A. Latar Belakang
Dalam organisasi perkembangan suatu bisnis membutuhkan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Oleh karena itu individu tersebut perlu dikelola dan di koordinasikan dengan baik agar dapat bekerja sama sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan organisasi.
Sumber daya manusia selain menjadi faktor penentu keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, tetapi sebaliknya faktor manusia pula sering menimbulkan kesulitan atau masalah bagi perusahaan. Hal ini disebabkan setiap manusia mempunyai tingkat kebutuhan, harapan dan latar belakang sosial yang berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, karyawan merasa perlu mendapatkan faktor pendukung yang mampu memberikan kepuasan sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dan aktivitas pekerjaan sehari-hari dengan baik. Salah satu faktor pendukung tersebut adalah lingkungan kerja.
Menurut Danang (2015) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam
1
menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Lingkungan kerja merupakan bagian komponen yang sangat penting ketika karyawan melakukan aktivitas bekerja. Dengan memperhatikan lingkungan kerja yang baik atau menciptakan kondisi kerja yang mampu memberikan motivasi untuk bekerja, maka akan membawa pengaruh terhadap kegairahan atau semangat karyawan dalam bekerja. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja optimal. Apabila lingkungan kerja baik maka dapat meningkatkan kreativitas kerja karyawan sehingga diharapkan kepuasan kerja karyawan dapat tercapai.
Kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang dapat menyenangkan seseorang dalam bekerja atau yang dapat memberikan pemenuhan nilai nilai pekerjaan (Isyandi, 2004). Kepuasan kerja juga merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Hal ini disebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja karyawan seperti malas, rajin, produktif, dan lainnya, atau memiliki hubungan dengan beberapa jenis perilaku yang sangat penting dalam organisasi (Martoyo, 2000). Berdasarkan latar belakang di atas makalah ini disusun untuk menjelaskan tentang bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. BTB.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah:
1. Bagaimana Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan penelitian adalah:
1. Untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
Parimita, Prayuda dan Handaru (2013), yang melakukan penelitian tentang “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Bank BTN (Persero) Cabang Bekasi”. Jumlah sampel yang digunakan adalah 55 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja baik secara parsial maupun simultan pada karyawan Bank BTN (Persero) Cabang Bekasi.
Murti (2013), yang meneliti tentang “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Variabel Pemediasi Kepuasan Kerja pada PDAM Kota Madiun”. Responden yang digunakan adalah 155 karyawan dan analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan analisis jalur. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PDAM Kota Madiun.
Yunanda (2012), yang melakukan penelitian tentang “Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi pada Perum Jasa Tirta I Malang Bagian Labolatorium Kualitas Air)”. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan sampel berjumlah 50 karyawan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang menyimpulkan bahwa ada penguruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, begitu pula lingkungan kerja sacara tidak langsung melalui kepuasan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Perum Jasa Tirta I Malang Bagian Laboratorium Kualitas Air.
Husen dan Hady (2012), yang melakukan penelitian tentang “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Melati di Kecamatan Banjarmasin Tengah”. Jumlah sampel yang digunakan adalah 100 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan karakteristik individu terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Melati di Kecamatan Banjarmasin Tengah.
B. Lingkungan Kerja
1. Definisi Lingkungan Kerja
Menurut Sarwoto (2001) lingkungan kerja adalah tempat dimana seseorang karyawan yang bekerja meliputi lingkungan fisik dan non fisik yang dapat mempengaruhi semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaan.
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja
dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan kepadanya (Nitisemito, 2000).
Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas yang dihadapi, lingkungan kerja sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perorangannya maupun sebagai kelompok (Sedarmayanti, 2001). Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada di lingkungan para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas, temperatur, kelembapan, ventilasi, penerangan dan kegaduhan, kebersihan tempat kerja, dan memadai tidaknya alat-alat perlengkapan kerja (Isyandi, 2004).
2. Indikator Lingkungan Kerja
Hal-hal yang dijadikan sebagai indikator lingkugan kerja ialah menurut Sarwoto (2001) lingkungan kerja yaitu :
1. Perlengkapan dan Fasilitas
Perlengkapan dan fasilitas yang harus tersedia seperti fasilitas meja, pesawat telepon buku dan bahan referensi, rak arsip dn lain-lain.
2. Lingkungan tempat kerja
Lingkungan tempat kerja yang dapat mempengaruhi efektifitas pelaksanaan tugas seperti tata ruang yang baik, cahaya dalam ruanagn yang cukup, suhu dan kelembapan udara yang menyenangkan dan suara yang tidak mengganggu konsentrasi kerja dan lain-lain
3. Suasana Kerja
Suasana kerja yang baik akan dihasilkan terutama dalam organisaasi yang tersusun dengan baik. Selanjutnya organisasi yang tersusun secara tidak baik dapat menimbulkan pembagian kerja tidak jelas, saluran penegasan dan tanggug jawab yang simpang siur dan lain- lain, sehingga dapat mempengaruhi efesiennya pelaksanaan mekanisme kerja.
3. Jenis-jenis Lingkungan Kerja
Faktor-faktor yang termasuk kedalam lingkungan kerja Menurut Nitisemito (1982) ada 2 jenis faktor-faktor yang digolongkan kedalam lingkungan kerja yaitu faktor fisik dan faktor psikis. Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Semakin baik lingkungan kerja fisik maka akan meningkatkan kinerja karyawan (Nitisemito,1986) Faktor fisik tercakup dalam lingkungan kerja, antara lain terdiri dari :
1) Pewarnaan
Warna dapat mempengaruhi jiwa seseorang yang ada disekitarnya dan pemilihan warna berhubungan dengan penerangan.
2) Kebersihan
Lingkungan yang bersih dapat menimbulkan rasa senang sehingga bisa mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja para karyawan.
3) Penerangan
Perusahaan harus mengusahakan penerangan yang cukup mendukung tetapi tidak menyulitkan bagi pekerjaan. Sebab dengan cara ini diharapkan pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik, lebih teliti dan kelelahan dapat dikurangi. Dengan demikian hasil produksi yang lebih baik dapat diterima bagi pihak perusahaan.
4) Keamanan
Perusahaan yang dapat memberikan jaminan terhadap keamanan karyawan baik secara fisik (dari bahaya kecelakaan dan penyakit) maupun non fisik (jaminan sosial hari tua/ pensiun) akan menyebabkan para karyawan dapat bekerja dengan tenang.
5) Ventilasi
Manfaat dari ventilasi bagi karyawan yang bekerja di perusahaan sangat kinerja yang optimal bagi pekerja. Udara di sekitar terasa segar karena adanya pergantian udara sehingga pekerja dapat merasa nyaman dan betah saat melakukan pekerjaan.
6) Teknologi
Pemilihan teknologi hendaknya secara tepat guna. Artinya pemilihan jenis teknologi yang akan digunakan sesuai dengan perkembangan jaman dan sifat pekerjaan yang ada serta tanpa mengorbankan salah satu pihak, bagi pihak perusahaan dalam peningkatan kinerja maupun pihak
karyawan dalam hal kesempatan kerja. Dengan demikian para karyawan akan merasa puas karena mereka tidak hanya memandang diri mereka sebagai faktor produksi semata.
7) Peralatan kerja
Apabila perusahaan ini agar karyawannya puas dalam melakukan pekerjaannya, maka pihak perusahaan harus menyediakan alat-alat kerja yang dibutuhkan dengan lengkap. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada dirinya sehingga kinerja mereka lebih meningkat.
8) Suara
Suara yang berada dalam ruangan kerja hendaknya diatur sebaik mungkin supaya tidak mengganggu atau mengacaukan konsentrasi dalam bekerja.
Adapun faktor lingkungan kerja psikis antara lain terdiri dari beberapa aspek.
1) Hubungan dengan atasan (supervisi)
Hubungan yang terjalin antara karyawan dengan atasan atau supervisi didalam suatu perusahaan dapat mendorong terjadinya peningkatan kepuasan kerja para karyawan.
2) Hubungan dengan rekan kerja
Kerjasama dengan sesama rekan kerja dapat juga membantu kelancaran berkomunikasi saat akan maupun sesudah melakukan pekerjaan dengan
baik atau bahkan dapat lebih baik. Pada dasarnya apabila hubungan dengan rekan kerja dapat terbina dengan baik akan memunculkan ide- ide atau gagasan yang lebih baik. Oleh sebab itu, diharapkan hasil para pekerja dapat dijadikan peluang utama bagi perkembangan perusahaan di masa depan (Robbins,1993).
3) Keamanan kerja
Perusahaan dapat memberikan jaminan terhadap keamanan sehingga pekerja saat melaksanakan pekerjaan dapat denganserius dan tenang.
Bentuk jaminan keamanan kerja yang biasanya diberikan oleh perusahaan adalah asuransi tenaga kerja
dan lainnya.
4) Kecocokan seorang pekerja dengan pekerjaannya
Pekerjaan dapat menghasilkan pekerjaan yang maksimal apabila pimpinan perusahaan dapat menempatkan pekerjaannya sesuaidengan keahlian dan ketrampilannya.
5) Kerjasama dengan rekan kerja (sosialisasi)
Pekerja dapat bekerja dengan tenang dan serius apabila tidak ada rasa ingin menang sendiri yang cenderung mengedepankan sikap egois.
Dengan adanya sikap egois, dapat menimbulkan sikap saling bermusuhan antara pekerja di dalam ruang kerja perusahaan atau adanya persaingan dalam menjatuhkan rekan kerja. Dengan demikian, sikap saling menghargai sangat penting guna mewujudkan keakraban antara
sesama pekerja. Hal ini sangat diutamakan untuk mendukung kinerja yang baik bagi pekerja.
6) Otonomi dalam melakukan pekerjaan
Otonomi dapat diartikan seberapa besar tugas itu memberikan kebebasan, bersifat tidak tergantung dan diskresi (kebijaksanaan/
keleluasaan) pada seseorang untuk menjadwalkannya (Robbins: 1993).
C. Kepuasan Kerja
1. Definisi Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang dapat menyenangkan seseorang dalam bekerja atau yang dapat memberikan pemenuhan nilainilai pekerjaan (Isyandi, 2004). kepuasan kerja juga merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Hal ini disebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja karyawan seperti malas, rajin, produktif, dan lainnya, atau memiliki hubungan dengan beberapa jenis perilaku yang sangat penting dalam organisasi (Martoyo, 2000).
Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini tampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungn kerjanya. (Handoko, 2000).
Dapat disimpulkan dari pendapat ahli diatas bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap refleksi atau sikap menyenangkan dari para karyawan terhadap pekerjaan berdasarkan harapan dengan imbalan yang diberikan oleh perusahaan dan lingkungan kerjanya.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan
Menurut Moh, As’ad,2001. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut :
a. Faktor psikologis, yaitu faktor yang berhubungan dengan kejiwaan pegawai yang meliputi penghargaan, ketentraman kerja, dan perasaan kerja
b. Faktor fisik, yaitu faktor yang berhubungan dengan fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik pegawai meliputi, jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja, perlengkapan kerja, sirkulasi udara dan kesehatan pegawai.
c. Faktor finansial, yaitu faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan pegawai yang meliputi, penggajian, jaminan sosial, besarnya tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi dan lainnya.
3. Gejala-gejala ketidakpuasan kerja
Gejala-gejala ketidakpuasan kerja para karyawan haruslah diketahui sendiri mungkin oleh pihak perusahaan sehingga dapat diambil tindakan yang tepat dalam menanggulanginya. Adapun tanda-tanda ketidakpuasan kerja meliputi (As’ad,2000)
a. Kelesuan yang berlebihan.
b. Banyak bercakap-cakap pada waktu jam kerja, terutama yang menyangkut pribadi masing-masing.
c. Pemakaian barang-barang kepunyaan dinas dengan boros.
d. Banyak waktu terluang.
e. Keteledoran dan ketidak hati-hatian.
f. Ketidaksediaan untuk bekerjasama antara atasan dengan bawahannya.
4. Manfaat Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan sikap positif dari karyawan terhadap pekerjaan yang dihadapinya dan terhadap segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pekerjaan tersebut. Kepuasan kerja ini merupakan salah satu unsur yang harus ada dalam suatu perusahaan agar tercipta suatu suasana kerja yang sehat. Tanpa adanya kepuasan kerja, karyawan tidak akan bekerja seperti apa yang diharapkan akibatnya tujuan perusahaan yang telah ditargetkan tidak akan pernah tercapai. Adanya perasaan tidak puas dalam suatu perusahaan juga akan menimbulkan konflik dalamorganisasi kerja, sehingga iklim kerja yang diciptakan tidak mendukung terlaksana organisasi kerja yang harmonis, mantap dan serasi.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif peneliti melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan variabel dependen.Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2012). Menurut Suharsaputra (2012), metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka yang digunakan sebagai data yang kemudian dianalisis. (Noor, 2011).
B. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT.BTB (BANGUN TATA BANUA) yang berada di Gunung Batu, Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong.
C. Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling.Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2012).Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 100 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan jumlah populasi yaitu 35 karyawan.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik sampel penilitian menggunakan teknik Sampling Jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2012)..Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 100 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan jumlah populasi yaitu 35 karyawan lapangan.
D. Teknik Pengumpulan Data
(Sugiyono, 2011) mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan penelitian, data yang digunakan dibagi menjadi kedalam dua klasifikasi sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data ini juga menjadi hal yang penting karena akan menjadi bahan pertimbangan untuk metode pengumpulan data. Berikut uraian dari klasifikasi sumber data dalam penelitian ini:
1. Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2011). Dalam hal ini adalah data tanggapan langsung dari karyawan, melalui pengisian kuesioner dan wawancara.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen (Sugiyono, 2011). Dalam hal ini data yang didapatkan seperti dokumen dari perusahaan,
literatur, artikel, internet, dan informasi lain yang dianggap relevan dan menunjang dalam penelitian ini.
E. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Interview (wawancara). Wawancara digunakan sebagai studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Penulis mengadakan tanya jawab dengan 10 karyawan lapangan pada PT BTB. Dalam hal ini wawancara yang dilakukan penulis tidak untuk diolah, tetapi hanya sebagai pengumpulan data pada saat observasi awal.
2. Kuesioner (angket). Pengumpulan data dengan cara memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada sampel penelitian yaitu responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011). Dalam penelitian ini peneliti menyebarkan kuesioner yang berisi pernyataan tentang lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di PT BTB.
3. Studi Pustaka. Studi pustaka merupakan metode mpengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku, literatur, jurnal-jurnal, referensi yang berkaitan dengan penelitian ini dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
4. Observasi. Observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian (Sugiyono, 2011).
F. Alat Analisis Data
Teknik analisis data untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini, menggunakan software SPSS, dengan cara memasukkan hasil dari operasionalisasi variabel yang akan di uji.
1. Uji Validitas adalah suatu pengukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrumen.50 Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur yang diinginkan oleh peneliti, serta dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dan tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambar tentang variabel yang dimaksud.
2. Uji Realibilitas. Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama.