• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU AJAR MANAJEMEN OPERASIONAL DAN IMPLEMENTASI DALAM INDUSTRI

N/A
N/A
Moh Syafi'uddin

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU AJAR MANAJEMEN OPERASIONAL DAN IMPLEMENTASI DALAM INDUSTRI "

Copied!
947
0
0

Teks penuh

Kehadiran mata kuliah Manajemen Operasional ini bertujuan agar mahasiswa memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai dalam pengembangan manajemen operasional khususnya di industri. Hal ini penting karena sebagai calon profesional tidak cukup hanya mengetahui sejumlah ilmu saja, tetapi juga harus mampu memahami penerapan manajemen operasional di industri. Penulisan buku ini sangat membantu kemajuan perkuliahan dan memudahkan pemahaman mahasiswa mengenai penerapan manajemen operasional di industri, sehingga nantinya dapat dijadikan modal dasar bagi dosen dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang optimal. mempelajari.

Manajemen Operasional merupakan upaya untuk mengelola secara optimal penggunaan seluruh faktor produksi yang meliputi tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan baku dan faktor lainnya.

Perencanaan Sistem Produksi

BAB 1

Sistem Informasi Produksi

  • Produksi Atas Dasar Pesanan
  • Produksi Untuk Pasar
    • Rantai Pasokan

Kesadaran akan adanya produk yang murah, cepat dan berkualitas inilah yang melahirkan konsep baru pada tahun 1990an yaitu Supply Chain Management (SCM). Manajemen rantai pasokan adalah solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas antar perusahaan yang berbeda. Manajemen ini biasa disebut Supply Chain Management yang sering disingkat SCM.

Sedangkan definisi lain yang lebih sederhana, Supply Chain Management adalah suatu mekanisme yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dan aktivitas yang terlibat dalam konversi bahan mentah menjadi barang jadi. Jadi pada dasarnya Supply Chain Management adalah salah satu cabang manajemen yang melibatkan Pemasok, Pabrik atau Produsen, penyedia logistik dan tentunya yang terpenting adalah pelanggan. Dengan demikian, Supply Chain Management dapat didefinisikan sebagai suatu sistem untuk mengelola bahan baku, transformasi, produk dalam proses, produk jadi dan distribusi ke konsumen akhir.

Terdapat 3 (Tiga) Komponen utama pada Supply Chain Management

  • Posisi manajemen dan Manajemen Operasional dalam perusahaan dalam perusahaan
  • Manajemen Puncak | Top Level of Management
  • Manajemen Tingkat Menengah | Middle Level of Management
  • Manajemen Lini Pertama (First Line Management) Manajemen lini pertama (low Level Management) adalah
  • Keahlian Teknis | Technical Skill
  • Keahlian Interpersonal | Interpersonal Skill
  • Keahlian Konseptual | Conseptual Skill

Manajemen Rantai Pasokan seperti aliran darah organisasi bisnis mana pun yang menghubungkan pemasok, produsen, dan pelanggan akhir untuk pembuatan dan pengiriman barang dan jasa. Mengelola Supply Chain Management memerlukan suatu proses yaitu proses perencanaan, proses implementasi dan proses pengendalian operasional. Tujuan dari Supply Chain Management adalah mengkoordinasikan pasokan dan permintaan secara efektif dan efisien.

44 Proses manajemen rantai pasokan adalah suatu proses ketika produk berupa bahan mentah, produk setengah jadi, dan produk jadi, diproduksi dan dijual oleh berbagai fasilitas yang dihubungkan oleh rantai pasokan dengan aliran produk dan bahan. Fitzsimmons (2006), tantangan dalam manajemen rantai pasokan adalah menyeimbangkan kebutuhan pengiriman pelanggan secara tepat dan mengurangi biaya produksi dan biaya inventaris. Tergantung strategi rantai pasok mana yang mereka terapkan (responsif atau efisien) dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Transportasi merupakan suatu kegiatan yang memindahkan persediaan dari satu lokasi ke lokasi lain dalam rantai pasok. Dalam rantai pasokan, informasi terdiri dari data dan analisis terkait inventaris, transportasi, fasilitas, dan pelanggan.

Tabel 1.4  Sumber : Heizer (2004; 417)
Tabel 1.4 Sumber : Heizer (2004; 417)

Tugas Manajemen Perusahaan yang Sesungguhnya

  • Pengertian Manajemen
  • Pengertian Manajemen Perusahaan
  • Human Research
  • Corporate Treasury
  • Compliance
  • Firm Risk Management
  • Firm Strategy and Execution
  • Finance
  • Internal Audit
  • Market Risk
  • Operational Risk
  • Memimpin (Leading)
  • Merencanakan (Planning)
  • Menyusun (Organizing)
  • Mengawasi (Controlling)
    • Perbedaan Manajemen Operasional dalam perusahaan manufaktur dan jasa perusahaan manufaktur dan jasa
  • Barang Fisik
  • Permintaan Pelanggan
  • Persyaratan Tenaga Kerja
  • Lokasi Fisik
  • Definisi dan istilah manajemen operasional
  • Fungsi dan ruang lingkup Manajemen Operasional Fungsi (sistem) operasi adalah bagian dari organisasi yang
  • Posisi manajemen dan Manajemen Operasional dalam perusahaan
  • Perbedaan Manajemen Operasional dalam perusahaan manufaktur dan jasa

Walaupun mempunyai perbedaan yang berbeda, namun Manufaktur dan Jasa mempunyai persamaan yaitu memerlukan Sumber Daya Manusia yang berkompeten di bidangnya, memerlukan lingkungan kerja dalam operasionalnya dan tentunya hasil akhir yang diinginkan yaitu mengejar keuntungan. Perbedaan utama antara perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa adalah keberwujudan output yang dihasilkan. Sementara itu, output dari perusahaan jasa seperti konsultasi, pemeliharaan dan pelatihan tidak tersentuh.

Perusahaan jasa membutuhkan orang-orang yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan khusus, serta disiplin ilmu di bidang yang sesuai dengan jasa yang ditawarkannya. Perbedaan nyata lainnya adalah kontak pelanggan yang lebih besar yang biasanya ditemukan di perusahaan jasa. Namun pada perusahaan jasa, bahan bakunya bukanlah minyak mentah, alumunium atau besi, melainkan orang-orang yang kebutuhannya belum terpenuhi (Ebert dan Griffin, 2011 hal. 121).

Selain itu, karyawan perusahaan jasa memerlukan keterampilan yang berbeda dengan karyawan perusahaan manufaktur, terutama keterampilan dalam berinteraksi dengan konsumen. Keunikan setiap individu termasuk konsumen membuat karyawan perusahaan jasa harus memiliki pengetahuan tentang psikologi konsumen. Kepuasan yang diberikan perusahaan jasa kepada konsumennya merupakan nilai intangible yang diterima konsumen berupa rasa senang, puas dan aman.

Apalagi pada perusahaan jasa yang mengoperasikan sistem dengan kontrak tinggi, tanpa keterlibatan konsumen maka proses produksi jasa tidak dapat terlaksana. Pengendalian kualitas adalah proses memastikan bahwa barang dan jasa yang diproduksi memenuhi spesifikasi desain produk. Manajemen operasi adalah studi tentang proses yang berhubungan langsung dengan penciptaan dan distribusi produk dan layanan.

Walaupun terdapat beberapa perbedaan, namun industri manufaktur dan jasa mempunyai persamaan yaitu membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan berkompeten di bidangnya.

BAB II

Pengembangan Misi & Penerapan Strategi

Kita tahu bahwa untuk mewujudkan tercapainya suatu tujuan dalam suatu organisasi sangat penting untuk membuat rencana dan tindakan yang nyata.Secara umum dapat dikatakan bahwa visi, misi dan strategi yang tepat adalah suatu konsep perencanaan yang disertai dengan tindakan yang sesuai. dengan yang direncanakan untuk mencapai suatu tujuan. Implementasi strategi mengharuskan perusahaan menetapkan tujuan tahunan, membekalinya dengan kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya agar strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Mengkaji faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar perumusan strategi yang diterapkan saat ini.

Merumuskan faktor kunci keberhasilan strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya. 125 Visi dan strategi yang telah dibuat menjadi tidak berarti jika kita tidak menggarapnya secara menyeluruh dan maksimal. Manajemen strategis mempunyai tujuan jangka pendek, tonggak organisasi yang harus dicapai untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Penerapan proses manajemen strategis – biasanya lebih formal dan lebih besar di organisasi besar. 128 Plan (Perencanaan): Merencanakan tujuan dan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia. Kepegawaian: Setelah terbentuknya organisasi, perusahaan mengatur setiap organisasi yang ada dengan memasukkan sumber daya yang diperlukan untuk terus memperbarui strategi, yang dirancang agar sesuai dengan perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.

129 Keunggulan kompetitif mengacu pada kemampuan organisasi untuk merumuskan strategi yang menempatkannya pada posisi yang menguntungkan dibandingkan perusahaan lain. Ada empat kebutuhan sumber daya dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan, yaitu: Jika tidak ada strategi yang dapat menggantikan sumber daya, suatu perusahaan akan mencapai keunggulan kompetitifnya (Setiawan, 2006).

Informasi yang akan dibahas dalam email direview terlebih dahulu, sehingga dalam pertemuan tersebut (tanpa orang-orang tersebut hadir secara fisik di satu tempat) pembahasan dapat lebih fokus pada analisis alternatif strategi yang disajikan.

Gambar 2.10  Sumber:hestanto.web.id
Gambar 2.10 Sumber:hestanto.web.id

Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif

  • Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy) Menjadi produsen rendah biaya dalam
  • Strategi Diferensiasi (differentiation strategy) Mengembangkan cara-cara untuk membedakan
    • Masalah-masalah dalam strategi Operasional Asal-Usul Manajemen Operasi Asal-Usul Manajemen Operasi
  • Pemilihan Srategi Dalam Produksi
  • Pemilihan Produk Prioritas
  • Perencanaan Produk Awal
  • Pembuatan Prototip Untuk Diuji
  • Implementasi Produk Jadi
    • Perencanaan Strategis, Kompetensi inti, dan Pengalihdayaan

David (2006) menyatakan bahwa pengertian keunggulan kompetitif adalah seperangkat strategi untuk menentukan keunggulan suatu perusahaan dibandingkan pesaingnya. Sedangkan menurut Porter (1994), keunggulan kompetitif sebenarnya muncul dari nilai yang dapat diciptakan perusahaan bagi pembelinya melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menciptakan nilai tersebut. Peneliti dan praktisi manajemen strategis ingin mengetahui sifat dan peran keunggulan kompetitif di berbagai industri (David: 2006).

Secara umum, suatu perusahaan hanya mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam jangka waktu tertentu karena ditiru oleh pesaing dan melemahnya keunggulan tersebut. Perusahaan harus berusaha untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan terus beradaptasi terhadap tren dan peristiwa eksternal. Menurut Porter (1994), keunggulan kompetitif adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai keuntungan ekonomis di atas keuntungan yang dicapai pesaing dalam pasar pada industri yang sama.

Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif selalu mempunyai kemampuan memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Porter, berbagai cara untuk memperoleh strategi generik diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu kepemimpinan biaya, diferensiasi dan fokus untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. 142 Perusahaan yang menerapkan strategi ini membangun keunggulan kompetitif dengan terus menciptakan produk atau layanan tercanggih, terbaik, dan paling inovatif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka akan ditentukan berbagai alternatif produk yang akan dihasilkan. Ciri-ciri perencanaan strategis adalah proses penentuan program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan memperkirakan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan pada setiap program selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis Anthony adalah proses memutuskan program yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan memperkirakan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk setiap program selama beberapa tahun ke depan.

Sedangkan perencanaan strategis adalah proses penentuan program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan memperkirakan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan.

Hubungan dengan Formulasi Strategi

Perencanaan strategis secara eksplisit berkaitan dengan manajemen perubahan, yang merupakan hasil penelitian beberapa ahli (misalnya Ansoff, 1965; Anthony, 1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980) menulis bahwa perencanaan strategis merupakan suatu kegiatan yang melibatkan serangkaian proses inovasi dan perubahan dalam suatu perusahaan, sehingga jika perencanaan strategis tidak mendukung inovasi dan perubahan maka dikatakan kegagalan. Lima puluh tahun yang lalu, proses perencanaan strategis di hampir semua organisasi tidak sistematis.

Manfaat dan Keterbatasan dari Perencanaan Strategis

  • Penentuan Misi dan Tujuan
  • Analisis Lingkungan
  • Penilaian Diri Sendiri
  • Pengambilan Keputusan Strategis
  • Implementasi dan Pengendalian Strategi
    • Pilihan-Pilihan Strategi Operasi Global

Proses perencanaan strategis formal memaksa manajer meluangkan waktu untuk memikirkan isu-isu penting jangka panjang. Organisasi dapat menciptakan departemen perencanaan strategis untuk staf dan departemen, sehingga mengabaikan input dan manajemen lini serta manfaat pendidikan dari proses tersebut. Perencanaan strategis memerlukan keterampilan analitis yang luas dan pandangan ke depan yang mungkin tidak ada dalam organisasi pengendali.

Perencanaan strategis adalah aktivitas manajemen organisasi yang digunakan untuk menetapkan prioritas, mengarahkan energi dan sumber daya, dan meningkatkan kinerja operasional. Salah satu sudut pandang yang digunakan adalah pandangan berbasis sumber daya (resource view). 171 orang dan teknologi yang tersedia dan memastikan bahwa strategi potensial sesuai dengan sumber daya tersebut.

Ini adalah area di mana perusahaan menambahkan nilai unik melalui riset produk, desain, sumber daya manusia, manajemen rantai pasokan, inovasi proses, atau manajemen kualitas. Cara perusahaan menggunakan sumber daya bergantung pada kemampuan perusahaan yang memungkinkannya mengeksploitasi sumber daya tersebut. Selain itu, ini mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mengoordinasikan sumber daya dan menggunakannya secara produktif.

Kapabilitas dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber daya secara terpadu guna mencapai tujuan yang diinginkan. 178 Konsep “kompetensi inti”, yang dipopulerkan oleh Prahalad dan Hamel (1990), didasarkan pada serangkaian tes yang mengidentifikasi sumber daya organisasi yang menawarkan nilai strategis terbesar. Secara khusus, kompetensi perusahaan adalah kombinasi sumber daya yang lebih unggul dari persaingan dalam semua strategi perusahaan.

Manfaatnya mencakup kemampuan untuk memanfaatkan keahlian eksternal dan membebaskan sumber daya yang didedikasikan untuk aktivitas bisnis non-inti.

Gambar

Tabel 1.4  Sumber : Heizer (2004; 417)
Gambar 1.7  Tingkatan Manajemen
Gambar 2.9  Sumber: beritajatim.com
Gambar 2.10  Sumber:hestanto.web.id

Referensi

Dokumen terkait

Strategi operasi mengenai perencanaan produksi dan pengendalian persediaan juga dilakukan dengan melakukan penjadwalan yang lebih baik sehingga dapat memberikan janji pengiriman

1) Membuat dan menentukan suatu perencanaan tentang kuantitas dan kualitas bahan baku untuk pelaksanaan proses produksi. 2) Membuat suatu perencanaan dimana lokasi gudang

Bertitik tolak dari uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian guna menyusun skripsi dengan judul: “Peranan Pengendalian Persediaan Bahan Baku

Oleh karena itu, peramalan untuk permintaan produk adalah dasar keputusan perencanaan yang paling penting dengan tujuan menghindari persediaan dalam jumlah dan

Siklus Manufaktur Perancangan Produk Pemasaran Perancangan Process Pengendalian Persediaan Perencanaan Produksi Perancangan Metoda Kerja, Waktu Standar, dan Perbaikan

Oleh karena itu, agar perencanaan dan pengendalian proses produksi pada perusahaan dapat lebih baik, maka diperlukan pemeriksaan operasional pada proses produksi di perusahaan dengan

Perusahaan juga sebaiknya melakukan pemeriksaan operasional secara konsisten terhadap proses perencanaan dan pengendalian produksi agar perusahaan dapat mengidentifikasi berbagai

Tetapi, melalui pemeriksaan operasional yang dilakukan dapat diketahui bahwa kelemahan- kelemahan dalam perencanaan dan pengendalian persediaan di dalam perusahaan yaitu terdapat