Berikut akan diuraikan data responden yang merupakan karyawan Industri Teh Hilir PTPNVIII Unit Cibiru. Adanya jaminan hari tua atau pensiun dan jaminan kesehatan juga menjadi faktor yang diakui banyak responden sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bekerja di IHT PTPNVII. Selain faktor-faktor di atas, secara umum tingginya keakraban atau hubungan harmonis antar karyawan dapat memotivasi responden untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh, IHT PTPNVIII Unit Cibiru telah memberikan beberapa hal yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan lebih baik. Pada dimensi ini kita mencari seberapa besar kebutuhan akan eksistensi menjadi faktor yang memotivasi seseorang dalam bekerja. Berdasarkan hasil tabel 4.8 terlihat jawaban responden mengenai tingkat gaji untuk memotivasi diri bekerja yaitu sebanyak 13 orang menjawab sangat tinggi (37%), namun terdapat beberapa responden yang menjawab sangat rendah, yaitu 3 orang (8%).
Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 4 dan berada pada garis kontinum 75% dengan kategori “tinggi” yang berarti tingkat faktor gaji dalam memotivasi pegawai dalam bekerja adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 2,94 dan berada pada garis kontinum 49% termasuk dalam kategori “cukup” yang berarti tingkat faktor-faktor yang memberikan fasilitas kerja untuk memotivasi pegawai dalam bekerja adalah cukup.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dimensi Growtth (Kemajuan)
- Analisis Kepuasan Kerja Karyawan Industri Hilir Teh PTPNVIII Unit Cibiru
- Kepuasan Kerja Karyawan Industri Hilir Teh PTPNVIII Unit Cibiru
- Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan Kerja Karyawan Industri Hilir Teh PTPNVIII Unit Cibiru
Nilai rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 3,85 dan berada pada kontinum 71% yang berarti berada pada kategori “tinggi” yang berarti tingkat faktor reward dari manajer dalam memotivasi karyawannya untuk bekerja adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,8 dan konsisten sebesar 70% yang artinya berada pada kategori “tinggi” yang berarti tingkat faktor reward dari perusahaan dalam memotivasi karyawannya untuk bekerja adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,88 dan konsisten sebesar 72% yang berarti berada pada kategori “tinggi” yang berarti tingkat program pelatihan dan pengembangan dalam memotivasi pegawai dalam bekerja adalah tinggi.
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,8 dan berada pada kontinum 70% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat faktor tantangan kerja dalam memotivasi karyawan dalam bekerja adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,85 dan berada pada kontinum 71% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat faktor pendukung kondisi kerja dalam memotivasi karyawan untuk bekerja adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,8 dan berada pada kontinum 70% yang berarti masuk dalam kategori ‘tinggi’ yang berarti tingkat promosi dalam memotivasi karyawan dalam bekerja adalah tinggi.
111 Berdasarkan hasil tabel 4.35 terlihat tanggapan responden mengenai tingkat kepuasan kerja berdasarkan aktivitas kerja mayoritas responden sebanyak 17 orang menjawab tinggi (49%), namun menjawab sangat rendah sebanyak 4 orang . (11%). Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,34 dan konsisten sebesar 59% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat kepuasan kerja pegawai berdasarkan aktivitas kerja adalah cukup. 113 Berdasarkan hasil tabel 4.37 terlihat bahwa tanggapan responden mengenai tingkat kepuasan kerja didasarkan pada kemungkinan mampu melakukan berbagai tugas, mayoritas responden yaitu 16 orang menjawab tinggi ( 46 % ), namun 10 orang menjawab rendah (29%).
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,17 dan berada pada kontinum 54% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat kepuasan pegawai terhadap kemampuan melakukan berbagai tugas adalah cukup. Berdasarkan hasil Tabel 4.40 terlihat bahwa jawaban responden mengenai tingkat kepuasan kerja didasarkan pada kepastian keamanan kerja di perusahaan, mayoritas responden sebanyak 18 orang menjawab tinggi (51%), namun 2 orang menjawab sangat rendah (6%). Nilai mean yang diperoleh sebesar 3,51 dan berada pada kontinum 63% yang artinya masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat kepuasan karyawan berdasarkan jaminan keamanan kerja yang dilakukan perusahaan adalah tinggi.
Hasil Tabel 4.41 menunjukkan bahwa jawaban responden mengenai tingkat kepuasan kerja didasarkan pada kemampuan membantu orang lain dalam menjalankan tugasnya. Mayoritas responden sebanyak 18 orang menjawab tinggi (51%), namun 2 orang menjawab sangat rendah (6%). Berdasarkan hasil tabel 4.42 terlihat jawaban responden mengenai tingkat kepuasan kerja berdasarkan kesempatan menjadi ketua tim mayoritas responden sebanyak 18 orang menjawab tinggi (51%), hanya 2 orang orang menjawab sangat rendah (6%). Berdasarkan hasil tabel 4.43 terlihat bahwa jawaban responden mengenai tingkat kepuasan kerja didasarkan pada kemampuan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam bekerja; mayoritas responden sebanyak 22 orang menjawab tinggi (63%), namun 1 orang menjawab sangat rendah (3%).
Berdasarkan hasil Tabel 4.45 terlihat mayoritas responden sebanyak 16 orang menjawab tinggi (46%), namun 1 orang menjawab sangat rendah (3%)). Berdasarkan hasil tabel 4.46 terlihat bahwa jawaban responden mengenai tingkat kepuasan kerja didasarkan pada perasaan puas setelah menyelesaikan tugas, mayoritas responden yaitu 21 orang menjawab tinggi (60%), namun 2 orang menjawab sangat rendah (6%).
Dimensi Ekstrinsik
- Analisis Kinerja Karyawan Industri Hilit Teh PTPNVIII Unit Cibiru
- Kinerja Karyawan Industri Hilir Teh PTPNVIII Unit Cibiru
- Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Karyawan Industri Hilir Teh PTPNVIII Unit Cibiru
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 2,91 dan berada pada kontinum 48% artinya masuk dalam kategori ‘memuaskan’ artinya tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan gaji yang diterima cukup. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,51 dan berada pada kontinum 63% yang berarti masuk dalam kategori ‘tinggi’ yang berarti tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan kesempatan promosi tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 4,06 dan berada pada kontinum 76% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan hubungan dengan rekan kerja adalah tinggi.
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,69 dan berada pada kontinum 67% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi”, artinya tingkat kepuasan kerja pegawai berdasarkan keramahan pimpinannya dulunya tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,66 dan berada pada kontinum 66% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat kepuasan kerja pegawai berdasarkan kemampuan pengawasan pimpinan adalah tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,54 dan berada pada kontinum 64% yang berarti masuk dalam kategori “tinggi” yang berarti tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan kebijakan perusahaan termasuk tinggi.
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,17 dan berada pada kontinum 54% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan kondisi kerja yang ada adalah memadai. Nilai mean yang diperoleh sebesar 3,23 dan berada pada kontinum 56% artinya berada pada kategori “cukup” artinya tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan pujian atau pengakuan yang diterima cukup baik. Dilihat dari rata-rata jawaban responden terhadap indikator pertanyaan mengenai kepuasan kerja karyawan Industri Teh Hilir PTPNVIII Unit Cibiru diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,51.
141, mean yang diperoleh sebesar 3,26 dan berada pada kontinum 56% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat penyesuaian hasil kinerja pegawai sudah cukup. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,29 dan konsisten sebesar 57% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat ketepatan hasil kerja pegawai dengan standar kerja adalah cukup. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,34 dan berada pada kontinum 59% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat kerja keras pegawai dalam bekerja adalah cukup.
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,49 dan berada pada kontinum 62% yang berarti masuk dalam kategori ‘tinggi’ artinya tingkat ketekunan pegawai dalam bekerja termasuk tinggi. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,2 dan berada pada garis kontinum 55% yang berarti masuk dalam kategori ‘memuaskan’ artinya derajat kesesuaian jumlah output dengan tujuan pekerjaan cukup. 149 Garis kontinum 49% mewakili kategori “memuaskan”, artinya tingkat ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas sudah cukup.
Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 3,03 dan konsisten sebesar 51% yang berarti berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat pengalaman kerja cukup. 157 kontinuitas 51% artinya berada pada kategori “cukup” yang berarti tingkat kemampuan penggunaan sumber daya cukup.
Dimensi Tanggung Jawab
- Uji Parsial Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan
- Uji t Hipotesis 1
- Uji t Hipotesis 2
- Uji f Hipotesis 3
Nilai mean yang diperoleh sebesar 3,31 dan berada pada kontinum 58% artinya berada pada kategori “cukup” artinya tingkat kemauan patuh melaksanakan tugas sudah cukup. Artinya secara umum dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai berdasarkan dimensi tanggung jawab tergolong memadai. Hasil uji validitas variabel motivasi dapat dilihat pada Tabel 3.3, hasil uji validitas kepuasan kerja dapat dilihat pada Tabel 3.4, dan hasil uji validitas kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3.5, sedangkan hasil uji validitas kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3.5, sedangkan hasil uji validitas kinerja karyawan dapat dilihat pada Tabel 3.5, sedangkan hasil uji validitas kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3.5, sedangkan hasil uji validitas kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3.5. perhitungan reliabilitas variabel motivasi dapat dilihat pada tabel 3.6, hasil perhitungan reliabilitas variabel kepuasan kerja dapat dilihat pada tabel 3.7, dan hasil perhitungan reliabilitas variabel kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 3.8.
Dan dari hasil koefisien regresi terlihat bahwa pengaruh motivasi terhadap kinerja mempunyai pengaruh yang sangat kecil dan dapat diabaikan karena berkisar antara 0,00 r < 0,199 (Sugiono, 2005). Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan penulis pada Bab 1 yaitu: “Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan Industri Teh Hilir PTPNVIII Unit Cibiru” diterima. Dari hasil perhitungan SPSS diperoleh koefisien korelasi antara kepuasan kerja (X2) dengan kinerja (Y) sebesar r = 0,549 yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara kepuasan kerja (X2) dengan kinerja (Y).
171 Kepuasan kerja (X2) dengan Kinerja (Y) cukup kuat karena rentang dan arahnya positif, artinya jika kepuasan kerja meningkat maka kinerja juga akan meningkat. Koefisien regresi merupakan koefisien yang digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel kepuasan kerja terhadap perubahan variabel kinerja. Besarnya kontribusi atau peran variabel kepuasan kerja (X2) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) dapat ditentukan dengan menggunakan analisis koefisien regresi (R2).
Dan hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja mempunyai pengaruh yang sangat kecil, karena berkisar 0,20 r <. Maka hipotesis yang dikemukakan penulis pada Bab 1 yaitu: “Terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Industri Teh Hilir PTPNVIII Unit Cibiru”, diterima. Jika diartikan menurut kriteria Sugiyono (2010), maka hubungan erat antara motivasi (X1) dengan kepuasan kerja (X2) dan kinerja (Y) cukup kuat, karena rentang dan arahnya positif, artinya seiring dengan meningkatnya kepuasan kerja maka kinerja juga meningkat.
Koefisien regresi (R2) merupakan koefisien yang digunakan untuk mengetahui kontribusi variabel motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Dan hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja mempunyai pengaruh yang sangat kecil karena berkisar antara 0,20 r < 0,399 (Sugiono, 2005). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa motivasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama (bersamaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.