• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V - Repository Ekuitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "BAB V - Repository Ekuitas"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

79 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta identifikasi masalah, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Pelaksanaan pemberian Kredit Guna Bhakti pada bank bjb Cabang Tamansari Bandung telah sesuai dengan dengan ketentuan yang berlaku. Adapun prosedur yang harus dipenuhi yaitu mulai dengan pengajuan berkas-berkas kredit, pemerikasaan berkas-berkas pengajuan kredit, wawancara, wawancara kedua, penilaian dan analisis kebutuhan modal, keputusan kredit, penandatanganan akad kredit, realisasi kredit, penyaluran/penarikan.

2. Kriteria debitur yang dapat memperoleh fasilitas kredit guna bhakti (KGB) yaitu terdiri dari Pegawai tetap (PNS Daerah, PNS Pusat, Anggota TNI, Anggota POLRI, BUMN/BUMD, dan Perusahaan Swasta), Calon Pegawai Negeri Sipil, Kepala Daerah dan Wakil, Anggota DPR/DPRD, berpenghasilan cukup untuk memenuhi kewajiban kreditnya sesuai dengan ketentuan angsuran kredit, memiliki rekening tabungan, serta tidak sedang menikmati kredit sejenis pada Bank dan bank lain atau terhadap kredit yang berjalan dilunasi terlebih dahulu atau diperhitungkan dari pinjaman yang diterima dengan tetap memperhatikan batasan maksimum prosentase angsuran terhadap gaji bersih.

(2)

80 3. Hambatan yang dihadapi dalam pemberian Kredit Guna Bhakti terhadap konsumen PNS pada bank bjb Cabang Tamansari yaitu kurangnya pengetahuan calon debitur mengenai persyaratan yang harus dipenuhi ketika mengajukan kredit guna bhakti serta kurangnya petugas dalam menangani nasabah dalam proses pencairan kredit. Solusi yang dilakukan yaitu memberikan informasi kepada calon debitur supaya melengkapi persyaratan yang belum lengkap, dan pihak bank menambah pegawai pada bagian kredit guna bhakti khususnya pada saat perjanjian, untuk mengatasi penumpukan debitur saat melakukan akad.

5.2 Saran

Kurangnya informasi kepada calon debitur mengenai persyaratan pengajuan kredit guna bhakti menyebabkan proses realisasi kredit menjadi terhambat, yang perlu dilakukan adalah:

1. Perlunya penyebaran informasi lebih detail, dapat melalui penyebaran brosur yang lengkap, sehingga tidak ada keraguan dari pihak calon debitur untuk mengajukan kredit.

2. Perlunya sosialisasi kepada calon debitur khususnya PNS mengenai kredit guna bhakti agar masyarakat berminat untuk mengajukan permohonan kredit.

3. Perlunya tambahan karyawan khususnya dibagian kredit guna bhakti agar nasabah tidak menunggu lama dalam proses pencairan kredit.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiun/Tunjangan menerima lebih dari satu penghasilan yang berupa gaji dengan pensiun/tunjangan

Asabri (Persero) Makassar, Dalam prosedur pelayanan pencairan dana pensiun Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kemhan dan Polri di PT.ASABRI (Persero) Cabang Makassar

Kredit BRIGuna yang disalurkan BRI mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, Polri serta para pensiunan atau purnawirawan

1) Pria, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI. 2) Berijasah serendah-rendahnya SMU/sederajat Jurusan IPA/IPS/Bahasa (Bukan lulusan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kredit Guna Bhakti KGB berpengaruh positif dan signifikan terhadap Biaya Operasional Pendapatan Operasional BOPO dengan nilai koefisien korelasi

Untuk jumlah iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang terdiri atas PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri maka

Oleh karena itu bank syariah disarankan agar memiliki sumber daya yang termapil dalam mengelola pembiayaan yang disalurkan kepada debitur serta terus melaksanakan pembinaan dan

Dari pihak bank, hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya kredit bermasalah bisa terjadi pada saat perencanaan kredit, analisis kredit, pemutusan kredit, maupun pada saat pengawasan