Bahaya Gawai Bagi Kesehatan Mata
Tiada hari tanpa gawai, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, sebagian di antara kita seakan-akan tak mau lepas dari gawai. Gawai memang ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi sangat berguna, seperti untuk mencari informasi yang tidak terdapat pada buku bacaan dan untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Tapi di sisi lain juga merugikan jika tidak digunakan secara bijak, contohnya membuat kecanduan, lupa akan waktu, dan terbentuknya sikap individualis. Salah satu bahaya gawai adalah merusak mata, terutama pada anak-anak. Mengapa demikian?
Menurut sebuah studi oleh National Eye Institute, anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa karena mata mereka menyerap lebih banyak cahaya biru dari perangkat digital dibandingkan orang dewasa. Survei di Amerika, 27-35% orang Amerika melaporkan mengalami salah satu gejala seperti sakit kepala, penglihatan kabur, dan sakit leher atau bahu setelah menggunakan perangkat elektronik. Dikutip dari We Are Social mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan untuk mengakses internet dan menggunakan gawai rata-rata 8 jam 58 menit dalam sehari, ini bukan angka yang wajar tetapi melebihi batas yang telah ditentukan. Beberapa fakta sudah membuktikan bahwa efek samping dari gawai terutama pada kesehatan yaitu bisa menyerang kesehatan pada mata kita, diantaranya 50-90% pengguna gawai mengalami kelelahan mata atau lebih dikenal dengan istilah Computer Vision Syndrom.
Penggunaan gawai terlalu lama bisa merusak mata apalagi bila gawai dipakai untuk bermain game maupun melihat sosial media. Penggunaan gawai pada anak juga sangat berpengaruh terjadinya kelainan refraksi mata. Karena gawak, tablet, dan komputer memancarkan sinar biru yang berdampak buruk bagi mata.
Kebiasan buruk lain yang sering kita lakukan adalah jarak antara mata dan layar gawai teramat dekat. Cara ini membuat mata semakin melotot, belum lagi terpapar sinar layar yang penuh radiasi dan tingkat kecerahannya yang tinggi. Jadi, faktor rusaknya mata atau penglihatan adalah kebiasaan, seperti membaca sambil tiduran, bermain gawai dibawah penerangan yang kurang, dan keseringan bermain gawai. Bisa dibayangkan, betapa beratnya kerja mata kita.
Kini telah diketahui efek dari perkembangan teknologi yang dilihat dari sisi kesehatan manusia. Paparan cahaya yang dipancarkan oleh layar gawai dapat memengaruhi kesehatan, karena sinar biru yang menghambat hormon melatonin dan meningkatkan hormon estrogen. Durasi tidur yang pendek memicu gangguan-gangguan kesehatan lainnya. Jadi, kita harus bersikap bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. Gunakan sesuai dengan kebutuhan agar tidak menimbulkan dampak yang negatif.