• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Sektor Pertanian

N/A
N/A
Joshua Evan

Academic year: 2024

Membagikan "Belajar tentang Sektor Pertanian"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Kabupaten Gunung Mas merupakan salah satu Ka- bupaten di Provinsi Kalimantan Tengah terbentuk dari Undang-Undang No. 5 Tahun 2002. Secara geografis Kabupaten Gunung Mas terletak pada posisi ± 0°-18’ 00” Lintang Selatan sampai dengan ± 01° 40’ 30” Lintang Selatan dan ± 113° 01’ 00” Bujur Timur sampai dengan ± 114° 01’ 00” Bujur Timur.

Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas 10.804 Km², jika dibandingkan dengan Kabupaten lain, maka lu- as wilayah Kabupaten Gunung Mas tersebut menempati urutan terluas ke-6 dengan per- bandingan luas 7,04 persen terhadap luas Provinsi Kalimantan Tengah yang terbagi dalam 12 Kecamatan, 13 Kelurahan dan 114 Desa, jumlah penduduk tahun 2012 sebanyak 138.402 jiwa. Batas wilayah Kabupaten Gunung Mas :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Sintang Provinsi Ka- limantan Barat

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya

Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kapuas.

G AMBARAN UMUM

Pemerintah Kabupat en Gunung Mas Badan Perencanaan Pemb angunan Daerah

(Bappeda)

Jalan Brigjend Katamso No. 99 Kuala Kurun Kode Pos 74511, Telp. (0537) 3032575

Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah Email : [email protected]

BIDANG PENANAMAN MODAL BAPPEDA

2014

(2)

Sektor Pertanian

Meliputi sub sektor :

A. Tanaman Bahan Pangan

Lahan pertanian sangat luas untuk pengembangan tanaman padi.

Sesuai dengan program Pemerintah untuk swasembada pangan maka saat ini akan dipersiapkan sekitar 15.000 Ha. Tanaman yang diusahakan oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas adalah padi, jagung, ubi kayu,ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai. Sayur- sayuran meliputi kacang panjang, cabe, terong, ketimun, kangkung dan bayam. Bupati Gunung Mas telah memberi arahan tentang apa yang harus ditonjolkan dalam pengembangan prospek daerah.

Masalah lahan pertanian akan diberikan petunjuk lokasi yaitu di sekitar DAM Sakata Juri Kecamatan Kurun, DAM Sakata Tewah di Kecamatan Tewah, dan wilayah Desa Hurung Bunut yang telah dipersiapkan sarana dan prasarana lahan. Peluang berinvestasi pada bidang pertanian ini masih sangat luas, terutama untuk mencukupi kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Gunung Mas sekitar +14 ribu ton per tahun, dimana 80 persen pasokan di kirim dari wila- yah kabupaten/kota lainnya dan dari wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

5. Perikanan

Potensi di bidang perikanan sangat baik, karena Wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri dari rawa, sungai, dan danau. Ada 2 (dua) lokasi yang telah dipersiapkan untuk pengembangan lahan yaitu : Sakata Juri di Wila- yah Kecamatan Kurun, Sakata Tewah Wilayah Kecamatan Tewah. Proses pengembangan karamba ikan juga masih sangat potensial dilakukan di sungai Kahayan. Dimana terdapat arus air yang mengalir membuat pertumbuhan ikan menjadi cepat. Ikan yang paling potensial untuk di pelihara adalah ikan nila, ikan patin dan ikan mas.

Sektor Pertambangan

Kabupaten Gunung Mas memiliki potensi bahan tambang yang sangat banyak meliputi Emas (Au), Perak (Ag), Galena (Pbzn), Platina (Pt) Besi (Fe) Seng (Zn), Zircon (ZrSiO4), Tembaga (Cu), Granit dan Batu bara. Sebaran potensi tambang berada di 12 Kecamatan Wilayah Kabupaten Gunung Mas. Sampai saat ini beberapa perusahaan yang masuk belum melakukan eksploitasi secara maksimal terhadap sektor pertambangan ini. Sebanyak 73 perizinan untuk melakukan investasi usaha pertambangan terdiri dari 9 perizinan tahap operasi produksi dan 64 perizinan tahap eksplorasi. Perusahaan tersebut terbagi atas beberapa ijin pertambangan diantaranya adalah : Tambang Emas, zircon, batubara, galena, mineral logam, bijih besi, tembaga dan batuan. Tambang batu bara mempunyai peluang yang sangat tinggi bagi investor yang ingin berinvestasi karena rencananya akan di bangun PLTU untuk memenuhi kebutuhan akan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Sektor Pariwisata

Banyaknya objek pariwisata Kabupaten Gunung Mas merupakan modal dan kekayaan daerah. Potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah wisata alam dan wisata budaya. Objek wisata alam meliputi air terjun batu mahasur dan air terjun bawin kameluh di Kuala Kurun, batu suli di desa Upon Batu/Tumbang Manange Kec. Tewah dengan legendanya tentang Batu Antang dan Batu Tingkes serta arung jeram riam kuluk gohong di desa Tumbang Jutuh yang semuanya belum di eksploitasi secara maksimal sampai saat ini. Sementara wisata budaya meliputi upacara tiwah, mamapas lewu, Adat Perkawinan Dayak Ngaju, Nyaki Dirit, Mamalas Bidan, Nahunan, Nyadiri dan beberapa rumah adat dayak (huma Betang) serta situs sejarah Tambun dan Bungai di Desa

Tumbang Pajangei Kecamatan Tewah.

Dalam hal sarana dan prasarana pendukung, sangat dibutuhkan dan mempunyai peluang yang sangat besar untuk dikembangkan oleh setiap investor yang ingin berinvestasi.

. B. Tanaman Perkebunan

1. Perkebunan sawit

Saat ini perkebunan didominasi oleh pengembangan lahan kelapa sawit dimana PBS yang telah melakukan investasi sebanyak 21 perusahaan. Dari beberapa perusahaan tersebut ada 6 perusahaan yang telah berproduksi. Satu diantaranya telah mempunyai pabrik dan telah menghasilkan minyak sawit mentah, sementara satu PBS lagi baru dalam tahap pembangunan pabrik CPO. Peluang investasi untuk industri hilir masih sangat terbuka dalam pengolahan CPO ini.

2. Perkebunan Karet

Pekebunan karet sangat banyak dimiliki oleh masyarakat karena ini merupakan tanaman perkebunan turun-temurun (warisan) dan merupakan mata pencaharian utama masyarakat suku dayak. Dalam pengolahan hasil getah karet, masih belum ada perusahaan yang berinvestasi, sehingga ada peluang untuk membangun pabrik crumb rubber.

3. Peternakan

Bidang peternakan yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah peternakan sapi, kerbau, kambing, babi, ayam ras pedaging dan ayam buras.

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan akan daging, Kabupaten Gunung Mas masih sangat tergantung dengan pengiriman dari wilayah Kota Palangka Raya dan juga dari Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Wilayah Kabupaten Gunung Mas mempunyai lahan cukup luas, bila ada investor yang ingin mendirikan lokasi peternakan. Sampai saat ini masih belum ada baik itu individu maupun kelompok masyarakat yang mendirikan ataupun berusaha di bidang peternakan hewan dalam skala besar.

4. Kehutanan

Jumlah perusahaan yang telah mendapat Izin Usaha Pengel- olaan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Alam sebanyak 9 (sembilan) perusahaan dengan luas areal seluruhnya ±214,398 Ha, sedangkan IUPHHK Tanaman sebanyak 1 (satu) pemegang izin dengan luas areal ±497,611 Ha, dengan adanya regulasi di bidang kehutanan bahwa adanya

larangan pembabatan hutan secara berlebihan maka saat ini Potensi kehutanan yang mempunyai peluang besar untuk investor adalah penyaluran hasil hutan yang meliputi getah pohon pantung, kayu gaharu dan rotan.

PELUANG INVESTASI

Referensi

Dokumen terkait

Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Masyarakat Hukum Adat, selanjutnya disebut IUPHHK-MHA adalah izin untuk memanfaatkan kayu alam pada hutan produksi

KAWASAN HUTAN YANG TELAH MENDAPAT SK PELEPASAN DARI MENTERI KEHUTANAN DI PROPINSI JAMBI. NAMA PERUSAHAAN/ IZIN IZIN PELEPASAN LUAS NO LOKASI (KABUPATEN)/ LOKASI BPN KAWASAN

Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri Dalam Hutan Tanaman (IUPHHK HTI) merupakan izin yang diberikan oleh Menhut pada kawasan hutan produksi yang

Applicable PT Bhinneka Wana adalah perusahaan yang telah memperoleh Izin Pemanfaatan Kayu Pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HTI), Hasil verifikasi lapangan serta telaah dokumen

Periksa lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan dalam dokumen Rencana Tebangan IUPHHK- HTR, IUPHHK- HKm, IUPHHK- HD,

Periksa lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan dalam dokumen Rencana Tebangan IUPHHK- HTR, IUPHHK- HKm, IUPHHK- HD,

Izin pemanfaatan hasil hutan kayu pada penggunaan kawasan untuk kegiatan non- kehutanan yang mengubah status.. Pelaku usaha memiliki IPK pada areal kawasan hutan yang

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.31/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Pemberian Dan Perluasan Areal Kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam,