KEDAULATAN TERITORIAL
Kedaulatan yang dimiliki oleh suatu
negara dalam melaksanakan yurisdiksi eksklusif di wilayahnya
1
Aspek Utama Kedaulatan menurut Hukum Internasional
Aspek ekstern kedaulatan hak setiap negara untuk bebas
berhubungan dengan negara lain
Aspek intern kedaulatan hak
eksklusif negara untuk menentukan kinerjanya
2
Aspek teritorial kedaulatan
kekuasaan penuh dan eksklusif yang dimiliki negara terhadap individu
dan benda yang ada di wilayahnya
3
Pengertian kedaulatan
Pengertian negatif negara tidak tunduk pada ketentuan HI dan kekuasaan apapun dan dari manapun datangnya tanpa
persetujuan negara
Pengertian positif kedaulatan memberikan pimpinan yang tertinggi atas rakyat dan
memberi wewenang penuh untuk mengeksploitasi sumber alam
4
Kemerdekaan menunjukkan negara tersebut berdaulat,
mengutamakan kekuasaan eksklusif dalam melaksanakan kebijakannya
5
Hakim Max Huber dalam kasus Island of Palma
ArbiterHuber berpendapat Kedaulatan mempunyai 2 ciri penting :
- Prasyarat hukum adanya suatu negara
- Menunjukkan negara tersebut merdeka
6
Dua aspek kedaulatan teritorial
Aspek positif berkait dengan hak eksklusif kompetensi suatu negara
Aspek negatif kewajiban untuk tidak mengganggu negara lain
7
Kedaulatan mencakup tiga dimensi
Darat
Laut
Udara
8
4 type rezim wilayah suatu negara
Kedaulatan teritorial
Tidak berada di bawah kedaulatan suatu negara
Res nullius (Wilayah yg dapat dimiliki oleh negara)
Res communis (Wilayah bersama..example :Hak Bersama menggunakan laut dan bebas dr gangguan pembajakan
9
CARA PEROLEHAN WILAYAH
MENURUT HUKUM INTERNASIONAL
Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB :
Dlm melksanakan hub.int, semua anggota harus mencegah tindakan2 yg merupakan ancaman atau kekerasan thdp kedaulatan/kemrdekaan politik negara lain
10
Prinsip Penguasaan atas wilayah
Prinsip efektifitas (kpemlknwil ditentukn berlaku efektif peraturan hukum nas. Dwil.neg tsb(berhub dgn fungsi pengawasan dn fungsi2 negra)
Prinsip Uti Possidetis(batas wil neg mengikuti batas2 wil.dr neg.yg mendudukiny
Prinsip Larangan Penggunaan Kekerasan
Prinsip Penyelesaian Sengketa Secara Damai
Prinsip Penentuan Nasib Sendiri 11
CARA PEROLEHAN WILAYAH
MENURUT HUKUM INTERNASIONAL
A. OCCUPATION
B. ANNEXATION
C. AKRESI
D. PRESCRIPTION
E. CESSION
F. PLEBICITE
12
A. OCCUPATION (PENDUDUKAN)
Perolehan wil.thp wilyg tidak berada dbawah penguasaan negara manapun baik krn wil. Baru maupun wil. Yg
ditinggalkn neg.semula
Mengandung 2 unsur pokok : - penemuan
- pengawasan efektif/ penguasaan efektif
Contoh : Island of Palma
13
A. OCCUPATION (PENDUDUKAN)
Selain itu, harus ada niat dan keinginan untuk menjadi yang berdaulat.
Contoh : Eastern Greenland(kasus denmark- norwegia
Syarat Okupasi :
Dilak.oleh negara
Atas daerah yg tidak bertuan
Pemukiman dgn jangka waktu wajar dn brsifat menetap
Penguasaan efektif
Ada maksud utk bertindak sbg pemegang kedaulatan atas wil.
14
Antartica Treaty, 1959
kesepakatan negara-negara untuk tidak melakukan klaim atas Antartika
2 teori tentang seberapa jauh hak suatu pendudukan:
- teori kontinuitas (continuity) - teori kontiguitas (contiguity)
15
B. ANNEXATION (ANEKSASI)
Cara pemilikian wilayah berdasarkan kekerasan
Pengambilan dg paksa wil. Negara lain Istilah lain : - penaklukan (conquest)
- subjugasi (subjugation)
16
Larangan penggunaan kekerasan : - Briand-Kellog Pact 1928
- Pasal 2 (4) Piagam PBB
- Pengadilan Perang Nuremberg
Kecuali untuk war of national liberation
17
ANNEXATION
Suatu anksasi yg merupakan hasil dari agresi kasar yang dilakukan oleh suatu negara
terhadap negara lain atau dihasilkan dari penggunaan kekerasan yg bertentangan
dengan piagam PBB tidak boleh diakui oleh negar2 lain
18
C. AKRESI
Perolehan wilayah melalui proses alam, harus secara berangsur-angsur, namun pada
perkembangannya proses scr bertahap tidak dpermasalhkn
Example :tahun 1986 terjadi erupsi gunung berapi bawah laut yang menyebabkan
terbentuknya wilayah baru di kedaulatan peraiiran Jepang dekat pulau Iwo Jima
19
D. PRESCRIPTION (PRESKRIPSI)
Pemilikan wilayah oleh suatu negara yang telah diduduki dalam jangka
waktu yang lama dan dengan sepengetahuan pemiliknya
20
Syarat sahnya preskripsi menurut Fauchille dan Johnson:
- dilaksanakan secara a titre de
souverain(tuj menguasai scr damai - secara damai dan tidak ada protes - bersifat publik
- terus menerus
21
E. CESSION (CESSI)
Pengalihan wilayah secara damai
Prinsip : tidak boleh melebihi hak pemilik
22
F. PLEBICITE (PLEBISIT)
Pengalihan wilayah melalui pilihan penduduknya
23
Reklamasi Singapura Reklamasi Singapura
P9
P8 P1
P2
P3
P4
P5 P6
P7 Q4
Q3
Q2 Q1
SEKTOR-I
SEKTOR-II
SEKTOR-III
SEKTOR-IV
KEPALA JERIH
BATAM
P. TOLOP
SELAT SINGAPURA
S I N G A P O R E
BATAM
Selat Singapura
24
KEDAULATAN NEGARA ATAS WILAYAH LAUT
Grotius : Mare Liberum, 1609
Konferensi Kodifikasi Hukum
Internasional oleh LBB, tahun 1930 : - nationality
- territorial waters
- tanggung jawab negara
25
Konferensi Hukum Laut I, Jenewa, 1958
I. Laut teritorial dan Jalur tambahan
II. Laut lepas
III. Landas kontinen
IV. Perikanan dan perlindungan sumber kekayaan hayati
26
Konferensi Hukum Laut III, Montego Bay, Jamaika, 1982
UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea), mengatur tentang : - Internal waters
- Territorial sea
- Contiguous zone
- Exclusive economuc zone - Continental shelf
- High sea Area
27
Zona-zona Maritim menurut UNCLOS 1982
Continental margin
28
12 MIL 12 MIL
24 MIL 24 MIL LAUT
LAUT
TERITORIAL TERITORIAL
LAUTLAUT LEPALEPA SS
ZEEZEE
PERAIRAN PERAIRAN PEDALAMAN PEDALAMAN
200 MIL
200 MIL LANDAS LANDAS KONTINEN KONTINEN
ZONA ZONA
TAMBAHAN TAMBAHAN
29
Bagian Laut yang Merupakan Wilayah Negara
Perairan Pedalaman
(internal waters)
Laut Teritorial
(territorial sea)
Perairan Kepulauan
(archipelagic waters)
1. Laut yg terletak pada sisi darat dari garis pangkal; atau
2. Laut yg terletak pada sisi darat dari garis penutup teluk
Laut yg terletak pada sisi luar (sisi laut) dari garis pangkal dengan lebar
maksimum 12 mil
Perairan yg terletak pada sisi darat dari garis pangkal lurus kepulauan, dan
menghubungkan pulau-pulau dari suatu Negara Kepulauan
30
Kedaulatan negara atas selat
Negara tepi selat mempunyai kedaulatan atas selat yang
bersebelahan dengan wilayah
daratan, hanya saja ada hak lintas transit bagi kapal asing
31
32
BAGIAN LAUT DIMANA NEGARA MEMILIKI HAK-HAK BERDAULAT ATAS Sumber Daya Alam
ZEE
(exclusive
economic zone)
Landas Kontinen
(continental shelf)
Bagian dari laut lepas yg
berbatasan dgn laut teritorial
sampai dengan jarak 200 mil dari garis pangkal
Dasar laut dan tanah dibawahnya (sea-bed and subsoil) yg
berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut teritorial, s/d minimal 200 mil; maksimal 350 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter.
33
KEDAULATAN NEGARA ATAS RUANG UDARA
cujus est solum, ejus est usque ad coelum
Kedaulatan negara di ruang udara baru dirasa penting setelah meletusnya
Perang Dunia I
34
Konvensi Paris 1919, pasal 1:
the High Contracting Parties
recognize that every Power has
complete and exclusive sovereignty over the air space above its territory,
… and the territorial waters adjacent thereto.
35
Konvensi Chicago, 1944
Pasal 1
Pasal 5 : the right of innocent passage
2 perjanjian yang dihasilkan:
- International Air Services Transit Agreement, 7 Desember 1944
- International Air Transport Agreement, berisi 5 kebebasan di udara
36
5 kebebasan di udara :
Fly across foreign territory without landing
Land of non traffic purposes
Disembark in a foreign country traffic originating in the state of origin of the aircraft
37
Pick-up in a foreign country traffic
destined for the state of origin of the aircraft
Carry traffic between two foreign countries
38
KEDAULATAN NEGARA ATAS RUANG ANGKASA
Resolusi MU PBB No. 1962 (XVIII), 13 Des 1963:
- eksplorasi angkasa untuk semua umat manusia - benda angkasa tidak bisa dimiliki oleh negara - setiap kegiatan harus sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB
- negara bertanggung jawab atas kegiatan di angkasa - yurisdiksi yang berlaku : tempat pendaftaran
pesawat
- negara wajib menolong astronot yang berada dalam bahaya
39
Resolusi MU PBB No. 2222 (XXI), 14 Des 1966:
- Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer
Space, including the Moon and other Celestial Bodies
- Rescue Agreement, 1968 - Liability Convention, 1972
- Regristration Convention, 1975 - Moon Agreement, 1980
40
KEDAULATAN NEGARA ATAS DAERAH PERBATASAN
A. Daerah Perbatasan
Contoh: kasus the Temple (kuil Preah Vihear)
41
B. Sungai
tentang hak negara tepi sungai dan negara lain
3 pendapat tentang hak lintas sungai:
- terbatas pada masa damai
- hak tersebut hanya ada pada negara yang dilewati
- hak tersebut tidak terbatas
Helsinki Rules on the Use of Waters of International Rivers, 1966
42
Servitute
Hak negara lain di wilayah suatu negara
Hak tersebut dapat terjadi antar negara atau karena kepentingan masyarakat internasional
43