• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Fase pembelahan

N/A
N/A
Enina Estheria

Academic year: 2023

Membagikan "Belajar tentang Fase pembelahan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Fase pembelahan Pendahuluan

- Ikan tengadak banyak ditemui di sungai dan daerah genangan kawasan tengah hingga ke hilir bahkan di bagian muara sungai (air tawar)

- Ikan tengadak dapat hidup pada pH 5-7, oksigen terlarut 5-7 ppm, dan suhu 25-37 °C serta diperairan yang kurang subur hingga sedang.

- Embriogenesis yaitu keseluruhan proses yang meliputi proses perkembangan telur ikan setelah pembuahan (pembuahan) sampai organogenesis sebelum telur ikan menetas (Raharjo et al. 2011).

- Hasil pengamatan fase perkembangan embrio pada ikan tengadak secara garis besar meliputi fase pembelahan (cleavage), morula, blastula, gastrula, segmenetasi, dan penetasan. Kusmini et al. (2018) melaporkan perkembangan dan bentuk embriogenesis ikan tengadak secara umum dapat melalui beberapa fase antara lain: sel tunggal, blastomer, blastula, gastrula, neurula, dan organogenesis.

- Pengamatan fase perkembangan embrio ikan tengadak diawali dari fase pembelahan sel dilakukan pada menit ke-0 sampai menit ke-30 setelah pembuahan.

- Fase ini ditandai terbentuknya dalam sel sebuah ruang yang berukuran kecil dan butiran minyak telah terkumpul pada kutub vegetal. Pembelahan sel terjadi dari 2 (dua) sel sampai fase morula.

Fase pembelahan

- Pembelahan Zigot: Setelah fertilisasi, zigot (hasil gabungan sel telur dan sperma) mengalami beberapa tahap pembelahan mitosis awal. Pada awalnya, pembelahan ini menghasilkan dua sel identik yang disebut blastomer. Pembelahan zigot berlanjut, dan jumlah blastomer terus bertambah.

- Fase cleaveage atau pembelahan adalah perkembangan embrio ikan tengadak diawali dengan proses pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit sel kecil yang membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, sampai fase morula akhir (Hijriyati 2012 dan Lestari 2016).

(2)

- Fase cleavage terjadi setiap 10 menit.

- Hasil pengamatan pada fase cleavage embrio ikan tengadak terjadi selama 30 menit setelah telur pembuahan, hasil ini lebih cepat jika dibandingkan dengan ikan tawar lainnya.

- Setiap jenis ikan pada fase perkembangan embrio sangat tergantung dari kondisi lingkungan terutama suhu air. Menurut Wahyuningtias et al. (2015) pada suhu lingkungan yang baik perkembangan embrio, penetasan telur, dan kelangsungan hidupan awal larva ikan dapat berlangsung dengan normal. Pada suhu yang tinggi akan mempercepat metabolisme, sehingga perkembangan embrio akan semakin cepat, dan dapat menghambat proses penetasan atau menyebabkan kematian pada larva (Redha et al. 2014). Suhu yang baik untuk pembenihan ikan air tawar berkisar antara 25-31 ºC (Poto 2019)

- Pada fase cleavage embrio spesies ikan tor berlangsung selama 10 jam (Cahyanti et al.

2020). Selanjutnya proses perkembangan embrio pada spesies Oryzias woworae terjadi selama 1 jam 20 menit (Agatha et al. 2021). Sedangkan hasil pengamatan pada fase cleavage embrio pada ikan tawes berlangsung selama 2 jam 24 menit setelah pembuahan (Naskuroh et al. 2018).

- Pada fase pembelahan sel, terdapat butiran minyak (oil droplets) terus bergerak ke arah kutub vegetal. Selama fase ini, sel melakukan mitosis terus menerus secara cepat sehingga menjadi sel-sel berukuran lebih kecil yang disebut blastomer (Rahardjo dkk., 2011).

- Segmentation cavity atau rongga segmentasi ini dikanl sebagai blastosol atau rongga pembelahan yang nantinya akan berisi cairan pada fase blastula. Pada fase pembelahan ini terbentuk masih berupa rongga yang kecil yang seiring berjalannya waktu akan berkembang menjadi rongga yang besar.

Referensi

Dokumen terkait

BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel

Tulang rawan berkembang dari sel-sel mesenkim yang berdiferensiasi menjadi kondroblas. Melalui mitosis, sel-sel ini membelah dan tumbuh, dan membuat matriks tulang

rata-rata pada dua sel baru yang terbentuk dari sel induk yang mengalami pembelahan yang berfungsi dalam proses pertumbuhan pada manusia, mengganti sel-sel yang rusak, apabila

Pembelahan I pada sel telur ikan mandarin terjadi pada jam 19:43 WIBT atau setelah pemijahan dengan interval waktu 31 menit sudah menghasilkan zigot yang membelah menjadi dua sel

Bahan yang digunakan pada praktikum pembelahan sel adalah pewarna asetokarmin, larutan HCl 1 M, bagian meristem akar umbi bawang bombay (Allium sp.) yang masih aktif

Penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu 1) membandingkan viabilitas embrio pada setiap tahap perkembangan (8 sel, morula, dan blastosis) setelah

Pada fase ini zigot yang terbentuk dari hasil pertemuan sperma dan ovum akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan proses pembelahan sel.. Pembelahan zigot

Pembelahan I pada sel telur ikan mandarin terjadi pada jam 19:43 WIBT atau setelah pemijahan dengan interval waktu 31 menit sudah menghasilkan zigot yang membelah menjadi dua sel