Nama : Antyesti Arini Kelas : VI B
NIM : 2105134646
TUGAS BIOLOGI KONSERVASI 1. EFEK RUMAH KACA
Secara umum efek rumah kaca diartikan sebagai proses naiknya suhu bumi yang disebabkan perubahan komposisi atmosfer. Menyebabkan sinar matahari tetap berada di bumi dan tidak dapat dipantukan secara sempurna, keluar atmosfer.
Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca
Terjadinya efek rumah kaca didasari oleh sinar matahari yang dipantulkan oleh berbagai macam benda di permukaan bumi. Dan sinar matahari yang dipantulkan dapat merusak lapisan ozon, yang memiliki fungsi utama untuk menghambat cahaya matahari yang berada di atmosfer.Apabila lapisan ozon yang berada di atmosfer bumi semakin berkurang, maka akan menyebabkan kenaikan suhu di permukaan bumi.
Kondisi ini menjadi lebih buruk karena banyaknya karbondioksida (Co2) yang ada di bumi. Karena dapat menahan pantulan sinar matahari, sehingga suhu di bumi semakin meningkat. Untuk menghindari kerusakan lapisan ozon pada lapisan atmofser bumi.
Maka kita harus mengurangi berbagai alat atau bahan yang dapat menghasilkan karbondioksida (co2). Dan juga berbagai hal yang dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon lainnya.
Penyebab Terjadinya Efek Rumah Kaca
Faktor utama yang memicu terjadinya efek rumah kaca adalah meningkatnya konsentrasi karbondioksida (CO2) dan gas-gas lain di atmosfer. Peningkatan karbondioksida (CO2) di bumi disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak dan bahan sejenisnya.Energi yang diserap ke bumi kemudian dipantulkan lagi dalam bentuk radiasi inframerah. Akan tetapi sebagian besar zat inframerah yang
dipantulkan oleh permukaan bumi tertahan oleh awan. Dan juga tertahan oleh zat-zat yang mengandung karbondioksida (CO2). dan kembali lagi ke permukaan bumi.
Zat-Zat yang Menimbulkan Efek Rumah Kaca
Karbondioksida : adalah sejenis senyawa kimia, zat ini terdiri dari dua atom yaitu oksigen dengan atom karbon. Zat ini berbentuk gas pada tempetatur dan tekanan yang normal, yang berada di atmosfer bumi. Pada umumnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi adalah 387 ppm.Jumlah ini bisa berganti, tergantung pada tempat dan waktu tertentu.
Karbondioksida adalah gas rumah kaca yang memiliki peranan yang penting. Karena zat ini dapat menyerap gelombang inframerah dengan kuat.Karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak dan bahan sejenisnya. Apabila dalam keadaan normal maka zat karbondioksida akan diperlukan untuk menjaga kestabilan bumi. Tetapi jika zat ini terlalu banyak berada di atmosfer dapat mengakibatkan efek rumah kaca.
Belerang Dioksida : Senyawa ini merupakan gas beracun dan juga mempunyai bau yang menyengat. Karena batu bara dan minyak bumi mengadung senyawa ini, maka pembakarannya menghasilkan gas belerang.
Dan zat ini juga berpotensi untuk menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.
Nitrogen Oksida : Gas ini dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen saat terjadi pembakaran di udara. Pada tempat-tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi, nitrogen oksida dilepaskan ke udara menjadi polusi udara. Gas ini terbentuk dari semua proses pembakaran yang ada di seluruh dunia.
Metana : Gas metana adalah gas yang tidak cocok dengan lingkungan, tetapi dapat menghasilkan energy besar. Gas ini mudah terbakar akan tetapi hanya memiliki konsetrasi di udara sebesar 5-15% saja. Sedangkan metana cair hanya dapat terbakar apabila mengalami tekanan dengan tinggi 4-5 atmosfer.
Klorofluorokarbon dihentikan secara bertahap melalui Protocol Montreal karena menyebabkan penipisan lapisan ozon. Senyawa antrogenik ini merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya efek kaca lebih tinggi dari yang disebabkan oleh karbondioksida.
Dampak Efek Rumah Kaca
a) Naiknya Suhu Permukaan Bumi : Efek rumah kaca merupakan pemicu terjadinya pemanasan global (global warming). Para ahli menyatakan bahwa pemanasan global yang terjadi sekarang diakibatkan oleh emisi rumah kaca pada masa lalu.
b) Iklim yang Tidak Stabil : Apabila gas rumah kaca sudah terlalu banyak, maka dapat menyebabkan iklim menjadi tidak stabil. Suhu di bumi ketika
memasuki musim kemarau ataupun musim dingin menjadi ekstrim dan bahkan bisa menyebabkan musim mengalami pergeseran apabila gas tersebut sudah berada dalam level yang berbahaya.
c) Mencairnya Es di Kutub : Jika suhu permukaan Bumi mengalami kenaikan akibat efek rumah kaca, bukan tidak mungkin bongkahan es di Kutub Utara dan Selatan akan mencair dalam jumlah besar.
d) Rusaknya Ekosistem : Kenaikan suhu permukaan Bumi secara signifikan mampu menyebabkan rusaknya habitat makhluk hidup. Akibatnya ekosistem akan terancam rusak.
e) Naiknya Ketinggian Permukaan Air Laut : Mencairnya es di Kutub berpengaruh pada ketinggian permukaan air laut. Semakin banyak es yang mencair, semakin bertambah ketinggian permukaan air laut. Apabila hal itu terjadi terus menerus dapat mengakibatkan banjir pada wilayah yang lebih rendah, bahkan jika sudah dalam level yang berbahaya, kenaikan permukaan air laut dapat menyebabkan semakin kecilnya luas daratan f) Tingkat Keasaman Air Laut akan Meningkat : Gas rumah kaca yang
diemisikan ke udara sebagian akan terserap oleh air laut. Jika kadar gas tersebut semakin banyak, tentu yang terserap oleh air laut juga semakin banyak. Akibatnya, laut menjadi semakin asam.
Cara Mengurangi Efek Rumah Kaca
a) Menggurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi : Dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, ini berarti kita juga mengurangi jumlah polusi dari hasil pembakaran mesin bermotor. Untuk menguranginya kita dapat menggunakan kendaraan publik, dengan menggunakan kendaraan publik selain bisa mengurangi tingkat polusi kita juga bisa mengurangi tingkat kemacetan.
b) Membatasi Penggunaan Pendingin Udara di Rumah : Seperti yang kita tahu, pendingin udara membutuhkan suatu gas yang disebut CFC (Cloro Fluorocarbon) yang dapat membuat lapisan ozon menipis sehingga menyebabkan sinar matahari langsung menuju ke bumi (tidak tersaring lapisan ozon). Maka dari itu kita perlu berhati-hati ketika sedang mengisi gas pendingin udara agar tidak terjadi kebocoran yang bisa berakibat sangat fatal.
c) Efisiensi Penggunaan Listrik : Dengan meminimalisir penggunaan listrik kita dapat mengurangi efek gas rumah kaca. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mematikan lampu yang tidak digunakan serta mencabut alat elektronik yang tidak digunakan.
d) Batasi Penggunaan Plastik : Plastik merupakan senyawa polimer yang sulit terdegradasi di dalam tanah. Untuk mengurangi limbah plastik di dalam
tanah, salah satu cara termudah adalah dengan membakarnya. Pembakaran itu akan menghasilkan gas karbondioksida dalam jumlah besar. Untuk itu, batasi penggunaan plastik dengan cara membawa botol air minum sendiri atau membawa tas kain saat berbelanja.
e) Mengelola Sampah : Pengelolaan sampah rumah tangga maupun limbah pabrik dapat dilakukan dengan mengolah sampah menjadi kompos dan memisahkan sampah organik dan non organik.
f) Beralih dari Pupuk Non Organik ke Pupuk Organik : Peningkatan hasil pertanian tidak harus selalu berbasis pupuk kimia atau nonorganik. Jika mampu menggunakan pupuk organik dengan kadar yang optimal, hasil pertanian juga bisa melimpah. Jika pemakaian pupuk non organik bisa dikurangi, maka emisi gas N2O juga akan berkurang.
g) Menggunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan : Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan mungkin masih jarang ditemukan di Indonesia. Contoh bahan bakar ramah lingkungan adalah panel surya dan bahan bakar listrik.
Bahan bakar tersebut dikatakan ramah karena tidak menghasilkan polutan yang berbahaya bagi lingkungan.
h) Mengolah Limbah Peternakan : Limbah merupakan salah satu penyumpang gas rumah kaca, terlebih limbah peternakan. Untuk mengurangi emisi karbondioksida maupun metana, limbah bisa diolah menjadi biogas. Biogas ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.
i) Menggalakkan Reboisasi : Penanaman kembali hutan yang telah ditebang merupakan salah satu solusi untuk mengatasi emisi gas rumah kaca di udara.
Seperti Anda tahu bahwa tumbuhan akan menyerap karbondioksida dan uap air sebagai bahan baku fotosintesis.
2. MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM
3. UPAYA/TINDAKAN MANUSIA TERHADAP KEPUNAHAN
Bercocok Tanam Dengan Bijak : Bercocok tanam dengan bijak dapat meningkatkan hasil panen. Untuk memberantas hama tanaman, kita dapat menggunakan musuh alami sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan pestisida yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Kita juga dapat merotasi tanaman sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Menggunakan Produk Dalam Negeri : Menggunakan produk dalam negeri dapat mengurangi jumlah barang-barang impor yang mungkin saja mengandung bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, menggunakan produk dalam negeri juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menjaga Flora Dan Fauna Langka : Dengan menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan perburuan liar, kita sudah turut menjaga flora dan fauna langka.
Dengan begitu, keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Menjaga Kelestarian Hutan : Hutan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan karena menjadi paru-paru dunia yang dapat menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida, daerah resapan air terbesar sehingga dapat mencegah banjir bandang, erosi, dan tanah longsor, serta tempat tinggal aneka flora dan fauna.
Sebagai upaya menjaga kelestarian hutan, kita dapat menanam sejuta pohon, tidak
membuka lahan dengan membakar hutan, tidak melakukan penebangan pohon secara liar, dan melaporkan pada pihak berwajib jika mengetahui adanya praktik illegal logging.
Melakukan AMDAL : Sebelum membangun sesuatu, seperti gedung atau jalan, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus melakukan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal ini dilakukan agar pembangunan tersebut tidak merusak kelestarian lingkungan hidup dan mencari solusi atas konsekuensi yang akan dihadapi.
Reboisasi : Kondisi hutan saat ini memang sudah sangat memprihatinkan akibat banyaknya penebangan pohon secara liar dan praktik illegal loging. Dengan kondisi yang seperti ini, hutan tidak mampu lagi meresap air sehingga terjadi banjir bandang, erosi, dan tanah longsor. Karena itu, kita harus melakukan reboisasi untuk tetap menjaga kelestariannya.
Dengan melakukan keenam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di masyarakat tersebut, berarti kita turut menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.