• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Hasil Koreksi Geometrik

N/A
N/A
Zaimatul Ulya

Academic year: 2024

Membagikan "Belajar tentang Hasil Koreksi Geometrik"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

I. BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN I.1 Hasil

I.1.1 Hasil Koreksi Geometrik

Berikut merupakan hasil koreksi geometrik yang dilakukan oleh kelompok X-A menggunakan metode image to map rectification.

Gambar IV- 1 Hasil Koreksi Geometrik

Gambar IV- 2 Hasil RMSE

Gambar IV- 3 Hasil CE90

(2)

I.1.2 Hasil Kalibrasi Radiometrik

Berikut adalah hasil koreksi radiometrik dengan metode gain-offset, brightness temperature, dan juga otomatis. Adapun hasil rangkuman kalibrasi radiometrik menggunakan tiga metode dapat dilihat pada Tabel IV-1.

Tabel IV- 1 Hasil Koreksi Radiometrik

Band ke- Gain offset Brightness

Temperature

Otomatis Reflectanc

e

Radiance Radiance

Band 1 Min 0,077834 35,712517 - 0,004376

Max 0,893787 410,09887 7

- 0,820328

Band 2 Min 0,057831 27,169994 - 0,005199

Max 0,953343 447,91723 6

- 0,900688

Band 3 Min 0,032683 14,152016 - 0,003129

Max 1,004622 434,97610

5 - 0,975089

Band 4 Min 0,018251 6,663403 - 0,005517

Max 1,077176 393,27551 3

- 1

Band 5 Min 0,01406 3,14131 - 0,009257

Max 1,255764 280,56640 6

- 1

Band 6 Min -0,000318 -0,017648 - 0,005013

Max 1,110018 61,676624 - 1

Band 7 Min 0,002255 0,042209 - 0,009788

Max 1,047279 19,613047 - 1

Band 8 Min 0,027112 11,200932 - -

Max 0,984434 406,75051 9

- -

Band 9 Min -0,000318 -0,027827 - -

Max 0,083564 7,29663 - -

Band 10 Min - 6,057784 -1,126007 -1,276001

Max - 10,661389 34,245422 34,095428

Band 11 Min - 5,253364 -7,708038 -7,858032

Max - 9,4957 31,522736 31,372742

1. Metode Gain dan Offset

(3)

Gambar IV- 4 Histogram Sebelum Reflectance

Gambar IV- 5 Histogram Setelah Reflectance

Gambar IV- 6 Histogram Sebelum Radiance

Gambar IV- 7 Histogram Setelah Radiance 2. Metode Brightness Temperature

(4)

Gambar IV- 8 Histogram Band 10 Sebelum Brightness Temperature

Gambar IV- 9 Histogram Band 10 Setelah Brightness Temperature

Gambar IV- 10 Histogram Band 11 Sebelum Brightness Temperature

Gambar IV- 11 Histogram Band 11 Setelah Brightness Temperature 3. Metode Otomatis

(5)

Gambar IV- 12 Visualisasi Citra Setelah Kalibrasi Radiometrik Otomatis

Gambar IV- 13 Histogram Sebelum Kalibrasi Radiometrik Otomatis

Gambar IV- 14 Histogram Setelah Kalibrasi Radiometrik Otomatis I.1.3 Hasil Koreksi Atmosferik

Berikut merupakan hasil dari koreksi atmosferik Kelompok X-A.

(6)

Gambar IV- 15 Citra Sebelum Koreksi Atmosferik

Gambar IV- 16 Citra Setelah Koreksi Atmosferik

Gambar IV- 17 Histogram Band 2 Sebelum Koreksi Atmosferik

(7)

Gambar IV- 18 Histogram Band 2 Setelah Koreksi Atmosferik

Gambar IV- 19 Histogram Band 3 Sebelum Koreksi Atmosferik

Gambar IV- 20 Histogram Band 3 Setelah Koreksi Atmosferik

(8)

Gambar IV- 21 Histogram Band 4 Sebelum Koreksi Atmosferik

Gambar IV- 22 Histogram Band 4 Setelah Koreksi Atmosferik I.1.4 Hasil Orthorektifikasi Citra Satelit

I.1.5 Hasil Klasifikasi Supervised I.1.6 Hasil Klasifikasi Unsupervised

I.2 Pembahasan

I.2.1 Pembahasan Koreksi Geometrik

Koreksi geometrik harus dilakukan untuk menghilangkan distorsi geometrik yang ada pada citra satelit. Koreksi ini bertujuan untuk memperbaiki bias pada penggunaan sistem koordinat yang ada pada citra dengan sistem koordinat sebenarnya. Citra Landsat 8 yang digunakan pada praktikum kali ini masih memiliki kesalahan geometrik, hal tersebut dapat terjadi karena variasi pada sensor di bumi dan akibat konversi data koordinat bumi menjadi yang sebenarnya

(9)

pada permukaan bumi yang dilakukan pengamatan. Distorsi geometrik menyebabkan perubahan piksel, baik dari bentuk maupun lokasinya, sehingga digital number nya tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Maka dari itu, dilakukan transformasi geometri untuk menempatkan kembali posisi piksel pada tempat yang seharusnya. Metode yang digunakan berupa image to map rectification, merupakan metode dengan meregistrasi citra ke peta untuk transformasi sistem koordinat citra ke koordinat peta.

Setelah dilakukan proses koreksi geometrik menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,117442. Nilai RMSEr yang didapat tersebut telah memenuhi persyaratan bahwa tidak lebih dari 1, sehingga dapat dikatakan bahwa proses koreksi geometrik ini telah berhasil dilakukan. Sistem proyeksi yang sebelumnya berupa WGS 1984/UTM Zone 49 N diubah menjadi WGS 1984/UTM Zone 49 S, dikarenakan citra yang digunakan berlokasi di Jawa Tengah tepatnya Kota Semarang sehingga termasuk ke pembagian zona UTM Indonesia pada 49S. Uji akurasi juga dilakukan untuk klasifikasi skala dan menentukan kelas ketelitiannya, dilihat dari hasil hitungan CE90 yang didapat. Nilai CE90 yang didapat sebesar 11,11801259m sehingga termasuk kelas 2 apabila ingin melakukan pembuatan peta 2 kecamatan pada skala 1:50000

I.2.2 Pembahasan Kalibrasi Radiometrik

Koreksi radiometrik ditujukan untuk memperbaiki nilai piksel agar sesuai dengan yang seharusnya dan biasanya mempertimbangkan faktor gangguan atmosfer sebagai sumber kesalahan utama. Adapun tujuan dari kalibrasi radiometrik ini, yaitu untuk mengubh data pada citra yang umumnya disimpan dalam bentuk Digital Number (DN) menjadi radiance atau reflectance. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam koreksi radiometrik, yaitu :

1. Metode Gain dan Offset

Dilakukan dua metode, yaitu metode reflectance dan radiance. Pada metode reflectance, citra Landsat 8 Band 1 sebelum dilakukan konversi Digital Number ke TOA Reflectance (ρ) memiliki nilai minimum 8,254 dan nilai maksimum 21,190 Kemudian setelah dilakukan perhitungan dengan raster kalkulator nilai minimumnya menjadi 0,077834 dan nilai maksimum menjadi 0,893787. Pada metode radiance, nilai minimum nya

(10)

menjadi 35,712517 dan nilai maksimum setelah dikoreksi menjadi 410,098877.

2. Metode Brightness Temperature

Pada metode ini, Band yang dapat dikonversi adalah Band 10 dan 11 yang merupakan Band Sensor Thermal InfraRed Sensors (TIRS). Hasil konversi Digital Number ke TOA Radiance (L) pada Band 10 dengan metode Brightness Temperature menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai minimum dan maksimum. Nilai minimum Band 10 sebelum dikonversi menunjukkan nilai 19,566, sedangkan setelah dikonversi nilai minimumnya menunjukkan nilai -1,126007. Sementara itu, nilai maksimum Band 10 sebelum dikonversi menunjukkan nilai 30,643 sedangkan setelah dikonversi nilai maksimumnya menunjukkan nilai 34,245422.

3. Metode Otomatis

Pada metode ini, proses konversi dilakukan secara otomatis tanpa memasukkan rumus pada menu raster kalkulator, melainkan menggunakan Semi-auto Classification Plugin. Hasil konversi Digital Number ke TOA pada Band 1 dengan metode Automatic menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai minimum dan maksimum. Nilai minimum Band 1 sebelum dikonversi menunjukkan nilai 8,254, sedangkan setelah dikonversi nilai minimumnya menunjukkan nilai 0,004376. Sementara itu, nilai maksimum Band 1 sebelum dikonversi menunjukkan nilai 21,190, sedangkan setelah dikonversi nilai maksimumnya menunjukkan nilai 1.

I.2.3 Pembahasan Koreksi Atmosferik

Koreksi atmosferik dilakukan untuk mengilangkan pengaruh atmosfer (molekul dan partikel) yang ikut serta menghamburkan sinyal sebelum direkam oleh sensor. Hasil dari koreksi atmosferik dapat dilihat dari nilai minimum dan maksimum yang ditunjukkan pada masing-masing histogram baik sebelum maupun sesudah dilakukan koreksi atmosferik.

1. Koreksi atmosferik pada band 2

Pada band 2 nilai minimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 7518, sedangkan nilai minimum setelah dikoreksi menjadi 0,00546225. Untuk

(11)

nilai maksimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 17224, sedangkan pada hasil setelah dikoreksi menjadi 0,734439.

2. Koreksi atmosferik pada band 3

Pada band 3 nilai minimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 7038, sedangkan nilai minimum setelah dikoreksi menjadi 0,00372724. Untuk nilai maksimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 16539, sedangkan pada hasil setelah dikoreksi menjadi 0,772847.

3. Koreksi atmosferik pada band 4

Pada band 4 nilai minimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 6211, sedangkan nilai minimum setelah dikoreksi menjadi 0,00575581. Untuk nilai maksimum sebelum dikoreksi menunjukkan angka 16536, sedangkan pada hasil setelah dikoreksi menjadi 0,863083.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis hubungan antara biomassa di atas permukaan tanah dengan nilai digital masing – masing band pada citra Landsat 8 yang telah dilakukan fusi citra dengan

Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa dalam penelitian ini semua variabel mempunyai nilai rata-rata yang cukup tinggi mendekati nilai maksimum, sehingga dapat

Analisis hubungan antara biomassa di atas permukaan tanah dengan nilai digital masing – masing band pada citra Landsat 8 yang telah dilakukan fusi citra dengan menggunakan

Data pada tabel menunjukkan bahwa untuk nilai hasil belajar matematika, menunjukkan nilai tertinggi adalah 85 dari nilai maksimum yang bisa dicapai adalah 100,

≤ 65 3 20% Belum Tuntas Jumlah 15 100% Nilai Maksimum 85 Nilai Minimum 30 Rata-rata 67,33 Pada tabel 3 tersebut dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa pada materi

Rangkuman distribusi skor hasil belajar siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar Statistik Nilai statistik Ukuran sampel 22 Skor maksimum 92 Skor minimum 53 Jangkauan 39 Skor

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar 47 Nilai Maksimum Nilai Minimum Range Skor Rata-rata Median Modus Standar Deviasi Variansi

Normalized Burn Ratio pada Citra Landsat-8 OLI dirumuskan sebagai berikut: Keterangan: NBR : Normalized Burn Ratio NIR : Nilai spektral saluran Near InfraRed Band 5 pada Landsat-8