• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab v kesimpulan dan saran - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "bab v kesimpulan dan saran - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Edukasi gizi dengan media video lebih efektif meningkatkan pengetahuan remaja gizi lebih dibandingkan media non video. Berdasarkan nilai selisih antara perubahan rata-rata pengetahuan pemberian media video dan perubahan rata-rata pengetahuan pemberian media non video terkecil dengan angka 0,17 dan terbesar 38,9.

2. Edukasi gizi dengan media video lebih efektif meningkatkan sikap remaja gizi lebih dibandingkan media non video. Berdasarkan nilai selisih antara perubahan rata-rata sikap pemberian media video dan perubahan rata-rata sikap pemberian media non video terkecil dengan angka 0,35 dan terbesar 27,7.

3. Edukasi gizi dengan media video lebih efektif meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada remaja gizi lebih dibandingkan media non video.

Berdasarkan nilai selisih antara perubahan rata-rata konsumsi sayur pemberian media video dan perubahan rata-rata konsumsi sayur pemberian media non video terkecil dengan angka 0,65 dan terbesar 20,2.

Nilai selisih antara perubahan rata-rata konsumsi buah pemberian media video dan perubahan rata-rata konsumsi buah pemberian media non video terkecil dengan angka -28,4 dan terbesar 34,5.

4. Edukasi gizi menggunakan media video lebih efektif terhadap pengetahuan, sikap, serta konsumsi sayur dan buah dibandingkan dengan media non video dikarenakan pada media video terdapat gambar bergerak dan suara yang memudahkan remaja dalam memehami isi materi. Selain itu materi yang diberikan lebih jelas dan ringkas. Penerimaan media video ke otak sebesar 88-100% sedangkan pada media non video hanya 75- 87%. Media video menstimulasi indera mata dan telinga pada saat yang bersamaan sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan lebih menarik dibandingkan edukasi menggunakan media non video.

(2)

B. SARAN

Sebaiknya waktu penelitian dan banyaknya intervensi yang dilakukan lebih diperhintungkan secara matang sesuai dengan kondisi responden. Selain itu, pemberian edukasi gizi sebaiknya juga dibarengi dengan dukungan dari lingkungan sosial (keluarga, sekolah, dll) agar edukasi yang diberikan dapat diterima dengan baik

Referensi

Dokumen terkait

Kering tempe teri, kacang panjang tempe bumbu kuning, dan tahu kecap mengalami kenaikan nilai energi dan zat gizi, sedangkan tempe ungkep goreng tidak mengalami kenaikan nilai energi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan konsumsi energi pada α 0,05.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang konsumsi buah dan sayur dengan media poster tehadap pengetahuan dan sikap pada siswa kelas V di

Dari penelitian yang dilakukan oleh Sugiatami dan Handayani 2018, Mulyani, dkk 2020 diperoleh hasil bahwa pengetahuan gizi dapat mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja.. Sedangkan

Meskipun tidak ada perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara mahasiswa yang diberi perlakuan penjelasan materi dengan video pembelajaran dan penjelasan materi yang disampaikan

Hasil penelitian menunjukkan nilai protein yang diserap tubuh MCT dari yang dikonsumsi masih di bawah standar mutu protein konsumsi pangan penduduk Indonesia, dapat dibuktikan melalui

Tingkat konsumsi protein pada balita setelah dilaksanakan edukasi tanpa media adanya perubahan sebesar 9,3%, sedangkan tingkat konsumsi energi balita pada kelompok edukasi dengan media

Penyusunan HACCP Plan pada produk Opor Ayam di Instalasi Gizi RS Dharma Husada Probolinggo ini didapatkan titik kendali kritis CCP pada proses opor ayam yaitu terdapat pada tahap