baik

36 – 44 72% - 88% Baik

27 – 35 53% - 71% Cukup Baik 18 – 26 36% - 52% Kurang Baik 10 – 17 20% - 35% Sangat Kurang Baik

Gambar

Gambar 3.1  Langkah Borg dan Gall Sampai Tahap Kelima  a.  Melakukan Penelitian dan Pengumpulan Informasi
Tabel 3.1 Kriteria Penghitungan Reliabilitas
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Validitas Instrumen
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Ahli TIK  No  Aspek yang Dinilai  Indikator  1  Kualitas tampilan  a
+5

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan

Tabel III.2 Teknik Pengumpulan Data Wawancara No Data Sumber Data Pernyataan Penelitian 1 Model Pelayanan BPJS Kabupaten Sleman  Prosedur Pelayanan Kesehatan  Prospek

Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti ialah mempersiapkan instrumen pengumpulan data. Peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan teknik

Teknik Triangulasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah

Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada 14.

Pengujian Instrumen Pengembangan Instrumen Rumusan Masalah Landasan Teori Perumusan Masalah Kesimpulan &amp; Saran Analisis Data Pengumpulan Data Populasi

No Data Sumber Data Teknik Pengumpulan Data 1. Data pokok: Kemampuan siswa menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal ekonomi. Gambaran umum lokasi

33 beberapa hal yaitu jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, fokus penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.1 Untuk