BIOLOGI
VIRUS
Sejarah Penemuan Virus
Istilah virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Virus ditemukan pertama kali ilmuan Jerman, Adolf Mayer, pada tahun 1883 ketika sedang meneliti penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. penyakit mosaik tersebut menyebabkan bercak-bercak pada daun tembakau sehingga
menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penyakit tersebut
«mosaik». Adolf Mayer berhasil memindahkan penyakit tersebut dari tanaman yang sakit ke tanaman lain yang masih sehat dengan menyemprotkan getah yang diekstraksi dari dau tanaman sakit ke tanaman sehat. Tanaman yang sehat itu pun menjadi sakit. Melalui pengamatan di mikroskop, Mayer tidak dapat melihat bentuk bakteri penyebab penyakit tersebut. Mayer menduga bahwa penyakit mosaik tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya, yang tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa.
Pada tahun 1982, seorang ilmuan Rusia bernama Dmitri Ivanovsky melakukan percobaan menyaring getah tanaman tembakau berpenyakit dengan saringan yang didesai khusus untuk menyaring bakteri. Kemudian hasil saingan ditularkan pada tanaman sehat. Ternyata filtrat masih menimbulkan penyakit mosaik pada tembakau sehat. Seperti halnya MAyer, Ivanovsky berkesimpulan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogenik yang sangat kecil atau bakteri
penghasil toksin yang dapat melewati saringan.
Pada tahun 1897, seorang ahli botani Belanda bernama Martinus Beijerinck melakukan eksperimen yang membuktikan bahwa agen penginfeksi yang terdapat di dalam getah tembakau dapat berkembang biak. Beijerinck
menyemprotkan getah yang telah disaring ke tanaman lainnya, Setelah tanaman tersebut sakit getahnya digunakan untuk menginfeksi tanaman berikutnya dan seterusnya hingga beberapa kali pemindahan. Ternyata kemampuan patogen tersebut tidak berkurang setelah beberapa kali pemindahan. Berbeda dengan bakteri, agen penginfeksi tersebut tidak dapat dikembangbiakkan dalam medium nutrisi di dalam cawan petri dan tidak dapat dinonaktifkan dengan
alkohol. Beijerinck memperkirakan agen penginfeksi tersebut adalah partikel yang jauh lebih kecil dan lebih sederhana daripada bakteri. Ia menyebutnya sebagai virus lolos saring .
Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika, Wendell Stanley, berhasil
mengkristalkan partikel penginfeksi tanaman tembakau tersebut, yang kemudian dikenal dengan nama tobacco mosaic virus . penemuan Wendell Stanley bahwa virus dapat dikristalkan menjadi berita yang sangat menarik, tetapi sekaligus membingungkan.
A.
CIRI-CIRI TUBUH VIRUS
Virus memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil; antara 20 -300 nm . Virus yang berukuran kecil memiliki diameter tubuh kurang lebih 20 nm , misalnya Poliovirus yang menyerang sususnan saraf pusat, Apthovirus yang menyebabakan penyakit kaki dan mulut pada sapi, dan Coxsackie B virus yang menyerang
jantung, hati, pankreas, dan selaput pleura manusia. Sementara itu, virus yang berukuran besar memiliki ukuran antara 150 - 300 nm atau lebih misalnya Parainfluenza virus yang menyerang saluran pernapasan, Paramyxovirus yang menyebabkan penyakit gondong, Morbilivirus yang menyebabkan penyakit campak, dan TMV yang menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau.
B.
Bentuk virus bervariasi, antara lain berbentuk
batang, bulat, oval , filamen , persegi banyak dan seperti huruf T. Virus yang berbentuk batang, misalnya TMV . Virus berbentuk bulat, misalnya HIV penyebab penyakit AIDS dan Orthomyxovirus penyebab influenza. Virus yang berbentuk huruf T, misalnya bakteriofag yang menyerang bakteri Escherichia coli. Virus yang berbentuk polihedral, misalnya Adenovirus penyebab penyakit saluran pernapasan dan Papovavirus pentyebab penyakit kutil. Virus berbentuk batang dengan ujung oval seperti peluru, misalnya Rhabdovirus yang menyebabkan penyakit rabies. Virus berbentuk filamen, misalnya virus Ebola.
C.
Struktur tubuh virus berbeda dengan sel organisme hidup. Tubuh virus bukan merupakan suatu sel karena tidak memiliki dinding sel, membran
sel, sitoplasma, inti sel, dan organel sel lainnya. Selain ukuran tubuhnya sangat kecil, virus memiliki sifat benda mati karena terdiri atas partikel yang dapat dikristalkan. Partikel virus lengkap disebut virion. Virus hanya akan menunjukkan sifat-sifat makhluk hidup jika berada dalam sel makhluk hidup. Oleh karena itu, sebagian ahli biologi menyatakan virus bukan merupakan makhluk hidup, Namun sebagian ahli biologi yang lain menggolongkan virus sebagai makhluk hidup karena tbuhnya tersusun dari asam nukleat yang diselubungi protein dan mampu bereproduksi.
Virus bakteriofage yang berbentuk huruf T memiliki bagian-bagian tubuh, yaitu kepala, leher dan ekor. Pada bagian ekor, terdapat lempengan dasar dan serabut ekor yang berfungsi sebagai alat menempel dan tempat menginjeksikan DNA ke dalam sel inang. Kepala fag berbentuk polihedral . Pada bagian kepala hingga ekor, terdapat kapsid dan selubung ekor serta asam nukleat .
Kapsid dan Selubung Ekor
Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid inilah yang memberi bentuk virus. Bentuk kapsid virus berbeda-beda, yaitu polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-
lain. Jenis protein penyusun kapsid tidak terlalu banyak. Contoh kapsid TMV memiliki 1.000 molekul protein dengan jenis protein yang sama dan Adenovirus memiliki 252 molekul protein dengan jenis protein identik dan membentuk kapsid polihedral dengan ikosahedron 20 faset segitiga. Jenis protein penyusun selubung ekor sama dengan jenis protein penyusun kapsid.
Beberapa virus memiliki selubung tambahan berupa sampul membran dari lipid, karbohidrat, atau glikoprotein. Selubung tambahan berfungsi sebagai pelindung yang berkitan dengan antigen dan sistem imun virus. Virus yang memiliki sampil, misalnya virus Sindbis. Lipid yang membentuk sampul diperoleh ketika nukleokapsid virus melakukan pertunasan melalui membran sel inang;
protein khusus virus disisipkan ke dalam membran sel inang. Hal ini merupakan strategi virus untuk menghasilkan virus baru dengan perantaraan sel
inang. Contohnya, Hervesvirus bertunas melalui membran inti sel inang, serta Retrovirus dan Poxvirus bertunas melalui membran sitoplasma sel
inang. Sementara itu, virus yang tidak memiliki sampul di sebut virus telanjang.
Asam Nukleat
Virus hanya mengandung satu jenia asam nukleat, yaitu DNA atau RNA. Virus yang mengandung DNA, antara lain Parvovirus, Papovavirus, Adenovirus, dan Hervesvirus. Sementara virus yang mengandung RNA, antara lain
Picornavirus, Togavirus, Falvivirus, Calicivirus, , Coronavirus, Paramyxovirus, Rhab dovirus, Filovirus, Orthomyxovirus, Bunyavirus, Arenavirus, Reovirus, dan
Retrovirus. DNA atau RNA pada virus merupakan penyusun genom yang berfunsi sebagai informasi genetik pada saat replikasi . Sel hidup organisme lain memiliki genom dari DNA untai ganda , tetapi genom virus dapat berupa DNA untai ganda, DNA untai tunggal, atau RNA untai tunggal. Genom membentuk molekul asam nukleat linear tunggal , sirkuler , bersegmen, atau tak bersegmen. Jenis asam nukleat, jenis untai, dan bobot molekul digunakan sebagai dasar dalam mengklasifikasivirus. Virus terkecil memiliki genom yang terdiri atas empat gen, sedangkan virus terbesar memiliki genom yang mengandung ratusan gen. Selain asam nukleat, beberapa virus mempunyai sejumlah kecil enzim di dalam virionnya. Misalnya, Poxvirus memiliki 15 jenis enzim yang berfungsi pada siklus replikasi virus di dalam sel inang.
A.
CARA HIDUP DAN REPRODUKSI VIRUS
Virus hanya dapat hidup di dalam sel iang organisme tertentu yang cocok sehingga disebut parasit intraseluler obligat. Jika sel hidup yang ditumpanginya mati, virus pun akan mati. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut sel inang. Sel inang dapat berupa organisme monoseluler maupun multiseluler; mulai dari bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan, hingga manusia. Virus yang terisolasi dari sel inang tidak akan mampu hidup lama dan bereproduksi. Hal ini
disebabkan karena virus tidak memiliki enzim untuk melakukan metabolisme sendiri dan tidak memiliki ribosom untuk mensintesis protein. Virus yang
terisolasi hanya merupakan paket-paket yang berisi genom yang berpindah dari satu sel inang ke sel inang lainnya yang cocok. Virus mengidentifikasi sel inang menggunakan kesesuaian . Jenis sel inang yang dapat ditumpangi virus disebut kisaran inang. Virus memiliki kisaran inang yang cukup luas, misalnya virus flu burung yang dapat menginfeksi golongan Aves, babi dan manusia serta virus rabies yang dapat menginfeksi sejumlah spesies Mammalia. Namun
demikian, beberapa virus memiliki kisaran iang yang sempit, misalnya
bakteriofag yang hanya mampu menginfeksi bakteri Escherichia coli.
Virus yang menyerang sel eukariota biasanya hanya menyerang jaringan tertentu. Contohnya, HIV yang hanya menyerang sel darah putih tertentu yang disebut limfosit T CD4 serta virus influenza yang hanya menyerang sel-sel pada permukaan saluran pernapasan. Penularan virus dari suatu sel inang ke sel inang lainnya dapat terjadi secara langsung dan tidal langsung. Penularan virus secara langsung dapat terjasi melalui udara, air, darah, lendir, dan media
lain. Contohnya, penularan virus yang menyebabkan penyakit
polio, pilek, cacar, herpes, dan campak. Sementara penularan virus secara tidak langsung terjadi melalui perantaraan vektor . Contohnya, Flavivirus, penyebab penyakit demam kuning atau demam berdarah pada manusia yang
membutuhkan vektor nyamuk Aedes aegypti dan Togavirus penyebab penyakit ensefalitis yang juga ditularkan oleh nyamuk. Beberapa virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman biasanya menular melalui vektor serangga.
B.
Virus berkembang biak dengan cara replikasi di dalam sel inang. Energi dan bahan untuk sintesis protein virus berasal dari sel inang. Asam nukleat virus membawa informasi genetik untuk menyandikan semua makromolekul pembentuk virus di dalam sel inang sehingga virus baru yang terbentuk memilikisifat yang sama dengan virus iduk. Ciri yangmenunjukkan virus dapat bereproduksi adalah jika berinteraksi dengan sel inang, virion akan pecah dan terbentuk partikel-partikel turunan virus. Keberhasilan virus dalam bereproduksi bergantung pada jenis virus dan kondisi ketahanan sel inang. Reproduksi virus terdiri atas lima tahap, yaitu tahap adsotpsi, tahap penetrasi, tahap
sintesis , tahap pematangan dan tahap lisis.
Tahap Adsorpsi virion menempel pada bagian reseptor spesifik sel inang menggunakan serabut ekornya. Reseptor merupakan molekul khusus pada membran sel inang yang dapat berinteraksi dengan virus. Molekul-molekul reseptor untuk setiap jenis virus berbeda-beda, dapat berupa protein untuk Picornavirus atau oligosakarida untuk Orthomyxovirus dan Paramyxovirus. Ada atau tidaknya reseptor menentukan patogenesitas virus , misalnya virus polio yang hanya dapat melekat pada sel susunan saraf pusat dan saluran usus primata, virus HIV yang berikatan dengan reseptor T CD4 pada sel sistem imun dan virus rabies yang diduga berinteraksi dengan reseptor asetilkolin.
Tahap Penetrasi
Pada tahap penetrasi, selubung ekor berkontraksi untuk membuat lubang yang menembus dinding dan membran sel inang. Selanjutnya virus menginjeksikan materi genetiknya ke dalam sel inang sehingga kapsid virus menjadi kosong . Tahap Sintesis
Pada tahap sintesis, DNA sel inang dihidrolisis dan dikendalikan oleh materi genetik virus untuk membuat asam nukleat dan protein komponen virus.
Tahap pematangan
Hasil sintesis berupa asam nukleat dan protein dirakit menjadi partikel-partikel virus yang lengkap sehingga terbentuk virion-virion baru.
Tahap Lisis
Virus menghasilkan lisozim, yaitu enzim perusak dinding sel iang. Rusaknya dinding sel inang mengakibatkanterjadinya osmosis ke dalam sel inang, sehingga sel iang membesar dan akhirnya pecah. Partikel virus baru yang keluar dari sel akan menyerang sel inang lainnya. Perhatikan skema reproduksi virus bakterifag pada gambar berikut: https://youtu.be/jGu57TfXFj8 a. Siklus litik
Siklus litik terjadi jika pertahanan sel inang lebih lemah dibandingkan daya infeksi virus sehingga thap adsorpsi, penetrasi, sintesis, pematangan dan lisis dapat berlangsung secara cepat. Virus yang mampu bereproduksi dengan siklus litik disebut virus virulen. Pada tahap siklus litik, sel inang akan pecah dan mati serta terbentuk virion-virion baru.
b.
Siklus lisogenik terjadi jika sel inang memiliki pertahanan yang lebih baik dibandingkan daya infeksi virus sehingga sel inang tidak segera pecah, bahkan dapat bereproduksi secara normal . Pada siklus lisogenik, terjadi replikasi genom virus, tetapi tidak menghancurkan sel inang. DNA fag berinteraksi ke dalam kromosom sel iang membentuk profag. Jika sel inang yang mengandung profag membelah diri untuk bereproduksi, profg akan diwariskan kepada kedua sel anaknya. Profag di dalam sel sel anak inang dapat menjadi aktif dan keluar dari kromosom sel inang untuk memasuki tahap-tahap salam siklus litik. virus yang dapat bereproduksi dengan siklus lisogenik dan litik disebut virus
temperat, misalnya fag . fag mirip dengan fag T4, tetapi ekornya hanya memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek. Pada siklus lisogenik, terjadi peristiwa berikut :
Tidak terbentuk virion baru Sel inang mengandung profag .
sel iang tidak rusak atau tidak mati, bahkan dapat mmbelah diri.
Tahap-tahap siklus lisogenik
Berikut adalah penjelasan mengenai tahap-tahap siklus lisogenik sebagai metode reproduksi virus.
Penetrasi
Pada tahap penetrasi, genom virus berintegrasi atau bergabung ke dalam sel inang.
Penggabungan
Pada tahap penggabungan, genom virus bergabung atau berinteraksi ke dalam genom sel untuk membentuk profag.
Replikasi dan Morfogenesis
Pada tahap replikasi, polimerasi DNA sel inang akan menyalin kromosom
inang. Sel kemudian akan membelah, sementara kromosom virus ditransmisikan ke sel anak.Genom virus di dalam profag bisa semakin bertambah apabila sel bakteri terus-menerus mengalami pembelahan.
KLASIFIKASI VIRUS
Klasifikasi dan penamaan virus telah dirintis sejak 1966 oleh International Commitee on Taxonomy of Viruses dan terpisah dari klasifikasi makhluk hidup. Taksonomi virus terdiri atas tiga tingkat, yaitu famili, genus, dan
spesies. Pemberian nama pada famili menggunakan akhiran -viridae, nama genus dengan akhiran -virus dan nama spesies menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri dengan -virus. Nama genus dan spesies dicetak miring. Taksonomi adalah ilmu klasifikasi makhluk hidup, mengelompokkannya secara berurut sesuai dengan derajat persamaan dan perbedaan antara mereka, lalu memberinya nama ilmiah.
Pengelompokan virus biasanya dilakukan untuk suatu kepentingan tertentu.
VIRUS YANG MENGUNTUNGKAN
Virus dapat dimanfaatkan dalam bidang rekayasa genetika maupun penelitian di bidang kedokteran. Interferon merupakan protein kecil yang dihasilakn oleh sel normal sebagai respon terhadap infeksi virus. Interferon berfungsi untuk
mencegah replikasi virus di dalam sel hospes. Caranya, asam nukleat virus digabungkan dengan gen manusia yang bersifat menguntungkan.
Apabila bakteri membelah diri, berarti setiap anakan bakteri mengandung gen manusia yang dapat memproduksi zat-zat yang menguntungkan. Patogen di dalam vaksin yang sudah dilemahkan membuatnya tidak berbahaya lagi ketika menyerang manusia. Pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia, akan membuat tubuh kita menghasilkan antibodi terhadap patogen yang kemungkinan akan menyerang tubuh.
VIRUS YANG MERUGIKAN
Virus penyebabnya disebut Tobacco Mozaik Virus . Penyebabnya dalah virus TYMV.
Bentuk buah yang tidak normal pada buah mentimun, disebabkan oleh virus Cucumbar Mosaic Virus
Penyakit TYLC adalah virus yang menyebabkan daun tumbuhan tomat berwarna kuning dan menggulung sehingga menurunkan hasil panen. Tungro menyerang tanaman padi yang menyebabkan sel-sel daun mati sehingga pertumbuhan terganggu dan kerdil. Penyebaran virus melalui perantaraan wereng cokelat dan wereng hijau. Tetelo dapat menyebabkan kematian hewan ternak.
Cacar pada sapi.
Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus lnfluenza Penyebab influenza adalah virus orthomyxovirus yang berbentuk seperti
bola. Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan. Virus influenza pada umumnya menyerang hanya pada sistem pernapasan. Terdapat tiga tipe serologi virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Penanggulangan virus ini telah diusahakan oleh beberapa ahli dengan pembuatan vaksin.
pendekatan terbaru adalah dengan pemakaian mutan virus hidup vang dilemahkan untuk mendorong agar respon kekebalan tubuh meningkat.
Hepatitis
Hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 3 macam virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, dau C . Virus hepatitis A cenderung menimbulkan hepatitis akut, sedangkan virus hepatitis B cenderung menimbulkan hepatitis kronis.
Gondong
Penyakit gondong ditandai dengan pembengkakan di kelenjar parotid pada leher di bawah daun telinga.
Ebola
Setelah itu virus ebola mulai mereplikasikan dirinya. Virus ebola menyerang sel darah. Sebagai akibatnva sel darah yang mati akan menyumbat kapiler
darah, mengakibatkan kulit memar, rnelepuh, dan seringkali larut seperti kertas basah. Selain itu penderita memuntahkan cairan hitam vang merupakan bagian jaringan dalam tubuh yang hancur.
Virus ebola ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Zaire. Virus ebola dapat hidup di atmosfer selama beberapa menit.
Herpes Simplex
Disebabkan oleh virus anggota suku Herpetoviridae, yang menyerang kulit dan selaput lendir. Virus herpes simplex dapat menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Virus masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil. Pada bayi, virus sering ditularkan pada saat dilahirkan.
Selain itu virus juga ditularkan melalui hubungan seksual.
Rabies
Disebabkan oleh virus rabies. Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi, dari 13 hari sampai 2 tahun Gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan
anjing, karena kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar daripada anjing .
Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukannya mikroskop oleh Antony Van
Leeuwenhoek perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di
bidang biologi salah satunya partikel mikroskopik yaitu virus.
Sumber gambar: wikipedia.
Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan pada daun tembakau. Seorang ilmuwan Jerman bernama Adolf Meyer. Ia melakukan penelitian tentang penyebab penyakit mosaik pada tembakau. Penyakit mosaik ini menyebabkan pertumbuhan tembakau menjadi terhambat dan daunnya berwarna belang. Adolf Meyer mendapatkan bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Meyer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman yang sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
Pada tahun 1892, ahli biologi Rusia Dmitri Ivanovsky mempelajari penyakit tembakau yang disebut penyakit mosaik tembakau.
Ivanovsky membuat eksperimen, jika ekstrak daun yang terserang penyakit mosaik dioleskan pada daun yang sehat, beberapa waktu kemudian daun yang sehat itu terserang penyakit. Akan tetapi, jika ekstrak tersebut dipanaskan sampai mendidih dan setelah dingin dioleskan, tidak menyebabkan sakit pada daun sehat. Ivanovsky menyimpulkan sementara bahwa penyakit mosaik pada tembakau disebabkan oleh bakteri patogen. Namun ketika pada tahun 1893, ia menyaring ekstrak daun tembakau yang terserang patogen itu dengan saringan keramik, kemudian cairan hasil saringan dioleskan ke daun tembakau yang sehat, ternyata daun tersebut menjadi sakit.
Seandainya penyakit itu disebabkan oleh bakteri, daun tembakau akan tetap sehat karena bakteri tersaring oleh saringan keramik.
Ivanovsky menduga bahwa penyebab penyakit mozaik pada daun tembakau itu adalah bakteri yang sangat kecil.
Martinus Willem Beijerinck, ilmuwan Belanda melakukan percobaan berdasarkan penemuan Ivanovsky, ia mengoleskan getah daun tembakau hasil saringan dari satu tembakau ke tembakau lain secara berjenjang. Mula-mula dia menyaring getah daun tembakau yang terkena penyakit dengan saringan keramik, kemudian getah hasil saringan itu dioleskan ke daun tembakau yang sehat.
Tembakau yang sehat itu menjadi sakit. Selanjutnya getah daun yang sakit ini pun disaring lagi, dan hasilnya dioleskan ke daun tembakau yang sehat.
Tembakau yang sehat ini juga terkena penyakit. Demikian seterusnya. Ini berarti bahwa «bakteri» patogen itu mampu berkembang biak, ukurannya sangat kecil karena lolos dari saringan keramik. Saat itu orang hanya mengenal bakteri
sehingga penyebab penyakit mosaik pada daun tembakau itu diduga diakibatkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil.
Dugaan tentang bakteri yang berukuran sangat kecil itu ternyata keliru.
Institute , berhasil mengisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda dengan bakteri. Jika kristal virus
diinjeksikan ke tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif, mengganda, dan menyebabkan penyakit. Karena virus dapat dikristalkan berarti ia bukan sel. Virus dianggap sebagai peralihan antara benda abiotik dan biotik. Virus yang
menyerang tembakau diberi nama virus mosaik tembakau. Keberhasilan Stanley ini menjadi pendorong semakin berkembangnya ilmu tentang virus atau virologi.
Kita simak penjelasan berikutnya mengenai ciri-ciri virus agar kalian lebih faham tentang apa itu virus!
CIRI - CIRI VIRUS hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.
Berikut ciri-ciri virus
Virus memiliki ukuran sangat renik yaitu antara 25-300 nm.
Oleh karena ukuran tubuhnya sangat renik, virus hanya dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron.
Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein.
DNA atau RNA.
Virus merupakan organisme non-seluler, karena ia tidak memiliki kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel, dan tidak bisa membelah diri sendiri.
Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat.
Bagaimana tubuh virus itu sebenarnya ya?
Partikel lengkap virus disebut dengan virion, terdiri atas asam nukleat yang dibungkus oleh protein pelindung yang disebut dengan kapsid.
Asam nukleat yang dibungkus kapsid disebut nukleokapsid.
Asam nukleat virus terdiri dari DNA atau RNA
Asam nukleat memiliki peranan penting dalam proses perbanyakan diri virus pada inang.
Tanpa asam nukleat virus tidak akan bisa memerintahkan sel inang untuk membuat bagian-bagian partikel virus.
Diagram sederhana dari virus berbentuk bola
Kapsid tersusun atas subunit protein identik yang disebut dengan kapsomer.
kapsid pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA.
Selain itu fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
Selain nukleokapsid ada virus yang memiliki bagian luar seperti selubung, ekor, kepala dan lain-lain. Virus yang seperti ini disebut virus kompleks.
Salah satu contoh virus kompleks adalah bakteriofage.
Untuk mempermudah dan memahami struktur virus, kita pelajari struktur bakteriofage. Struktur bakteriofage terdiri dari kepala, ekor dan serabut kaki.
Kepala virus terdiri dari asam nukleat yang diselubungi kapsid berbentuk polihedral.
Leher virus berfungsi sebagai penyambung atau penopang antara kepala dan ekor virus.
Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang.
Virus itu bentuknya seperti apa ya?
Virus bermacam-macam bentuknya tergantung pada jenisnya. Ada yang
berbentuk bulat, batang, oval, silindris, kubus, tidak beraturan dan ada pula yang berbentuk huruf T.
Gambar bentuk Virus dan Contohnya Sumber: Biology/Campbell dkk.
Virus yang berbentuk bulat misalnya virus penyebab influenza dan virus penyebab AIDS.
Virus yang berbentuk batang misalnya virus
TMV, virus yang berbentuk silinder misalnya virus rabies dan virus yang berbentuk T misalnya virus yang menyerang bakteri, dan masih banyak lagi.
HIV memiliki diameter 100-150 nm dan berbentuk sferis hingga oval karena
bentuk selubung yang menyelimuti partikel virus .
HIV terdiri dari dua komponen utama, yaitu genom dan kapsid.
Sumber Gambar: hiv-info.
Salah satu virus berbentuk Heliks adalah virus mosaik tembakau, adalah virus yang menyebabkan penyakit pada tembakau dan tumbuhan anggota suku terung-terungan atau solanaceae.
Sumber Gambar: pinterest.
Rhabdoviridae.
Sumber Gambar: https://rega.kuleuven.be
Salah satu virus berbentuk T adalah bakteriofag, bakteriofage merupakan virus kompleks yang menyerang bakteri. Salah satu contoh bakteriofage adalah T4 virus yang menyerang bakteri escherichiacoli.
Sumber Gambar: google.
Salah satu virus berbentuk jarum adalah virus tungro penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi secara morfologis tanaman padi yang tertular virus tungro menjadi kerdil.
Sumber Gambar: viralZone
Virus ini berbentuk polyhedral, contohnya adalah adenovirus.
Adenovirus adalah group virus yang dapat menyebabkan infeksi pada mata usus paru dan saluran napas.
Sumber Gambar: commons.wikimedia.org
Klik link Jamboard di Google Classroom kalian, tuliskan nama kemudian amati kedua jenis virus, lalu kemukakan pendapat kalian di google Jamboard.
Para ilmuwan mengelompokan virus dengan nama famili ditandai dengan akhiran viridae. Nama subfamili diberi akhiran virinae, nama akhiran genus diberi akhiran virus. Lwoff, Horne dan Tournier adalah ahli dalam taksonomi virus, berdasarkan kriteria sebagai berikut:
Jenis asam nukleat berantai ganda atau tunggal.
Ukuran dan morfologi termasuk tipe simetri kapsid.
Adanya enzim spesifik, terutama polimerase RNA & DNA yang penting bagi replikasi genom.
Kepekaan terhadap zat kimia & keadaan fisik.
Cara penyebaran alamiah.
Gejala-gejala yang timbul.
Ada tidaknya selubung.
Saat ini telah lebih dari 61 famili virus diidentifikasi, 21 diantaranya mempunyai anggota yang mampu menyerang manusia &
hewan. Berdasarkan jenis asam nukleatnya virus dikelompokkan menjadi dua, yaitu virus DNA dan virus RNA.
Virus DNA adalah ganda berpilin DNA.
A.
Contoh virus DNA Cytomegalovirus.
● Circoviridae, contohnya Chicken anemia virus .
● Hepadnaviridae, contohnya Orthohepadnavirus .
● Parvoviridae, terdiri atas tiga genus yaitu Parvovirus, Densovirus dan
Adenoassosiatedvirus.
Polyomavirus.
Aviadenovirus.
● Iridoviridae, terdiri atas dua genus yaitu Typulla dan Iridovirus.
● Poxviridae, contohnya Orthopoxvirus.
Sumber: google.
Gambar beberapa jenis virus DNA Virus RNA adalah tunggal RNA.
B.
Contoh virus RNA
● Picornaviridae, terdiri atas empat genus yaitu Rhinovirus, Enterovirus, Cardiovirus dan Aphthovirus.
● Reoviridae, terdiri atas tiga genus yaitu Orbivirus, Reovirus, dan Rotavirus.
● Togaviridae, terdiri atas empat genus yaitu Alphavirus, Rubivirus, Pestivirus dan Flavivirus.
● Orthomyxoviridae, terdiri dari satu genus yaitu Influenzavirus.
● Paramyxoviridae, mempunyai tiga genus yaitu Pneumovirus, Paramyxovirus, dan Morbillivirus.
Lyssavirus.
● Retroviridae, mempunyai dua genus yaitu Oncornavirus dan leukovirus.
● Arenaviridae, hanya mempunyai satu genus yaitu Arenavirus.
● Bunyaviridae, mempunyai satu genus yaitu Bunyavirus.
Sumber: google.
hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.
Ada perbedaan pendapat ilmiah tentang apakah virus digolongkan sebagai makhluk hidup atau sekadar struktur organik yang berinteraksi dengan makhluk hidup. Walaupun demikian, mereka lebih sering dianggap sebagai replikator dan tidak termasuk bentuk kehidupan. Virus digambarkan sebagai «organisme di ujung kehidupan»
Meskipun virus memiliki gen, mereka tidak memiliki sel, yang sering dipandang sebagai unit dasar kehidupan. Virus tidak memiliki metabolisme sendiri dan membutuhkan sel inang untuk membuat produk baru. Oleh karena itu, mereka tidak dapat bereproduksi secara alami di luar sel inang.
Virus adalah organisme subseluler yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm , sedangkan virus terbesar sekalipun besar, tetap sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.
Ilmuwan menemukan virus raksasa yang dikenal dengan istilah
Mimivirus, Megavirus, dan Pandoravirus. Pandoravirus merupakan jenis virus berukuran sangat besar dengan genom yang jauh lebih besar dibanding virus- virus lain yang sudah lebih dulu dikenal. Pandoravirus disebut sebagai virus super raksasa, karena ukurannya mengalahkan virus berukuran raksasa lain seperti Mimivirus atau Megavirus. Meski berukuran raksasa, namun tetap tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Virus ini ditemukan peneliti dari Perancis Jean Michael
Claverie dari Universitas Mediterranée.