• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV MU - ETIKOLEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

N/A
N/A
Kessanadya Ashifa

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV MU - ETIKOLEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ETIKOLEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

PC IBI KABUPATEN KLATEN

(2)

Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Materi pokok dalam pelatihan ini terdiri dari:

a. Konsep dan Prinsip Etik, Kode Etik Bidan dan Azas Umum Etika b. Peraturan Perundangan terkait Praktik Bidan

c. Pencegahan Konflik dan Dilema Moral dalam Praktik Kebidanan d. Penanganan Masalah Konflik dan Dilema Moral dalam Praktik

Kebidanan

e. Penutup dan Diskusi Tanya Jawab

Midwifery Update

(3)

Konsep dan Prinsip Etik,

Kode Etik Profesi Bidan dan Azas Umum Etika

• Pemahaman tentang etika dan moral menjadi bagian yang fundamental dan sangat penting dalam praktik kebidanan, agar senantiasa menghormati hak dan martabat klien atau pasien.

• Etika bidan

profesi dalam

dalam memberikan pelayanan kepada individu, keluarga

pelayanan kebidanan merupakan landasan bagi dan masyarakat, berdasarkan pertimbangan yang sistematis tentang perilaku baik dan benar sehingga Bidan dapat menunjukkan perilaku etis terhadap klien, teman sejawat, masyarakat dan diri sendiri serta profesi sesuai dengan norma dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

•Bidan diharapkan dapat mengembangkan profesionalitas dalam menyikapi masalah/isu etik. Sehubungan telah disyahkannya Undang- Undang Kebidanan no 4 tahun 2019, maka pentingnya disosialisasikan undang-undang tersebut kepada seluruh bidan agar dalam praktiknya dapat sesuai dengan aturan hukum

(4)

PRINSIP ETIK dan KODE ETIK terdiri dari:

a. Menghargai otonomi

b. Melakukan tindakan yang benar

c. Mencegah tindakan yang merugikan

d. Memperlakukan manusia secara adil

e. Menjelaskan dengan benar

f. Menepati janji yang telah disepakati

g. Menjaga kerahasiaan

PRINSIP diatas sesuai dengan ASAS UMUM ETIKA YAITU :

a. Beneficence: kewajiban berbuat baik dlm memberi pelayanan

b. Non maleficence: tidak menambah penderitaan c. Respect for person:

Autonomy: menghormati hak pasien mengambil keputusan

Privacy: hak pasien untuk dilayani sebagai pribadi

Telling the truth: berkata jujur dan benar

Confidentiality: menjaga kerahasiaan kondisi penyakit pasien

d. Justice: Keadilan

PRINSIPKODE ETIK dan ASAS UMUMETIKA

Midwifery Update

(5)

Menurut Surat Keputusan Kongres XVI Ikatan Bidan Indonesia No. 010/SKEP/KONGRESXVI/IBI/X/2018 tentang Kode Etik Bidan Indonesia.

Bidan memiliki beberapa kewajiban meliputi:

 Kewajiban BidanTerhadap Klien

 Kewajiban BidanTerhadap Tugas

 Kewajiban BidanTerhadap Sejawat Bidan dan Tenaga Kesehatan Lainnya

 Kewajiban BidanTerhadap Profesi

 Kewajiban BidanTerhadap Diri Sendiri

 Kewajiban BidanTerhadap Negara

KODE ETIK BIDAN

(6)

PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN

TERKAIT PRAKTIK BIDAN

(7)

a. Bidan wajib menyimpan kerahasiaan informasi klien untuk melindungi hak privasi dan memberikan informasi kecuali jika diamanatkan oleh hukum.

b. Bidan bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya dan bertang gung jawab atas hasil terkait tindakan bidan terhadap perempuan yang dilayaninya.

c. Bidan dapat memutuskan utk tidak berpartisipasi dalam pelayanan jika

bertentangan dgn prinsip moralnya; namun, suara hati personal hendak nya tidak menghalangi perempuan untuk mendapatkan pelayanan keseha tan esensial

TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL BIDAN

(ICM, Prague, 2014)

(8)

d. Bidan yang berkeberatan terhadap permintaan layanan yang diberikan wajib merujuk perempuan ke penyedia lain di mana layanan tersebut tersedia.

e. Bidan memahami konsekuensi etis dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kesehatan perempuan dan bayi dan akan berusaha untuk menghapuskan pelanggaran.

f. Bidan berpartisipasi dalam pengembangan dan implementasi kebijakan kesehatan untuk mempromosikan kesehatan semua perempuan dan keluarganya.

TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL BIDAN (ICM, Prague, 2014)

Midwifery Update

(9)

Profesional

Ahli, mampu bertanggung jawab, bekerja secara efisien dan efektif, mengantisipasi masalah/dampak dari pekerjaannya.

Profesionalitas Bidan:

Kemampuan bidan untuk bertindak secara profesional

Bidan Profesional

Memiliki komponen tiga (3) H:

Head, Hand’s, Heart.

(10)

PERATURAN PER UUTERKAIT PRAKTIKBIDAN

UU No. 36/2009 Tentang Kesehatan

UU No. 36/2014 Tentang Tenaga Kesehatan UU No. 4/2019 Tentang Kebidanan dst...

UU LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN UU No. 39/1999 Tentang Hak Asasi Manusia UU No. 35/2014 Tentang Petlindungan Anak

UU No. 19 / 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dst...

PMK No.28/2017 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan

PMK No.97/2014 Tentang Yankes Masa Sebelum Hamil, Hamil, Persalinan, Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Yankes Seksual KMK No. 320/2020 Tentang Standar Profesi Bidan

dst...

Midwifery Update
(11)

UU NO 4 TAHUN 2019

Tentang Praktik Kebidanan

TERDIRI ATAS : XII BAB

80 Pasal

(12)

SISTIMATIKA UU NO 4 TAHUN 2019 TENTANG PRAKTIK KEBIDANAN

Midwifery Updae 12

 BAB I : KETENTUAN UMUM PSL 1-3

 BAB II : PENDIDIKAN KEBIDANAN PSL 4-20

 BAB III : REGISTRASI IZIN PRAKTIK PSL 21-30

 BAB IV : BIDAN LULUSAN LUAR NEGERI PSL 31-33

 BAB V : BIDAN WARGA NEGARA ASING PSL 34-40

 BAB VI : PRAKTIK KEBIDANAN PSL 41-59

 BAB VII : HAK &KEWAJIBAN BIDAN PSL 60-64

 BABVIII : ORGANISASI PROFESI PSL 65-67

 BAB IX : PENDAYAGUNAAN BIDAN PSL 68

 BAB X : PEMBINAAN &

PENGAWASAN PSL 69

 BAB XI : KETENTUAN PERALIHAN PSL 70-77

 BAB XII : KETENTUAN PENUTUP

PSL 78-80

(13)

PIDATO PRESIDEN RI

VISI INDONESIA

Menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi,

kesehatan balita, kesehatan anak sekolah karena

merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul. Jangan sampai ada stunting, kematian bayi,

kematian ibu yang meningkat.”

PESAN KESEHATAN

Titik dimulainya Pembangunan SDM dimulai dengan

:

(14)

PELAYANAN KEBIDANAN

UU no 4 tahun 2019 tentang Kebidanan Bab 1 psl 1

Bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan

Dilakukan secara mandiri, kolaborasi, konsultasi dan atau rujukan

Ditujukan untuk kesehatan reproduksi perempuan

sepanjang siklus kehidupannya,

termasuk bayi dan anak Balita.

(15)

PRAKTIK KEBIDANAN ADALAH:

Kegiatan pemberian pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam bentuk asuhan kebidanan

ASUHAN KEBIDANAN ADALAH :

Rangkaian pelayanan kebidanan yang didasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang

dilakukan oleh bidan, sesuai dengan wewenang &ruang lingkup praktik nya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan

UU KEBIDANAN

UU No 4 Tahun 2019 Bab 1 Pasal1

(16)

a. Perikemanusiaan b. Nilai ilmiah

c. Etika dan profesionalitas d. Manfaat

e. Keadilan

f. Perlindungan dan g. Keselamatan klien

(UU no 4 tahun 2019 tentang Kebidanan bab 1 psl 2)

Penyelenggaraan Praktik Kebidanan Berasaskan:

Midwifery Update

(17)

UU No. 4 /2019

Tentang Kebidanan Bab 1 pasal 3

a. Meningkatkan Mutu Pendidikan Bidan b. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kebidanan

c. Memberikan perlindungan dan kepastian Hukum kepada Bidan dan Klien, dan

d. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu, BBL, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah

PENGATURAN PENYELENGGARAAN

KEBIDANAN BERTUJUAN:

(18)

Undang – Undang Kebidanan

BAB III

REGISTRASI DAN IZIN PRAKTIK TERDIRI DARI:

Pasal 22 - 24 => Setiap Bidan yang akan menjalankan Praktik Kebidanan wajib memiliki STR. -> Pasal 21- 24 diatur dalam peraturan konsil

Pasal 21-> Setiap Bidan yang akan

menjalankan Praktik Kebidanan wajib memiliki STR. -> Ijazah,

Serkom/Serprof, sehat fisik & mental, pernyataan sumpah/janji profesi dan mematuhi etika profesi

Midwifery Update

(19)

Undang – Undang Kebidanan

BAB III

REGISTRASI DAN IZIN PRAKTIK TERDIRI DARI:

Pasal 26 => Bidan paling banyak mendapatkan 2 (dua) SIPB.

1.Fasilitas Pelayanan Kesehatan 2.Praktik Mandiri Bidan (PMB)

Atau 2 (dua) Praktik Kebidanan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

PASAL 25 => Bidan yang akan

menjalankan Praktik Kebidanan wajib

memiliki izin praktik (Surat Ijin Praktik

Bidan

)
(20)

Undang – Undang Kebidanan

BAB III

REGISTRASI DAN IZIN PRAKTIK TERDIRI DARI:

Pasal 27 => Kondisi-kondisi SIPB tidak berlaku.

PASAL 28 - 29 => Bidan harus

menjalankan Praktik Kebidanan di tempat praktik yang sesuai dengan

SIPB dan Sanksi sesuai peraturan per UU an

Midwifery Update

(21)

Undang – Undang Kebidanan

BAB III

REGISTRASI DAN IZIN PRAKTIK TERDIRI DARI:

Pasal 30 => Penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus

mendayagunakan Bidan yang memiliki STR dan SIPB Sanksi :

a.teguran tertulis;

b.penghentian sementara kegiatan; atau

c.Pencabutan izin.

(22)

Pelayanan

kesehatan ibu

Pelayanan

kesehatan anak

Pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan KB

Pelaksanaan tugas berdasar kan pelimpahan wewenang

Pelaksanaan tugas dalam keadaan

keterbatasan tertentu

Tugas Bidan ter sebut dapat

dilaksanakan secara bersama atau sendiri.

Pelaksanaan tugas sebagai

mana dimaksud

diatas dilaksana kan secara bertanggung jawab dan

akuntabel.

Tugas dan Wewenang

(UUNo.4 Tahun 2019 tentang Kebidanan Pasal 46 Bab VI)

Midwifery Update

(23)

Tugas dan Wewenang/Peran Bidan

(UUNo.4 Tahun 2019 tentang Kebidanan Bab VI Pasal 47)

Pendidik, Pembimbing Penggerak peran serta masy

Peneliti

Pemberi Pelayanan Kebidanan

Pengelola Pelayanan

Kebidanan Penyuluhan

dan Konselor

Bidan dalam

penyelenggaraan Praktik Kebidanan sebagaimana dimaksud harus

dilakukan sesuai KOMPETENSI dan KEWENANGAN

(UU no 4 tahun 2019 tentang

Kebidanan Bab VI psl 48)

(24)

PELAYANAN KESEHATAN IBU

(UUno 4 tahun 2019 tentang Kebidanan psl 49 Bab VI)

a. Memberikan asuhan kebidanan pada masa sebelum hamil

b. Memberikan asuhan kebidanan pada masa kehamilan normal

c. Memberikan asuhan kebidanan pada masa persalinan normal dan menolong

persalinan

d. Memberikan asuhan

kebidanan pada masa nifas

e. Melakukan pertolongan

pertama kegawatdaruratan ibu hamil,bersalin, nifas dan rujukan

Melakukan deteksi dini kasus risiko dan komplikasi pada masa

kehamilan,persalinan,pasca

persalinan,nifas serta asuhan pasca keguguran dan dilakukan rujukan

Midwifery Update

(25)

PELAYANAN KESEHATAN ANAK

(UUno 4 tahun 2019 tentang Kebidanan psl 50 Bab VI)

a. Memberikan asuhan kebidanan pada BBL bayi,balita dan anak prasekolah

b. Memberikan imunisasi sesuai program pemerintah

c. Melakukan pemantauan

tumbuh kembang pada bayi, balita dan anak prasekolah

serta deteksi dini kasus

penyulit, gangguan tumbuh kembang dan rujukan

d. Memberikan pertolongan pertama

kegawatdaruratan pada BBL dilanjut dengan rujukan

(26)

Pasal 53

Pelimpahan wewenang sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1) huruf d terdiri atas:

a. Pelimpahan secara mandat; dan b. Pelimpahan secara delegatif.

Pasal 54

(1)Pelimpahan wewenang secara mandat

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf a diberikan oleh dokter kepada Bidan sesuai

kompetensinya.

(2)Pelimpahan wewenang secara mandat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis.

PELIMPAHAN WEWENANG DALAM KEADAAN TERTENTU

UU KEBIDANAN NO 4 TAHUN 2019 BAB VI

Midwifery Update

(27)

Pasal 55

(1) Pelimpahan wewenang secara delegatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b diberikan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah kepada Bidan.

(2) Pelimpahan wewenang secara delegatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diberikan oleh

Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dalam rangka:

a. Pelaksanaan tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu; atau

b. Program pemerintah.

(3) Pelimpahan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan disertai pelimpahan

PELIMPAHAN WEWENANG DALAM KEADAAN TERTENTU

UU KEBIDANAN NO 4 TAHUN 2019 BAB VI

(28)

Pasal 56

1) Pelaksanaan tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1) huruf e merupakan penugasan pemerintah yang dilaksanakan pada keadaan tidak adanya tenaga medis dan/atau tenaga kesehatan lain di suatu wilayah tempat Bidan bertugas.

2) Keadaan tidak adanya tenaga medis dan/atau tenaga kesehatan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

3) Pelaksanaan tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

mengikuti Kompetensi dilaksanakan oleh Bidan yang telah

pelatihan dengan memperhatikan Bidan.

PELIMPAHAN WEWENANG DALAM KEADAAN TERTENTU

UU KEBIDANAN NO 4 TAHUN 2019 BAB VI

Midwifery Update

(29)

Pasal 56

(4)Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah.

(5)Dalam menyelenggarakan pelatihan

sebagaimana dimaksud pada ayat (4) Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dapat melibatkan

Organisasi Profesi Bidan dan/atau organisasi profesi terkait yang diselenggarakan oleh lembaga yang telah terakreditasi.

PELIMPAHAN WEWENANG DALAM KEADAAN TERTENTU

UU KEBIDANAN NO 4 TAHUN 2019 BAB VI

(30)

1. Dalam keadaan gawat darurat untuk pemberian pertolongan pertama, Bidan dapat melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sesuai dengan

kompetensinya.

2. Pertolongan pertama sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk menyelamatkan nyawa Klien.

3. Keadaan gawat darurat sebagaimana di maksud pada ayat (1) merupakan keadaan yang mengancam nyawa Klien.

4. Keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Bidan sesuai dengan hasil evaluasi

berdasarkan keilmuannya.

5. Penanganan keadaan gawat darurat

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat l4l dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Midwifery Update

KEADAAN GAWATDARURAT

(UU no 4 tahun 2019 tentang Kebidanan Pasal 59 Bab VI)

(31)

PENCEGAHANKONFLIK DANDILEMA MORAL

DALAM PRAKTIK BIAN

(32)

PENCEGAHAN KONFLIK DANDILEMAMORAL

Midwifery Update

Contoh masalah konflik atau dilema moral dan cara pemecahan

Lingkup Masalah Contoh Kasus Pemecahan

Perkembangan Ilmu dan Teknologi

Bayi Tabung, Donor Sperma, penelitian menggunakan klien, Transplantasi organ tubuh, Teknik reproduksi manusia

Mencari Landasan Hukumnya

Sosial Budaya,

Agama, Kepercayaan

Transfusi darah, penggunaan alat kontrasepsi, adopsi anak, sunat perempuan, larangan untuk bumil, makanan ibu nifas, ibu menyusui, perkawinan

Perlu Advokasi dan Konseling yang tepat Tindakan

Medis/Intervensi SC, episiotomi, Penggunaan USG, Vakum/Ekstraksi Forcep, pemeriksaan, pemberian oksitosin, pemberian infus, lama hari rawat, pengawasan bayi secara intensive, Skrining penyakit terhadap bayi

Memerlukan Informed Choice dan Informed Concent

(33)

PENCEGAHAN KONFLIK & DILEMA MORAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

1 Informed Concent

2 Negosiasi 3 Persuasi

4 Komite Etik

(34)

PENJELASAN YANGHARUSDILAKUKANSEBELUM MEMINTA PERSETUJUAN TINDAKAN/INFORMED CONCENT

01

Menyampaikan maksud dan

tujuan tindakan

02

Menyampaikan pilihan alternatif

tindakan

03

Menyampaikan risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi

04

Prognosis/ perkiraan harapan dan kekhawatiran setelah

dilakukan tindakan

MidwiferyUpdate

(35)

(1) Setiap tindakan pelayanan kesehatan perseorangan yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan harus mendapat persetujuan.

(2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah mendapat penjelasan secara cukup dan patut (3) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup:

a. Tata cara tindakan pelayanan;

b. Tujuan tindakan pelayanan yangdilakukan;

c. Alternatif tindakan lain;

d. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan e. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

(4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan, baik secara tertulis maupun lisan.

(5) Setiap tindakan Tenaga Kesehatan yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan

Persetujuan Tindakan Tenaga Kesehatan

UU Tenaga Kesehatan No.36 tahun 2014 Pasal68

(36)

Negosiasi adalah sebuahbentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang

berbeda dan bertentangan.

Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatanmelalui diskusi formal.

NEGOSIASI

(37)

PERSUASI

Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk

mempengaruhi dan

meyakinkan orang lain.

Melalui persuasi setiap

individu mencoba berusaha

mempengaruhi kepercayaan

dan harapan orang

(38)

KOMITE ETIK :

Dibentuk untuk mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Selain itu melihat kompleksitas pelayanan kesehatan yang cenderung menimbulkan permasalahan baik antara klien/pasien dan/atau tenaga kesehatan selaku pemberi pelayanan kesehatan

TANGGUNG JAWAB KOMITE ETIK

Sebagai penengah bila terjadi konflik dan menemukan solusi yang dapat di integrasikan kedalam kebijakan pelayanan

KOMITE ETIK

(39)

Beberapa teori yang mendasari pertimbangan bidan sebelum bertindak/mengambil keputusan, diantaranya:

1.Utilitarianisme dibedakan menjadi 2 (dua) hal, yaitu:

• Tindakan utilitarianisme adalah tindakan dinilai baik, benar dan tepat berdasarkan keuntungan/manfaat/efisiensi dari tindakan tersebut.

• Sedangkan aturan utilitarianisme, adalah tindakan dinilai baik, benar jika dalam aturan yang benar. Baik dan benar tersebut meliputi kebermanfaatan, benar secara keilmuan, hukum, agama dan sosbud.

2.Deontologi:

Tindakan dinilai baik dan benar jika memprioritaskan “tugas” atau “kewajiban” tanpa

mengindahkan konsekuensinya, dimanapun tempatnya maupun kemampuan yang dimilikinya, berfokus pada penyelamatan jiwa, meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat asuhan yang diberikan.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DALAM

PELAYANAN KEBIDANAN

(40)

PENANGAN MASALAH KONFLIK DAN DILEMA

MORAL DALAM PRAKTIK BIDAN

(41)

LANGKAH –LANGKAH PENANGANAN MASALAH KONFLIK DAN DILEMAMORAL

membahayakan ibu atau janin atau a. Identifikasi masalah

 Rumuskan masalah

 Kaji masalah tersebut: apakah dapat merugikan biopsikososial

b. Kaji pihak-pihak terkait

c. Rencana prioritas tindakan

 Tindakan segera

 Tindakan berencana

d. Kaji alasan prioritas tindakan

 Apakah tindakan untuk keselamatan, keamanan ibu maupun janin

 Apakah terkait dengan sosial, budaya, agama dan kepercayaan

 Apakah terkait hasil temuan IPTEK

(42)

f.

Penuhi syarat-syarat melakukan tindakan:

 Kaji alasan mendasar, ilmiah, rasional, logis.

 Kaji Keunggulan, kelemahan/risiko, indikasi, kontraindikasi, alternatif tindakan, syarat tindakan, upaya meminimalisir risiko

 Kaji kebenaran secara keilmuan, norma budaya, agama, legalitas

 Pertimbangkan kompetensi dan kewenangan penolong, ketersediaan fasilitas

 Pastikan untuk melakukan tindakan mandiri, kolaborasi, kerjasama, koordinasi, rujukan g. Klien diberikan informasi secara lengkap dan jelas, pastikan klien mengerti dengan baik

dan benar

h. Sebelum melakukan tindakan, meminta persetujuan klien i. Lakukan dengan hati- hati, tepat, cermat, cepat, dan cekatan

L Lakukan monitoring dan evaluasi terus menerus serta ditindaklanjuti segera Seluruh langkah-langkah tindakan tersebut harus tertulis dalam dokumen/catatan

asuhan/perkembangan klien

LANGKAH –LANGKAH PENANGANAN MASALAH KONFLIK DAN DILEMAMORAL

Midwifery Update

(43)

CONTOH KASUS, DISKUSI KASUS, PENUTUP

DAN LAMPIRAN

(44)

Terapkan prinsip - prinsip etika, kode etik dan asas umum etika

Tingkatkan profesionalitas bidan dengan menerapkan tiga (3) H

Fahami dan terapkan pencegahan konflik dan dilema moral beserta langkah –langkahnya

Patuhi peraturan per UU-an yang berlaku agar terhindar dari jerat hukum dan tetap menjaga marwah profesi

PENUTUP

Midwifery Update

(45)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

kebidanan; partnership bidan dan perempuan dalam pelayanan kebidanan (women centred care, continuity of care, empowerment women). pelayanan kebidanan (women centred care,

Pelaksanaan asuhan kebidanan secara komprehensif (Continuity Of Care) di Praktik Bidan Mandiri yang terstandarisasi APN (Asuhan Persalinan Normal) Samarinda Tahun

Berdasarkan hasil penelitian, bentuk perlindungan hukum bagi pasien dari pelayanan kebidanan oleh bidan praktik mandiri yang dilakukan IBI Cabang kabupaten Rembang adalah

Manajemen asuhan kebidanan adalah acuan dalam proses pengambila keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktik

Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang di berikan kepada klien yang memiliki kebutuhan atau masalah

pemberian KIE pada pelayanan antenatal terpadu... Bentuk Peraturan Tentang Peran Bidan Praktik Mandiri Dalam Pemberian Komunikasi Informasi Edukasi Sebagai Bentuk

Standar Pelayanan Minimal. Pelaksanaan kewenangan, Kompetensi dan Standar Pelayanan bidan dalam memenuhi standar pelayanan kebidanan di Kabupaten Buleleng.. Pelaksanaan

ASUHAN KEBIDANAN Asuhan kebidanan adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan