• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB_V.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB_V.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

132

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan studi kasus asuhan keperawatan pada Ny.J dan Ny W dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran yang telah penulis lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pada pengkajian, diperoleh data subyektif bahwa Ny.W dan Ny.J mengalami halusinasi pendengaran, Ny.W mengatakan mendengar suara- suara untuk menyuruhnya bersih bersih rumah sedangkan Ny.J menyuruh semua orang untuk keluar. Ny.W dan Ny J mengikuti apa yang didengarnya. Suara itu datang sehari 2 kali, di waktu malam hari, dan muncul saat sendiri. Data obyektif yang didapatkan bahwa Ny.W dan Ny.J tampak bingung, sering mondar-mandir, sering berbicara sendiri, konsentrasi kurang, dan koping maladaptif. 33

2. Diagnosa keperawatan yang muncul saat dilakukan pengkajian pada Ny.W dan Ny.J adalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran.

3. Rencana keperawatan yang dilakukan penulis pada Ny.W dan Ny.J yaitu dengan tujuan umum agar Ny.W dan Ny.J dapat mengontrol halusinasi yang dialaminya. Intervensi juga dilakukan dengan lima tujuan khusus, diantarannya: tujuan khusus 1 yaitu Ny.W dan Ny.J dapat membina hubungan saling percaya, tujuan khusus 2 yaitu Ny.W dan Ny.J dapat mengenal halusinasi, tujuan khusus 3 yaitu Ny.W dan Ny.J dapat melatih

132

(2)

133

mengontrol halusinasinya dengan melatih cara menghardik halusinasi, bercakap-cakap dengan orang lain, dan mengalihkan halusinasinya dengan beraktivitas secara terjadwal, tujuan khusus yaitu Ny.W dan Ny.J dapat dukungan keluarga dalam mengontrol halusinasi, dan tujuan khusus 5 yaitu Ny.W dan Ny.J dapat memanfaatkan obat untuk mengontrol halusinasi.

4. Tindakan keperawatan yang dilakukan penulis selama 3 hari kepada Ny.W dan Ny.J. Ny.W dan Ny.J mampu melaksanakan strategi pelaksanaan 1 sampai 3 yaitu Ny.W dan Ny.J telah mampu mengenal halusinasinya, Ny.W dan Ny.J mampu mengontrol halusinasinya dengan cara menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas secara terjadwal.

5. Evaluasi tindakan yang dilakukan penulis sampai pada strategi pelaksanaan 3. Ny.W dan Ny.J berhasil dalam mengenal halusinasinya dan berhasil mengontrol halusinasinya dengan menghardik, bercakap- cakap bersama orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Evaluasi sudah dilakukan penulis sesuai keadaan klien dan kekurangan penulis tidak bisa mencapai batas maksimal.

5.2 Saran

Dari hasil kesimpulan di atas maka peneliti mampu memberikan beberapa saran, diantaranya:

1. Bagi Lahan Praktek

Bagi institusi kesehatan, diharapkan khususnya Puskesmas Ampelgading, Kec. Ampelgading, Kabupaten Malang memberi

(3)

134

pelayanan yang optimal, komperhensif, holistic dan mempertahankan pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta klien dengan gangguan jiwa. Ditujukan sebagai bahan pengembangan untuk meningkatkan mutu Asuhan Keperawatan yang optimal khususnya pada pasien Gangguan persepsi halusinasi pendengaran di lingkungan keluarga.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Disarankan bagi institusi pendidikan keperawatan untuk mengembangkan dalam bidang ilmu Asuhan Keperawatan khususnya Keperawatan Jiwa

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Berdasarkan penelitian ini, penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan terperinci sehingga benar-benar dapat diketahui ada tidaknya perbedaan dari hasil persepsinya.

4. Bagi klien

Diharapkan untuk klien, dalam proses penelitian ini mampu memberikan hasil yang memuaskan dalam proses terapi dan guna mempercepat proses penyembuhannya.

Referensi

Dokumen terkait

halusinasi. 2) Diskusikan manfaat yang dilakukan klien dan beri pujian pada klien. 3) Diskusikan cara lain untuk memutus mengontrol halusinasi. 4) Bantu klien melatih cara

Kontrak (topik, waktu, tempat): “Baik sekarang kita akan belajar cara mencegah/mengontrol halusinasi yang kedua yaitu bercakap-cakap dengan orang lain?. Mau berapa

Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara mengalihkan focus perhatian dari halusinasi kepada bacaan yang sedang dibaca dan suara keras yang dikeluarkan saat membaca.

mampu mengontrol halusinasi dengan cukup baik. Aktifitas bercakap-cakap menjadi salah satu fokus intervensi penulis dalam mengelola klien H. Penulis memodifikasi

Rumusan Masalah Berdasarkan data yang didapatkan bahwa salah satu cara untuk mengontrol halusinasi yaitu dengan kegiatan aktivitas terjadwal dan sudah ada penelitian yang membuktikan

yaitu dengan meningkatkan ASUPAN KALSIUM dan BERAKTIVITAS FISIK KALSIUM PENGERTIAN Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh.. Sekitar 99% total

Analisa kebutuhan sistem dilakukan dengan cara wawancara kepada Kepala Rekam Medis dan petuga sassembling RS Khusus Bedah Hasta Husada Kepanjen dan hasil diskusi dengan peneliti

Latih untuk melakukan koping yang konstruktif 5.2.4 Puskesmas Terapi musik yang merupakan salah satu cara non-farmakologis ini dapat diterapkan kepada penderita hipertensi untuk