• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar Toleransi dari Q kelas VII H

N/A
N/A
Ar Raihan

Academic year: 2025

Membagikan "Belajar Toleransi dari Q kelas VII H"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Belajar Toleransi dari Q.S Al-Qur’an dan Q.S Al-Bayyinah 1. Q.S Al-Kafirun

          

           

        

Artinya : Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

2. Penjelasan Surah

Turunya Q.S Al-Kafirun di latar belakangi oleh ajakan kaum Quraisy yang selalu berupaya untuk membendung dakwah Rasulullah Saw. Dengan bujukan sampai dengan cara penyiksaan dan intimidasi mengalami kegagalan. Akhirnya ada gagasan untuk mengajak kompromi Rasulullah Saw. Mereka mengajak Rasulullah beserta para sahabat untuk menyembah tuhan mereka dengan cara mereka menyembah selama 1 tahun, kemudian 1 tahun berikutnya mereka bersedia untuk menyembah Allah Swt. Dengan tuntunan Rasulullah, dari peristiwa itu lalu Allah mewahyukan kepada Rasulullah Saw.

Sebagai respon ajakan kaum musyrikin Quraisy.

Dari peristiwa yang melatarbelakangi turunnya surat ini dapat di ketahui bahwa ayat-ayat dalam Q.S Al-Kafirun adalah jawaban Rasulullah Saw, atas ajakan kaum Quraisy untuk bertukar keyakinan. Namun Rasulullah dengan tegas dengan tegas menolak dengan mengatakan “ aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah” beliau pun menyatakan bahwa mereka orang-orang kafir Quraisy tidak akan dengan ikhlas dan sepenuh hati menyembah Allah sebagaimana yang mereka janjikan. Dan pada ayat terakhir semakin jelas sikap yang di tunjukkan Rasulullah dalam hal aqidah, bahwa dalam hal beribadah maka kita berhak untuk melaksanakan ajaran sesuai tuntunan agama kita. Sebagaimana mereka pun bebas melaksanakan aktivitas peribadatan sesuai dengan kepercayaannya. “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” ayat ini selaras dengan Q.S Al-Baqarah : 256

            

       

      

(2)

Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);

Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162]

dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

[162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Ayat tersebut menjelaskan bahwasanya Allah menghendaki setiap orang merasakan kedamaian. Agama-Nya dinamakan Islam, yakni damai. Kedamaian tidak akan diraih kalau jiwa tidak damai, dan paksaan menyebabkan jiwa tidak damai.

Karena itu tidak ada paksaan dalam menganut keyakinan agama Islam. Namun begitu, telah jelas jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sehingga jika sudah mengetahui, maka tidaklah perlu paksaan itu di lakukan. Allah menghadirkan pilihan. Barang siapa yang ingin selamat maka janganlah menempuh jalan sesat dengan menyembah selain Allah.

3. Q.S Al-Bayyinah

        

         

           

         

       

          

         

        

         

          

     

Artinya :

1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, 2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), 3. Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus[1594].

4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

(3)

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam;

mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

[1594] yang dimaksud dengan isi kitab-kitab yang lurus ialah isi kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang murni.

[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

4. Penjelasan Ayat

Referensi

Dokumen terkait

Berarti hasil penelitian ini ditemukan H a yang menyatakan ada pengaruh signifikan belajar kelompok terhadap prestasi belajar Bahasa Arab pada siswa kelas VII di SMP

Berdasarkan hasil perhitungan dan kriteria motivasi belajar siswa secara klasikal diperoleh hanya 8 orang (4 orang tergolong motivasi cukup, 4 orang motivasi baik dan belum

Begitu juga dengan Oemar Hamalik mengatakan bahwa hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak

Kesimpulan ini pula menolak anggapan sebagian orang kalau Islam mengajarkan umatnya otoriter (pemaksaan), khususnya dalam mendidik anak. Begitu juga metode inkuiri yang

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang

Berdasarkan hasil perhitungan dan kriteria motivasi belajar siswa secara klasikal diperoleh hanya 8 orang (4 orang tergolong motivasi cukup, 4 orang motivasi baik dan belum

Dari tabel di atas menunjukan bahwa dari 36 orang siswa yang di jadikan sampel penelitian 17 orang siswa atau 47,22% menyatakan bahwa tahapan- tahapan yang dilakukan oleh

Berdasarkan Ayat di atas dapat dijelaskan bahwa orang-orang yang dapat menerima pelajaran hanyalah orang-orang yang berakal. Maka kemampuan intelektual baik kemampuan