BAHASTRA
JurnalPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Penanggung Jawab
Prof. Dr. Ir. H. M. Asaad, M.Si Dra. Hj. Hasrita Lubis, M.Pd., Ph.D
Dra. Nurhasnah Manurung, M.Pd
Pimpinan RedaksiDra. Nila Safina, M.Pd
Dewan Redaksi
Dr. Dra. Liesna Andriany, M.Pd Drs. Abd. Rahim Harahap, M.M
Editor
Dra. Hj. Rita, M.Pd
Drs. Ali, M.M
Sahri Nova Yoga, S.Pd.,M.Pd.
Administrasi Umum dan Keuangan
Dra. Hj. Deliani, M.Si
Alamat Redaksi
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Sumatera Utara
Jalan Sisingamangaraja- Teladan Medan Telp: 061-7869730
Email: [email protected]
Jadwal PenerbitanBAHASTRA (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September) oleh Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UISU.
Penyerahan Naskah
Jurnal Keguruan menerima naskah yang merupakan hasil penelitian, pemikiran (rekayasa ide) khusus pada bidang pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia dan Linguistik yang belum pernah dipublikasikan/ diterbitkan paling lama 5 (lima) tahun terakhir. Naskah dapat dikirim melalui email atau diserahkan langsung ke Redaksi dalam bentuk rekaman Compact Disk (CD) dan print-out 2 eksemplar.
Ditulisdalam MS Word atau dengan program pengolah data yang kompatibel, gambar, ilustrasi dan foto dimasukkan dalam file naskah.
Penerbitan Naskah
Naskah yang layak terbit ditentukan oleh Dewan Redaksi setelah mendapat
rekomendasi dari Mitra Bestari. Perbaikan naskah menjadi tanggung jawab penulis
dan naskah yang tidak layak diterbitkan akan dikembalikan kepada penulis jika
disertai perangko secukupnya.
i DAFTAR ISI
HALAMAN
Daftar Isi
i
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA BINA BERSAUDARA MEDAN
Rika Kartika
1 - 5
EFEKTIVITAS MODEL DEBAT TERHADAP KEMAMPUAN MEMBERIKAN OPINI SISWA KELAS X SMA TAMAN SISWA Nila Safina
6 - 11
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS
ACHIEVEMENT DIVISION MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA SETIA BUDI ABADI
Deliani
12 – 17
PENGARUH MODEL CIRCUIT LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS TEKS EKSPLANASI KELAS XI MAS PROYEK UNIVA
Rita
18 – 24
LAGU PERMAINAN RAKYAT “LAYANG-LAYANG” SEBAGAI SASTRA LISAN
Megan Asri Humaira
25 - 32
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN MELAKSANAKAN WAWANCARA KELAS VIII SMP NEGERI 8 MEDAN
Nurhalimah Sibuea
33 – 40
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK BALITA
Asri Yulianda
41 – 48
ANALISIS GANGGUAN BERBICARA ANAK CADEL
(Kajian Pada Perspektif Psikologi dan Neurologi)
Cica Elida Hanum Matondang49 – 59
PENGARUH METODE DISKUSI KELOMPOK DINAMIKA PADA MATERI POKOK MENULIS TEKS EKSPLANASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ANGKOLA BARAT Dedi Zulkarnain Pulungan
60 – 66
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK MULTI KARYA MEDAN
,
67 – 72
HUBUNGAN PEMAHAMAN STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 MEDAN
,
73 – 77
PERMASALAHAN PADA OTAK (DISLEKSIA) BERPENGARUH PADA KEMAMPUAN BERBAHASA
Mhd. Hamzah Fansuri Hsb
78 – 84
NILAI MORAL DAN KERJA KERAS DALAM DONGENG DANAU TOBA PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII TERBITAN PUSAT PERBUKUAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Rosmilan Pulungan1, Amanda Syahri Nasution2
85 – 91
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BAKAU KEBAIKAN KARYA SITI LESTARI NAINGGOLAN DAN RELEVANSINYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN
Tiflatul Husna 1, Fita Fatria 2
92 – 96
SEMIOTIKA (MAKNA WARNA DALAM UIS KARO) Lisa Septia Dewi Br.Ginting 1, Rosmilan pulungan 2
98 - 101
BAHASTRA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN: 2550-0848; ISSN Online : 2614-2988 Vol. 3, No. 2, Maret 2019
ii
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI DONGENG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS I SD NEGERI 104232 TANJUNG MORAWA
Putri juwita1, Lisa Septia Dewi br. Ginting 2
102 - 106
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS VII MTS AL-JAM’IYATUL WASHLIYAH TEMBUNG
Wulandari Anwar
107 – 112
ANALISIS PEMEROLEHAN SINTAKSIS MENGGUNAKAN TEKNIK MLU (MEANT LENGHT OF UTTERENCE) PADA ANAK USIA 5 TAHUN
Rini Sartika Nasution
113 - 118
PENGARUH INTELEGENSI PADA MOTIVASI BELAJAR AKADEMIK SISWA MAS YPI BATANG KUIS
Tetty Ariyani Nasution
119 - 125
ANALISIS SARANA RETORIKA DALAM STAND UP COMEDY RADITYA DIKA
Intan Novita
127 - 132
ANALISIS CERPEN MARYAM KARYA AFRION DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF
Sisi Rosida
133 - 148
ANALISIS JENIS-JENIS METAFORA DALAM SURAT KABAR:
KAJIAN SEMANTIK Sukma Adelina Ray
149 - 153
PEMEROLEHAN SINTAKSIS PADA ANAK AUTISME Risma Martalena Tarigan
154 - 159
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PENDIDIKANKARAKTER PESERTA DIDIK Mepri Yanti Pandiangan
160 – 168
NILAI MORAL DALAM LEGENDA LUTUNG KASARUNG YANG SAKTI DAN KISAH TERBAIK NUSANTARA LAINNYAKARYA KAK GUN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH
Tanita Liasna
169 - 175
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL “MERAJUT ASA” DI TRANS7 TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK OLEH SISWA KELAS VII MTs NEGERI 3 MEDAN
Kursitasari
176 - 179
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR INTERAKTIF YANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL BREBES DALAM MATA KULIAH SEMANTIK
Prasetyo Yuli Kurniawan
180 - 186
PENGARUH MEDIA LAGU TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA
Silvia Siburian
187 – 192
GANGGUAN BERPIKIR DIMENSIA (PIKUN) PADA LANSIA Riky Gunawan Siregar
193 - 197
GANGGUAN BERBICARA PADA AFASIA WERNICKERiska Damayanti
198 - 191
MEMORI WANITA DALAM MULTITASKING KAJIAN
NEUROPSIKOLINGUISTIK M. Irwan Syahputra
192 - 195
BAHASTRA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN: 2550-0848; ISSN Online : 2614-2988 Vol. 3, No. 2, Maret 2019
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
1 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUANMENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA BINA BERSAUDARA MEDAN Rika Kartika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UISU Medan [email protected]
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X SMA. Untuk penelitian tersebut data diambil dari 36 siswa yang berasal dari 36 populasi. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen penugasan yaitu menulis puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest post-test design. Dengan desain tersebut, akan dibandingkan hasil belajar menulis puisi siswa yang memperoleh pengajaran menggunakan pembelajaran langsung dengan pembelajaran menggunakan example non examples. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kemampuan menulis puisi siswa dengan menggunakan pengajaran pembelajaran langsung. Setelah nilai t hitung diketahui, selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai t tabel pada taraf 5% atau 1% dengan dk = 36. Pada tabel t dengan dk = 36 diperoleh taraf signifikan 5% = 2,03 dan taraf signifikan 1% = 2,72. Karena t0
yang diperoleh lebih besar dari t t yaitu 2,03 < 3,01 < 2,72 maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh hasil belajar siswa terhadap kemampuan menulis puisi siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
Kata kunci: Pembelajaran Langsung, Menulis, Puisi
Abstract. This study aims to determine the effect of direct learning models in improving the ability to write poetry in class X high school students. For the study data was taken from 36 students from 36 populations. Data retrieval is done with the assignment instrument namely writing poetry. The method used in this study is an experimental method with the design of one group pretest post- test design. With this design, the results of learning to write poetry will be compared to students who get teaching using direct learning with learning using example non examples. The hypothesis in this study is that there is a significant effect on the learning outcomes of students' poetry writing ability using direct learning teaching. After the value of t count is known, then consulted with the value of t table at the level of 5% or 1% with dk = 36. In table t with dk = 36 obtained a significant level of 5% = 2.03 and a significant level of 1% = 2.72.
Because t0 obtained is greater than t t which is 2.03 <3.01 <2.72, the hypothesis is accepted. This shows that there is an influence of student learning outcomes on students' poetry writing ability using direct learning models.
Keywords: Direct Learning, Writing, Poetry PENDAHULUAN
Keterampilan menulis adalah salah satu keterlampilan berbahasa dan pokok yang paling sulit disampaikan oleh guru dan sulit diterapkan kepada siswa.
Persoalan utama siswa dalam menulis puisi adalah sulit mengembangkan ide dan gagasan. Dengan memiliki keterampilan menulis akan memudahkan seseorang untuk mengkomunikasikan gagasan, ide, pikiran, dan pengalamannya ke berbagai pihak. Dengan seorang juga dapat berbuat banyak untuk hal-hal dan tujuan tertentu.
Puisi merupakan karya sastra yang memiliki nilai-nilai keindahan dalam setiap kata-katanya dan mampu mengungkapkan sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Puisi tidak lahir
begitu saja tetapi muncul dari kesadaran penulisnya yang merupakan hasil dari perasaan dan penalaran. Oleh karena itu, pembelajaran berbahasa dan bersastra diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan bernalar siswa baik dalam tulisan dan lisan. Pada pembelajaran menulis puisi, siswa harus mampu menulis puisi dengan menggunakan pemilihan kata yang sesuai rima dan menarik dalam mengungkapkan perasaan. Namun kenyataan masih banyak siswa yang belum mampu menulis puisi.
Kenyataan tersebut, penulis temukan pula pada saat PPL ( Program Praktek Lapangan ).
Dalam proses pembelajaran di kelas, guru seharusnya melibatkan siswa
Rika Kartika
Pengaruh Model Pembelajaran Langsung terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Bina Bersaudara Medan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2 pada suatu aktivitas yang penuh sekaligusmengembangkan potensi pikir siswa kearah yang positif. Tetapi pada kenyataannya, siswa kurang dilibatkan pada aktivitas yang dapat mengembangkan dan mengasah imajinasi mereka. Siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat dan menghafal materi saja sehingga siswa beranggapan bahwa menulis puisi adalah suatu kegiatan yang sulit dan membosankan. Dengan menggunakan model pembelajaran langsung diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran menulis puisi. Model pembelajaran langsung ini menekankan pada wujud aktivitas siswa dalam mengekspresikan pikiran, perasaan dan imajinasinya dengan menggunakan bahasa tulis. Di sini guru bertindak sebagai model dengan menawarkan objek pembelajaran langsung. Selanjutnya, siswa dengan daya imajinasinya mengembangakan kata-kata menjadi baris puisi, begitulah seterusnya. Secara sistematis, siswa akan terbiasa memadukan kemampuan berimajinasi dengan diksi untuk menghasilkan sebuah karya yang berbentuk puisi.
Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang digunakan dalam pembuatan penelitian dengan cara menarik kesimpulan dari latar belakang masalah yang digunakan dalam pembuatan penelitaian dengan cara menarik kesimpulan dari latar belakang masalah.
Menurut Sugiyono (2013:55), rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Berdasarkan batasan di atas maka penulis merumuskan masalah agar kajian lebih fokus, jelas dan terperinci. Rumusan masalah dalam penilitian ini antara lain:
(a) Bagaimanakah kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Bina Bersaudara Medan Tahun Pembelajaran 2014-2015 dengan menggunakan model pembelajaran langsung? (b) Bagaimanakah kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Bina Bersaudara Medan Tahun Pembelajaran 2014-2015 dengan menggunakan Examples Non Examples? Dan (c) Apakah ada pengaruh model pembelajaran langsung terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Bina Bersaudara Medan?
METODE PENELITIAN
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model one group post test, yaitu perlakuan yang berbeda antara dua kelompok. Eksperimen dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat dari suatu perlakuan. Metode ini dilaksanakan dengan memberikan perlakuan pada dua kelompok siswa, yakni kelompok pretest dan posttest. Pretest menggunakan pengaruh model pembelajaran langsung dan post test menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples.
Penelitian eksperimen ini adalah one group pretest post-test design.
Arikunto(2009 : 212) bahwa “ one group pretest post-test design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding”. Di dalam desain penelitian ini sebelum dimulai perlakuan kelas diberi tes awal ( pre-test) untuk mengukur kondisi awal (O1). Selanjutya pada kelas eksperimen diberi perlakuan berupa pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung .
Tabel 1. Desain Eksperimenone Group Pretest Post-Test Design
No. Kelas Pretest Perlakuan Posttest
1. Eksperimen O1 X O2
Keterangan :
O1 = Pretest ( test awal ) model examples non examples
X = Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran langsung O2 = Post-test
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran langsung kempuan menulis puisi. Hal ini senada dengan pendapat Arikunto ( 2006 : 166 ) yang menyatakan bahwa “ Test dapat mengukur inteligensi (IQ), minat, kemampuan dasar ( bakat ), kepribadian. Dengan demikian, langkah yang ditempuh untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes. Tes tersebut akan diberlakukan untuk pretest dan posttest.
Pretest digunakan untuk menjaring data kemampuan menulis puisi sebelum dilakukan perlakuan, sedangkan post-test digunakan setelah perlakuan yaitu model pembelajaran langsung.
Tabel 4. Format atau Rubrik Penilaian N
o
Aspek Deskriptor Sk or
Nil ai
Rika Kartika
Pengaruh Model Pembelajaran Langsung terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Bina Bersaudara Medan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
3 1. Bait Bait-bait puisi adadan sesuai dengan ciri-ciri puisi baru 25
25 Bait-bait puisi ada
dan kurang sesuai dengan ciri-ciri puisi
10 Bait-bait puisi tidak ada dan kurang sesuai dengan ciri- ciri puisi baru.
5 2. Pemak
aian Bahasa
Pemilihan kata/diksi, ungkapan/majas, kalimat dalam peng embangan imajinasi sangat tepat.
25 25
Pemilihan kata/diksi, ungkapan/majas, kalimat dalam pengembangan imajinasi kurang tepat.
10
Pemilihan kata/diksi, ungkapan/majas, kalimat dalam pengembangan imajinasi tidak tepat
5
3. Isi Gagasan,
makna/pesan yang terkandung sangat baik.
25 25
Gagasan, makna/pe san yang
terkandung baik.
10 Gagasan, makna/
pesan yang
terkandung kurang baik.
5 4 Irama
dan Rima
Irama dan rima pada puisi sangat selaras
25 25
Irama dan rima pada puisi selaras 10 Irama dan rima pada puisi kurang selaras.
5 Total skor 10
0 Teknik Analisis Data
Data yang telah terkumpul selanjutnya akan dianalisis guna mencapai hasil yang maksismal. Langkah-langkah analisis tersebut dapat dilakukan dengan :
1. Mentabulasi data skor tes variable X dan Variable Y
2. Menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi data sample 3. Melakukan uji hipotesis dengan
menggunakan uji “t” dengan rumus :
to =
( Sudjono,2010:314) Keterangan :
To : Nilai t observasi
: Mean hasil dari data kelas eksperimen
: Mean hasil dari kelas kontrol
: Standar eror perbedaan kedua kelompok
Pembuktian dilakukan dengan membandingkan to dan tt dengan patokan:
jika to>tt maka Haditerima dan Ho ditolak danjika to < maka Ha ditolak dan HO
diterima.
HASIL PENELITIAN
1. Kemampuan Siswa Menulis Puisi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Langsung
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa jumlah nilai tertinggi untuk kemampuan menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran langsung adalah 92 dan nilai terendah adalah 48, sedangkan untuk jumlah nilai tertinggi pada kemampuan menulis puisi sebesar 2618.
2. Kemampuan Siswa Menulis Puisi dengan Model Example Non Example
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa jumlah nilai tertinggi data pretes untuk kemampuan menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran examples non examples dengan nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 46, sedangkan untuk jumlah nilai tertinggi data postest untuk kemampuan menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran langsung adalah sebesar 2345.
3. Uji Hipotesis
Setelah t0 diperoleh, selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan 5% atau 1% dengan dk = 36.
Pada tabel t dengan dk = 36 diperoleh taraf signifikan 5% = 2,03 dan taraf signifikan 1% = 2,72. Karena t0 yang diperoleh lebih besar dari tt yaitu 2,03 <
3,01 < 2,72 maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran langsung lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran Example Non Examples.
PEMBAHASAN
Setelah melaksanakan prosedur penelitian seperti menghitung rata-rata dan standar deviasi serta pengujian hipotesis, akhirnya dapat ditemukan hasil penelitian.
Pembelajaran menulis puisi yang diberikan kepada siswa kelas X SMA Bina
Rika Kartika
Pengaruh Model Pembelajaran Langsung terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Bina Bersaudara Medan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
4 Bersaudara Medan dengan menggunakanmodel pembelajaran langsung ternyata lebih efektif.
Pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang memungkinkan untuk siswa agar lebih leluasa mengenal lingkungan sekitar, lebih merangsang imajinasi serta rasa ingin tahu siswa, dengan demikian siswa selalu dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, melatih kemampuan siswauntuk berfikir sistematis, dan memberikan kesempatan siswa mengembangkan pengetahuannya.
Siswa berhasil menulis puisi dengan mudah dan benar dengan menggunakan model pembelajaran langsung, hal ini dikarenakan model pembelajaran langsung dekat sekali dengan alam dan lingkungan sekitar, dan pada dasarnya siswa sangat senang dengan kenyataan atau realita langsung yang dilihat oleh siswa.
Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata siswa yang mendapat perlakukan dengan model pembelajaran langsung lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran Example Non Examples.
Dari hasil pembelajaran dengan model pembelajaran langsung yang dilakukan bahwa nilai siswa lebih tinggi dibanding dengan model Example Non Examples. Maka secara keseluruhan, pengajaran dengan model pembelajaran langsung lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA Bina Bersaudara Medan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa paparan dibawah ini :
1. Kemampuan siswa menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran langsung lebih baik hasilnya dibandingkan dengan kemampuan siswa menulis puisi dengan model pembelajaran Example Non Examples. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung sebesar 72,72 sedangkan rata- rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples sebesar 65,14.
2. Kemampuan siswa menulis puisi dengan model pembelajaran Examples Non Examples tidak lebih baik , hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu sebesar 65,14.
3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung dengan hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak lanjut penelitian ini dikemukakan saran-saran sebagai berikut : 1. Model pembelajaran langsung
sebaiknya digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Guru bidang studi Bahasa Indonesia khususnya pihak sekolah supaya memperhatikan penggunaan strategi pembelajaran yang dapat mengoptimalkan hasil dari proses belajar siswa atau dengan kata lain menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.
3. Guru harus lebih maksimal dalam mengarahkan siswa untuk mencari fakta-fakta dan menghubungkan apa yang telah dipelajari di dalam kelas.
Kepada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti pada sekolah-sekolah lain dengan pokok bahasan yang berbeda agar dapat dijadikan sebagai studi perbandingan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Wahyuni Wiji. 2011. Skripsi.
Universitas Negeri Medan.
Arikunto, Suharmisi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjino, Anas.2008. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Widowati, 2007. Skirpsi. Universitas Negeri Semarang.
BAHASTRA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN: 2550-0848; ISSN Online : 2614-2988 Vol. 3, No. 2, Maret 2019
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
6 EFEKTIVITAS MODEL DEBAT TERHADAP KEMAMPUAN MEMBERIKANOPINI SISWA KELAS X SMA TAMAN SISWA Nila Safina
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UISU Medan [email protected]
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model debat apakah lebih efektif dibandingkan dengan model team quis dalam pembelajaran memberikan opini. Populasi penelitian ini berjumlah 44 siswa yang terdiri dari 2 kelas. Kelas XIPA1 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA2 dijadikan sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen Post-test only desain group (two group). Dari hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata post-test pada kelas eksperimen adalah 71,66 dengan standar deviasi 6,23 dan nilai rata- rata post-test di kelas kontrol adalah 57,75 dengan standar deviasi 5,52.
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan rumus Lilifors. Data yang diperoleh menunjukkan populasi berdistribusi normal, yaitu memiliki kemampuan yang setara di mana Lhitung ≤ Ltabel (0,1092 ≤ 0,187) untuk nilai post-test kelas eksperimen dan Lhitung ≤ Ltabel (0,1409 ≤ 0,190) untuk nilai post-test di kelas kontrol. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan rumus Varians. Berdasarkan rumus yang digunakan, diperoleh nilai Fhitung≤ Ftabel(1,27 ≤ 2,00). Hal ini kemampuan populasi bersifat homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus thitung. Berdasarkan uji hipotesis nilai thitung= 3,46 sedangkan nilaittabel = 2,018 sehingga thitung ≥ ttabel. Dengan demikian, Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa model debat lebih efektif dibandingkan dengan model teamquis terhadap kemampuan memberikan opini siswa kelas X SMA Taman Siswa Medan
Kata kunci: Pengaruh, Model Debat, Opini
Abstract. This study aims to determine whether the debate model is more effective than the team quiz model in giving opinion. The population of this study amounted to 44 students consisting of 2 classes. The XIPA1 class is used as the experimental class and the IPA X class is used as the control class. The sampling technique used was purposive sampling. This research was conducted using the experimental research method Post-test only design group (two group). From the results of data analysis obtained the average post-test value in the experimental class is 71.66 with a standard deviation of 6.23 and the post-test average value in the control class is 57.75 with a standard deviation of 5.52. The normality test is done using the Lilifors formula. The data obtained shows that the population is normally distributed, that is having equal abilities where Lhitung ≤ Ltabel (0.1092 ≤ 0.187) for the post-test value of the experimental class and Lhitung ≤ Ltable (0.1409 ≤ 0.190) for the post-test value in class control. The homogeneity test is carried out using the Variance formula. Based on the formula used, the value of Fcount abel Ftable (1.27 ≤ 2.00) is obtained. This population ability is homogeneous.
Hypothesis testing is done using the formula tcount. Based on the hypothesis test the value of tcount = 3.46 while the value of tabel = 2.018 so that tcount ≥ t table. Thus, Ha is accepted and it can be concluded that the debate model is more effective compared to the teamquis model of the ability to give opinions of class X students of SMA Taman Siswa Medan
Keywords: Influence, Debate Model, Opinion PENDAHULUAN
Keberhasilan sebuah interaksi komunikasi dalam pembelajaran maka dibutuhkan pemanfaatan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pemilihan model pembelajaran yang tepat menentukan pencapaian tujuan dalam proses belajar-mengajar. Model belajar-
mengajar adalah bagian utuh (terpadu, integral) dari proses pendidikan- pengajaran.
Pada persoalan ini, penulis akan membahas mengenai kemampuan siswa dalam memberikan opini dengan menggunakan model debat, karena model ini menuntut partisipasi yang sungguh- sungguh dari peserta didik. Efektivitas
Megan Asri Humaira
Lagu Permainan Rakyat “Layang-Layang” sebagai Sastra Lisan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
7 dari penggunaan model ini sangatdipengaruhi oleh sejauh mana pengalaman dan pengetahuan peserta didik.
Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memberikan opini terhadap tulisan, penulis mencoba menggunakan model debat yang jarang digunakan oleh guru dalam mengajar. Model ialah cara guru menjelaskan suatu pokok bahasan (thema, pokok masalah) sebagai bagian kurikulum (isi, materi pengajaran), dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan pengajaran (tujuan institusional, tujuan pembelajaran umum dan khusus).
Tujuan mempelajari bahasa secara umum pada tingkat menengah dalam Standar Kompetensi Lulusan dan pengembangan Silabus (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2007: 3) adalah
mengembangkan kemampuan
berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan yang mencakup empat kecakapan kebahasaan, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Model pembelajaran tidak hanya memberikan pengalaman-pengalaman konkrit tetapi juga membantu peserta didik berinteraksi secara benar. Di duga untuk mencapai kecakapan berbahasa tersebut khususnya dalam meningkatkan kemampuan berargumen dalam pembelajaran keterampilan berbicara maka siswa tepat di ajar dengan menggunakan model pembelajaran debat.
Melalui debat siswa dilatih dan dituntut untuk mampu berargumen dan mempertahankan argumen agar pendapat- pendapat yang disampaikan dapat diterima oleh audiens.
Dari pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam memberikan opini masih tergolong rendah, sehingga perlu dikaji lagi dengan mencari faktor-faktor utama
penyebabnya, kurangnya
pengetahuansiswa tentang membuat opini disebabkan karena penggunaan teknik yang digunakan guru sewaktu mengajar materi ini kurang tepat.
Berdasarkan kenyataan di atas, maka diharapkan model debat dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan memberikan opini oleh siswa. Dengan kata lain siswa diharapkan lebih terampil dalam memberikan opini dengan menggunakan model debat.
Berdasarkan uraian pada latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah yang telah dipaparkan di atas maka perlu dirumuskan masalah yang akan diteliti agar penelitian ini terarah, maka permasalahan dalam penelitian ini akan dirumuskan sebagai berikut: (a) Bagaimana kemampuan memberikan opini siswa kelas X SMA Tamansiswa Medan dengan menggunakan model debat? (b) Bagaimana kemampuan memberikan opini siswa kelas X SMA Tamansiswa Medan dengan menggunakan model TeamQuis? Dan (c) Apakah penggunaan model debat lebih efektif dibandingkan dengan modelTeamQuis terhadap kemampuan memberikan opini siswa kelas X SMA Tamasiswa Medan?
METODE PENELITIAN
Berdasarkan jenisnya penelitian ini merupakan penelitian
Post-test only desain group (two group). Dengan pola sebagai berikut :Tabel 1. Desain Eksperimen Kelompok Perlakuan Post-
test
X IPA1 X T
X IPA2 Y T
Keterangan :
O2 : Pemberian Post test X : Perlakuan dengan metode pembelajaran model debat Y : Perlakuan dengan metode pembelajaran model team quis E : Kelas Eksperimen
K : Kelas Kontrol
Instrumen Penelitian
Data penelitian tersebut adalah data kemampuan siswa menulis memberikan opini. perlakuan Data ini diperoleh sebelum dan sesudah sampel menerima perlakuan yaitu pembelajaran dengan model debat.
Secara operasional, kemampuan memberikan opini adalah skor atau nilai yang diperoleh siswa atas
kemampuannya dalam
mengungkapkan opini yang bersifat
argumentatif yaitu disertai alasan yang
kuat, organisasi opini (berupa kohesi
dan koherensi), ekspresi saat
memberikan opini secara lisan, bahasa
opini yang jelas, singkat, padat, dan
menarik melalui perdebatan (lisan) dan
tes tertulis untuk pemantapan. Sejalan
dengan defenisi operasional di atas,
maka instrumen penelitian yang
digunakan peneliti untuk mengetahui
Megan Asri Humaira
Lagu Permainan Rakyat “Layang-Layang” sebagai Sastra Lisan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
8efektivitas model debat terhadap
kemampuan memberikan opini adalah tes.
Menurut pendapat Arikunto (2002:198) “yang mengatakan bahwa tes dapat mengukur inteligensi (IQ), tes minat, tes bakat khusus, dan sebagainya”. Tes tersebut akan diberlakukan untuk pos-test.
Tabel 2. Kriteria Penilaian Kemampuan Memberikan Opini
No Aspek yang Dinilai Skor Total Skor 1 ISI
Apabila:
a. Bersifat argumentatif (berisi pendapat dengan alasan yang kuat dan logis).
b. Kurang bersifat argumentatif (berisi pendapat dengan alasan yang kurang kuat dan logis).
c. Tidak bersifat argumentatif (tidak berisi pendapat dengan alasan yang kuat dan logis).
20
10
5
20
a. Koheren dengan permasalahan ditugaskan.
b. Kurang koheren dengan
permasalahan ditugaskan.
c. Tidak koheren dengan
permasalahan ditugaskan.
20
10
5
20
2 BAHASA
Apabila:
a. Bahasanya singkat, padat dan jelas
b. Bahasanya kurang singkat, padat dan jelas
c. Bahasanya tidak singkat, padat dan jelas
20
10
5
20
a. EYD tepat b. EYD kurang tepat c. EYD tidak tepat
20 10 5
20
a. Pilihlah kata tepat b. Pilihlah kata
kurang tepat c. Pilihlah kata tidak
20 10 5
20
tepat
JUMLAH 100
Dengan peringkat yang dikemukakan oleh Sudijono (2007:24) sebagai berikut:
Tabel 3. Standar Skor menurut Sudijono (2007:24)
Teknik Analisis Data
Sebelum ujian hipotesis dilakukan maka perlu terlebih dahulu ditentukan nilai rata-rata, standar deviasi, dan uji persyaratan analisis yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Adapun langkah-langkah tersebut yaitu:
1.
Mentabulasi nilai kelas eksperimen (variabel x)2.
Mentabulasi nilai kelas kontrol (variabel y)3.
Mencari mean kelompok eksperimen (x) dengan rumus sebagai berikut : MX = ∑4.
Mencari mean kelompok kontrol (y) dengan rumus sebagai berikut : MX = ∑5.
Mencari standar deviasi skor kelas eksperimen (x) dengan rumus sebagai berikut :SDX= ∑
6.
Mencari standar deviasi skor kelas kontrol (y) dengan rumus sebagai berikut :SDX= ∑
7.
Mencari standar error mean kelas eksperimen (x) dengan rumus sebagai berikut :SEMX =
√
8.
Mencari standar error mean kelas kontrol (y) dengan rumus sebagai berikut :SEMY =
√
9.
Mencari standar error perbedaan mean kelas eksperimen dan kelas kontrol (x dan y) dengan rumus sebagai berikut :Skor 85- 100
Baik sekali A Skor 70-
84
Baik B
Skor 55- 69
Cukup C
Skor 40 – 54
Kurang D
Skor 0- 39 Kurang sekali E
Megan Asri Humaira
Lagu Permainan Rakyat “Layang-Layang” sebagai Sastra Lisan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
9SEMX – MY = SE + SE
Keterangan :
MX = Mean skor kelas eksperimen MY = Mean skor kelas kontrol
∑X = Jumlah skor kelas eksperimen
∑Y = Jumlah skor kelas kontrol N1 = Banyaknya skor kelas
eksperimen
N2 = Banyaknya skor kelas kontrol SDX = Standar Error mean kelas
eksperimen
SDY = Standar Error mean kelas kontrol
SEMX-MY = Standar Error perbedaan
kedua kelas
Pengujian persyaratan analisis
a. Uji normalitas variabel dengan Menggunakan Lilifoer
Uji kenormalan dilakukan secara parametik dengan menggunakan penaksir rata-rata pada simpangan baku. Uji yang digunakan adalah uji lilifoer. Misalnya, kita mempunyai sampel acak dengan hasil pengamatan X1, X2,...Xn. berdasarkan sampel ini akan diuji hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal melawan hipotesis tandingan bahwa hipotesis tidak normal.
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut, kita tempuh prosedur sebagai berikut :
1) Menyusun skor siswa dalam bentuk tabel.
2) Skor mentah X1, X2,...Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2,...Zn dengan rumus sebagai berikut :
Zi = Keterangan : Zi = Bilangan baku
= Rata-rata skor siswa S = Standar Deviasi
3) Untuk setiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(Z1)
= P(Z ≤ Zi)
4) Menghitung proporsi Z1, Z2, Z3,...Zn
yang lebih kecil sama dengan Zi, jika proporsi ini dinyatakan dengan S (Zi), maka :
S (Z1) = , ,….. = ( )
5) Menghitung selisih F (Zi) – S (Zi) kemudian ditentukan harga mutlaknya.
6) Mengambil harga yang paling besar di antara harga-harga mutlak selisih
tersebut. Harga terbesar ini disebut LO
= Lhitung
Jika Lhitung ≤ Ltabel untuk taraf nyata α = 0,05, maka data distribusi normal dan hipotesis diterima. Sebaliknya, jika Lhitung ≥ Ltabel maka data berdistribusi tidak normal dan hipotesis ditolak.
b. Uji homogenitas
Pada proses pengujian homogenitas dua varians, akan dilakukan homogenitas data terhadap data post test dengan rumus yang dikemukakan oleh Sugiyono (2013:276), yaitu : F = Keterangan : = Varians terbesar
= Varians terkecil
Kriteria pengujian data adalah terima Ho jika Fhitung< Ftabel dengan hipotesis :
Ho = = Ho = ≠
c. Menguji hipotesis
Menurut Sugiyono (2013:273), penelitian yang membandingkan sebelum dan sesudah treatment atau perlakuan, atau membandingkan kelompok kontrol dengan eksperimen, maka digunakan Ttest
separated varian, yaitu : thitung =
Keterangan :
t = Distribusi t x1 = Mean variabel x x2 = Mean variabel y
s = varian terbesar (variabel x) s = varian terkecil (variabel y) n1 = jumlah sampel di kelas eksperimen
n2 = jumlah sampel di kelas kontrol
Di mana varian (S2) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : S2 = ( ) ( )
Keterangan :
n1 = Jumlah sampel kelompok eksperimen
n2 = Jumlah sampel kelompok kontrol
S1
2 = Standar deviasi kelompok terbesar (kelas eksperimen) S22
= Standar deviasi kelompok terkecil (kelas kontrol)
Untuk menguji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan to dengan ttabel pada derajat kebebasan N1 + N2 – 2 dan tingkat kepercayaan t. s. Α 0,05 (5%). Dengan ketentuan tolek Ho jika to> ttabel dan Ha
Megan Asri Humaira
Lagu Permainan Rakyat “Layang-Layang” sebagai Sastra Lisan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
10 diterima, atau diterima Ho jika to< ttabel danHa ditolak.
HASIL PENELITIAN 1. Data pretest dan post test
Pada kelas eksperimen digunakan model debat, sebagaimodel yang akan diujicobakan dan pada kelas kontrol digunakan model team quis sebagai model pembanding. Berdasarkan treatment atau perlakuan yang telah diberikan kepada kedua kelas, maka diperoleh nilai terendah dan tertinggi dari kedua kelas tersebut.
Pada kelas eksperimen, diperoleh nilai terendah 60, tertinggi 80 dan nilai rata-rata 71,66 dengan standar deviasi 6,23.
Sedangkan di kelas kontrol diperoleh nilai terendah 45, tertinggi 60dan nilai rata-rata 57,75 dengan standar deviasi 5,52.
2. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji lilifors.Dari hasil perhitungan pada lampiran VI, maka diperoleh harga Lhitung untuk masing- masing kelas, kemudian dikonsultasikan dengan Ltabel pada lampiran X di mana Lhitung< Ltabel yang berarti sampel kedua kelas berdistribusi normal.
Tabel 4. Uji Normalitas Data N
o Dat a
Kelas Lhitung Ltabel Hasil 1
2 Post -test Post -test
Kontrol Eksperim en
-0,1409 0,1092
0,190 0,187
Normal Normal
3. Uji Homogenitas Data
Untuk mengetahui homogen atau tidaknya populasi penelitian, dapat dilakukan dengan menggunakan uji F.
Hasil perhitungan uji homogenitas pada lampiran VII kemudian dikonsultasikan dengan Ftabel pada lampiran XII, maka dapat disimpulkan bahwa Fhitung< Ftabel
yang berarti bahwa populasi berdistribusi homogen.
Tabel 5. Uji Homogenitas Data N
o
Kelas Varians Fhitung Ftabel Hasil 1 Ekspe
rimen
6,23 1,27 2,00 Homogen 2 Kontr
ol
5,52
4. Uji Hipotesis
Berdasarkan pada tabel IX dan X di atas, maka penelitian telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan pengujian hipotesis.Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah “model debat lebih efektif daripada model team quis dalam
pembelajaran memberikan opinisiswa kelas X SMA Tamansiswa Medan tahun pembelajaran 2014/2015”.
Tabel 6. Uji Hipotesis Data N
o
Kelas Nilai rata-rata
Fhitung Ftabel Hasil
1 2
Eksperime n
Kontrol
71,66 57,75
1,27 2,00 Ha diterima Berdasarkan perhitungan uji
hipotesis pada lampiran VIII diperoleh harga thitung = 3,46 pada taraf signifikansi α
= 0,05, dk = 42 (24+20–2) dan harga ttabel
= 2,018 (dengan interpolasi). Kemudian dibandingkan antara thitung dengan ttabel
diperoleh thitung ≥ ttabel atau 3,46 ≥ 2,018 yang berarti hipotesis diterima.
PEMBAHASAN
Berdasarkan rumusan masalah penelitian, maka hasil penelitian ini adalah : (a) Nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah diberikanpost-test dengan menggunakan model debat adalah 71,66.
Hal ini berarti kemampuan terhadap memberikan opini siswa X SMA Tamansiswa Medan dikategorikan baik;
(b) Nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah diberikanpost-test dengan menggunakan model team quis terhadap memberikan opini adalah 57,75. Hal ini berarti kemampuan terhadap memberikan opini X SMA Tamansiswa Medan dikategorikan cukup; dan (c) Hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan di kelas kontrol. Hal ini berarti penggunaan modeldebat lebih efektif dibandingkan dengan model team quis dalam kemampuan terhadap memberikan opini siswa X SMA Taman Siswa Medan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Kemampuan terhadap memberikan opini dengan model debat dikategorikan baik, karena nilai rata- rata hasil belajar siswa setelah diberikanpost-test adalah 71,66.
2. Kemampuan terhadap memberikan opini dengan menggunakan model team quis dikategorikan cukup, karena nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah post-test adalah 57,75.Berdasarkan analisis yang diperoleh, hasil homogenitas dalam penelitian ini adalah Fhitung ≤ Ftabel(1,27≤ 2,00), hal ini kemampuan populasi bersifat homogen.
Megan Asri Humaira
Lagu Permainan Rakyat “Layang-Layang” sebagai Sastra Lisan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
11 Berdasarkan hasil hipotesis dalampenelitian ini yaitu Ha diterima dengan nilai thitung ≥ ttabel (3,46 ≥ 2,018).
3. Maka dari hasil analisa terhadap rumusan hipotesis menunjukkan bahwa model debat lebih efektif dibandingkan dengan model team quis dalam pembelajaran memberikan opini oleh siswa kelas X SMATaman Siswa.
SARAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan, maka penulis menyarankan :
1. Kemampuan siswa dalam memberikan opini perlu di tingkatkan. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan model yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas. Salah satu media pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran memberikan opini adalah model debat.
Berdasarkan hal itu, disarankan agar para guru bahasa dan sastra Indonesia menggunakan model debat ketika memberikan pembelajaran opini.
2. Penggunaan model debat dalam pembelajaran memberikan opini menuntut guru bahasa dan sastra Indonesia untuk memiliki pemahaman dan kemampuan dalam merancang model tersebut. Oleh karena itu, disarankan agar guru mempelajarinya terlebih dahulu sebelum dapat merancang dan menggunakannya dalam pembelajaran memberikan opini.
3. Pada saat meneliti, peneliti menilai siswa sangat antusias dan termotivasi pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model debat. Hal ini berarti, penggunaan model pembelajaran yang bervariasi dalam setiap kegiatan pembelajaran dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsini. 2009. Manajemen Penelitian. Jakasrta: rimeka Cipta Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Dan Praktek. Rineka Cipta.
Jogiyanto. 2006. Pembelajaran Metode Kasus. Yogyakarta: Andi Offset
Sudjana. 1992. Metode Statistika.
Bandung: Tarsito.
Sudjono, Anas. 2007. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
BAHASTRA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN: 2550-0848; ISSN Online : 2614-2988 Vol. 3, No. 2, Maret 2019
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
12 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENTDIVISION MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X
SMA SETIA BUDI ABADI Deliani
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UISU Medan [email protected]
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaranstudent teams achievement division (STAD) menggunanakan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Setia Budi Abadi. Populasi penelitian ini siswa kelas X SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan sebanyak 70 orang. Sampel yang digunakan yaitu total sampling, ditetapkan kelas X MIA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA2 sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian Two group post test design. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data penugasan yaitu menulis puisi (essay). Dari pengolahan data diperoleh, hasil nilai rata-rata kemampuan menulis puisi dengan model pembelajaran STAD menggunakan media Audio Visual 78,2 dan nilai rata-rata kemampuan menulis puisi menggunakan model pembelajran CIRC adalah 73,1. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh Thitung =3,080 dan Ttabel
=1,992.Kemudian di bandingkan antara Thitung Ttabel maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Diperoleh Thitung
Ttabel = 3,0801,992 sehingga dapat dinyatakan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis terdapat pengaruh model pembelajaran STAD menggunakan media Audio Visual dalam kemampuan menulis puisi. Dengan demikian model pembelajaran STAD menggunakan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.
Kata Kunci : Model Pembelajaran STAD, Media Audio Visual, Menulis Puisi
Abstract. This research aims to discribe the influence of Student Teams Achievement Division (STAD) learning model using audio visual media to the ability of students class X setia budi abadi senior high school in writing poem. The population is 70 students. Sampling technique used is total sampling, which stated that students of class X MIA1 as experiment class and MIA2 as control class. Experiment method with Two Group Post Test Design is applied. The instruments used to obtain the data isessay in writing poem. The result shows that average score of the ability in writingpoem using STAD learning medel with audio visual asthe medium is 78,2 and using CIRC lerning model 73,1. Based on hypothesis test, it is obtained that Tcount = 3,080 and Ttable = 1,992. From the value of Tcount Ttable, it is obtained that Ha is accepted and Ho rejected. It can be concluded that there is influence of the use of STAD learning model using audio visual media to the ability in writing poem. Reseach result shows that STAD learning mode using audio visual media can improve ability of students in writing poem.
Keywords: STAD Learning Model, Audio Visual Media, Writing poem PENDAHULUAN
Menulis merupakan salah satu kegiatan yang harus dihadapi siswa dalam proses pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan menulis diharapkan siswa dapat menuangkan ide-ide atau gagasan yang baik yang bersifat ilmiah maupun imajinatif. Oleh karena itu, sekolah tempat mengenyam pendidikan diharapkan dapat memberikan pembelajaran tentang menulis dengan baik melalui model
pembelajaran dan media yang tepat sehingga potensi dan daya kreatifitas siswa dapat tersalurkan.
Pembelajaran menulis harus banyak bersifat aplikatif, dengan menggunakan pelatihan-pelatihan kegiataan menulis. Kegiatan tersebut memungkinkan siswa gemar, dan akhirnya memiliki kemampuan dan terbiasa menulis. Kemampuan menulis bukanlah suatu kemampuan yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata.
Deliani
Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division Menggunakan Media Audio Visual terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa
Kelas X SMA Setia Budi Abadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
13 Siswa tidak akan memperoleh kemampuanmenulis hanya dengan mencatat apa yang ia dengar.
Pembelajaran kemampuan menulis memiliki berbagai macam bentuk.
Salah satunya adalah kemampuan menulis puisi. Menulis puisi merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil pembelajaran kemampuan menulis pada Sekolah Menengah Atas belum memuaskan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia, masalah yang peneliti temukan pada siswa kelas X MIA yaitu prestasi siswa dalam hal menulis terutama menulis puisi masih rendah.
Observasi yang dilakukan penulis menemukan bahwa kemampuan menulis puisi yang diajarkan disekolah selama ini menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC) tanpa disertai upaya- upaya dari guru guna menarik perhatian siswa, guru kurang menggunakan model dan media pembelajaran menulis yang bervariasi sehingga membuat siswa kurang aktif dan cepat merasa bosan.
Berdasarkan permasalan tersebut, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Dibutuhkan adanya suatu pengajaran yang kreatif dari guru dalam menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat dan menarik, sehingga siswa lebih mudah dalam menulis puisi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, salah satu upaya yang ditempuh oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi adalah dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division melaluimedia Audio Visual. Model pembelajaran STADmerupakan model pembelajaran yang beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.
Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut.
Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut secara individu.
Sedangkan media yang digunakan berupa Audio Visual untuk merangsang imajinasi siswa untuk menghasilkan ide, sehingga
dengan melihat dan memperdengarkan Audio Visual maka dapat membantu siswa dalam menciptakan suasana yang nyaman dan dapat merangsang daya imajinasi siswa dalam menulis puisi yang kreatif.
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: (a) Bagaimana kemampuan siswa menulis puisi menggunakan model pembelajaran STAD dengan menggunakan media Audio Visual oleh siswa kelas X SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan? (b) Bagaimana kemampuan siswa menulis puisi menggunakan model pembelajaran CIRColeh siswa kelas X SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan? Dan (c) Apakah terdapat pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran STAD menggunakan Media Audio Visual dalam menulis puisi oleh siswa kelas X SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan?
METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan struktur yang sangat penting karena berhasil tidaknya ataupun tinggi rendahnya kualitas hasil penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan dalam memilih metode penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu Two Grouppost-test design.
Tabel 4. Desain Penelitian
Kelas Perlakuan Post-test Eksperimen (X
MIA1)
X T1
Kontrol (X MIA2)
Y T2
Keterangan:
Y :Mengguanakn Model pembelajaran CIRC
X :Mengguanakn Model Pembelajaran STAD menggunakan Media Audio Visual.
T1 dan T2 :Tes Akhir (Post-test) yang diberikan pada kelas eksperimen (X MIA1) dan kelas kontrol (X MIA2).
B. Instrumen Penilaian
Instrumen penelitian merupakan alat bantu untuk mencari data penelitian.
Arikunto (2006:136) mengatakan, “ Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih muda diolah”. Oleh karena itu, benar atau tidak suatu data sangat menentukan mutu instrumen pengumpulan data. Hal ini dikarenakan data merupakan bahan penting yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian,
Deliani
Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division Menggunakan Media Audio Visual terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa
Kelas X SMA Setia Budi Abadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
14 mencari sesuatu yang akan digunakanuntuk mencapai tujuan dan membuktikan hipotesis penelitian.
Menurut Arikunto ( 2010 : 226 ), “ Tes adalah kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi ( IQ ), tes minat, tes bakat khusus, dan
sebagainya”. Sebagai faktor penting terhadap tercapainya keberhasilan penelitian ini, maka dalam penelitian ini menggunakan tes unjuk kerja yaitu tes menulis puisi oleh siswa sebagai instrumen dalam penelitian ini. Ada pun cara yang digunakan dalam penilaian tes unjuk kerja tersebut dapat dlihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2. Kisi-kisi Postes Kemampuan Menulis Puisi
No. Aspek yang dinilai Deskripsi Penilaian Skor Skor Maksimal
1 .
Keselarasan Unsur Fisik Puisi.
a.Diksi (Pilihan kata) b.Imajinasi
c.Bahasa Figuratif (Gaya bahasa)
d.Kata Konkret e.Rima dan Irama f.Tata Wajah
a.
1.Keselarasan unsur fisik puisi memuat keenam unsur fisik puisi.
2.Keselarasan unsur fisik puisi memuat kelima unsur fisik puisi.
3.Keselarasan unsur fisik puisi memuat keempat unsur fisik puisi.
4.Keselarasan unsur fisik puisi memuat ketiga unsur fisik puisi.
5. Keselarasan unsur fisik puisi memuat kedua unsur fisik puisi.
6. Keselarasan unsur fisik puisi memuat satu unsur fisik puisi.
60 50 40 30 20 10
60
2 .
Keselarasan unsur batin puisi.
a. Tema b. Amanat c. Perasaan
d.Nada dan suasana
1. Keslarasan unsur batin puisi memuat keempat unsur batin puisi.
2. Keselarasan unsur batin puisi memuat ketiga unsur batin puisi.
3. Keselarasan unsur batin puisi memuat dua unsur batin puisi.
4. Keselarasan unsur batin puisi memuat satu unsur btain puisi.
40
30
25
10
40
Total Skor 100
Tabel 3. Standar Skor
Skor 85 - 100 Sangat Baik A
Skor 70 – 84 Baik B
Skor 55 – 69 Cukup C
Skor 0 – 54 Kurang D
Nilai = x 100
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini data yang diolah data kemampuan menulis puisi pada kelas X MIA SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan. Data yang telah dikumpul selanjutnya akan dianalisis.
Langkah-langkah analisis tersebut dapat dilakukan dengan:
1. Mentabulasi skor kelas eksperimen (X),
2. Mentabulasi skor kelas kontrol (Y), 3. Menentukan skor tertinggi dan skor
terendah dari hasil post test kelas eksperimen (X),
4. Menentukan skor tertinggi dan skor terendah dari hasil post test kelas kontrol (Y),
5. Mencari mean kelas eksperimen (X) dan kelas kontrol (Y) dengan rumus:
=∑ Keterangan:
= Rata-rata
∑ = Jumlah frekuensi = Jumlah sampel
(Sudjono, 2014:85) 6. Mencari standar deviasi kelas eksperimen (X) dan kelas kontrol (Y) dengan rumus :
Deliani
Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division Menggunakan Media Audio Visual terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa
Kelas X SMA Setia Budi Abadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
15= ∑
Keterangan:
= Standar deviasi.
f = Jumlah dari hasil perkalian antara frekuensi masing- masing interval dengan kuadrat jumlah frekuensi x .
N = Jumlah sampel. (sudjono 2014:159) 7. Mencari standar error mean kelas
eksperimen (X) dan kelas kontrol (Y) dengan rumus :
SEm = Keterangan:
SEm : Besarnya kesesatan Mean Sampel SD : Deviasi standar dari variabel yang diteliti
N : Number of case (banyaknya subjek yang diteliti)
1 : Bilangan konstan
(Sudijono, 2014:282) 8. Mencari standar error perbedaan mean kelas eksperimen (X) dan kelas kontrol (Y) dengan rumus:
SEmx-my = +
Keterangan:
Semx-my = Standar error perbedaan kedua kelas
SEmx = Standar error kelas eksperimen SEmy = Standar error kontrol
(Sudijono, 2014:283) 9. Pengujian persyaratan analisis.
a. Uji normalitas variabel penelitian menggunakan uji lilifoers.
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji lilifoers dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Data X1,X2, X3,...Xn dijadikan bilangan baku Z1,Z2, Z3,...Zn dengan menggunakan rumus:
Zi =
~
Keterangan : x = Rata-rata s = Standar deviasi
2) Untuk tiap bilangan baku dihitung dengan menggunakan daftar distribusi normal baku kemudian dihitung peluang demgan rumus :
F (Zi) = P (Z ≤ Zi)
3) Selanjutnya menghitung proposi Z1,Z2,
Z3,...Zn yang diambil dari Zi S(Zi) = , , ,...
4) Menghitung selisih F (Zi) – S(Zi) kemudian menetapkan harga mutlaknya.
5) Ambil harga yang paling mutlak selisih tersebut yang disebut Lo keriterianya adalah dengan taraf nyata =0,05 hipotesis nol ditolak bahwa populasi berdistribusi normal jika Lo yang diperoleh dari data pengamatan, lebih besar dari harga .
(Sudjana, 2005:99) B. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah data mempunyai varians yang homogen atau tidak . Pengujian homogenitas dengan uji bartlet dengan rumus sebagai berikut:
= 10 ( −( 1) S )
Keterangan:
B = koefesien bartlet
S = varians dari kelompok lebih besar
−1 = derajat kebebasan tiap kelompok (Sudjana 2005:262) C. Pengujian Hipotesis Menggunakan Uji
“t”
Uji hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut:
t = Keterangan:
= Banyak siswa pada sampel kelas eksperimen ( )
= Banyak siswa pada kelas kontrol ( )
= Varian kelas eksperimen ( )
= Varian kelas kontrol ( )
= Rata-rata skor (post test) siswa kelas
eksperimen ( )
= Rata-rata skor (post test) siswa kelas kontrol ( )
Setelah mendapatkan nilai , selanjutnya diberikan iterprestasi dengan nilai pada tabel nilai “t”
(tabel “t”) dengan ketentuan : jika nilai t lebih besar dari pada harga kritik “t” yang tercantum pada tabel, maka hipotesis diterima, sedangkan nilai t lebih kecil dari pada harga kritik “t” maka hipotesis ditolak.
(sudjana, 2005:239) HASIL PENELITIAN
1. Analisis Data Kelas Eksperimen Berdasarkan Data Hasil analisis Belajar Siswa Menulis Puisi Di Kelas Eksperimen (X), nilai kemampuan menulis puisi diperoleh penyebaran nilai 60 sampai 95 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dalam kemampuan menulis puisi dengan Model Pembelajaran STAD menggunakan Media Audio Visual yaitu 2740:35= 78,2. Dengan demikian, hasil kemampuan menulis puisi dengan Model Pembelajaran STAD menggunakan Media Audio Visual pada kategori baik yaitu dengan nilai-nilai rata-rata 78,2.
2. Analisis Data Kelas Kontrol (Y) Berdasarkan hasil analisisi, nilai kemampuan menulis puisi diperoleh penyebaran nilai 55 sampai 85 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dalam kemampuan menulis puisi dengan Model Pembelajaran CIRCyaitu 2560:35= 73,1.
Dengan demikian, hasil kemampuan