• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Manajemen Produksi

N/A
N/A
ni'mah izati atiko putri

Academic year: 2024

Membagikan " Belajar tentang Manajemen Produksi "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

Manajemen Produksi adalah segala kegiatan didalam menciptakan dan menambah kegunaan sesuatu barang atau jasa untuk kegiatan-kegiatan dimana dibutuhkan faktor-faktor produksi .

Manajemen adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan nilai barang/jasa melalui transformasi input menjadi output.

Manajemen yaitu proses pengarahan & pengawasan mengubah bentuk input menjadi barang/jasa. Menurut definisi tersebut diatas, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan :

❑ Sistem, Yaitu sistem transformasi yang memproduksi barang atau jasa.

❑ Keputusan, Menyatakan pengambilan keputusan sebagai unsur penting dalam manajemen Performansi

Planning ialah perencanaan dari suatu kegiatan, yang berisi tujuan dan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapainya. Termasuk didalamnya pembuatan visi dan Misi.

Misi: perencanaan penggunaan Sumber daya produksi.

Organizing ialah pengaturan sumber daya yang untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan pada fungsi planning, termasuk menentukan Struktur Organisasi dalam sub sistem operasi juga menentukan dan mengatur kebutuhan sumber daya, wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

Input yang digunakan dapat bersifat sederhana atau kompleks.

Proses transformasi merupakan kegiatan penambahan nilai, yang berkaitan dengan a. Efisiensi

b. Kualitas c. Fleksibilitas

Output berupa barang atau jasa.

Fungsi Manajemen performansi adalah bagian dari organisasi yang ada terutama untuk membuat dan menghasilkan produk perusahaan, barang maupun jasa.

Pendistribusian merupakan rangkaian kegiatan pemindahan/pengangkutan barang dari produsen sampai pada konsumen dengan menggunakan transportasi darat, laut, sungai, atau udara.

(2)

BAB 2

Desain produk dan jasa Meliputi;

a. Angkutan sebagai penunjang pembangunan ekonomi b. Angkutan sebagai prasarana ekonomi

Operasional Angkutan KA 1. Sumberdaya Manusia 2. Prasarana KA

4. Sarana KA

5. Pengoperasian KA

6. Fasilitas Operasional KA.

Angkutan sebagai penunjang pembangunan ekonomi

-

Pembangunan ekonomi selalu membutuhkan jasa angkutan yang sangat memadai, dan tanpa adanya transportasi yang memadai sulit untuk mencapai pertumbuhan pembangunan yang pesat.

- Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam perkembangan ekonomi adalah :

a.

Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi dan jasa yang dapat dihasilkan para konsumen industri dan pemerintah.

b.

Mengembangkan industri nasional yang dapat menghasilkan devisa serta mensupply pasaran dalam negeri.

c.

Menciptakan dan memelihara tingkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.

d.

Mempertinggi intergritas bangsa.

e.

Mempertinggi ketahanan dan pertahanan nasional.

EKONOMI

 Fungsi transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

 Hubungan antara tingkat kegiatan ekonomi dengan kebutuhan menyeluruh akan angkutan dengan peningkatan aktivitas ekonomi, maka kebutuhan akan angkutan meningkat pula.

 Faktor-faktor kebutuhan ekonomi yang berhubungan dengan angkutan dari suatu jenis barang tergantung dari pada sifat barang dan kegunaan ekonominya.

 Jadi transportasi menciptakan kegunaan tempat, dengan mengangkut suatu jenis barang dari suatu tempat ke tempat lain agar dapat dimanfaatkan tempat tersebut.

 Faktor-faktor exteren yang tidak sama sebagai contoh hasil produksi rokok

diangkut dengan biaya angkutan yang relatif tinggi dibanding dengan hasil produksi lainnya seperti halnya produksi tembakau mempunyai sifat angkutan dengan biaya rendah karena sifat kepadatan dan ringkas, tidak mudah rusak dan diangkut dalam jumlah besar secara teratur.

 Untuk barang yang bernilai tinggi dapat dibebankan biaya angkut yang relatif tinggi.

 Sedangkan barang-barang dengan nilai rendah dapat diangkut dengan biaya yang

(3)

lebih rendah dari biaya angkutan sesungguhnya.Oleh: Ir. Muhardjito, MM Kapasitas angkut adalah kemampuan suatu alat angkutan untuk memindahkan muatan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu tertentu.

SIFAT BARANG YANG DIANGKUT

 Mencangkup sifat fisik, berat, isi dan bentuk, menguap, mencair dan sebagainya, nilainya diukur dalam rupiah.

 Contoh suatu gerbong tanki dapat mengangkut minyak 40 ton dan tidak akan sanggup mengangkut sejumlah manusia dengan berat yang sama, disini bentuk fisik menentukan kapasitas angkut dari gerbong tersebut.

JENIS ALAT ANGKUT

 Mencakup sifat-sifat dari alat angkutan yang bersangkutan, apakah alat tersebut bergerak di daratan, dilaut atau diudara.

 Selain itu dari jenis-jenis angkutan dijalan raya, diatas rel, di laut dapat dikelompokan dalam jenis sarana penumpangnya.

 Dengan kata lain jenis alat angkut tertentu, menunjukkan kapasitas angkut dengan jenis muatan yang tertentu pula.

JARAK YANG DITEMPUH

 Mencakup kondisi fisik yang menunjukkan apakah pada waktu tertentu jarak antara A dan B dapat di tempuh melalui darat, laut, udara atau kombinasi.

 Kondisi daratan, laut dan udara dibagi-bagi menurut sifat alamiah yang berlaku dalam jarak tersebut.

 Apakah jalan kereta api tersebut banyak tikungan, naik turunan, atau munculnya persaing baru dalam angkutan.

KECEPATAN RATA-RATA

 Secara normal menunjukkan kemampuan alat angkut yang bersangkutan untuk mengangkut muatan sesuai dengan jenisnya dalam waktu rata-rata yang diperlukan waktu berhenti untuk mengisi bahan bakar juga telah diperhitungkan.

 Pengertian kapasitas angkut pada dasarnya berlaku untuk semua jenis alat angkutan.

LOKASI

 Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penentuan lokasi industri atau pabrik adalah tersedianya jasa pengangkutan.

 Transportasi merupakan faktor yang penting diperhitungkan karena aktivitas pengangkutan meliputi mengangkut, memindahkan sampai ketempat tujuan yang membutuhkan biaya.

DESAIN TATA LETAK

Dalam analisa lebih lanjut untuk menentukan lokasi industri atau pabrik sebagai patokan utama adalah biaya transportasi.

SUMBER DAYA MANUSIA

Meningkatkan keandalan, perencanaan, pelaksanaan dan pengengdalian bekerja.

Menyempurnakan sistem prosedur kerja serta emplementasinya.

Meningkatkan keahlian, keterampilan dan sikap kerja secara terus-menerus.

Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Peningkatan komunikasi dan koordinasi dalam bekerja sama antara staff dan pimpinan.

(4)

Meningkatkan WASKAT.

Meningkatkan disiplin kerja dan team work.

SUPPLY

Penyedia jasa transportasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan

permintaan jasa transportasi yang mempunyai sifat, karakteristik dan aspek teknis yang berlainan yang akan mempengaruhi jasa angkutan yang ditawarkan.

 Supply jasa-jasa angkutan dapat dibedakan dari sebagai berikut:

Peralatan yang digunakan.

Kapasitas yang tersedia.

Kondisi teknis alat angkut yang dipakai.

Produksi jasa yang dapat diserahkan oleh perusahaan.

Dari sisi penyedia jasa harus memperhatikan pengguna jasa angkutan merasa puas terhadap:

Keamanan.

Ketepatan.

Keteraturan.

Kenyamanan.

Kecepatan.

Kesenangan.

Kepuasan

Referensi

Dokumen terkait

Mesin pemindah bahan adalah salah satu alat yang digunakan untuk.. memindahkan muatan yang berat dari suatu tempat ke tempat lain dalam

Truk besar dengan kapasitas angkut (tonase) mencapai lebih dari 8 ton yang banyak digunakan untuk jasa2. angkutan peti kemas dan

Angkutan adalah sarana memindahkan barang dan orang dari satu tempat ketempat lain, prosesnya dapat dilakukan menggunakan sarana angkutan berupa kendaraan atau tanpa

Alat ini juga mampu memindahkan material secara horizontal sesuai dengan panjang jib (working arm) dan dapat berputar 360o. Kapasitas beban maksimal yang dapat di angkut tower

Waktu edar adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh alat mekanis baik alat muat maupun alat angkut untuk melakukan satu siklus kegiatan produktivitas dari awal sampai akhir dan

(e) Pembangunan dan rehabilitasi alat-alat angkutan darat untuk memenuhi kebutuhan penjaluran setjara tjepat dari pada barang-barang impor/ekspor dan

Terminal angkutan barang sebagai tempat untuk memuat dan membongkar muatan barang, untuk mendukung simpul distribusi barang pada skala lokal dan regional. Kabupaten Grobogan

Hubungan koefisien alat dan kapasitas produksi kapasitas produksi Koefisien alat adalah waktu yang diperlukan (dalam satuan jam) oleh suatu alat Koefisien alat adalah waktu