Biologi Tanah Hutan
Dosen Pengasuh :
1. Dr. Deni Elfiati, SP.MP (Koordinator)
2. Prof. Dr. Delvian, SP.MP
KOMPONEN PENILAIAN (Total 100%):
Case Method = 30%
Tugas = 20%
Quis = 10%
UTS = 20%
UAS = 20%
Kehadiran : minimal 80%
Praktikum di mulai di minggu ke 3 (4 September 2023)
Kehadiran praktikum 100%
Pokok Bahasan :
1.Pendahuluan (definisi, tanah sebagai habitat)
2.Biota Tanah 3.Cacing Tanah
4.Mikroorganisme di dalam tanah 5.Mikroba pelarut fosfat
6.Mikroba Rizosfer
7.Mikroba endofit dan Mikroba penambat Nitrogen
Ujian Tengah Semester (UTS)
8. Interaksi yang terjadi antar organisme di dalam tanah
9. Mikoriza : ektomikoriza 10. Mikoriza : endomikoriza
11. Peranan Mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman
12.Degradasi pestisida oleh mikroba
13. Mikroba sebagai penghasil bahan atif untuk pertumbuhan tanaman
14. Pengomposan
Ujian Akhir Semester
PENDAHULUAN
Definisi Biologi Tanah
Studi tentang biota (organisme) yang hidup dan
beraktivitas di dalam tanah, yang melalui aktivitas
metaboliknya, perannya dalam aliran energi dan
siklus hara berkaitan erat dengan produksi bahan
organik primer (tumbuhan)
Untuk memahami bagaimana biologi mempengaruhi tanah – kita perlu mempelajari organisme yang hidup
dalam tanah
ORGANISME TANAH
FAUNA FLORA
MAKRO MIKRO MIKRO
SERANGGA NEMATODA BAKTERI RAYAP ROTIFERA AKTINOMISETES
BEKICOT PROTOZOA FUNGI
CACING GANGGANG/ALGAE
Air Partikel tanah
Akar tumbuhan
Tanah sebagai Habitat
Definisi Tanah (Soil Survey Staff, 1998)
benda alam yang terdiri dari bahan padat (bahan mineral dan bahan organik), air dan udara yang ditemukan di permukaan bumi yang dicirikan oleh salah satu atau kedua sifat berikut:
1. Mempunyai horison-horison atau lapisan tanah sebagai hasil dari proses pembentukan tanah (penambahan, pemindahan, pengurangan dan transformasi energi dan bahan-bahan, dan/atau 2. Mempunyai kemampuan menopang pertumbuhan
dan perakaran tanaman dalam lingkungan alami
Organisme tanah terlibat dalam setiap aspek kualitas tanah
Bahan Organik
Pencucian Nitrat
Komunitas Tanah
Siklus Hara
Struktur / Agregasi
Humifikasi
Dekomposisi
Tanah memang hidup …….…
Misalnya, dalam 1g tanah:
>100,000,000 sel bakteri
>11,000 species bakteri
Juga fungi dan binatang yang lebih besar
Tanah mineral sebagai sumber unsur hara
Pelapukan batuan akan menghasilkan bentukan mineral primer dan sekunder , selanjutnya
pelapukannya akan menghasilkan hara yang sangat berperan dalam kesuburan tanah
Hara hasil pelapukan akan berada pada larutan tanah yang selanjutnya akan menunjang kegiatan biologi di dalam tanah
Hara diambil oleh tanaman melalui aktivitas mass
flow, difusi dan intersepsi akar
Anggota dari biota tanah dapat mempercepat
terjadinya pelapukan dengan produksi asam asam organik dari kegiatan mikroba
Mikroba juga mampu membantu mempercepat suplai hara
misalnya Mikroba pelarut fosfat, Mikoriza
BAHAN ORGANIK SEBAGAI SUMBER HARA
- Diperlukan oleh semua organisme heterotrof
- Sumber utama dari unsur N, P, dan S
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju dekomposisi 1. Ukuran partikel dalam bahan organik
2. Ciri-ciri dan jumlah organisme yang terlibat 3. Kelembaban tanah
4. Temperatur 5. pH
6. Aerasi
7. Adanya senyawa penghambat seperti tannin
Dengan berbedanya tipe bahan organik maka komposisi organisme juga akan berbeda
Hewan Tumbuhan
Sisa-sisa organik
KH, protein
(peka serangan mikroba)
Lilin, lemak, resin, lignin
(resisten thdp serangan mikroba
1. Mineralisasi menjadi CO2, NH4, NO3, NO2 2. Immobilisasi C,N,P,S dalam sel-sel mikroba
Humus Proses oleh
mikroba
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi organisme 1.Tekstur
Pasir : 0.02 – 2 mm
Debu : 0.002 – 0.02 mm Liat : < 0.002 mm
Penting untuk aerasi dan drainase tanah
2. Pori tanah : berperan dalam pergerakan air dan udara 3. Struktur tanah : berpengaruh terhadap terbentuknya
aggregat tanah
4. Pemadatan tanah
Berkaitan dengan BD tanah (pada tanah mineral berkisar 1.00 – 1.80 g/cm3)
- menurunkan volume pori tanah (menurunkan ukuran pori yang besar)
pori mikro : < 30 µm
Pori makro : 30 – 100 µm
- mempengaruhi pertumbuhan akar
- mempengaruhi aliran hara dan aerasi - mempengaruhi organisme dalam tanah
5. pH tanah
- berkaitan dengan ketersediaan unsur hara - ada tidaknya senyawa yang beracun
kehidupan organisme : kisaran pH 4 – 8 (< 4 dan >8 sangat sedikit)
pH < 6 fungi lebih dominan pH 6-8 bakteri lebih dominan
pH > 7 aktinomisetes lebih dominan
LINGKUNGAN TANAH
1. Air tanah
- Ketersediaan air, pada kondisi kapasitas lapang (tegangan 1/3 atm): optimal untuk pertumbuhan mikroba
2. Aerasi tanah : pengukuran oksigen dalam tanah - Aerasi baik : cukup oksigen dalam tanah untuk
respirasi
- mikroorganisme aerob, obligat anaerob, fakultatif anaerob
- sangat tergantung kepada kelembaban tanah, tekstur tanah, dan porositas tanah
3. Temperatur Tanah
Mikroba Psikhrofil : < 15 oC Mikroba Mesofil : 15 – 40 oC Mikroba Termofil : > 40 – 65 oC 4. Cahaya matahari
sangat berpengaruh pada organisme yang mempunyai klorofil tapi terbatas pada organisme yang dekat dengan permukaan tanah