Fatrica Syafitri, M.Pd.I selaku pimpinan II yang telah banyak memberikan kontribusinya kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Semua pihak yang telah membantu dalam memberikan saran dan masukan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlu dilakukan tindakan yang dapat mengubah pola pembelajaran sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran jaminan sebagai strategi pembelajaran baik untuk menjelaskan maupun memberikan pembelajaran kepada siswanya. . Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada pembelajaran IPA yang sulit dipahami siswa yaitu dalam memahami materi pembelajaran, dan peneliti mengangkat judul skripsi: “Penggunaan Model Pembelajaran Assure dalam Suatu Upaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas V SD Negeri 177 Bengkulu Utara”.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat Penelitian
Temuan penelitian dapat membantu kepala sekolah dan pengawas meningkatkan pengembangan profesional guru agar lebih efektif dan efisien. Bagi guru, hasil penelitian dapat dijadikan tolak ukur dan bahan refleksi untuk melakukan perbaikan dan koreksi diri guna mengembangkan profesionalisme dalam melaksanakan tugasnya.
Sistematika Penulisan
Mahasiswa sebagai peneliti dapat menjadikan hasil penelitiannya sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan keberhasilan dan efisiensi proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang baik.
- Kelompok dan Jenis-jenis Model Pembelajaran
- Dasar Pertimbangan Pemilihan Model Pembelajaran
- Pengertian Model Pembelajaran Assure
- Tahap-Tahap Model Pembelajaran Assure 1) Analyze Learners (Analisis Siswa)
- Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran ASSURE
Di bawah ini adalah beberapa contoh rangkaian model pembelajaran yang dapat diterapkan guru secara sinergis melalui kegiatan pembelajaran yang dikelolanya. Model ini mencakup model pembelajaran non-direktif dan model yang bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Hasil Belajar
- Pengertian Belajar
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku atau keterampilan yang dialami seseorang setelah mengalami proses belajar atau berinteraksi dengan lingkungannya. Penilaian hasil belajar atau keluaran dibandingkan dengan QCM yang telah ditentukan dan dianalisis berapa banyak siswa yang tuntas (di luar QCM) dan berapa banyak siswa yang belum tuntas (di bawah QCM).
Ilmu Pengetahuan Alam
- Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam
- Materi Ilmu pengetahuan Alam
- Tujuan Pembelajaran IPA
Perubahan Bentuk yang Dapat Dibalik Pada perubahan bentuk yang dapat dibalik, suatu benda yang telah diubah dapat kembali ke bentuk semula. Perubahan Bentuk Benda yang Tidak Dapat Dibalik Kebanyakan benda yang mengalami perubahan bentuk tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud aslinya.
Hasil Penelitian yang Relevan
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kewarganegaraan tentang perjuangan bangsa melawan penjajahan dapat meningkat pada rata-rata siklus “46,50 sedangkan rata-rata tindakan siklus II sebesar 89,50 sehingga terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 43,00. penelitiannya sama-sama menggunakan model pembelajaran Assure, yang membedakan adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS, permasalahannya adalah pada penggunaan model pembelajaran Assure 28. Berdasarkan hasil analisis data diatas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Assure sebagai strategi pengajaran dapat meningkatkan hasil belajar khususnya pada kemampuan menulis karangan siswa kelas V bahasa Indonesia SD Negeri 70 Kaur.
Penelitian-penelitian terdahulu tersebut menginspirasi penulis untuk melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Assure untuk meningkatkan hasil belajar.
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian
Jadi penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerjanya sebagai guru, guna meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga yang menjadi fokus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam berinteraksi. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran, meningkatkan mutu pembelajaran, yaitu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.
Setting Penelitian
Prosedur Penelitian
Observasi dilakukan sendiri oleh peneliti dengan bantuan guru kelas V yang berperan sebagai pengamat di luar proses pembelajaran. Refleksi adalah gambaran proses analitis untuk memantau hasil dan refleksi sehubungan dengan proses dan dampak dari tindakan perbaikan yang dilaksanakan dan kriteria atau rencana untuk siklus tindakan berikutnya.33 Pada tahap ini, dikumpulkan segala bentuk data yang menyediakan informasi perkembangan proses pembelajaran dengan menggunakan model sure kemudian dianalisis permasalahan dan. Data primer adalah literatur, yaitu penjelasan langsung peneliti tentang kegiatan penelitian yang dilakukan.34 Data primer adalah data yang diperoleh melalui penelitian lapangan, yang dilakukan dengan observasi dan tes.
Data sekunder mengacu pada data yang diperoleh dari literatur dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan topik penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Data sekunder mengacu pada data yang diperoleh dari literatur dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan subjek penelitian. digunakan untuk pengamatan langsung terhadap peristiwa yang terjadi dalam penelitian, teknik observasi ini melihat dan mengamati dirinya sendiri kemudian mencatat peristiwa yang terjadi dalam keadaan sebenarnya. Instrumen pengumpulan datanya adalah tes untuk mengukur kemampuan kognitif atau tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa.36 Dengan menggunakan metode tes, kita mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan IPA yang diambil siswa dalam periode individual. Kertas tes yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini berupa hasil karya individu siswa pada akhir proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran sure.
Dalam penelitian dokumentasi digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data yang diperoleh dari dokumen atau informasi yang tercatat di sekolah yang bersangkutan.
Tes dianalisis menggunakan skor individu, rata-rata nilai siswa, dan kriteria ketuntasan belajar berdasarkan penilaian referensi dan tolak ukur. Teknik analisis data ini menggunakan rumus statistik sederhana untuk mengetahui nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada setiap siklusnya untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau persentase ketuntasan belajar untuk menganalisis proses belajar mengajar. yang terjadi dalam siklus tersebut. Setiap siklus dilakukan dengan memberikan evaluasi berupa soal tes yang ditulis pada setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar yang dijadikan ukuran adalah skor 7,5. Siswa yang memperoleh nilai ≥ dinyatakan tuntas dan sebaliknya, siswa yang memperoleh nilai ≤ 7,5 dinyatakan belum tuntas dalam proses pembelajarannya.
Dengan menggunakan ketentuan di atas, peneliti dapat mengetahui ketuntasan belajar siswa sebagai tolak ukur untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 177 Bengkulu Utara.
Deskripsi Wilayah Penelitian
SDN 177 Bengkulu Utara merupakan salah satu sekolah yang terletak di Desa Tanjung Dalam, Jalan Keramat Raya No. 2 Kecamatan Ulok Kupai Kabupaten Bengkulu Utara. Kondisi fisik gedung SDN 177 Bengkulu Utara Kecamatan Ulok Kupai cukup memadai untuk memudahkan pelaksanaan proses belajar mengajar dan seluruh kegiatan pembelajaran. Berikut jumlah guru dan pegawai SDN 177 Bengkulu Utara, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 177 Bengkulu Utara dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang dibantu oleh guru dan tenaga administrasi.
Hasil Penelitian
- Deskripsi awal sebelum siklus (pra siklus)
- Siklus I
- Siklus II
Penggunaan model pembelajaran sure berupa perpaduan teknologi dan media pembelajaran dalam proses pembelajaran memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disajikan. Berdasarkan hasil observasi siswa dari pengamat pada siklus I, dapat dilihat beberapa aspek observasi pada tabel diatas, bahwa aspek observasi tersebut antara lain: keseriusan siswa dalam belajar, keaktifan siswa, siswa dalam pembelajaran, kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran, keberanian siswa dalam bertanya, kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, kemampuan siswa dalam memahami perintah guru, menciptakan suasana yang merangsang dan menyenangkan, tanggung jawab untuk tugas, ketelitian siswa dalam menyelesaikan tugas. dan kemandirian siswa dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran sure dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penggunaan model pembelajaran terjamin berupa perpaduan teknologi dan media pembelajaran dalam proses pembelajaran memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pembahasan Hasil Siklus I
- Pembahasan Hasil Siklus II
- Pembahasan Semua Siklus
- Persentase Hasil Belajar Pra siklus, siklus I, Siklus II
Pada siklus II diperoleh 42 poin dengan nilai rata-rata 4,2 untuk kemampuan guru menggunakan model pembelajaran aman. Tabel dan grafik menunjukkan peningkatan rata-rata hasil lembar observasi guru dan lembar observasi siswa pada siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata lembar observasi guru pada siklus I sebesar 3,5 dengan kategori cukup dan peningkatan pada siklus II sebesar 4,2 yang termasuk dalam kategori baik.
Dari grafik tersebut dapat dilihat pertimbangan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar prasiklus, siklus I, dan siklus II.
Hasil Siklus
Dengan rata-rata skor prasiklus sebesar 55 dengan persentase 26% dan mengalami peningkatan pada siklus I dengan skor rata-rata 76 dengan persentase 66%, namun masih dibawah standar yang diharapkan pada siklus II yang mencapai skor rata-rata 81 dengan persentase sebesar 92%, dan dapat dinyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.
PENUTUP
Kesimpulan
Hal ini dibuktikan dengan rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu 3,5 dan pada siklus II meningkat menjadi 4,2 dan rata-rata hasil observasi siswa yaitu pada siklus I sebesar 3,3 dan pada siklus II meningkat menjadi 4,1 dan berada pada kategori baik. Dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa maka penerapan model pembelajaran Assure sebagai strategi pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 177 Bengkulu Utara Kabupaten Bengkulu Utara.
Saran
Dalam proses pembelajaran, guru harus memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa harus mengikuti proses pembelajaran IPA dengan baik dan aktif agar hasil belajar siswa meningkat.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Tujuan Pembelajaran**
Materi Essensial
Pencairan aiskrim disebabkan oleh suhu di luar lebih tinggi (lebih panas) daripada suhu aiskrim. Benda pepejal apabila dipanaskan akan bertukar menjadi cecair dan benda cair apabila dipanaskan akan bertukar menjadi wap air. Aiskrim atau aiskrim yang biasa anda beli di sekolah atau kedai berhampiran rumah anda sebenarnya berasal daripada bahan cecair.
Media Belajar
Penilaian
BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, C,D PADA JAWABAN YANG BENAR!
Standar Kompetensi
- Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Essensial
Kebanyakan benda yang mengalami perubahan bentuk tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud aslinya.
Media Belajar
Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
Hal ini memberikan kesimpulan bahwa perubahan sifat-sifat suatu benda bersifat permanen, dan ada pula yang bersifat sementara.
Jawablah soal di bawah ini dengan jelas dan benar
Nama tersebut tepat untuk melakukan penelitian di SDN 177 Bengkulu Utara pada tanggal 15 Juli hingga 26 Agustus 2019 sebagai bagian dari penyelesaian skripsi yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Assure dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V IPA (IPA) Mata pelajaran di SDN 177 Bangalore Utara". Sebagai pengamat penelitian yang dilakukan oleh Arif Budiman di SDN 177 Bengkulu Utara pada tanggal 15 Juli sampai dengan 26 Agustus 2019 sebagai bagian dari penyelesaian tesisnya yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Assure dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran IPA (IPA) di SDN 177 Bengkulu Utara". Orang diatas sebenarnya pernah melakukan penelitian di SDN 177 Bengkulu Utara dengan judul penelitian "Penerapan Model Pembelajaran Assure dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ) Mata pelajaran di SDN 177 Bengkulu Utara” penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran IPA IPA kelas 5 dengan nilai KKM 75 dan untuk nilai sekolah KKM 75.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA (IPA) Kelas V SDN 177 Bengkulu Utara.