• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDAYA PEMERINTAHAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BUDAYA PEMERINTAHAN"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Komponen Budaya Pemerintahan

Budaya elit dan budaya lantai sebagai komponen budaya pemerintah… Dalam hal ini, budaya elit sejajar dengan budaya pemerintah, sementara budaya lantai sejajar dengan budaya yang diperintah. Tingkah laku pemerintah dan yang diperintah dalam budaya pemerintahan dibentuk oleh sistem nilai pemerintahan itu sendiri dan kemasannya (kendaraan, artefak), terutama nilai pelayanan masyarakat dengan karakteristik tertentu.

Tipe Budaya Pemerintahan

Budaya tata kelola terpusat adalah budaya tata kelola yang terbentuk berdasarkan tujuan bersama (untuk rakyat) tetapi dengan lingkungannya masing-masing. Keempat jenis budaya pemerintahan di atas mencirikan bentuk pemerintahan yang memperlihatkan budaya pemerintahan yang demokratis, sentralis, oposisi dan federalis.

KONSEP BUDAYA PEMERINTAHAN YANG BAIK

Prinsip Governance Dalam Budaya Pemerintahan

Konsep governance pada hakekatnya merupakan suatu sistem interaksi antara pemerintah dengan masyarakat modern saat ini sebagai cikal bakal lahirnya budaya governance yang memiliki karakteristik kompleks, dinamis dan beragam. Beberapa kondisi obyektif tersebut telah mendorong munculnya bentuk pemerintahan baru dalam masyarakat modern saat ini.

Dimensi Kepemerintahan Yang Baik

Berdasarkan sembilan ciri good governance tersebut, jika secara konsisten diinternalisasikan dalam governance akan menghasilkan sosok good governance yang pada gilirannya menjadi kebiasaan dan tradisi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang mengakar, yang menandai lahirnya budaya governance. Dimensi global good governance sebagai nilai intrinsik dari budaya governance di atas dapat dikonstruksikan sebagai berikut.

Pemerintahan Yang Etis Basis Budaya Pemerintahan

Dengan nilai kebaikan maka pemerintah dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan dalam hubungan dengan masyarakat akan lebih menekankan bahwa penyelenggaraan pemerintahan ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik. Hanya dengan demikian upaya untuk menciptakan budaya good governance dimulai dengan upaya horizontal dan vertikal untuk mengembangkan etika dalam pemerintahan.

KONSEP BUDAYA PEMERINTAHAN DALAM

Hubungan Pemerintahan Dalam Budaya Pemerintahan

Hal tersebut menjadi fokus perhatian dalam pemerintahan yang mencerminkan sosok budaya pemerintahan yang mengandung arti pemerintahan bagi rakyat, pemerintahan yang melayani dari sosok pemerintahan. Proses penyelenggaraan pemerintahan secara empiris melahirkan pola-pola tertentu dari budaya pemerintahan yang menjadi kerangka penyelenggaraan pemerintahan.

Fungsi Pemerintah Dalam Budaya Pemerintahan

Budaya pemerintahan yang lahir dari interaksi pemerintah dengan yang diperintah juga lahir dari budaya yang diperintah (budaya masyarakat). Selain itu, salah satu dimensi budaya pemerintahan yang perlu dikaji adalah akuntabilitas.

BUDAYA PEMERINTAHAN DAN KONSEP BUDAYA

Makna Studi Budaya Dalam Budaya Pemerintahan

Dimensi pertanggungjawaban (accountability) sebagai orientasi evaluatif yang timbul dari penilaian dari yang diperintah (masyarakat) kepada yang diperintah (pemerintah) dan sebaliknya. Budaya pemerintah khususnya dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat berkaitan dengan organisasi pemerintahan yang ada.

Gambar 1 : Sistem Nilai
Gambar 1 : Sistem Nilai

DIMENSI PENGUKURAN BUDAYA PEMERINTAHAN

Dimensi Persepsi Dalam Budaya Pemerintahan

Secara umum beberapa ahli mencoba memberikan definisi tentang persepsi, salah satunya yang dilakukan oleh Schiffman dan Kanuk (dalam Dedi Candra, 2004:28) bahwa “persepsi adalah proses dimana seorang individu memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan rangsangan (rangsangan). ) dari dalam Hal yang sama dikatakan oleh Moven dan Minor (dalam Candra, 2004:31) bahwa “persepsi adalah proses dimana individu dihadapkan pada informasi, memperhatikan informasi tersebut, dan memaknainya.” Kunci untuk pemahaman persepsi terletak pada pengakuan bahwa persepsi adalah interpretasi yang unik dari suatu situasi.

Singkatnya, pendapat Krech dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses kognitif yang kompleks dan menghasilkan gambaran kesatuan realitas yang mungkin sangat berbeda dari realitas.

Dimensi Sikap Dalam Budaya Pemerintahan

Saat memilih, seseorang harus mengembangkan sikap positif terhadap satu hal dan mengembangkan sikap negatif terhadap hal lain. Dari semua pernyataan di atas, jika kita cermati lebih dalam, tampak bahwa sikap berkaitan dengan perilaku, tetapi sikap tidak lepas dari sikap seseorang dalam hubungannya dengan bertindak dalam menghadapi lingkungan. Sikap adalah penentu perilaku karena terkait dengan persepsi, kepribadian dan motivasi, sikap adalah keadaan kesiapan mental yang dipelajari dengan cara diatur oleh pengalaman dan yang menyebabkan pengaruh tertentu pada reaksi seseorang terhadap orang, objek. dan situasi, situasi dengan siapa dia berhubungan.

Namun sebaliknya, sikap positif seseorang dapat terwujud dalam perilaku negatif, bahkan sikap positif pun terwujud dalam perilaku positif.

Dimensi Tanggung Jawab Dalam Budaya Pemerintahan

Demikian pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan, dimana pemerintah selalu berhubungan dengan masyarakat dan. Thompson membedakan antara tiga jenis tanggung jawab dan mencoba menjelaskannya secara lebih rinci sebagai berikut. Meskipun tanggung jawab hukum bersifat sugestif, itu bukanlah panduan yang dapat diandalkan untuk tanggung jawab moral.

Selain itu, spesifikasi ini tidak mengecualikan tanggung jawab atas pola keputusan dan pengambilan keputusan.

Gambar 4  Teori Tanggung Jawab
Gambar 4 Teori Tanggung Jawab

Dimensi Kepercayaan Dalam Budaya Pemerintahan

Dengan demikian, budaya pemerintahan khususnya budaya melayani pemerintah sangat ditentukan oleh sistem organisasi pemerintahan yang dibentuk dan dijalankan. Organisasi pemerintahan yang terbuka untuk publik akan sangat membantu dalam menciptakan budaya pemerintahan yang melayani kebutuhan masyarakat. Secara teoritis, kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ditentukan oleh budaya penyelenggaraan pemerintahan yang terbentuk dari hasil interaksi hubungan antara pemerintah (P) sebagai pihak yang memerintah dan masyarakat sebagai pihak yang memerintah. pihak yang diperintah. (YD).

Rowa, Hyronimus, 2009, Pengaruh Budaya Pemerintahan dan Organisasi Pemerintahan Terhadap Kinerja Pemerintahan Daerah (Studi Pelayanan Kependudukan di Provinsi DKI Jakarta), Bandung: Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Dimensi Parisipasi Dalam Budaya Pemerintahan

HUBUNGAN BUDAYA PEMERINTAHAN

Budaya Pemerintahan dan Kinerja Pemerintah

Artinya, hubungan antara sektor publik dan mereka yang diatur oleh layanan hanya dapat dilakukan secara organisatoris di dalam organisasi negara yang ada. Hubungan antara budaya pemerintah dengan kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat setempat tercermin dalam perilaku dan sikap kerja pegawai pemerintah daerah. Dalam upaya memahami kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pelayanan.

Melalui pengembangan dan perubahan orientasi budaya pemerintah pada tataran budaya pemerintah yang menitikberatkan pada pelayanan publik, khususnya dalam hal budaya pelayanan, setidaknya dapat tercipta suatu kondisi dimana pegawai melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Budaya Pemerintahan dan Budaya Birokrasi

Menilik budaya birokrasi, nampaknya budaya birokrasi memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan budaya pemerintahan. Secara konseptual, budaya birokrasi lebih menjadi fokus kajian budaya seperti yang dipersepsikan oleh para birokrat (pegawai) dalam sistem pemerintahan birokrasi. Sedangkan kajian budaya birokrasi lebih kepada kajian internal birokrasi baik pada tataran birokrasi pemerintah maupun swasta.

Berdasarkan cara kerja birokrasi, budaya birokrasi lebih mementingkan bagaimana membuat birokrasi efektif dalam mencapai tujuan dan efisien dalam menggunakan berbagai sumber daya organisasi di dalam negeri.

Budaya Pemerintahan dan Budaya Organisasi

Pengertian tersebut mengandung arti bahwa budaya organisasi merupakan sistem nilai yang diterima secara terbuka dan kolektif serta berlaku untuk waktu tertentu. Owen (1991) mendefinisikan budaya organisasi sebagai berikut: “Budaya organisasi adalah norma yang menginformasikan orang-orang tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak, nilai-nilai dominan yang dijunjung tinggi oleh organisasi atas orang lain, asumsi dasar dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi. organisasi, 'aturan' filosofi yang menetapkan organisasi sebagai dasar untuk berurusan dengan karyawan dan pelanggannya". Budaya organisasi adalah norma-norma yang menginformasikan anggota organisasi tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak dapat diterima, nilai-nilai dominan ​​dinilai oleh organisasi lebih dari yang lain, asumsi dasar dan kepercayaan yang dianut oleh anggota organisasi, aturan permainan yang harus dipelajari jika orang ingin diadaptasi dan diterima sebagai anggota organisasi, dan filosofi yang mengatur organisasi dalam berurusan dengan karyawan dan pelanggan.

Lebih lanjut Wirawan (2008) mengatakan bahwa budaya organisasi didefinisikan sebagai “norma, nilai, asumsi, keyakinan, filosofi, kebiasaan organisasi dan sebagainya (muatan budaya organisasi) yang dikembangkan dalam jangka waktu yang lama oleh para pendiri, pemimpin dan anggota organisasi. organisasi ..yang disosialisasikan dan diajarkan kepada anggota baru dan digunakan dalam kegiatan organisasi untuk mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku anggota organisasi dalam menghasilkan produk, melayani konsumen, dan mencapai tujuan organisasi.

Budaya Pemerintahan dan Budaya Politik

Untuk itu peneliti menggunakan konsep budaya hanya pada salah satu dari sekian banyak makna yang berkaitan dengan; orientasi psikologis terhadap objek sosial yang berbeda. Padahal, istilah budaya politik tertentu adalah wajar, melekat pada setiap masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berada dalam sistem politik tradisional, transisi, dan modern. Para sarjana menyadari bahwa untuk memahami konsep budaya politik, sulit untuk menggunakan istilah budaya karena para antropolog telah menggunakannya dengan cara yang berbeda.

Untuk alasan ini, peneliti hanya menggunakan istilah budaya di salah satu dari banyak arti yang terkait dengan; orientasi psikologis terhadap objek sosial yang berbeda.

Pengertian Kinerja Pemerintahan

Atau sebaliknya budaya pemerintahan dipahami sebagai hasil dari orientasi dan pola tingkah laku yang dihasilkan dari interaksi antara mereka yang diperintah dengan mereka yang memerintah. Untuk memahami makna budaya pemerintahan yang dihasilkan dari interaksi antara pemerintah (P) dan yang diperintah (YD), dalam kehidupan pemerintahan berdasarkan kekuasaan politik yang tidak dapat dihindari. Konsep budaya pemerintahan yang dihasilkan dari interaksi hubungan pemerintah (P) dengan yang diperintah (YD) berkaitan dengan konsep pemerintahan yang terbentuk dalam proses penyelenggaraan pemerintahan sebagai gambaran ciri budaya pemerintahan yang baik (good governance). ) melalui penerapan tata cara penyelenggaraan pemerintahan yang meliputi asas asas: profesionalisme; beban; transparansi; pelayanan prima; demokrasi;.

Budaya pemerintahan sebagai hasil interaksi antara pemerintah (P) dan yang diperintah (YD) tidak dapat dipisahkan dari konsep budaya, karena budaya sebagai sumber dan pemasok bahan mentah (input) bagi pembentukan pemerintahan yang diperhatikan. budaya. Perlu adanya peningkatan kajian melalui penelitian tentang budaya pemerintahan agar konsep-konsep budaya pemerintahan yang ditemukan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian ilmu pemerintahan. Perlu penajaman operasionalisasi indikator dimensi pengukuran budaya pemerintahan yang meliputi dimensi nilai, persepsi, sikap, tanggung jawab, kepercayaan dan partisipasi.

Gambar 8  Indikator Kinerja
Gambar 8 Indikator Kinerja

Kinerja Pemerintah Daerah

Dimensi Ukuran Kinerja Pemerintahan

  • Ukuran Produktivitas Kerja
  • Ukuran Efisiensi Kerja
  • Ukuran Efektivitas Kerja
  • Ukuran Responsibilitas
  • Ukuran Pelayanan Kepada Masyarakat

Lebih lanjut Etziono (dalam Lubis dan Husein) berpendapat bahwa “efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usahanya mencapai tujuan atau sasaran”. Selain pelayanan yang berdimensi, pelayanan kepada masyarakat sebagai pelayanan tampak memiliki karakteristik tertentu.

Sesuai dengan pendapat Plato, dimana hubungan antara negara dan masyarakat dalam hal memberikan pelayanan negara kepada rakyat, Balk (1996:1) menyatakan:

Budaya Kinerja Pemerintahan

Budaya pemerintahan yang dibentuk oleh kelompok yang menjalankan kekuasaan pemerintahan didasarkan pada nilai-nilai dan cara hidup yang mereka alami di lingkungannya, sebelum dan selama menjadi pejabat pemerintah. Akibatnya, organisasi pemerintah ini membentuk pola perilaku bersama dari hubungan timbal balik dengan masyarakat dan menghasilkan pola budaya pemerintah. Dengan demikian, budaya pemerintahan meliputi nilai-nilai, pandangan hidup, sikap hidup, hubungan timbal balik antara pemerintah dan masyarakat, serta hubungan antara masyarakat dan pemerintahnya.

Pembahasan budaya pemerintahan akan bermakna baik pada tataran konseptual maupun aplikatif bila dikaitkan dengan pembahasan model organisasi pemerintahan yang dibentuk sebagai wadah interaksi dan cikal bakal lahirnya budaya pemerintahan tertentu.

PENUTUP

Saran

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006, No. 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4634, Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia . Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000, Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Perangkat Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003, Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah no. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4585, Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Gambar

Gambar 1 : Sistem Nilai
Gambar 4  Teori Tanggung Jawab
Gambar 8  Indikator Kinerja

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH KARAKTERISTIK TUJUAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA PEJABAT PEMERINTAHAN DAERAH : BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING (STUDI WILAYAH BOYOLALI).. Yang

Budaya organisasi merupakan suatu faktor penting yang dapat. menunjang keberhasilan suatu perusahaan, karena budaya

Budaya organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan baik itu perusahaan jasa, dagang, manufaktur karena pada hakikatnya budaya organisasi yang diterapkaan dalam

Wadah informasi seni budaya merupakan suatu wadah yang menampung suatu kegiatan yang bersifat mfonnasi tentang budaya maupun seni budaya, didalam upaya untuk memperkenalkan,

Hasil penelitian mengenai manajemen budaya akademik yang diduga mempunyai hubungan dengan kompetensi siswa adalah suatu penelitian yang mengembangkan teori yang

Menurut Nawawi yang dikutip dari Cushway B dan Lodge D, hubungan budaya dengan budaya organisasi, bahwa “budaya organisasi adalah suatu kepercayaan dan

Penelitian Brahmasari(2008) membuktikan budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, artinya budaya organisasi suatu

Budaya Organisasi Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai yang diperoleh dan dikembangkan oleh orgganisasi dan pola kebiasaan dan falsafah dasar pendirinya, yang terbentuk menjadi