• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBAR BAGAN BAGAN SOSIALISASI

N/A
N/A
Isna Silviana2654

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV GAMBAR BAGAN BAGAN SOSIALISASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KELUARGA ORIENTASI INDIVIDU ITU SENDIRI , ORANG TUANYA, DAN SAUDARA-SAUDARINYA.

KELUARGA

KELUARGA INTI SUAMI , ISTRI , ANAK- ANAK MEREKA (anak kandung ,anak angkat)

KELUARGA LUAS

• TERBENTUK MELALUI PERKAWIN- AN POLIGAMI /POLIANDRI

• MELALUI PENGGABUNGAN KELUARGA INTI KARENA HUBUNGAN KEKERABATAN.

KELUARGA PROKREASI INDIVIDU ITU SENDIRI,ISTRI ATAU SUAMI DAN ANAK-ANAK MEREKA (TERBENTUK MELALUI PERKAWINAN) BERDASAR KAN KEANGGOTAANNYA

- SATU KELOMPOK MANUSIA YANG DI- PERSATUKAN OLEH IKATAN PER-KAWINAN HUBUNGAN DARAH ATAU ADOPSI

- BERHUBUNGAN SATU SAMA LAIN SESUAI PERANAN MEREKA YANG MEREKA MAINKAN.

PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

MENGANALISIS KELUARGA BERDASARKAN STRUKTUR DAN FUNGSINYA

MENGANALISIS KELUARGA BERDASAR- KAN STRUKTURNYA

BERDASARKAN KOMPONEN-KOMPONEN

PEMBENTUK KELUARGA, BAIK KELUARGA INTI MAUPUN KELUARGA LUAS

(2)

A. HUBUNGAN SUAMI ISTRI „ BEBERAPA FAKTOR YANG MENGIKAT :

- IKATAN PERKAWINAN : Rasa kewajiban , kehormatan, ketertarikan seksual.

- TEKANAN SOSIAL : Masyarakat mengharapkan saling mengasihi, setia, mempertahankan perkawinannya.

-

ALASAN EKONOMIS : Suami adalah pencari nafkah dan istri pengatur rumah tangga.

B. HUBUNGAN ORANG TUA – ANAK SANGAT KUAT : - KASIH SAYANG MENDALAM KEWAJIBAN MORAL : Orang tua rela berkorban

- ANAK-ANAK MENGHORMATI ORANG TUA : Jika orang tua sudah tidak mampu apa-apa anak bisa membantunya.

- ALASAN EKONOMIS : Anak-anak harus membantu orang tua mereka (anak-anak didalam keluarga bisa dianggap sebagai satu unit produksi dan konsumsi)

C. HUBUNGAN SAUDARI-SAUDARI :

- Hubungan antara kakak-adik saling melindungi, anak laki-laki diharapkan melindungi saudari-saudari mereka dan bahaya.

- Kuatnya ikatan persaudaraan sehingga sampai saudara lebih tua rela menunda perkawinan karena demi membesarkan adik-adiknya.

ERAT HUBUNGAN DENGAN PENGERTIAN KELUARGA INTI DAN KELUARGA LUAS

- KELUARGA CONYUGAL : menekankan ikatan perkawinan (membentuk keluarga karena hubungan perkawinan)

- KELUARGA CONSANGUINEAL : menekankan hubungan darah

ANGGOTA-ANGGOTA DALAM KELUARGA INTI

(3)

SALAH SATU HAL YANG MENARIK DALAM

MENGANALISIS TENTANG STRUKTUR KELUARGA

ANALISIS TENTANG CARA MENETAPKAN GARIS KETURUNAN

EMPAT PRINSIP

SISTEM PATRILINIAL MENGHITUNG HUBUNGAN KEKERABATAN MELALUI PRIA SAJA . SETIAP INDIVIDU DALAM MASYARAKAT YANG MERUPAKAN TURUNAN AYAH MASUK DALAM KEKERABATANNYA

SISTEM MATRILINIAL MENGHITUNG HUBUNGAN KEKERABATAN MELALUI IBU SAJA . SETIAP INDIVIDU DALAM MASYARAKAT YANG BERASAL DARI KETURUNAN IBU

MASUK DALAM KEKERABATANNYA

SISTEM BILATERAL MENGHITUNG HUBUNGAN KEKERABATAN MELALUI PRIA DAN WANITA SECARA BERSAMA . SETIAP INDIVIDU DAPAT MENJADI ANGGOTA KEKERABATAN AYAH MAUPUN IBUNYA

SISTEM BILINIAL MENGHITUNG HUBUNGAN KEKERABATAN MELALUI PRIA SAJA UNTUK SEJUMLAH HAK DAN KEWAJIBAN TERTENTU , DAN MELALUI WANITA SAJA UNTUK SEJUMLAH HAK DAN KEWAJIBAN YANG LAI

(4)

• STRUKTUR KELUARGA DAN KEKERABATAN

• POLA SOSIALISASI SEORANG INDIVIDU

• KONTROL SOSIAL ATAS ATAS INDIVIDU ITU

ADAT MENETAP SESUDAH KAWIN AKAN MENENTUKAN KUANTITAS DAN KUALITAS INTERAKSI SOSIAL ANTARA

KELUARGA DIDALAM KEKERABATAN

BEBERAPA TIPE PENGATURAN TEMPAT TINGGAL SESUDAH KAWIN ,

:

ADAT MENETAP SESUDAH KAWIN

BISA MMEMPENGARUHI

(5)

1. Patrilocal

2. Matri patrilocal

3. Matrilocal

4. Avunculocal

5. Bilocal

6 Neolocal

Keluarga baru kawin tinggal pada rumah

keluarga pengantin laki-laki atau yang berdekatan.

Keluarga baru kawin tinggal pada rumah keluarga pengantin wanita atau yang berdekatan

Keluarga baru kawin tinggal pada rumah keluarga istri untuk satu masa tertentu (melahirkan anak pertama) Keluarga baru kawin menetap dikediaman saudara laki-laki ibu Pengantin baru tinggal secara bergantian pada masa tertentu sekitar kerabat suami dan kerabat istri

Pengantin baru tinggal di tempat yang sama sekali baru

ADAT MENETAP

(6)

PENGATURAN WEWENANGA DAN

KEKUASAAN

TIGA JENIS POLA

1.SISTEM PATRIACHAT Laki-laki yang

tertua , biasanya suami atau ayah berkuasa

penuh dalam keluarga

2.SISTEM MATRIACHAT

Wewenang bukan diberikan kepada ibu tetapi kepada saudara lakilaki

ibu atau om.

3.POLA SAMA DERAJAT Suami atau

istri mempunyai

hak yang

sama

(7)

Fungsi Keluarga

1. Fungsi Biologis, berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan seksual suami istri.

2. Fungsi Sosialisasi, menunjukkan peranan keluarga dalam membentuk kepribadian anak

3. Fungsi afeksi, kebutuhan kasih sayang atau rasa dicinta

4, Fungsi edukatif, keluarga merupakan guru pertama dalam mendidik manusia, dalam dilihat dalam pertumbuhan anak dari bayi, belajar berjalan dan

SUSUNAN KELUARGA YANG SEDANG BERUBAH

Elemen-elen dari struktur keluarga yang secara perlahan mengalami perubahan :

a.Pola pengaturan

wewenang

c. Hubungan antara anggota

keluarga inti semakin renggang

d.Terbentuknya ikatan-ikatan baru

yang bisa menggantikan

fungsifungsi keluarga luas di

b. Peranan berdasar kan umur dan jenis

kelamin

(8)

dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa 6. Fungsi Protektif, bertujuan agar keluarga terhindar

dari halhal negatif dan memberikan perlindungan fisik, ekonomis dan psikologis bagi seluruh anggota keluarga

7. Fungsi Rekreatif, bertujuan untuk memberikan suasana segar dan gembira dalam lingkungan misalnya mencari hiburan.

8. Fungsi Ekonomis, upaya dalam mem pertahankan keberlangsungan kehidupan keluarga dengan upaya- upaya pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

9. Fungsi penentuan status, aktivitas yang dilakukan orang tua dan orang –orang yang memiliki peran kepaa anak-anak dan anggota lainya melalui fungsi2 lain dalam keluarga sehingga anak dapat menentukan kedudukan dan tugasnya dalam keluarga dalam sistem sosial masyarakat

Seiring dengan perkembangan waktu beberapa fungsikeluarga mengalami perubahan dan digantikan olehbeberapa lembaga yang ada di masyarakat.

Diskusikan fungsi keluarga apa saja yang mengalami

perubahan dan contohnya di dalam kehidupan

seharihari!!!

(9)

Daftar Bacaan

Macionis J. John, 2012.Sociology (Fourteenth Edition), Pearson, Sunarto, Kamanto. Pengantar Sosiologi, UI Press

Goode, 2001, William.J, Sosiologi keluarga, Bina Aksara :Jakarta

Henslin, James M, 2006. Sosiologi Pendekatan Membumi Jilid 1 ( Terjmh),Erlangga: Jakarta

Ihromi.T.O, 1999, Bunga Rampai Sosiologi Keluarga, Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.

Suhendi, Hendi dan Ramdani Wahyu, 2001, Sosiologi

Keluarga, CV Pustaka Setia: Bandung.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Perkawinan adalah ikatan batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami.. istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga ) yang bahagia

Dari hasil wawancara yang penulis lakukan kepada keluarga suku Jawa di desa Purwosari Baru kecamatan Tamban, didapat informasi bahwa keluarga SR dan KH (istri SR) yang

“Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga, rumah tangga yang bahagia dan

“Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan

Bangunan perancangan rumah pengantin betawi ini menghadap ke Tenggara, dan langsung berbatasan dengan jalan raya Buku Dikrama, di sekitar bangunan ini hanya di bagian

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan

1 Tahun 1947 menyatakan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah

1 Tahun 1974 menyatakan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah